Saya adalah pimpinan FPI yang baru (sebuah cerita)
Sungguh saya tak menyangka dan juga tidak menduga yang akhirnya terjadi pada diri saya. Setelah gonjang-ganjing peristiwa MONAS di mana saya tidak ikut serta, sebelumnya saya sudah menasehati rekan-rekan dan anggota di bawah saya untuk tidak pergi ke Monas dengan beberapa alasan, antara lain karena BBM mahal sehingga operasional Organisasi akan membengkak. Saya sebenarnya mengusulkan kepada Habib RS agar mengurangi aksi-aksi yang berlebihan, karena saya tahu dari pengalaman bahwa jika situasi panas akibat demonstrasi menentang kebijakan pemerintah, maka jangan sekali-kali anggota laskar keluar untuk melakukan aktivitas. Karena akan sangat mudah untuk dibenturkan, apalagi saya tahu temperamen anggota saya yang memang mudah tersolot emosinya. Apalagi setelah saya cek di media massa ternyata AKKBB yang “membela” Ahmadiyah juga ikut melakukan aksi di Monas.
Maka terjadilah apa yang sebelumnya saya duga, di tambah lagi sewaktu kejadian panglima laskar di lapangan rupanya tidak cermat memperhitungkan sorotan kamera “media massa”. Saya sendiri sebenarnya sudah curiga sewaktu aksi AKKBB diumumkan di beberapa media massa. Seakan-akan pengumuman itu adalah “pancingan” bagi FPI untuk juga kesana. Tetapi karena sudah terjadi, saya kemudian menyarankan kepada Habib RS agar jangan melakukan kesalahan yang kedua, yaitu jangan sampai terjadi bentrok lagi dengan aparat penegak hukum. Maka setelah Habib RS menyadari bahwa dirinya sudah masuk “perangkap”, beliau akhirnya mengikuti anjuran saya agar mempertanggung jawabkan apa yang telah terjadi di Monas kepada aparat penegak hukum.
Karena beliau harus menjalani proses penegakan hukum yang cukup lama, akhirnya beliau menunjuk saya menggantikan beliau menjadi Ketua FPI. Awalnya saya menolak, karena saya tidak tamat ngaji dan sebenarnya tidak tahu mau saya apakan FPI ini, citranya sudah begitu buruk dimata sebagian besar masyarakat Indonesia. Belum lagi ditambah musuh-musuh tradisional FPI yang mulai menekan cabang FPI dimana-mana untuk membubarkan diri. Tetapi karena saya kasihan sama Habib RS, akhirnya saya terima amanah yang sungguh berat itu.
Lalu saya tanyakan ke Habib RS, “Habib, saya bersedia menggantikan Habib dengan satu syarat !”. “Apa itu Abu Daeng…?”, beliau balik bertanya. Lalu saya jawab, “Saya mau merubah AD/ART Organisasi FPI ini, saya ingin anggota kita tidak lagi membawa pentungan tetapi membawa ide-ide cemerlang bagi ummat dan bangsa, tidak lagi menumpahkan darah tetapi menjadi donor darah, tidak lagi buat aksi brutal seperti di MONAS tetapi lebih cerdas dalam menjalankan sebuah aksi. Saya juga ingin agar anggota kita terjun ke medan dakwah yang sesungguhnya dengan memberi tauladan kepada masyarakat di lingkungan sekitar para anggota”. Habib RS lalu berpikir, keningnya nampak berkerut. Tak lama ia berkata kepada saya, “Sudahlah Abu Daeng, terserah Abu Daeng tetapi tolong Abu Daeng selamatkan Organisasi ini”.
Maka saya mulai melakukan perombakan besar-besaran, walaupun akhirnya saya juga mendapat penentangan dari orang dalam FPI yang merasa bahwa saya tidak tepat memegang kendali FPI karena saya tidak tamat ngaji. Ditambah lagi sikap saya yang di nilai tidak tegas dalam persoalan Ahmadiyah, saya sampaikan kepada mereka yang menentang saya bahwa, “saya tidak ingin memakai jalur seperti yang anda lakukan kemarin”. Saya ingin masalah Ahmadiyah ini kita bawa ke Pengadilan saja, kita ikuti aturan hukum saja”. Dengan “tangan besi” saya singkirkan pimpinan yang selama ini telah membuat nama FPI tercemar.
Habib RS yang telah bebas tidak ingin menjadi pimpinan FPI lagi, beliau akhirnya lebih banyak melakukan tausiyah juga dakwah ke LP dan juga memberikan dakwah kepada ummat yang mencari penghasilan dari minuman keras, software dan VCD bajakan, pelacuran dan narkoba. Setelah lima tahun berlalu, FPI benar-benar saya jadikan Pembela Islam. Seluruh anggotanya mempunyai pekerjaan, lalu masyarakat di mana FPI berada sejahtera, dan FPI punya puluhan madrasah yang mengajarkan santrinya hidup mandiri. Walaupun FPI tidak punya pentungan, tetapi pandangan-pandangannya akhirnya didengar masyarakat. Karena apa yang dilakukan FPI memang murni menolong masyarakat.
Tiba-tiba saya merasa sejuk, ketika terbangun rupanya saya tertidur di sofa dan anak saya mengguyur kepala saya dengan air karena tidak mempan lagi dibangunkan dengan suara. “Ayah, disuruh bunda sholat subuh hari sudah jam 06:00 !”, kata anak saya. Astaghfirullah hal adzim.
Happy Endingnya :
Pemerintah akhirnya selamat dari issue BBM, Polisi tidak lagi sibuk ngurusi demo BBM, Gus Dur bahagia dan berterima kasih kepada SBY karena Habib Riziq Shihab sudah ditangkap Polisi, Ahmadiyah dan MUI lega SKB sudah dikeluarkan tanpa harus ribut. Sementara saya tetap harus kembali bekerja mencari sesuap nasi demi anak dan istri

makanya habib, kalo mikir pake otak, jangan pake dengkul!
capeee deh!
iwank
6 Juni, 2008 at 3:49 pm
bisa aja loe mas.. mas….!!!
amaduq01
6 Juni, 2008 at 6:32 pm
Pokoke ™ apa yang kau tabur itulah yang kau tuai.
dana
6 Juni, 2008 at 8:33 pm
Sangat berkarakter. dari dulu ampe sekarang ndak berubah-berubah. Mimpi aja terus. hehehe…
salam untuk keluarga.
ressay
6 Juni, 2008 at 9:50 pm
makanya kalo mo tidur baca bismillah ma do’anya sekalian, biar ga digangguin ma syeeeeetan.
Lana
7 Juni, 2008 at 4:02 pm
@iwank



Oh…. ?
@amaduq01
@dana
wah berlaku hukum sebab akibat ya…?
@ressay
kami rakyat jelata ini sementara mimpi aja dulu
@Lana7
terima kasih atas perhatiannya
daeng limpo
7 Juni, 2008 at 4:08 pm
Pimpinan laskar FPI Munarman namanya memiliki arti= kaMu beNAR beNAR melaWAn sampai akhirnya jadi buroNan,aduh capcay deh gw mati matian pengen ngubur ahmadiyya sekarang malah gw yg mau dikubur,karma kali ye???
Makannya dong man kamu enggak bener jangan ngerasa so paling bener.tobat man tobat??? nggak takut apa sama azab Allah!!!!!
upi
7 Juni, 2008 at 6:09 pm
Kita hanya bisa berkomentar yang gak jelas, tanpa bisa berbuat. Kemaksiatan (perzinahan, narkoba, korupsi, keimanan dll) apa bisa diberantas hanya dengan diam dan ceramah disana-sini. Bung!,… rasanya sudah cukup lama negeri ini ada, tapi maksiat berkembang disana-sini. Ulama dan Kiayi atau Gus-gus,… apalah namanya, selalu bicara “Amal Makruf, Na’imukar”, tapi malah mereka membiarkan maksiat dilingkugan mereka. Apa yang mereka perbuat?… tidak ada, selain hanya bisa berdo’a & berdo’a. Tapi HABIB RIZIEQ & FPI adalah Bukti Nyata dalam menegakkan Kebenaran (Amal Makruf Na’imukar).Takbir!… ALLAHUAKBAR!….
tono
8 Juni, 2008 at 10:07 pm
itu karena kebanyakan bagadang malam…daeng!
adi isa
9 Juni, 2008 at 2:27 pm
tidak bisa dipungkiri bahwa apa yang dilakukan FPI adalah tidak benar ( dlm pandangan syariat islam ), tetapi apa yang ingin diberantas FPI adalah bentuk kemaksiatan puncak yang akibatnya jauh lebih rusak baik untuk masa kini dan masa yang akan datang . tentunya hal ini hanya bisa dipahami oleh orang yang sedikit saja punya otak dan aqidah.
yang perlu saya ingatkan , saudaraku : jagalah mulut-mulut kalian dengan ilmu agama yang haq , karena semua ucapan dan perbuatan kalian akan dimintai pertanggungjawabannya oleh yang Maha Benar yaitu ALLAH Tabarrakta wa Ta’ala .
gonang
10 Juni, 2008 at 11:42 am
boleh nambahkan yang tadi terlupakan …..
hal yang perlu diingat oleh pemilik blog ini : bahwa FPI belum pernah menumpahkan darah ( mati ) dalam aksinya , tapi coba dilihat berapa banyak korban berjatuhan karena tempat maksiat ( pelacuran , discotik dll ) yang pernah dirusak oleh FPI.
Merenunglah jiwa yang masih beriman ……
gonang
10 Juni, 2008 at 11:47 am
Islam adalah Rahmatan Lil alamin berarti ini adalah rahmat untuk sekalian alam,berarti tidak hanya untuk umat Islam saja ,melainkan utk seluruh umat.Bagaimana orang2x non muslim akan tertarik pada Islam kalau prilaku orang Islamnya sendiri tidak sesuai dengan ajaran Islam,Islam kan damai bukan ajaran yg mengajarkan kekerasan.
Tujuan FPI bagus tapi sayang cara yg kalian lakukan salah.prilaku seperti itu justru akan di benci umat lain.mungkin bagi orang2x barat yg sudah benci Islam mereka tentu akan jawab betul Islam suka kekerasan, padahal Islam tidak begitu,hanya prilaku orang2xnya saja yg membuat nama Islam menjadi tercoreng. Allah maha tau mana yg benar dan yg tidak dan Allah akan menunjukan kebenaranNya ini melalui jalan apa saja.
upi
10 Juni, 2008 at 7:21 pm
mas daeng jangan cuma mimpi dong tapi buktiin di dunia nyata, tahu engga’ ada peristiwa yang lebih besar yang juga terjadi di monas, beberapa bulan sebelum terjadi rusuh FPI vs AKKBB. coba aja buka:
http://assajjad.wordpress.com/2008/03/22/monas-berguncang-dengan-lafdhul-jalalah/
beneran lho kejadian nyata!…!!!
assajjad
11 Juni, 2008 at 12:08 pm
semua itu ujian bagi umat islam yang taat sama ALLAH SWT!
pramujiono
17 Nopember, 2008 at 10:07 am
FPI front pembela ISLAM my idola, NABI BESAR YANG AGUNG MUHAMMAD SAW is GREAT IDOLA semua umat muslim(termasuk saya tentunya, ahmadiyah is non muslim (antex 2 yahudi) ISLAM SATU tak ada aliran papun rahmat dan jalan hidup bagi manusia yang diturunkan ALLAH SWT melalui NABI MUHAMMAD SAW.semoga nikmat ISLAM dan HIDAYAH ALLAH SWT selalui menyertai kita semua(manusia,termasuk orang yahudi juga)SAMPAI AKHIR HAYAT amin amin ya ROBBAL ALAMIN
pramujiono
17 Nopember, 2008 at 10:27 am
JIL (JARINGAN ISLAM LIBERAAAAAAALLLL)TANGAN KANAN(ANTEK2 ZIONISME ISRAEL/YAHUDI DIDIDIDIDID/BENCONG SLEBOR IS JIL
pramujiono
17 Nopember, 2008 at 10:32 am