Pembawa Kabar

Mendaki Gunung Menyelami Samudra

Wartawan Riau Pos Dianiaya saat meliput meninggalnya KEJARI RIAU

with 5 comments

Ketua PANWASLIH Propinsi Riau dilaporkan ke Pihak berwajib oleh wartawan Riau Pos Muslim Nurdin. Ape sebab ?. Sile simak kabar yang kami kutip dari RIAUPOS.COM berikut :

Ketua Panwaslih Riau Dilapor

Selasa, 12 Agustus 2008

KOTA (RP) — Kebebasan jurnalistik kembali dinodai. Senin [11/8] malam lalu, wartawan Riau Pos, Muslim Nurdin mendapatkan penganiayaan saat melakukan peliputan meninggalnya Kejati Riau, HM Zaenuddin Nare di ruang UGD Rumah Sakit Awal Bross Pekanbaru. Pelaku penganiayaan adalah Ketua Panwaslih Provinsi Riau, Dicky Rinaldi.
Tidak terima atas perbuatan yang telah dilakukan pelaku, Selasa [12/8] kemarin, korban melaporkan kejadian penganiayaan tersebut ke Poltabes Pekanbaru. ‘’Saya sudah dianiaya dan dipermalukan di depan orang ramai. Karena itu saya melaporkan Ketua Panwaslih Riau ke Poltabes Pekanbaru,’’ ujar Muslim, didampingi Koordinator Liputan Riau Pos, Abdul Kadir Bey di sela-sela membuat laporan pengaduan di Poltabas Pekanbaru.

Kemarin, Poltabes juga langsung melakukan pemeriksaan saksi yaitu Gema Setara dan Mashuri Kurniawan. Kedua wartawan Riau Pos yang juga berada di lokasi kejadian diperiksa oleh Bripka Hermanto. Sementara Muslim Nurdin diperiksa oleh Katim Riksa Judisila, Aipda A Butar-butar.

Muslim pun menceritakan kronologis kejadian. Malam itu dirinya bersama para jurnalis lainnya sedang melakukan tugas peliputan saat Kejati Riau dilarikan ke RS Awal Bross. Namun saat akan mengabadikan foto almarhum, secara tiba-tiba Dicky Rinaldi langsung mengejar Muslim Nurdin seraya menendang paha sebelah kanan bagian belakang.

Bukan hanya itu saja, pelaku juga mengatai korban dengan kata-kata kotor. ‘’Kau jangan macam-macam di sini, mati kau nanti,’’ ujar Muslim menirukan ucapan Ketua Panwaslih tersebut.

Saat itu juga Dicky Rinaldi merampas kamera yang saat itu berada di tangan Muslim Nurdin. Setelah dilakukan negosiasi akhirnya oleh Dicky kamera tersebut diminta kepada salah seorang ajudannya, dan kemudian diserahkan kepada Muslim.

Akan tetapi setelah diperiksa, di dalam kamera tidak terdapat memory card merek Xtreme 512 MB. Akhirnya kembali dilakukan negosiasi oleh rekan jurnalis, barulah memory card tersebut bisa diperoleh.

‘’Malam itu saya hanya bisa mengambil foto satu petik, saat almarhum terbaring dan dirawat oleh tim medis,’’ ungkap Muslim

Sementara itu, Ketua Panwaslih Riau, Dicky Rinaldi membantah tuduhan dirinya telah melakukan penganiayaan terhadap korban. Menurut Dicky penganiayaan tersebut dilakukan oleh oknum Brimob yang berada di TKP.

‘’Saya berani menginjak Alquran, bila memang saya telah melakukan penganiayaan tersebut. Kalau mengatai wartawan tersebut adalah tak punya otak, memang saya akui,’’ ujar Dicky membela diri.

Ketua PWI Riau, H Dheni Kurnia menyayangkan perlakukan kasar terhadap wartawan yang sedang melakukan tugas jurnalis. Pelaku bisa dipidanakan karena telah sengaja menghalang-halangi pekerjaan jurnalis dengan melanggar UU nomor 40 tahun 99 pasal 18.

‘’Saya sangat menyayangkan masih ada oknum yang menghalangi tugas jurnalis. Pelaku bisa diancam pidana kurungan maksimal lima tahun atau denda maksimal Rp500 juta. Sebagai Ketua PWI Riau, saya minta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus penganiayaan yang dialami oleh wartawan Riau Pos,’’ tegas Dheni.

Menurut Dheni, apabila hasil pemeriksaan dari para pihak membuktikan bahwa perbuatan tidak ptrofesionak pelaku, yang diduga dilakukan Ketua Panwaslih Riau, maka jabatannya sebagai Ketua Panwaslih harus dicopot. ‘’Kita tidak mentolerir para pihak yang mengintimidasi pekerjaan wartawan,’’ tegasnya.

Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Pembelaan wartawan PWI Riau, Herianto juga menyayangkan kejadian anarkis tersebut. Apalagi wartawan melakukan tugas jurnalistik dalam sebuah kejadian dan bukan masih dalam kewajaran. Untuk itu Herianto mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut.

‘’Saya rasa tak ada persoalan kok dalam peliputan itu. Tak ada pihak yang dirugikan,’’ujar Herianto yang juga Pimpinan Pekanbaru MX ini.(mar)

Written by daeng limpo

13 Agustus, 2008 pada 8:44 pm

Ditulis dalam berita

Tagged with , , , ,

5 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. :sad:

    Semoga dia mendapatkan keadilanya. Juga Oknum begituan harusnya diberantas, ini kan jaman

    MERDEKAAAAAAAAA

    Balisugar.com

    15 Agustus, 2008 at 1:37 pm

  2. mari bicara dengan kepala dingin..peace

    yulinto

    22 Maret, 2009 at 3:08 pm

  3. Kalau tindakan seperti itu tidak di sadari salah….
    niscaya akan ada kutukan…Murka Tuhan…itu pasti !
    Tunggu saja …. Lihat…siapa yang salah akan menderita….

    setw

    10 April, 2009 at 12:52 am

  4. jgn lah di persulit urusan tu…

    budayakan lah hidup pemaAf..

    awak ni bersaudare…..
    tak baek lah, klo kite sesame ni orang berlaga….

    tak baek, cakap tetue dulu…

    betul..betul…betul… (upin & ipin)

    Hafiz

    10 April, 2009 at 9:34 am

  5. lain kali baek-baek dong ngeliputnya, pikirin keluarga pak jaksa dong…….

    beny

    4 Juni, 2009 at 8:43 am


Tinggalkan Balasan