PARPOL masihkah kita mempercayainya….?
Seorang kawan saya benar-benar pesimis dengan partai politik, ia mengatakan bahwa ia tidak akan memilih calon dari parpol-parpol yang kadernya terlibat kasus korupsi. Terlihat keputusasaan akan nasib demokrasi di Indonesia, apakah demokrasi kita sudah berjalan di jalur yang benar…?.
Kalau melihat perkembangan situasi politik saat mendekati pemilu legislatif, para calon anggota legislatif melalui jurkam dan kader parpol, mereka berusaha memberi pengertian kepada masyarakat tentang pentingnya pemilu yang akan berlangsung pada tahun 2009. Masyarakat diharapkan tidak menjadi golput pada pemilu 2009, tetapi bagaimana masyarakat bisa mempercayai mereka jika perilaku beberapa oknum anggota legislatif yang ada sekarang ini seakan-akan hanya mementingkan “isi dompet” mereka sendiri.
Jumlah 34 parpol yang akan ikut meramaikan pemilu 2009 apakah benar menunjukkan demokrasi yang sesungguhnya ?, atau mungkin ini sebuah fenomena baru dalam dunia demokrasi ala partai politik di Indonesia, bahwa dengan menjadi pengurus partai dan anggota legislatif bisa menjadikan mereka kaya raya dengan cara “instan”….?. Coba anda lihat para anggota legislatif yang duduk di parlemen saat ini di daerah anda, ada berapa banyak dari mereka yang betul-betul peduli…?.
Jika kemudian partisipasi masyarakat dalam pemilu 2009 menurun, hal ini berbanding lurus dengan kinerja anggota parlemen yang dianggap mengecewakan. Lalu mengapa parpol masih berharap kepada meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pemilu 2009….?, sebaiknya parpol instrospeksi diri terlebih dahulu bukannya langsung menyalahkan masyarakat yang tidak lagi tertarik dengan janji-janji manis dari jurkam mereka.
Pertanyaan buat anggota dan kader parpol, apakah tidak memilih dalam pemilu 2009 bukan suatu pilihan….?

Paling tidak ada diantara mereka yang cocok dengan program yang kita inginkan, jadi kia milih saja, he he he…..
Singal
11 Juli, 2008 at 8:28 pm
@Singal
semoga saja mas.
DANIAR NUR AZIZ BAQI
14 Juli, 2008 at 2:58 pm
Yup….ada komentar dari salah seorang petinggi partai yang mengatakan bahwa GOLPUT berarti mengkhianati reformasi…..lalu yang dilakukan oleh partai-partai sekarang apakah kesetiaan reformasi…..? saya malah yakin justru partai melakukan pembusukan demokrasi yang berarti mengkhianati reformasi.
ruli
16 Juli, 2008 at 12:57 pm
wahhh malaska daeng percaya parpol mending percaya GOLPUT saja
Sukses ki daeng
Gelandangan
28 Juli, 2008 at 2:18 pm
Lebih realistis dan jujur untuk apriori terhadap semua parpol. Tapi tidak baik juga kalau sampai pemilu dimenangkan GOLPUT dengan skor 70 : 30.
Yah, apa boleh buat, pilihlah yang terbaik di antara yang buruk-buruk itu.Itu menurut pendapatku.
Robert Manurung
31 Juli, 2008 at 2:53 pm
capek sama politik mas…mau gak golput , tapi semua parpol kok ajaib ajaib di mata saya…
Kalo golput kok rasanya egois banget karena gak mau mikirin masalah rikiplik yang acakadut ini.
pusing pusing…..
Datyo
4 Agustus, 2008 at 2:07 pm