Beberapa saran untuk FPI (Front Pembela Islam)
Memang sangat berat bagi sebagian orang untuk menerima perbedaan, tetapi juga lebih berat lagi bagi sebagian orang untuk menerima kenyataan bahwa tidak pada tempatnya mengedepankan kekerasan dalam menyikapi sebuah permasalahan. Ketika melihat peristiwa yang terjadi di tayangan televisi, kekerasan yang menimpa AKKBB sungguh memalukan, untuk alasan apapun itu tidak sepatutnya FPI melakukan kekerasan.
Untuk itu ijinkan saya untuk memberikan saran-saran kepada petinggi FPI :
- Bubarkan saja atau bekukan dulu sementara Organisasi FPI, sebab saya melihat ada pihak-pihak tertentu yang mencoba mengarahkan Organisasi ini sebagai gerakan radikal.
- Jika tidak dapat mengendalikan emosi para anggota, berarti Organisasi anda akan mudah ditunggangi oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan terciptanya kedamaian di negeri ini.
- Berilah pelatihan lain kepada anggota anda, jangan hanya diberi pelatihan tentang beladiri tetapi beri terapi kesabaran agar jika timbul suatu permasalahan mereka bisa menahan diri. Kalau dapat diberi pengetahuan untuk membalas argumen dengan argumen. Jadikan anggota FPI terdiri dari orang-orang cerdas yang menggunakan cara-cara cerdas untuk mencapai tujuan.
- Buatlah FPI ini seperti Muhammadiyah atau NU, yang lebih mengedepankan aspek sosial kemasyarakatan dalam menjalankan organisasinya. Kirim anggota FPI untuk berdakwah dalam rangka memperteguh akidah umat Islam yang ada, lakukan bakti sosial seperti donor darah, kerja bakti.
- Cobalah menjadikan FPI sebagai Corong Terdepan dalam membela Islam secara damai dan bermartabat.
- Jangan mau dijadikan “bumper” untuk pengalih perhatian dari masalah BBM atau masalah lain yang sedang membelit penguasa. Kalau dapat jadilah pelopor untuk membangun masyarakat muslim Indonesia yang sejahtera.
Sekian saja saran saya, semoga dengan demikian para petinggi FPI tidak sia-sia membina FPI menjadi Organisasi yang membawa mudaharat bagi Umat Islam pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Setuju Pak Daeng, saya juga merasakan organisasi FPI dan semacamnya di Indonesia ini harus diaudit dulu.
Apalagi tadi pagi saya lihat di salah satu TV kok yang menanggapi bukan FPI tapi pinjam nama organisasai baru lagi. Namanya kalau gak salah Laskar Islam atau semacam itu.
Saya khawatir justru ormas semacam ini hanya sekedar alat politik kekuasaan saja dengan mendompleng Islam. Yang saya heran apa begitu mudah sebuah ormas dirikan di Indonesia ini tanpa kejelasan badan hukumnya?
Saya lihat banyak sekali ormas baik yang mengatasnamakan Islam maupun kelompok politik tertentu dan membuat aksi yang meresahkan lagi. Mestinya ditertibkan saja semua ormas ini. Mungkin harus berbadan hukum saja biar tidak gampang orang mengaku dari laskar ini atau itu, atau ngaku lsm ini atau itu termasuk ormas semacam aliansi kebangsaan juga harus diaudit. Jangan2 memang cuma boneka semata. Saran saya :
-Tegakkkan hukum dengan tegas, itu merupakan salah satu caranya dan
-Jangan mengulur-ngulur masalah yang sebenarnya sudah jelas pokok pangkalnya seperti kasus ahmadiyyah ini. Mengulur waktu sama saja memberi kesempatan dipolitisir oleh kalangan tertentu,baik dari kalangan yang ngaku Islam ataupun bukan.
Bagi bangsa Indonesia jangan mau dibodohi dengan aksi2 kekerasan yang ditayangkan oleh media massa. Meskipun faktanya nampak terjadi seperti yang terlihat di media, tapi ingat media hanya sepotong jendela. Kritisi semua pihak yang bertikai jangan berat sebelah. Thanks
blogblajar
2 Juni, 2008 at 10:45 am
Pak Daeng, saya pernah baca tapi lupa dimana bahwa cara “dakwah ” mereka memang menganut garis keras. Jadi meski kita berbicara lemah lembut, mencoba “menyadarkan” mereka pasti dianggap angin lalu. Karena cara dan visi mereka berbeda.
Jadi kalau situasi dan kondisi ini dibiarkan oleh pemerintah, maka ke depan situasi akan lebih rumit. Saya pikir pemerintah harus tegas mempertemukan ke dua belah pihak. Setelah diberi kesempatan untuk diskusi meski pasti tidak ada jalan keluar, Pemerintah wajib melakukan tindakan yang mengamankan hidup orang banyak, tegaskan hukum !. Kalau diam saja…cepat atau lambat anarki dengan alasan agama akan merusak negara kita.
datyo
2 Juni, 2008 at 11:57 am
@blogblajar
betul, kita harus mengkritisi kedua belah pihak. Dan yang pertama harus kita kritisi adalah pihak yang melakukan kekerasan. Masih banyak cara yang bisa kita lakukan tanpa harus melakukan kekerasan fisik.
@datyo
saya sebenarnya kasihan dengan anggota FPI, harusnya mereka “disadarkan” bahwa mereka sudah dijadikan alat politik atau “bumper” pihak-pihak tertentu. mengenai kekerasan yang dilakukan, sebaiknya memang diselesaikan melalui jalur hukum dan penegak hukum harus bertindak tegas.
daeng limpo
2 Juni, 2008 at 12:13 pm
saya lihat sepak terjang FPI memang jauh dari ajaran Islam yang sesungguhnya, Habib Riziq sebagai pemimpin PFI harus di minta pertanggung jawaban dari setap tindakan FPI yang sudah sangat anarkis, ata apakah FPI itu bukan orang2 yang bisa berpikir tetapi prang2 yang mengandalkan kekuatan. kita bisa lihat dari tayanagan televisi bagaimana perlakuan FPI terhadap anggota AKKBB, memukul menendang….. ini akan mencoreng nama islam, jadi benar ada kepanjangan baru dalam kata FPI sendiri yaitu front preman islam. boleh berprinsip keras tp bukan berarti anarkis. menurut saya organisasi FPI dan sejenisnya harus di bubarkan, FPI bukanlah polisi moral, FPI bukanlah yang menentukan apakah organisasi atau orang tertentu masuk surga atau neraka, tp FPi bertindak seolah2 mereka bermoral, saya juju ragu dengan moral mereka sendiri, tindak tanduknya dengan merazia org berpuasa, dll itu salah.. hak seseorang utk menjalankan apa yang di jalankan dan biar Tuhan yang menentukan bukan FPI, Islam mengajarkan toleransi bkan anarkis… islam seperti apa yang di ajarkan oleh Habib riziq apa pantas di sebut habib.. saya ragu. soal di tunggangi oleh kepentingan politik, kalau boleh saya tambahkan sudah bnyk oragnisasi yang di manfaatkan utk kepentingan terntu baik politik, maupun uang… kalau di blg FPI sering memberantas kemungkaraan dan lain2 knp FPI tdk berani menutup tempat hiburan di kawasan kota yang merupakan kawasan sex terbesar di jakarta… ingat keberagaman itu merupakan hal yg lumrah tergantung kita bersikap..
::dg.limpo
andy
2 Juni, 2008 at 12:57 pm
g’ mo ikutan ah,, pilih mana yg baik aja
::DG.Limpo
zoel chaniago
2 Juni, 2008 at 2:32 pm
Sederhana aja sih.
Kalo FPI gak bisa berdampingan dengan pihak2 yang “berbeda” dg mereka, ya FPI disuruh keluar aja dari negara indonesia. La wong indonesia ini jelas2 negara yang ber-bhinneka tunggal ika kok. Jadi kalo gak cocok dengan keanekaragaman ya mestinya FPI pergi (atau kita usir kalo perlu) dari negeri ini.
Tingkah laku FPI sama sekali gak menunjukkan keislaman. Hanya orang2 “bodoh tapi ngaku pinter” yang gak bisa menghargai beda pendapat. Dikit2 anarkis. Emang negara punya FPI?!
Para pendiri bangsa ini yang jelas2 adalah orang2 yang sudah tinggi ilmu keislamannya tetap menjunjung tinggi keanekaragaman dan kedamaian. Setinggi apa sih ilmu agamanya orang2 FPI? Kalo liat tingkah lakunya sih kayaknya gak punya ilmu agama atau bahkan mungkin gak punya agama. Buktinya tanpa FPI indonesia dulunya damai2 aja. Ada FPI yang ngakunya “pembela” islam kok malah anarkis dimana-mana. Jangan pakai nama dan simbol2 islam dong. Jelek2in islam aja.
Jadi MARI KITA USIR FPI DARI BUMI INDONESIA TERCINTA!!!
MERDEKA!!!!
::dg.limpo
Islam Jowo
2 Juni, 2008 at 3:06 pm
FPI itu tidak bersalah. yang bersalah warga Ahmadiyah. Agama ahmadiyah adalah agama yang memaksa umat islam untuk masuk ke golongan mereka melalui sogokan uang… jadi, perlu di keluarkan SKB AHmadiyah. karena ahmadiyah sudah paling di benci di INDONESIA. usir saja
ahmadiyah. bukan FPI yang di usir.
FPI sebuah organisasi yang mengikuti ajaran Nabi muhammad Rasulullah SAW. FPI membela nabi Muhammad. mirza ghulam ahmad itu bukan nabi dan juga bukan rasul. kita bangsa indonesia tidak mempercayai adanya Mirza Ghulam ahmad….. segera keluarkan SKB Ahmadiyah. supaya ahmadiyah keluar dari islam dan membentuk agama baru bernama ahmadiyah…..??? Muhammad adalah nabi yang terakhir. baca AL – qur’an surat AL – ahzab ayat 40. tentang Nabi Muhammad Rasulullah SAW.
::dg.limpo
cost_87@yahoo.com
2 Juni, 2008 at 3:20 pm
saya himbau kepada pemerintah……!!! SEGERA KELUARKAN SKB tentang AHMADIYAH
ALLAH HU AKBAR
MUHAMMADARRASULULLAH
MUHAMMAD SAW ADALAH NABI TERAKHIR DARI PENUTUP PARA NABI….
diterangkan di al – Qur’an surat AL – Ahzab : 40…
::dg.limpo
cost_87@yahoo.com
2 Juni, 2008 at 3:23 pm
@Zoel Chaniago
Nggak mo ikutan itu apa berarti anda menyetujui tindakan anarkis?
Tulisan ini kan menanggapi kekerasan oleh FPI?
@Cost_87@yahoo
Melakukan tindakan kekerasan/anarkis itu bukan tindakan yg salah ya? Ini bukan negara yg dalam peperangan bung! Bahkan dalam perang kekerasan terhadap ibu-ibu dan anak2 diharamkan…
bsw
2 Juni, 2008 at 4:12 pm
Ini SMS provokasi dari FPI disebar hari ini:
“Ass. Segenap Aktivis FPI di Indonesia WAJIB SIAGA PERANG LAWAN AHMADIYAH & PENDUKUNGNYA. Bentrok LASKAR ISLAM & PENDUKUNG AHMADIYAH di monas, krn:1.Aksi BELA AHMADIYAH adl Aksi Nantang Islam. Dlm Orasi mereka nyatakan bhw Laskar Islam adl Laskar Syetan Kafir. 3. Mereka acungkan pistol ke Laskar Islam. Sebar!”
Source: musadiqmarhaban.wordpress.com/2008/06/02/astaghfirullah-saya-baru-saja-terima-sms-horor/
::dg.limpo
Irenaeus Ahmad
2 Juni, 2008 at 4:27 pm
Ini SMS provokasi dari FPI disebar hari ini:
“Ass. Segenap Aktivis FPI di Indonesia WAJIB SIAGA PERANG LAWAN AHMADIYAH & PENDUKUNGNYA. Bentrok LASKAR ISLAM & PENDUKUNG AHMADIYAH di monas, krn:1.Aksi BELA AHMADIYAH adl Aksi Nantang Islam. Dlm Orasi mereka nyatakan bhw Laskar Islam adl Laskar Syetan Kafir. 3. Mereka acungkan pistol ke Laskar Islam. Sebar!”
Source:usadiqmarhaban.wordpress.com/2008/06/02/astaghfirullah-saya-baru-saja-terima-sms-horor/
Irenaeus Ahmad
2 Juni, 2008 at 4:27 pm
Bila FPI diboncengi oleh pihak-pihak tertentu, bukan pula hil yang mustahal bila AKKBB juga dimotori oleh pihak-pihak yang niat merusak Negeri ini.
Kemudian pertanyaannya adalah: siapakah pihak-pihak itu? jangan2 mereka itu hanya tokoh fiktif belaka yang kita bentuk dalam imajinasi. Bila pihak2 itu benar adanya, dimanakah mereka? dan bagaimana mereka “beraksi” selama ini?
———-
“saya ada di sana. Saat aksi AKKBB yang katanya damai itu, ternyata ada beberapa orang yang dari sisi AKKBB yang memulai penyerangan. FPI yang terdesak membalas, sekenanya. Beberapa Anggota FPI tersulut kemarahan dan menyerang apa saja yang ada. Tapi sungguh itu bukan dengan kesengajaan sebagai mana digambarkan TV. Ini hanya soal hilangnya kesadaran individu yang terhanyut gelombang massa” (ini hanya bagian rekayasa…)
Bagaimana bila Televisi tidak memberitakan dengan benar kejadian yang ada. Bagaimana bila stasiun2 TV itu ternyata juga bagian yang didomplengi oleh pihak2 tertentu.
Saya ingat dulu waktu aksi Di depan MA, beberapa tahun silam. TV memberitakan bahwa mahasiswa memulai aksi dorong dan mulai melukai aparat. Padahal kenyataannya ada belasan botol teh sosro yang berterbangan dari arah polisi mengarah ke barikade mahasiswa.
———-
siapakah pihak2 itu yang berada di antara ada dan tiada…
::dg.limpo
Igee
2 Juni, 2008 at 5:10 pm
Wahwah melihat komentar yang saling
menyalahkanmempertanyakan “Apa sih yang baik untuk Indonesiadalam bidang politik dan agama?”Sebagai
pelajardiri saya sendiri, saya sangat tidak menyukai tindakananarkiskekerasan yang dibuat oleh Pihak-pihak tertentu. Saya bingung, apa sih tujuan mereka terhadap kekerasan tersebut?Atas nama siapa?Popularitas? Eksistensi? Atau yang lain.Yahhh,,, siapa yang tahu? dan siapa yang mau tahu?
Untuk selebihnya saran pak daeng bisa dicoba. Dan hal yang paling bagus tidak ada
berpolitkkekerasan.Untuk Pak Daeng, kayaknya post ini bakal
memanashebohh.. hehehehe.. salam..::DG.LIMPO
t4rum4
2 Juni, 2008 at 5:40 pm
@Igee
Anda punya BUKTI orang AKKBB yang mulai?? Saya mau lihat. Anda di pihak siapa waktu itu? Atau hanya kebetulan ada di sana?
Ada yang bilang FPI dkk sudah merencanakan karena iklan AKKBB (diterbitkan seminggu sebelumnya) yang membikin mereka emosi.
Disebutkan juga mereka sudah siap-siap dari Mesjid Istiqlal (source:http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/02/1/114735/penyerangan-fpi-digalang-di-masjid-istiqlal)
::dg.Limpo
Irenaeus Ahmad
2 Juni, 2008 at 5:47 pm
Assalamualaikum
FPI sekarang diubah aja jd…FRONT PENCORENG ISLAM..!!!
tlg denger ya kaum yg mengatas namakan FPI….!!!
saya pribadi adalah muslim yg taat ( insya ALLOH )
tp saya tdk setuju akan tindakan yg FPI lakuin hr minggu lalu..
itu bukanlah tindakan Muslim…!!!!
kalian uda ditunggangi oleh Syetan…( tertawalah syetan..hahahah)
apakah itu kaum MUSLIM…?
APAKAH SEPERTI ITU UMAT NABI MUHAMMAD saw…?
I don’t think so…!!!
saya bner2 malu..atau kami umat Islam sangat2 malu atas apa yg kalian lakukan..!!!!
kalian ga pantas disebut Islam…kalian sudah mencoreng Islam yg sbenernya…!!!!
apakah di Islam diajarkan anarki?pemukulan?
begitu…!!!????
kalian sering menagatasnakan Islam…bahkan berteriak ALLOHU AKBAR….berani sekali kalian bilang begitu….!!!!
subhanalloh…semoga Alloh mengampuni kalian….
amien….
kalian selalu menyertakan Alloh saat bertindak kasar,anarky….
tp apakah kalian jg menyertakan Alloh saat kalian mendapat rezeky?
seharusnya yg bertobat iu kalian….
bertobatlah….
rubah citra FPI…
semoga qt bs mencium wanginya surga bersana2…
amien
wassalamualaikum…
::dg.limpo
rukawa
2 Juni, 2008 at 6:35 pm
Tulisan ini sedang membahas FPI saya kira. Jadi tidak pada tempatnya membahas ahmadiyah. Sesesat apapun ahmadiyah bukan pembenaran untuk bertindak anarkis.
::daeng limpo
dana
2 Juni, 2008 at 8:47 pm
FPI = Front Preman Indonesia
Myzone
2 Juni, 2008 at 9:58 pm
yang namanya sesat ya harus dibubarkan, kalau saya melihat mungkin FPI sudah jengkel karena pemerintah yang plin-plan dan bisa jadi mendapat tekanan dari pihak-pihak tertentu untuk mempertahankan ahmadiyah.. kalau pemerintah tegas terhadap ahmadiyah saya pikir tentu FPI tidak akan sampai bertindak seperti itu. Indonesia memang butuh ketegasan. kalau sudah disepakati sesat, ya harus dibuang jauh2 dari bumi Indonesia.bikin kotor agama Islam saja.
::dg.Limpo
yuli
2 Juni, 2008 at 10:18 pm
assalamu Alaikum.
apa yang kita lihat ditayangin Televisi memnag sangat memiriskan hati kita. organisasi yang mengatasnamakan Islam dalam aksinya tidak memperlihatkan suatu bentuk dari sifat Islam itu sendiri.
mengendepankan sisi dialog mungkin bijaksana dari pada melakukan tindak kekerasan dengan memaksakan pembenaran dalam diri masing-masing, karena kalau pembenaran sendiri yang dijadikan dasar untuk melakukan suatu aksi mungkin akan berbenturan dengan pembenaran-pembenaran yang lain.
Saya Salut terhadap kegigihan FPI untuk membuka mata kita Umat Islam terhadap kekejaman yang dilakukan orang Non Muslim kepada orang islam, mungkin saja Pnacasila sudah harus ditelaah lagi sebagai dasar negara dalam kemajemukan di negara kita.
::DG.LIMPO
Agus
2 Juni, 2008 at 10:20 pm
FPI = Front Pembela Iblis!
and buat agus..kata siapa umat non muslim melakukan kekejaman sama orang muslim?? wah kacau otak lo..jangan2an lo antek FPI atau PKI??
PANCASILA ITU DASAR NEGARA INDONESIA..SAMPAI KAPAN PUN AKAN TERUS BEGITU..PARA PAHLAWAN KITA MATI UNTUK MEMPERTAHANKAN IDEOLOGI NEGARA INI…TAPI GARA2 ADA GOLONGAN TERTENTU PANCASILA DIANGGAP UDAH NGAK ADA ARTINYA…
So Muslim itu anti kekerasan atau ngak?? atau jangan2 emang muslim itu = FPI…suck!
anti FPI
2 Juni, 2008 at 11:05 pm
Mungkin FPI sedang menjalankan hadis Nabi “man roa minkum munkaron fal yughoyir bi yadihi?”
Ali Basuki Rochmad
2 Juni, 2008 at 11:09 pm
Kepada YTH,
DETASEMEN 88 ANTI TERORIS
Di Tempat
Saya melaporkan bahwa ada suatu gerakan teroris yang sangat membahayakan jiwa masyarakat umum dan keamanan secara umum.
Kelompok teroris tersebut bernama FPI atau disingkat dengan FRONT PEMBELA ISLAM, adalah suatu kelompok teroris yang setiap saat bisa membunuh siapa saja.
Mohon segera diproses secara hukum, kelompok teroris tersebut segera dibubarkan, serta para anggota yang diidentifikasi ikut di dalamnya untuk segera dilakukan penangkapan dengan segera.
Indonesia, 2 Juni 2008.
indera keenam
3 Juni, 2008 at 2:38 am
Salut buatmu, Daeng. Tanpa komentar panjang lebar, aku sangat menghormati kata hati yang murni dan jujur yang telah Anda suarakan.
Tidak gampang mencapai taraf kearifan seperti itu, ketika cara mulai lebih penting dibanding tujuan; dan suara yang menggelegar lebih diutamakan daripada sapaan yang menyentuh hati.
Salam damai buatmu, Daeng.
DG.LIMPO
Robert Manurung
3 Juni, 2008 at 6:58 am
kalau pas bulan puasa ada tempat maksiat buka disitu ada FPI.. pemerintah kemana ya?
kalau ada pembela ahmadiyah (islam tapi nabinya bukan Nabi Muhammad SAW) disitu ada FPI.. pemerintah kemana ya?
coba kalau pemerintah disitu mungkin FPI ga ada disitu?
salut untuk FPI atas keberaniannya walaupun caranya dianggap keras… tapi muslim yang lain kemana and ngapain aja?? diam saja.. kayaknya tidak berdaya kayak gue… pengen teriak2 bilangin itu salah … takut..cant do anything… iman gue kurang kali ya .. takut mati sama ambon2 and takut dikira anarkis and dipenjara kayak opini yang berkembang sekarang… !@#$!!
::DG.LIMPO
wida
3 Juni, 2008 at 7:49 am
kalau anda seorang muslim, ini adalah salah satu bentuk lemahnya iman seseorang, atau setidaknya tidak cerdas dalam mengolah informsi yang diterima. Hanya orang yang tidak senang dengan Islam yang menyerang (menyalahkan) tindakan seperti FPI, atau setidaknya mereka golongan yang tidak suka apabila Islam menjadi pemenang.
Islam galak kaya FPI aja masih ada, Islam tetap di injak-injak melalui penistaan agama oleh Ahmadiyah. Apalagi ngak ada?..bisa-bisa murtad orang Islam.
Kalau Daeng dalam tulisan ini mengusung “hargailah perbedaan”, kenapa juga anda tidak menghargai perbedaan cara perjuangan FPI?. Kenapa harus dibubarkan?,…karena kekerasan?, memangnya polisi dan parpol tidak menggunakan kekerasan?…
Mr. Daeng, harus banyak membaca berita di televisi dan media lainnya agar berimbang. Kalau belum baca buku yang banyak tentang gerakan ISlam atau sejarah Islam, saya sarankan anda jangan banyak berkomentar.
Anda itu menyedihkan….
::DG.Limpo
suciptoardi
3 Juni, 2008 at 7:54 am
BEGITU AJA KOQ REPOOT
ISLAM ITU JELAS
TIDAK PERNAH ABU-ABU
PETUNJUKNYA JELAS
YANG TIDAK SESUAI DENGAN TUNTUNAN RASULULLAH ITU YANG SALAH
IBADAH ITU SESUAI DENGAN PETUNJUK NABI
JANGAN DITAMBAH JANGAN DIKURANGI
UMAT MANUSIA ITU ANEH-ANEH
KEMINTER LAYAKNYA LEBIH PANDAI DARI NABI
DAN MUHAMMAD SAW ITU RASUL DAN NABI TERKAHIR
KALAU ADA YANG MANGAKU ADA UTUSAN BARU LAGI YA SILAKAN TAPI JANGAN PAKAI NAMA ISLAM
ISLAM ITU SANGAT TOLERANSI
KRISTEN MONGGO
BUDA MONGGO
HINDU MONGGO
KONHUCU MONGGO
MIBAR KEPERCAYAAN MONGGOOOOO
TAPI INGAT JANGAN PAKAI NAMA ISLAM DENGAN NABI BUKAN MUHAMMAD
::DG.LIMPO
Karnan
3 Juni, 2008 at 8:40 am
setuju…indonesia adalah negara berkesatuan dan berbineka tunggal ika..apa itu tidak dipahami dengan baik..?? masa ingin memaksakan 1 agama ke pada orang lain apa kata dunia..??
hidup harus toleransi..jangan mau menang sendiri…
so tetap jaga kerukunan antar umat beragama
slm kenal all
willmen46
http://www.willmen46.wordpress.com
::DG.LIMPO
willmen46
3 Juni, 2008 at 9:20 am
kalian banga nya bergabung dengan ahmadiyah,,,,,Nauzubillah
::DG.LIMPO
issa
3 Juni, 2008 at 9:27 am
perycantiq
3 Juni, 2008 at 9:39 am
Apapun alasannya, FPI semakin memperburuk citra Islam di pentas peradaban dunia…
Mari kita perjuangkan Islam yang toleran, sejuk, indah, damai dan menjadi Rahmatan Lil ‘Alamin…
Jangan pernah merasa punya “mandat” Tuhan dimuka bumi karena nanti akan menimbulkan kekacauan, merasa paling benar…
Islam gak perlu di bela, karena Allah telah menjamin agama-Nya dari awal sampai akhir zaman…
Semoga Allah memberikan petunjuk kepada kita semua, Amin…
::DG.LIMPO
sufimuda
3 Juni, 2008 at 9:42 am
Tolong samoaikan salam damai buat FPI, dari anak-anak yang mereka pentungi di Monas, hari Minggu kemarin. Mereka bisa memaklumi kok :
http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/06/03/salam-damai-dari-anak-anak-yang-kalian-pentung-di-monas-hari-minggu-kemarin/
terima kasih
DG.LIMPO
Robert Manurung
3 Juni, 2008 at 10:15 am
assalamu’alaikum.
afwan, islam adalah agama kedamaian, rasulpun memberikan tauladan kita semua.
ana g da komen, yang pasti “katakan walaupun itu pahit.” I love Islam
::DG.LIMPO
arsi
3 Juni, 2008 at 10:20 am
ajari Islam yang sepenuh hati dulu dnk. kita pake nalar, n Al-Qur’an + Sunnah. jangan setengah-setengah. telusuri semuanya, jangan memihak, selamat bekerja.
::Dg.Limpo
—-
sasa
3 Juni, 2008 at 10:24 am
Assalamualaikum wr wb…
Jangan Asal menilai FPI salah.
Mereka pasti punya alasan saat itu.
Sesama ISLAM mustinya kita saling membantu, bukan saling menyalahkan.
Kekerasan memang terkadang perlu dilakukan, untuk sesuatu yang lebih baik.
Siapa tau dengan Berkorbannya FPI (Citra FPI Jelek), Status Ahmadiyah segera diputuskan Pemerintah (Sesat).
Intinya adalah saat kita saling bertengkar, Ahmadiyah dan Kaum Kafir akan Tertawa.
So, mari bergandengan tangan hai MUSLIM, kita tegakkan Bendera Persatuan ISLAM.
Amin…
Wassalam.
::DG.LIMPO
Chandra Dentana
3 Juni, 2008 at 11:05 am
sebenarnya nggak akan ada “penegak hukum” yang seperti ini kalo pemerintahnya benar2 memerintah, hukumnya jelas dan dijalankan…itu aja kok, jadi ya…aku setuju aja FPI dibubarkan, cuma siapa yang jamin karena masalah utamanya nggak diselesaikan -kepastian hukum- nggak lahir FPI dalam bentuk baru…
::DG.LIMPO
ewot
3 Juni, 2008 at 11:20 am
udah pada baca belum elo pade??, klo yg dicekik munarman itu justru orang FPI yang akan menyerang anggota AKK-BB..
nih, di detik ada infonya…
http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/03/time/111821/idnews/949494/idkanal/10
gitu orang liberal AKKBB udah tereak tereak klo yang dicekik itu orangnya…
dasar inlander …pengemis dollar penjajah
::DG.Limpo
todays
3 Juni, 2008 at 11:33 am
ah FPI bikin malu umat islam aja
ideologi dibales ideologi
dogma dibales dogma
kepercayaan dibales kepercayaan..
Apakah sebuah ideologi harus dibales dengan kekerasan?
Kemana peran pemerintah ketika sebuah ideologi “aneh” muncul?
Apakah islam selalu berani maen kroyokan?
Apakah islam tidak mengajarkan tentang bersabar dan menahan nafsu?
::DG.LIMPO
lalerandra
3 Juni, 2008 at 11:36 am
itu tuh ngapain…..
anggota agama lain kok ikut ikutan dalam aliansi AKKBB, kok gak punya malu ya???
ahmadiyah kan ranah muslim, kenapa mereka ikut ikutan???
gak punya malu tahu!!
::DG.LIMPO
todays
3 Juni, 2008 at 11:36 am
Sata setuju bagnaet sama point 6….lihat aja, keluhan kenaikan BBM tidak mendapat tempat di media.
::DG.Limpo
usamah
3 Juni, 2008 at 12:13 pm
@Sufimuda: Apa yg dimakasud Islam sejuk,toleran dsb?Dan apa juga yg dimaksuyd islam radikal??
Please deh, pake term yg jelas dan pasti-pasti ajah!
usamah
3 Juni, 2008 at 12:17 pm
JANGAN ASAL KOMENTAR
(ah FPI bikin malu umat islam aja)
SIAPA YANG BIKIN MALU, KALAU TIDAK TAHU AKAR PERMASALAHAN JANGAN ASAL OMONG
BAHWA ISLAM ITU YA ISLAM; BUKAN AHMADIYAH
ISLAM ITU NABINYA MUHAMMAD RASULULLAH
BUKAN NABI PEMBOHONG SEKELAS NABI DARI INDIA
KALAU BONEKA DARI INDIA ITU CANTIK
(anggota agama lain kok ikut ikutan dalam aliansi AKKBB, kok gak punya malu ya???)
LHA INI YANG BENAR; AKKBB itu nasi goreng ta….
KALAU AKKBB sekelompok Islam; belajar dulu Islam yang benar
Kalau AKKBB itu kelompok bukan Islam; jangan ikut2 karena kalian bukan Islam
::Dg.Limpo
Karnan
3 Juni, 2008 at 12:25 pm
SELAMAT BERJUANG UNTUK FPI…MUSNAHKAN AHMADIYAH DAN WAHID INSTITUTE(SARANGNYA YAHUDI)…….
AHMAD
3 Juni, 2008 at 12:55 pm
Sejumlah aksi FPI yang mendukung tentara misalnya: aksi tandingan
melawan aksi mahasiswa menentang RUU Keadaan Darurat yang diajukan Mabes
TNI, 24 Oktober 1999. Ratusan milisi FPI bersenjata pedang dan golok
hendak menyerang mahasiswa yang bertahan di sekitar Jembatan Semanggi,
Jakarta Pusat, namun bisa dicegah polisi. Aksi kedua ketika ratusan milisi
FPI yang selalu berpakaian putih-putih itu menyatroni Kantor Komisi
Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), memprotes pemeriksaan Jendral
Wiranto dan kawan-kawan oleh KPP HAM. Milisi FPI yang datang ke kantor
Komnas HAM dengan membawa pedang dan golok itu bahkan menuntut lembaga itu
dibubarkan karena dianggap lancang memeriksa para jendral itu.
::DG.Limpo
Kasih
3 Juni, 2008 at 1:37 pm
http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/2000/01/0369.html
Kasih
3 Juni, 2008 at 1:38 pm
Ayo kalau sudah begini siapa yang benar, siapa salah? Apakah pemerintah yang sudah tidak tegas dalam mengambil tindakan terhadap Ahmadiyah ataukah karena FPI sendiri yang sudah tidak mampu lagi menahan amarahnya, atau polisi yang tampaknya tidak terlalu berhasil dengan para intelnya, atau jangan-jangan malah Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) sendiri yang sengaja memancing ikan di air keruh. Lha wong bukannya sudah tahu isu Ahmadiyah adalah isu yang abu-abu. Kok masih saja terang-terangan dibela. Bukankah ini termasuk menyinggung umat Islam sendiri. Bagaimana nih?
Oh ya buat Pak Daeng. Ada situs yang buat liga dari post anda yang satu ini. Liganya tentang FPI.
::DG.Limpo
Orang baru
3 Juni, 2008 at 1:58 pm
jalan yang terbaik untuk zaman sekarang bukan dengan saling menyalahkan antara satu dengan yang lainnya. tapi jalan yang harus kita tempuh adalah kembali kepada jalan dan aturan yang sudah disampaikan oleh Allah lewat Rasul mulia nabi muhammad sAW. itu yang terbaik kalau menurut saya, karena kita adalah manusia yang tidak pernah lepas dari pada salah dan khilaf serta setan selalu berada di belakang manusia untuk menyesatkan karena itu sudah janji setan dan sudah dapat izin dari Allh. sekarang tergantung pada manusianya mau menjadi Hamba Allah atau Hamba Setan.
terima kasih.
::DG.LIMPO
marwah
3 Juni, 2008 at 1:58 pm
“Sekian saja saran saya, semoga dengan demikian para petinggi FPI tidak sia-sia membina FPI menjadi Organisasi yang membawa mudaharat bagi Umat Islam pada khususnya dan masyarakat pada umumnya”
Maksud Kata ” Mudaharat” diatas gimana daeng????.
_______________________________________________________
Sebenarnya yang menjadikan perpecahan, anarkisme, kekerasan dan semacamnya itu hanyalah satu, yaitu ketidak tegasan pemerintah dan aparatnya dalam membasmi dan mencegah kemaksiatan serta aliran-aliran sesat yang ada di tanah air ini.
Coba basmi kemaksiatan dan bubarkan itu aliran sesat, (Ahmadiyah, Lia eden, Kalamullah, syi’ah, liberalisme dan semacamnya…insya Allah tidak akan ada lagi seperti FPI itu yang akan muncul.
::DG.Limpo
mardin
3 Juni, 2008 at 2:00 pm
@Daeng Limpo,
Bagaimana ya caranya supaya rukun-rukun saja walau berbeda-beda. Tulisan Daeng sebenarnya mau begitu, tapi tengoklah komentar itu. Ada yang enggak beres dengan kita ya ?.
Kasihan, kalau nantinya ternyata aksi-aksi itu cuma “pengalihan” dari persoalan bangsa yang sesungguhnya. Tanda-tanda ke arah itu kan jelas terlihat, meski sulit pembuktiannya.
::DG.Limpo
togarsilaban
3 Juni, 2008 at 2:04 pm
@rudi & @ahmad
Let’s not get into racism now, please..
Yang boleh kita hakimi adalah pemikiran dan perbuatan seseorang, jangan latar belakang suku dan budayanya yah..
One cannot help dia lahir di Indonesia atau di Arab, kan… Itukan kehendak Allah SWT. Jadi meledek asal-usul seseorang, sama saja dengan meledek Keputusan Allah looh… Subhanallah, Maha Suci Allah…
@daeng
Tolong diperingatkan / di-ban repliers yang menggunakan kata-kata tidak senonoh, kasar seperti di atas.. Jangan kasih tempat ke Tong Kosong Yang Nyaring Bunyinya yah..
Wassalam,
Irenaeus Ahmad
::DG.LIMPO
Irenaeus Ahmad
3 Juni, 2008 at 2:06 pm
Adakalanya saya sering merasa sedih dan marah tatkala keyakinan agama saya diganggu. Tetapi saya tidak dapat berbuat apa-apa.Karena saya makhluk kecil
Tetapi ketika kemudian ada yang marah dan eksplosif karena keyakinan agamanya diganggu, saya pun tidak dapat berbuat apa-apa. Terkadang saya memaklumi kemarahan yang eksplosif. Meski bukan itu keinginan hati saya. Alangkah baiknya melalui keakraban diskusi. Saya mencintai FPI dan AKKBB.
::DG.LIMPO
BaNi MusTajaB
3 Juni, 2008 at 2:14 pm
FPI saya kira masih perlu Daeng. Saya lebih mendukung FPI yang masih peduli terhadap Islam ini ketimbang yang “cuma omong doang”.
oiya buat kawan-kawan yang komentar, berani komen berani tunjukin muka dong.
salamhangat.
berbagi cerita..
::DG.LIMPO
bangzenk
3 Juni, 2008 at 2:17 pm
Secara sadar atau tidak sadar, umat islam di indonesia sedang di acak2 dari dalam oleh orang2 yang tidak bertanggung jawab, misalnya, Ahmadiah, kelompok ini mengaku islam, tapi merusak islam dari dalam dengan dalil yang di bolak balik, dan dengan pengakuan adanya nabi lagi dan kitab suci baru lagi, mereka mencari massas pendukung dengan cara membagi-bagikan sembako, uang, pakaian dengan alasan sosial, padahal mereka melakukan pemaksaan secara sembunyi2 dari rumah ke rumah, salah satu teman saya korbannya. lalu NII, jamaah ini masuk ke Universitas2, dengan korban mahasiswa yang masih awam dengan agama, teman saya menjadi pengikut mereka dan telah menjual peralatan elektronik di rumahnya tanpa sepengetahuan orang tuanya, merampok dan mencopet pun dilakukannya, dengan alasan organisasi itu dapat menghapus dosa bila jamaahnya membayar dengan jumlah uang yang di tentukan. saran saya 1. untuk pemerintah, bapak SBY, walau saya tidak terlalu suka dengan sikap anda yang masa bodoh dengan kondisi masyarakat saat ini, pristiwa di monas saya jamin tidak akan terjadi seandainya anda membubarkan organisasi islam seperti yang saya sebut di atas, karena FPI hanya memusuhi orang2 atau organisasi yang mencemarkan nama islam. 2. Warga indonesia, janganlah anda mudah untuk terprovokasi oleh segelintir pihak yang tidak bertanggung jawab. 3.Umat islam, kenali musuh anda, bersatu dan berjuang lah untuk menegakkan agama islam yang kian lama kian menjadi kambing hitam di dunia ini, rapatkan barisan jangan jadikan perbedaan furu’ (FIQIH) menjadi jurang, tapi bersatu untuk menjaga islam dari aliran2 dan ajaran2 yang merusak AQIDAH. hanya itu saran dan pendapat saya, karena saya bingung, kenapa warga indonesia mudah sekali mencari kambing hitam untuk di provokasikan.
tolong yang dekat dengan pemerintah khususnya bapak SBY, sampaikan saran saya. terima kasih
::DG.LIMPO
adhith
3 Juni, 2008 at 4:29 pm
Om daeng kalau sampeyan bisa ngsih saran ke FPI dan diterima berarti anda melebihi SBY kekuasaannya.
DG.LIMPO
eddyutomo
3 Juni, 2008 at 5:10 pm
Nitip Link terkait insiden 1 juni 2008: http://suciptoardi.wordpress.com/2008/06/03/fpi-menyerang-aliansi-kebangsaan-untuk-kebebasan-beragama-dan-berkeyakinan-akkbb/
suciptoardi
3 Juni, 2008 at 5:12 pm
Oi karaeng, kenape makin banyak orang belagak jadi Tuhan ye ngerasa orang lain lebih maksiat dari die?
@bangzenk: Bang, ente jauh di Belanda, tau apa soal FPI?
Taruhan ente kagak tahu FPI seragam malam putih-putih serang nite klub, paginya ganti baju jadi tukang parkir di mal sebelahnye. Duitnye dari mane? Ya dari malakin orang, jadi sekuriti yang kagak produktip (karena emang gak punya keahlian laen). Orang-orang ‘gak bisa kerja bener.
Kagak tau ‘kan mereka nebeng Arab ato bahkan nama Islam biar lebih mentereng? Basi. Mau aje ditipu Arab. Mereka tau kok kalo mau ngetop kudu tampil biar dapet duit terus. Kayak artis Saipul Jamil, ‘gak tampil di TV mana bisa ngetop, mana dapet duit?
Udah deh, liat Arab berbisnis di Jakarte, gak beda sama Cina. Kenape juga rusuh Mei 1998 orang bunuh Cina kagak bedosa? Tapi jadi centengnye orang Arab bisa masup sorga? he he he he…
@adith: intinye, mau aje lu kena tipu Arab sableng.
Unyil Cinta Damai
3 Juni, 2008 at 5:20 pm
biasa bila menjelang pemilu akan ada suatu masalah2 yg baru dan hangat,ingat tidak seperti kasus ninja di jawa timur dan sekitarnya.
::DG.LIMPO
langitjiwa
3 Juni, 2008 at 6:07 pm
Damai aje deh. Ane pusing nih kagak dapat duit hari ini.
::DG.LIMPO
dsatria
3 Juni, 2008 at 6:11 pm
harusnya Pimpinan FPI sebelum merekrut anak buah, diberi bimbingan terlebih dahulu, dan kL bS rekrut anak buah yg bener2 mengerti apa itu ISLAM, bagaimana memecahkan masalah yg benar, saya BUKAN membenci FPI, tP alangkah baiknya merekrut orng2 yg bener, bkn orng yg anarkis atau “orang yg dsenggol dikit langsung ngebacok”, masalahnya FPI kan membawa dan berlandaskan AGAMA ISLAM,hati2 juga terhadap orng yg membawa nama FPI untuk menjelek-jelekan nama FPI sendiri.
::DG.LIMPO
toroblind
3 Juni, 2008 at 6:31 pm
menegakkan syariat islam memang bagus. namun islam pun tidak pernah mengajarkan peperangan. melihat tindakan FPI, sudah jau dari ajaran islam. saya sebagai orang muslim malu melihat hal tersebut. Kalo benar benar FPI ingin memberangus kemaksiatan khusunya di kota Jakarta, jangan tanggung. Ini kan hanya dilakukan kepada sekelompok orang saja. Orang yang gak berpuasalah, bilyard lah, diskotik kecil lah. kalo memang niat memberantas kemaksyiatan, mengapa tidak dilakukan kepada dunia hiburan yang lebih besar dan banyak di jakarta. 1001 malam misalnya. kenapa FPI tidak melakukan sweeping ke 1001 malam. padahal itu sumber terbesar pelacuran dan kemaksiatan. apa karena FPI sudah ada maen mata dengan pengelola hiburan hiburan besar tersebut. mungkin saja hiburan besar salah satu sumber dana FPI. mungkin loh…. atau jangan jangan FPI adalah israel yang berkedok islam. kalo melihat tindakan nya hampir sama dengan israel. memutar balikan fakta. atau ini yang dinamakan DAZZAL….
Ya… Allah lindungi negeri ku dari perbuatan perbuatan yang akan menghancurkan asma Mu dan Rasullullah…..
::DG.LIMPO
joni
3 Juni, 2008 at 7:08 pm
sedih lihat perilaku FPI…
dimana nurani kemanusiaannya???
tp kita bisa apa melihat hal seperti itu…
kita sedihpun seolah tidak berubah…
::DG.LIMPO
ayu
3 Juni, 2008 at 7:14 pm
[...] Ulama (IPPNU), KSMU, JUSTICIA, LS3, ILHAM, dan INSIDE, adalah organisasi yang mengutuk tindakan Front Pembela Islam (FPI). Tentu masih banyak orang maupun organisasi yang “ndongkol” dengan [...]
Targetnya Islam, kok! « k.a.n.g.t.u.t.u.r
3 Juni, 2008 at 7:32 pm
Islam disebut agama damai,tapi sayangnya tidak sesuai dengan kenyataan.Penganutnya mudah ditunggangi,apa gunanya ritual puasa kalau tidak dihayati,mudah terpancing emosinya. sesama islam saja saling tarung, bagaimana bisa beri contoh? kebanyakan negara2 islam pasti ricuh dan tidak maju, What happens with moslem?
::DG.LIMPO
rudi
3 Juni, 2008 at 8:07 pm
BUBARKAN TERORISME DI NEGERI INI,,, YANG BERNAMA FPI…
adi
3 Juni, 2008 at 8:23 pm
Salam
akh saya setuju pa, mungkin mesti Cooling Down dulu ya paling engga mendinginkan suasana, menurut saya FPI ga buruk cuma sayang kalau akhirnya tercoreng oleh aksi anarkhis oknum2nya, tapi sejauh ini menurut keawamanku ormas semacam or sejenis FPI tetep relevan untuk eksis ya hitung2 sebagai fungsi kontrol sosial dari masyarakat, dengan catatan no anarchism
DG.LIMPO
nenyok
3 Juni, 2008 at 8:48 pm
Numpang bernaung Daeng, panas bang diluar
seharusnya kalau mau marah, marahnya sama MPR kali ya. mereka bebas beragama dan berkepercayaan karena dilindungi undang-undang.
Mestinya para pendahulu kita juga telah berpikir kalau Indonesia itu bhinneka. Urusan Islam kan Alah telah menjamin, urusan Indonesia itu yang sama-sama kita pikir. kekerasan hanya menimbulkan kerusakan.
Yuk kita pinter-pinteran sabar dan memaafkan
::DG.LIMPO
budisan68
3 Juni, 2008 at 9:21 pm
FPI dibubarkan,…rasanya sulit…
kalaupun jadi dibubarkan, …
toh organisasi serupa akan ada lagi dengan
nama yang berbeda….tapi tetap dengan style yang sama,
even sebenarnya saya dukung FPI lho!
tapi kalau anarkhis saya nggak dukung..
maju terus FPI!
no anarkhis!
::DG.LIMPO
adi isa
3 Juni, 2008 at 9:25 pm
apa ada jaminan kalau fpi dibekukan ……atau dibubarkan. terus anggotanya mau diam saja………banyak yang simpati dengan fpi lho….tapi tidak cuap-cuap…tidak menulis…… dan tidak maki-maki………..
kalau saya melihatnya………. tidak hanya dengan tongkat mereka memukuli………. malah bisa jadi dengan bom…….. apa jadi negara ini……….
kalau mukul dengan tongkat masih kelihatan orang nya……….. kalau sudah macam nurdin top………. mau apa………. tangkap lah cari lah ……..
lha akar permasalahan nya dimana……. gak mungkin ada asap kalau tidak ada api……. ada aksi ada reaksi………
bukankah gamparin orang hukumannya lebih rendah dari pada menghina orang?……….. kalau gampari orang itu pakai tangan tapi menghina orang itu pakai mulut……..
bisa jadi api nya memang sengaja dibuat…koq…….
salam……..
::DG.LIMPO
imbalo
3 Juni, 2008 at 9:37 pm
saya dukung FPI, maju terus pantang mundur.
::DG.LIMPO
abah zacky
3 Juni, 2008 at 10:01 pm
ndak usah dibubarin…
tapi dilembutkan aja.
mereka masih dibutuhkan u/ sweeping thd kemaksiatan
::DG.LIMPO
ghaniarasyid™
3 Juni, 2008 at 10:41 pm
Setuju daeng!!!!!!!!!
Islamic Institute For Freedom And Peace
3 Juni, 2008 at 10:57 pm
Mohon maaf pada kawan-kawan di FPI jika kalimat saya ini mungkin agak keras. Begini, binatang itu ngak punya pikiran karenanya setiap persoalan diselesaikan dengan kekuatan otot, cakar, tanduk dan taring. Jika dia punya otak dan pikiran, tentu mereka akan dialog dengan cerdas. Nah, coba bandingkan cara FPI dalam merespon sesuatu lebih banyak dengan cara apa coba?
Persoalannya mungkin lain, dan ini mungkin akan menarik simpati publik, jika FPI merespon/unjuk gigi dengan pentungan, bambu, bogem, atau apapun, untuk menyerang para koruptor. Karena para koruptor tak ada beda alias identik dengan binatang.
Yang juga saya tak habis pikir mengapa kok FPI alergi banget sama Ahmadiyah? Jangan lupa Bung, kita hidup di negara plural. Wong kafir aja dilindungi di negara ini. Ngapain repot-repot mikiran Ahmadiyah, Tuhan saja tidak marah tuh. Apakah FPI lebih baik dan lebih benar dari Ahmadiyah? Coba tunjukan pada kami! Atau kalau mau perang, jangan setengah-setengah deh. Perangi juga tuh Ahmadiyah di Eropa, Amerika, Arab, dan Asia. Ha ha, mana berani?? Pengecut, wong mukul aja sampai ditutup kepala/muka segala pakai surban, karena takut toh?! ha ha ha
Saya sendiri orang Islam. Tapi Islam yang saya anut tak kenal premanisme. Islam yang menghargai para penganut agama dan keyakinan orang lain. Seperti yang ditauladankan oleh junjungan saya Muhammad S.A.W, beliau tetap menghormati dan melindungi orang Yahudi, Nasrani, Majusi dan para penyembah berhala, atau mungkin juga para atheis yang hidup di jamannya.
Sang Junjungan Muhammad tak pernah memukul orang yang berbeda paham. Saya jadi bertanya, sebenarnya siapa sih junjungan-nya FPI? Yang pasti rasanya bukan Muhammad, karena kelakuan FPI minus dan jauh dari tauladan Muhammad. Saya lebih respek sama kawan-kawan di Ahmadiyah. Setidaknya mereka punya junjungan, Mirza Gulam Ahmad, sang inovator dan pembaharu di jamannya, yang saya duga bicaranya pasti lemah lembut dan bijak. Tidak seperti Riziek, sang junjungan FPI, yang bicaranya saja bikin panas hati siapapun yang mendengarnya. Kalau demikian adanya, maka masuk akal, jika bubarkan Riziekiyah, dan saudara-sadara anggota FPI lainnya, segera bertaubat dan kembali menjadi warga yang baik, atau cari tempat di muka bumi ini dimana warganya adalah para anggota FPI semua. Hal itu tentu akan membuat tenang bagi anda, dan juga kami.
DG.LIMPO
Gunawan, G
3 Juni, 2008 at 11:09 pm
NEGARA DALAM BAHAYA
Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata mandul dalam memberikan perlindungan terhadap warganya. Buktinya, tidak jauh dari Istana Presiden, sekelompok manusia yang tergbung dalam kelompok radikal Front Pembela Islam (FPI) dengan bebas dan leluasa menganiaya, anak-anak, perempuan dan orang catat yang sedang duduk-duduk di Taman Monas. Pemerintahan seperti apa begini ?
Kami memuji sikap pemuda Nahdlatul Ulama (NU) yang mengambil inisiatif untuk membubarkan FPI, setelah melihat pemerintah tidak mampu berbuat apa-apa melihat kekerasan di depan matanya. Gerakan pembubaran FPI sebaiknya menjadi semangat untuk memerangi kekerasan dan kejahatan sebagai bentuk solidaritas terhadap anak-anak, perempuan, dan orang cacat yang menjadi korban kebringasan FPI.
Jika Anda juga setuju dengan sikap kami ini, sebagai bentuk dukungan terhadap perdamaian, sebaiknya Anda menyebarluaskan tulisan ini (copy lalu paste) minimal kepada 10 orang yang Anda nilai cinta damai dan anti kebringasan FPI. Terima kasih, turut menyebarluaskan kampanye ini.
DG.LIMPO
Mohammed Baasyir
3 Juni, 2008 at 11:17 pm
yah… karena emang nyaris ngga ada gunanya membubarkan efpei. terlalu mudah untuk munculnya organisasi serupa dengan kekerasan yang mungkin jauh lebih parah
Mrs. Fortynine
3 Juni, 2008 at 11:36 pm
Duit… duit… duuuuuiiiiittttt!
Cium deh, bau duit di Petamburan
Ya, kalo mau cari duit, kerja yang bener. Jangan jadi suruhan orang untuk bikin rusuh mulu. Di Quran, ayat sebelah mane yang bilang “eh bawa tuh golok dan bikin orang jadi orang bae-bae”?
Orang udah pada susah BBM naik, elpiji langka, minyak tanah mahal, ape-ape mahal… eh FPI bikin rusuh.
Biar orang lupa ama susahnye?
Mending diem aje garap sawah kayak orang Jawa noh daripada jadi pedagang ide macem Arab sableng.
Makan tuh ide!
DG.Limpo
Unyil Cinta Damai
4 Juni, 2008 at 1:14 am
FPI adalah kepanjangan dari ” FRON PREMANISME ISLAM”
apa yg telah FBI berikan kepada Negara dan islam, sama sekali ga ada. Bahkan kerusakan dan kekerasan yg di berikan ke negara kita ini. Sy sebagai umat islam sangat menentang Fbi. Bagi islam Fbi itu maksiad, apa da ormas islam yg seperti itu di dunia., yg saya takut kan kalo fbi tidak di bubarkan dan di tangkap ketuanya, fbi akan menguasai negara kita ini.. Pemberontak, penjajah masa kini..Mereka ga takut hukum bertindak semau nya.. Tidak punya pikiran nurani, binatang.. Anjing kau fbi..
Bubarkan fbi.. Inek-injek ketua nya itu..
::DG.LIMPO
Ahmad dodi
4 Juni, 2008 at 2:09 am
INFORMASI PENTING BAGI PARA ANTI FBI.
Kami laskar anti kekerasa (LAK) yang baru di bentuk 1 hari yang lalu ini, menyatakan kami akan membubarkan paksa EBI secara paksa. Kalau tanggal 15 juni 2008 mereka belum membubarkan diri.. Kami akan bertindak tegas. Bagi warga yg mendukung aksi kami ini.. Pada tanggal 15 juni ini FBI belum bubar . Kita bersama-sama datang ke markas FBI se pulau jawa masing-masing pd daerah nya. Mohon dukungan dan ijin allah.. Kita bubarkan FBI dan adili pemimpinnya yg slama ini membuat nama islam jelek dan di pandang rendah di mata dunia..
BUBARKAN FBI…
Sekian dari kami “LASKAR ANTI KEKERASAN”.
LASKAR ANTI KEKERASAN
4 Juni, 2008 at 2:33 am
Saya ingin tanya kepada teman-teman FPI (dan yang mendukungnya), Keyakinan atau agama apa sih yang lenyap dari muka bumi ini karena ditakut-takuti dan diancam ? Islam, Kristen, Budha, Hindu, Yahudi, Konghucu..
Kalau tahu tidak ada jawabannya, ngapain ngancem Ahmadiyah ? apa motif sebenarnya anda ?
bosangjay
4 Juni, 2008 at 5:38 am
Sambil ngopi mbaca komen disini, asyik, pada pinter-pinter, semua ahli agama, semua ahli bahkan lebih pinter dari Tuhan itu sendiri, hahahah.
Ini yang dimanakan kuda makan kuda, habis debat, besuk makan apa, hahahah
::DG.LIMPO
Kuda makan kuda
4 Juni, 2008 at 6:23 am
Wahai manusia…
-Mengapa engkau ajarkan bebek-bebek untuk berenang?
-Dengan apa kau akan ajari burung-burung untuk berkicau?
-Untuk apa engkau akan garami air laut?
***Siapakah dirimu?
::DG.Limpo
Krisnawan Putra
4 Juni, 2008 at 6:32 am
SEMUA INI BERAWAL DARI AHMADIYAH YOU KNOW!!
(That f*ckin Religion had Desecrated Islam, masa’ ada Nabi setelah Rasullullah SAW, yang bener ajahhh)
dan Pemerintah yang lamban + plin-plan + gak tegas + bloon mungkin ya, yang tidak melihat akar permasalahan pemicu insiden-insiden tsb.
::DG.LIMPO
Yudha Wahana Akbar
4 Juni, 2008 at 7:28 am
kita lihat inti dari erjuangan FPI. Pembela Islam. tentunya , dari apa???? dari orang kafir atau dari orang islam sendiri yang pengecut atau orang islam yang tidak tahu pelaksanaan akidah islam itu sendiri.lihat akidah bukan keumuman yang bertentangan dengan islam. kasihan, sangat kasihan orang islam yang tidak setuju atau malah mengutuk perbuatan FPI.maju terus FPI. Insya Alloh JIHAD.
DG.LIMPO
Zulfan Ibrahim
4 Juni, 2008 at 8:04 am
artikel bagus untuk di baca…
penulis : unknown
Membongkar Jaringan AKKBB (Bag.1)
Nama Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) menjadi buah bibir setelah peristiwa rusuh di silang Monas pada hari ahad siang, 1 Juni 2008. Sebelumnya, aliansi ini sering kali diidentikan dengan gerakan pembelaan terhadap kelompok sesat Ahmadiyah, sebuah kelompok yang mengaku bagian dari Islam namun memiliki kitab suci Tadzkirah—bukan al-Qur’an—dan Rasul Mirza Ghulam Ahmad, bukan Rasulullah Muhammad SAW.
Jika menilik perjalanan historis dan ideologi kelompok sesat Ahmadiyah dengan AKKBB, maka akan bisa ditemukan benang merahnya, yakni permusuhan terhadap syariat Islam, pertemanan dengan kalangan Zionis, mengedepankan berbaik sangka terhadap non-Muslim dan mendahulukan kecurigaan terhadap kaum Muslimin.
Ketika Ahmadiyah lahir di India, Mirza Ghulam Ahmad mengeluarkan seruan agar umat Islam India taat dan tsiqah kepada penjajah Inggris, dan mengharamkan jihad melawan Inggris. Padahal saat itu, banyak sekali perwira-perwira tentara Inggris, para penentu kebijakannya, terdiri dari orang-orang Yahudi Inggris seperti Jenderal Allenby dan sebagainya. Dengan kata lain, seruan Ghulam Ahmad dini sesungguhnya mengusung kepentingan kaum Yahudi Inggris.
Bagaimana dengan AKKBB? Aliansi cair ini terdiri dari banyak organisasi, lembaga swadaya masyarakat, dan juga kelompok-kelompok “keagamaan”, termasuk kelompok sesat Ahmadiyah. Mereka yang tergabung dalam AKKBB adalah:
· Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP)
· National Integration Movement (IIM)
· The Wahid Institute
· Kontras
· LBH Jakarta
· Jaingan Islam Kampus (JIK)
· Jaringan Islam Liberal (JIL)
· Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF)
· Generasi Muda Antar Iman (GMAI)
· Institut Dian/Interfidei
· Masyarakat Dialog Antar Agama
· Komunitas Jatimulya
· eLSAM
· Lakpesdam NU
· YLBHI
· Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika
· Lembaga Kajian Agama dan Jender
· Pusaka Padang
· Yayasan Tunas Muda Indonesia
· Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)
· Crisis Center GKI
· Persekutuan Gereja-gereeja Indonesia (PGI)
· Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci)
· Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI)
· Gerakan Ahmadiyah Indonesia
· Tim Pembela Kebebasan Beragama
· El Ai Em Ambon
· Fatayat NU
· Yayasan Ahimsa (YA) Jakarta
· Gedong Gandhi Ashram (GGA) Bali
· Koalisi Perempuan Indonesia
· Dinamika Edukasi Dasar (DED) Yogya
· Forum Persaudaraan antar Umat Beriman Yogyakarta
· Forum Suara Hati Kebersamaan Bangsa (FSHKB) Solo
· SHEEP Yogyakarta Indonesia
· Forum Lintas Agama Jawa Timur Surabaya
· Lembaga Kajian Agama dan Sosial Surabaya
· LSM Adriani Poso
· PRKP Poso
· Komunitas Gereja Damai
· Komunitas Gereja Sukapura
· GAKTANA
· Wahana Kebangsaan
· Yayasan Tifa
· Komunitas Penghayat
· Forum Mahasiswa Syariahse-Indonesia NTB
· Relawan untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (REDHAM) Lombok
· Forum Komunikasi Lintas Agama Gorontalo
· Crisis Center SAG Manado
· LK3 Banjarmasin
· Forum Dialog Antar Kita (FORLOG-Antar Kita) Sulsel Makassar
· Jaringan Antar Iman se-Sulawesi
· Forum Dialog Kalimantan Selatan (FORLOG Kalsel) Banjarmasin
· PERCIK Salatiga
· Sumatera Cultural Institut Medan
· Muslim Institut Medan
· PUSHAM UII Yogyakarta
· Swabine Yasmine Flores-Ende
· Komunitas Peradaban Aceh
· Yayasan Jurnal Perempuan
· AJI Damai Yogyakarta
· Ashram Gandhi Puri Bali
· Gerakan Nurani Ibu
· Rumah Indonesia
Menurut data yang ada, AKKBB merupakan aliansi cair dari 64 organisasi, kelompok, dan lembaga swadaya masyarakat. Banyak, memang. Tapi kebanyakan merupakan organisasi ‘ladang tadah hujan’ yang bersifat insidental dan aktivitasnya tergantung ada ‘curah hujan’ atau tidak. Maksudnya, kelompok atau organisasi yang hanya dimaksudkan untuk menampung donasi dari sponsor asing, dan hanya bergerak jika ada dana keras yang tersedia.
Namun ada beberapa yang memang memiliki ideologi yang jelas dan bergerak di akar rumput. Walau demikian, yang terkenal hanya ada beberapa dan inilah yang menjadi motor penggerak utama dari aliansi besar ini.
Keseluruhan organisasi dan kelompok ini sebenarnya bisa disatukan dalam satu kata, yakni: Amerika. Kita tentu paham, Amerika adalah gudang dari isme-isme yang “aneh-aneh” seperti gerakan liberal, gerakan feminisme, HAM, Demokrasi, dan sebagainya. Ini tentu dalam tataran ide atau Das Sollen kata orang Jerman.
Namun dalam tataran faktual, yang terjadi di lapangan ternyata sebaliknya. Kalangan intelektual dunia paham bahwa negara yang paling anti demokrasi di dunia adalah Amerika, negara yang paling banyak melanggar HAM adalah Amerika, negara yang merestui pasangan gay dan lesbian menikah (di gereja pula!) atas nama liberalisme adalah Amerika, dan sebagainya. Dan kita tentu juga paham, ada satu istilah yang bisa menghimpun semua kebobrokkan Amerika sekarang ini: ZIONISME.
Bukan kebetulan jika banyak tokoh-tokoh AKKBB merupakan orang-orang yang merelakan dirinya menjadi pelayan kepentingan Zionisme Internasional. Sebut saja Abdurrahman Wahid, ikon Ghoyim Zionis Indonesia. Lalu ada Ulil Abshar Abdala dan kawan-kawannya di JIL, lalu Goenawan Muhammad yang pada tahun 2006 menerima penghargaan Dan David Prize dan uang kontan senilai US$ 250, 000 di Tel Aviv (source: indolink.com), dan sejenisnya. Tidak terhitung berapa banyak anggota AKKBB yang telah mengunjungi Israel sambil menghujat gerakan Islam Indonesia di depan orang-orang Ziuonis Yahudi di sana.
Mereka ini memang bergerak dengan mengusung wacana demokrasi, HAM, anti kekerasan, pluralitas, keberagaman, dan sebagainya. Sesuatu yang absurd sesungguhnya karena donatur utama mereka, Amerika, terang-terangan menginjak-injak prinsip-prinsip ini di berbagai belahan dunia seperti di Palestina, Irak, Afghanistan, dan sebagainya.
Jelas, bukan sesuatu yang aneh jika kelompok seperti ini membela Ahmadiyah. Karena Ahmadiyah memang bagian dari mereka, bagian dari upaya pengrusakkan dan penghancuran agama Allah di muka bumi ini.
Bagi yang ingin mengetahui ideologi aliansi ini maka silakan mengklik situs-situs kelompok mereka seperti libforall.com, Islamlib.com. dan lainnya.
Walau demikian, tidak semua simpatisan maupun anggota AKKBB yang sebenarnya menyadari ‘The Hidden Agenda’ di balik AKKBB, karena agenda besar ini hanya diketahui oleh pucuk-pucuk pimpinan aliansi ini, sedangkan simpatisan maupun anggota di tingkat akar rumput kebanyakan hanya terikat secara emosionil kepada pimpinannya dan tidak berdasarkan pemahaman dan ilmu yang cukup.(bersambung/rz)
joni
4 Juni, 2008 at 8:25 am
FPI ITU ANJING KURAP YANG PALING NAJIS DAN BERPIKIRNYA PAKAI ANUS ALIAS SILIT BIADAB
MERUSAK AJARAN ISLAM YANG DAMAI DI BUMI KALO MAU HIDUP SENDIRI PINDAH AJA KE NERAKA APA NIMBUN LAUTAN BUAT DARATAN BIKI NEGARA SENDIRI IKI INDONESIA MAN!!!
BUKAN PUNYA LOE SENDIRI ASOOOOOOOOOOOOOOOOOOOeeeee FPI
::DG.LIMPO
Sugiyono
4 Juni, 2008 at 8:41 am
ehh BIlangin GUSDUR BUTA MATA BUTA HATI apa kagak salah YANG MULIA BAGINDA HABIB RIZQIE yang BOETA segala2nya mata hatinya jangan asal ngomong ….yaaa.
::Dg.LIMPO
WAHID
4 Juni, 2008 at 8:45 am
artikel yg menarik, sambungan nya belum ada ya?
Yudha Wahana Akbar
4 Juni, 2008 at 8:47 am
Jangan salah sangka terhadap FPI. Baca di sini.
artikelislami
4 Juni, 2008 at 8:53 am
ASSALAMU’ALAIKUM.
DIAKHIR JAMAN INI ORANG ISLAM DI INDONESIA HANYA TINGGAL 25% YANG BETUL-BETUL BERIMAN KEPADA ALLAH DAN RASULNYA.KALAU ORANG ISLAM YANG MENGATASNAMAKAN DIRINYA PEMBELA KEBABASAN MEMELUK KEYAKINAN SAYA RASA ORANG ITU BUTA MATA DAN IMANNYA PERCUMA SAJA DIPANGGIL KIYAI DAN MENDIRIKAN PESANTREN BISANYA HANYA BISA MENGHASUT SANTRINYA UNTUK BERPERANG SESAMA MUSLIM DASAR KIYAI MURTAD BISANYA HANYA BISA MEMPERKOSA SANTRI TAPI TIDAK BISA BERJIHAT MEMBELA AGAMA ALLAH. MASAK AHMADIYAH AJA DIBILANG KEYAKINAN YANG BERBEDA.UDAH JELAS AHAMADIYAH ITU ALIRAN SETAN INGIN MENGANCURKAN ISLAM DARI DALAM, INGAT RASULULLAH PERNAH BERKATA MERAKA ORANG KAFIR TIDAK BISA MENGHANCURKAN ISLAM DENGAN TERANG-TERANGAN MEREKA BIKIN ALIRAN DALAM ISLAM DAN PUNYA NABI SENDIRI SERTA KITAB MEREKA SENDIRI DAN MENGATASNAMAKAN ISLAM, SEPERTI AHMADIYAH. NAH ISLAM ITU HANCUR DENGAN ORANG ISLAM SENDIRI. NAH DISINI BISA KITA TARIK BENANG MERAHNYA BAHWA ISLAM SUDAH MENDEKATI KEHANCURAN DI INDONESIA DAN KITA BISA LIHAT DAN SAKSIKAN KEMURKAAN ALLAH TIDAK AKAN MENGHENTIKAN AZAB BAIK ITU BENCANA MAUPUN KRISIS DISEGALA BIDANG DINEGERI INI, SELAGI ALIRAN SESAT DIBIARKAN DAN BAHKAN DILINDUNGI. SAYA BERHARAP AGAR FPI JANGAN BERHENTI BERJIHAT UNTUK MEMBUBARKAN ALIRAN SETAN AHMADIYAH DAN MEMERANGI KEMAKSIATAN DAN MENGHUKUM BAGI MEREKA SEBAGAI PENGKIANAT AGAMA, DAN SEANDAINYA FPI BUBAR YANG JELAS KEMAKSIATAN SERTA ALIRAN SESAT MERAJA LELA DI INDONESIA INI DAN SUDAH TIDAK ADA LAGI YANG MEMBENTENGI ISLAM DARI ANCAMAN LUAR MAUPUN DALAM, SELAMA INI HANYA FBI LAH SELALU TERDEPAN YANG BERANI MEMERANGI KEKAFIRAN DALAM UMATNYA,YANG LAINNYA HANYA BISA OMONG KOSONG SIBUK DENGAN POLTIK MENGURUSI PARTAINYA YANG NGGAK BERES-BERES MALAH BERTENGKAR SESAMANYA DEMI KEKUASAAN, HAI YANG HANYA BISA DUDUK DIKURSIMU BERTOBATLAH ALLAH ITU TIDAK BUTA SEPERTIMU INGAT AJAL AKAN MENJEMPUTMU, SUDAH SAATNYA KAMU MEMBELA AGAMAMU KALAU KAU MENGAKU ISLAM WALAUPUN ISLAM TRADISIONAL TAK MASALAH, JANGAN HANYA NGAKU ISLAM TAPI MALAH MEMBELA ORANG KAFIR (AHMADIYAH)KALAU. SEANDAINYA ORANG ISLAM YANG SEMACAM DIRIMU INI HIDUP DIJAMAN RASULULLAH SAW. ATAUPUN JAMAN KHALIFAH UMAR MUNGKIN LEHERNYA SUDAH PUTUS DUPEDANG KHALIFAH UMAR BIN KHATAB, SAYA MENDUKUNG FPI MAJU TERUS HANCURKAN KEMAKSIATAN SERTA ORANG YANG MELINDUNGI PENGIKUT ABU JAHAL ITU (AHMADIYAH), DOAKU SELALU MENYERTAIMU
ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
::DG.LIMPO
faisal
4 Juni, 2008 at 9:11 am
rizieq, tadi pagi saya lihat muka ente waktu dijemput polisi, perasaan gue muak campur jijik, beberapa hari lalu ente berkoar-koar akan melawan sampai darah penghabisan, darah siapa?, darah ente atau darah ayam. model ente begini mau jihad? mimpi kali, ya?. jangankan melawan Gus Dur langsung, Gus Dur belum kasih perintah saja, begundal-begundal ente di jember dan surabaya (menyusul daerah lain) sudah terkencing-kencing membubarkan diri. mohon lain kali kalau mau membuat pernyataan, mikir dan berkaca dulu. jangan cuma bisa mukulin wanita dan anak kecil, kalau berani ente beserta begundal-begundalmu berangkat ke irak atau afganistan melawan amerika, gitu lho! paham
::DG.LIMPO
rudi
4 Juni, 2008 at 9:45 am
Ngapain jauh2 ke luar negeri, dalem negeri nya aja makin busuq.
Yudha Wahana Akbar
4 Juni, 2008 at 9:54 am
FPI Berdzikir, AKKBB Nyalakan Lilin
Rabu, 4 Jun 08 03:00 WIB
penulis : unknown
Sejak tengah malam, Jalan Petamburan III yang telah dihalangi sejumlah bambu yang dililit kawat duri tampak dipenuhi oleh massa dan simpatisan Front Pembela Islam. Jalan selebar lebih kurang lima meter yang berada di depan markas FPI tampak ditutupi karpet dan tikar seadanya. Acara dzikir bersama dilantunkan dipimpin oleh Ustadz Alwi dari FPI.
“Kami di sini, malam ini, berdzikir kepada Allah agar kami diberi kekuatan menghadapi cobaan ini dan semoga Allah membuka mata hati saudara-saudara Muslim yang ada di mana pun agar bisa membedakan mana yang haq dan mana yang bathil, ” ujar Ust. Alwi.
Suasana syahdu tampak terasa di sekitar markas FPI ini. Lantunan ayat-ayat suci dan dzikir terus bergema memenuhi langit Petamburan.
Sementara itu, di Yogyakarta, puluhan massa Gerakan Integrasi Nasional (GIN) yang termasuk dalam kelompok AKKBB menggelar malam renungan dengan menyalakan lilin. Menyalakan lilin bukan bagian dari tradisi Islam, melainkan tradisi orang-orang kafir. Walau demikian, sejumlah perempuan berkerudung ketat (bukan jilbab) tampak mengikuti acara tersebut. Entah, mereka paham atau tidak bahwa Rasulullah SAW empatbelas abad lalu sudah memperingatkan umatnya agar tidak sekali-kali menyerupai atau melakukan hal-hal yang menyerupai orang kafir, seperti menyalakan lilin untuk suatu acara tertentu.
Hal yang dilakukan AKKBB memang tidak istimewa. Karena aliansi yang terdiri dari banyak orang dari agama yang berbeda tersebut, bahkan ada yang mengaku tidak beragama namun menggunakan istilah ‘penghayat terhadap ketuhanan’–sudah terbiasa atas nama pluralisme dan liberalisme mengerjakan hal-hal yang bukan tuntutan agamanya sendiri. Abdurrahman Wahid sebagai sesepuh AKKBB misalnya, sering berkunjung ke gereja dan bahkan ke Israel menemui tokoh-tokoh Zionis di sana sembari mengecam HAMAS yang merupakan kelompok pejuang kemerdekaan Palestina.
Dari dua momen ini sudah jelas bisa ditangkap simbol-simbol atau ideologi kedua kelompok tersebut. FPI jelas berideologi Islam dengan menggelar acara dzikir, sedangkan yang menyalakan lilin di Yogya adalah elemen dari AKKBB. (rz)
joni
4 Juni, 2008 at 9:59 am
Maaf,saya kurang simpatik dengan cara FPI.Anda seperti preman yang bertamengkan AGAMA.Terlalu suci nama Allah dikumandangkan ketika kita memukul orang atau membunuh orang.Tidak ada agama manapun yang bisa menjamin kita selamat.Agama hanya media untuk menyelamatkan kita melalui ajaran ajarannya yang suci.
Bagaimana saya dapat mengerti bahwa ajaran anda bisa menyelamatkan anda jika menganiaya atau memukul orang itu disahkan?Jika anda muslim,jangan percaya 100%pada ustad,percaya saja pada Al quran yang suci,Jika anda nasrani,jangan percaya 100% pada pendeta tapi percayalah pada alkitab dll.Kenapa?Karena mereka manusia.Saya melihat ada banyak orang orang yang dianggap suci dan punya pengaruh menghasut umatnya untuk tujuan tertentu.
Islam,Kristen,Hindu,Budha dll nya.saya percaya agama kita mengajarkan KASIH.
Salam
BLT
DG.LIMPO
Liando
4 Juni, 2008 at 10:00 am
mohon maaf kalau tulisan saya dianggap rasis, kalau kita amati prilaku orang-orang arab model si rizieq ini yang ada adalah sikap munafik yang tidak ketulungan. dimuka umum mereka selalu berpenampilan ala orang suci, berjubah, bersorban, dan berjenggot. tapi coba kita perhatikan pernah tidak mereka bersuara :saat TKW kita diperkosa di arab saudi, saat orang arab datang ke jawa barat untuk kawin kontrak, dsb, karena apa urusan beginian tidak ada fulusnya, kalau menggrebek diskotik, menyerang orang yang berdemontrasi damai, menjadi alat elite politik menyerang orang yang berbeda pendapat, mereka begitu bersemangat menyerang seraya menyebut-nyebut allahhu akbar, karena ada bayarannya, jadi kalau hanya untuk mendapat uang makan dan uang rokok kerja saja sana, jangan membawa-bawa nama allah.
DG.LIMPO
rudi
4 Juni, 2008 at 10:03 am
Hidup Daeng Limpo!
Makasih udah berkunjung balik
Krisnawan Putra
4 Juni, 2008 at 10:16 am
Sebenarnya menjadi orang seperti Habib Riziq itu berat lho, anda saja belum tentu bisa seperti beliau.
Saya setuju.. meski untuk beberapa hal saya tidak setuju dengan FPI tapi saya kira FPI tetap dibutuhkan untuk “orang-orang yang memang bengal”…
salam ajah dari malang
PS: Kalo FPI dibubarkan karena anarkis… harusnya banser dan ansor yang bertindak anarkis juga dibubarkan
::DG.LIMPO
hmcahyo
4 Juni, 2008 at 10:25 am
@ rudi : kayaknya anda juga termasuk yang anda omongkan sendiri — peace
hmcahyo
4 Juni, 2008 at 10:27 am
dasar toolol !
simak deh semua berita jangan diambil separuh-separuh
yah ginij jadinya ngomong asam bunyi
lihat dulu yg sebenarnya,
yang cari masalah duluan siapa
baru ngomong jangan asal monyong aja!
icho
4 Juni, 2008 at 11:50 am
capek juga aku bacanya…,hm..apa ya?..yg jelas kayaknya mmgg kita harus lbh mmntingkan dan mengutamakan cara2 yg santun dan beradab dlm mnyikapi stiap prbedaan,jgn pkai cara2 model org…. yg tggal di petamburan itulah..,gitu aja..,tks..
::DG.LIMPO
joel samuel pirade
4 Juni, 2008 at 12:35 pm
Ridziq/FPI ternyata ngomongnya doang Besar…
Katanya perang sampai titik darah penghabisan, taunya menyerahkan diri dengan damai tadi pagi…
Rupanya mereka udah bikin itung-itungan kekuatan. Dan kayaknya sadar ngga akan kuat lawan polisi dan Garda Bangsa dkk. Terbukti, semalem Ridziq cari dukungan ke Pemuda Pancasila. Petamburan juga udah dijaga sama FBR di ring 2.
Wah, para preman pada bersatu nih jadinya, hehehe…
Wassalam,
Irenaeus Ahmad
Irenaeus Ahmad
4 Juni, 2008 at 12:39 pm
Ridziq/FPI ternyata ngomongnya doang Besar…
Katanya perang sampai titik darah penghabisan, taunya menyerahkan diri dengan damai tadi pagi…
Rupanya mereka udah bikin itung-itungan kekuatan. Dan kayaknya sadar ngga akan kuat lawan polisi dan Garda Bangsa dkk. Terbukti, semalem Ridziq cari dukungan ke Pemuda Pancasila. Petamburan juga udah dijaga sama FBR di ring 2.
Wah, para preman pada bersatu nih jadinya, hehehe…
Wassalam,
Irenaeus Ahmad
Irenaeus Ahmad
4 Juni, 2008 at 12:40 pm
atasku…
namanya juga lagi khilaf men…
justru saya semakin salut ma’ ridziq,
karena sangat kooperatif dengan polisi.
adapun dengan ormas2 yang berbaju “islam”
even aslinya nggak islam sekali…
nggak nyadar kalau mereka diperalat dengan AKK-BB
sadarlah hai”P ansor, garda bangsa…
kalian laksana gajah bodoh yang diperalat.
adi isa
4 Juni, 2008 at 12:56 pm
Ana Imron, sebagai seorang muslim, ketua remaja mushola. Sedih banget ngeliat tindak tanduk FPI. Awalnya sih ana tertarik ama perjuangannye FPI yang memberantas kemaksiatan.Tetapi setelah ana lihat semue cara – cara kerja FPI sudah amat salah! Bukan seperti itu cara-caranya seperti preman. Emang bener memberantas segala jenis kemaksiatan, tetapi bukan harus merusak banda milik orang. Lagian juga itu kan tempat nyari makan saudare/i kite. Bagaimana kalu kalau itu tempat yang dirusak FPI adalah tempat babe kite nyari makan / gajian buat ngempanin anak bini atau keluarganye. Kalau dirusak makan dari mane, kan makin nambah masalah aje.
Ana piker FPI bukan lagi ngebelain Islam, tetapi banyak mencoreng Islam. Yang banyak ana tahu Baginda Rasul Muhammand S.A.W, ga begitu banget carenya dengan kekerasan. Beliau selalu menyelasaikan segala persoalan dengan jalan damai, bukan seperti yang dilakukan FPI dengan kekerasan. Entahlah, sekarang ana semakin percaya kalau FPI adalah kumpulan preman yang sengaja direkrut dan digaji oleh orang tentu untuk menghancurkan Islam. Ana ga percaya lagi ama penampilan FPI yang bernuanse muslim, padahal ga lebih kumpulan kaum kafirun! Jadi ana semakin curiga kalu FPI ga lebih adalah kaki tangan Yahudi untuk ngehancurin kaum muslimin. Pinter! Berkedok Islam padahal ga lebih boneka Yahudi! Apalagi keberadaannye ketua FPI ana sendiri ga yakin banget ama die karena die ga jelas siape sebenarnya die, asal usulnya dari mane!? Lana curige juge, die ketua FPI dapet duit dari mane buat ngengerakin dan ngasih makan atau ngegaji massanya. Bener apa kaga, isu yang ane dapet dari kalangan muslimin kalau ketua FPI dapet sundikan dana tetap dari oknum tertentu donator Yahudi baik di Indonesia maupun dari luar negeri untuk membiaya semue kegiatannye yang mereashkan masyarakat.
Ana setuju banget deh kalau pemerintah kite segera dan secepatnya ngebubarin FPI! Dari pade kerjanye banyakan ngejelekin agama kite, agama Islam! Ya kan, orang semakin menganggap agama kite Islam identik dengan kekerasan!!! Kita dukung saudare-saudare kita kaum muslimin/muslimat untuk secepatnye ngeburarin FPI!
FPI maling teriak maling….! FPI komunis teriak komunis… Padahal FPI adalah kumpulan para bandit, rampok, copet, maling, penjahat, penipu berkelakuan Komunis yang sengaja direkrut oknum tertentu berkedok Islam ! BUBARKAN FPI!!! FPI ADALAH ALAT YAHUDI BERKEDOK ISLAM!!! FPI KUMPULAN PENJAHAT!!!
Imron
4 Juni, 2008 at 1:15 pm
Ana Imron, sebagai seorang muslim, ketua remaja mushola,. Sedih banget ngeliat tindak tanduk FPI. Awalnya sih ana tertarik ama perjuangannye FPI yang memberantas kemaksiatan.Tetapi setelah ana lihat semue cara – cara kerja FPI sudah amat salah! Bukan seperti itu cara-caranya seperti preman. Emang bener memberantas segala jenis kemaksiatan, tetapi bukan harus merusak banda milik orang. Lagian juga itu kan tempat nyari makan saudare/i kite. Bagaimana kalu kalau itu tempat yang dirusak FPI adalah tempat babe kite nyari makan / gajian buat ngempanin anak bini atau keluarganye. Kalau dirusak makan dari mane, kan makin nambah masalah aje.
Ana piker FPI bukan lagi ngebelain Islam, tetapi banyak mencoreng Islam. Yang banyak ana tahu Baginda Rasul Muhammand S.A.W, ga begitu banget carenya dengan kekerasan. Beliau selalu menyelasaikan segala persoalan dengan jalan damai, bukan seperti yang dilakukan FPI dengan kekerasan. Entahlah, sekarang ana semakin percaya kalau FPI adalah kumpulan preman yang sengaja direkrut dan digaji oleh orang tentu untuk menghancurkan Islam. Ana ga pernah percaya lagi ama penampilan FPI yang bernuanse muslim, padahal ga lebih kumpulan kaum kafirun! Jadi ana semakin curiga kalu FPI ga lebih adalah kaki tangannye Yahudi untuk ngehancurin kaum muslimin. Pinter banget!!! Berkedok Islam padahal ga lebih boneka Yahudi! Apalagi keberadaannye ketua FPI ana sendiri ga yakin banget ama die karena die ga jelas siape sebenarnya die, asal usulnya dari mane!? Lana curige juge, die ketua FPI dapet duit dari mane buat ngengerakin dan ngasih makan atau ngegaji massanya. Bener apa kaga, isu yang ane dapet dari kalangan muslimin kalau ketua FPI dapet suntikan dana tetap dari para oknum tertentu donator Yahudi baik di Indonesia maupun dari luar negeri untuk membiaya semue kegiatannye yang meresahkan masyarakat.
Ana setuju banget deh kalau pemerintah kite segera dan secepatnya ngebubarin FPI! Dari pade kerjanye banyakan ngejelekin agama kite, agama Islam! Ya kan, orang semakin menganggap agama kite Islam identik dengan kekerasan!!! Kita dukung saudare-saudare kita kaum muslimin/muslimat untuk secepatnye ngeburarin FPI!
FPI maling teriak maling….! FPI komunis teriak komunis… Padahal FPI adalah kumpulan para bandit, rampok, copet, maling, penjahat, penipu berkelakuan Komunis yang sengaja direkrut oknum tertentu berkedok Islam ! BUBARKAN FPI!!! FPI ADALAH ALAT YAHUDI BERKEDOK ISLAM!!! FPI KUMPULAN PENJAHAT!!!
Wassalam
Imron
4 Juni, 2008 at 1:28 pm
waduhhhh no comennnt dehhhhhhhh
“desi ratnasari mode: on”
Iklan Banjarmasin
4 Juni, 2008 at 1:31 pm
Hi Daeng, dari tadi anda menyesalkan kekerasan oleh FPI, mari kita secara berimbang bahwa orang islam seperti FPI juga berhak melakukan tersebut atas nama agama (mudah mudahan tidak ada unsur ditungangi). Mereka bukan tidak menghargai perbedaan pendapat, Tapi FPI memang harus meyampaikan pendapatnya juga terhadap pihak lain.
Dalam perjuangan penegakan KEMUNGKARAN sudah jelas, kalau tidak bisa pakai hati, yach pakai kata-kata, kalau pake mulut juga gak mempan yach pakai TANGAN.
Mr. Daeng……..kalo kita lihat sejarah kenapa Nabi SAW menghunus pedang kepada orang2 Kafir waktu itu, karena si kafir sudah memerangi islam dan ummat Muhammad. Ingat ajaran Islam tidak ABU ABU…. saya setuju kalo mereka (Ahamdiyah + pendukung) yang sudah diingatkan (Sejak taon 1980??) tapi sampai sekarang tetap menggangu/menyesatkan ummat islam, memang sebaiknya sudah waktunya kita PAKE TANGAN…. Ya Alloh, hanya engkau yang maha mengetahui.
::DG.LIMPO
arema
4 Juni, 2008 at 1:33 pm
anggota fpi dah ditangkepi. pelaku2 insyaAllah diproses menurut hukumnya Indonesia.
apakah pemerintah “sejantan” ini juga untuk mengusut kasus provokasi senjata api di monas?
apakah pemerintah “sejantan” ini bersikap terhadap masalah paling mendasar, “status ahmadiyah dalam tubuh Islam”?
sampai kapan status ahmadiyah ini digantung terus? sampai pemilu 2009? sampai tidak ada lagi kekuatan besar yang menekan? hmmmmm…
::DG.LIMPO
arifrahmanlubis
4 Juni, 2008 at 1:43 pm
mmh ada senjata api? kenapa mereka (FPI dan AKKBB) bisa ada pada hari yang sama? siapa saja tokoh yang hadir pada hari itu? bagaimana dengan polisi mengamankan setiap aksi masing2 kelompok itu? Bagaimana nasib ahmadiyah, keputusan pemerintah?. Sepertinya jika melihat aksi keduanya ga jauh beda. FPI main sikat, banser juga sama … Bagaimana dengan para ulama yang meimpin organisasi masing-masing? bisa tidk memimpin? bisa tidak mengarahkan masanya?
::DG.LIMPO
Agus Nugroho
4 Juni, 2008 at 1:53 pm
saya sangat mendukung apa yg di lakukan oleh FPI, terlepas FPI melakukan kekerasan or tidak karena selama ini para pimpinan umat islam kurang bisa menampung aspirasi sebaian umat islam , yg slama ini selalu tertidas dalam segala aspek. FPI bertindak tegas terhaap segala kemaksiatan, kemerosotan moral n penghancuran ahlak terhadap umat muslim, contoh, majalah playboy, perjudian, artis2 yg pgn manganti lembaga sensor, di bdg malah ada rental bokep terbesar , dgn bantuan FPI lah semua tempat tersebut bisa di tutup. berani bertindak , walaupun sangat beresiko. selain FPI, pimpinan umat islam tidak ad yg berani. saya berencana mendaftar jadi anggota FPI , klo ada yg tau alamat FPI di mana ya?
::DG.LIMPO
rudi
4 Juni, 2008 at 2:29 pm
maaf buat semua, saya lihat tanggapan di atas beragam itu menunjukan kita saling mengharagai perbedaan pendapat dan itu wajar kok. oh yaa td pagi anggota FPi di tangkap berjumlah 39 orang. dan ini menunjukan reaksi polisi setelah ada begitu besar tekanan, dan saya mnyesal dengan penyerangan ke marjas FPI di beberapa tempat dan juga mungkin itu wajar karena sebagian masyrakat sudah begitu kesal dengan FPi. oh ya soal FPI dkt di kalangan militer atau pun di tunggangi saya kira ini asas saling manfat FPI di manfatkan utk kepentingan tertentu baik politik maupun apa aja sedangkan keuntungan pasti ada donk buat FPI dan yg sika keuntungan yg di dapat FPI selain politik dan kekuasaan serta pengaruh yg pasti keuntungan ekonomi uang adalah segalanya. dan FPI tidak pantas menyebut diri mereka Islam karena Nabi Muhammad tidak mengajarkan hal kekerasan sedikit pun, kalau mau menggunakan kekerasan ataupun utk kepentingan politik dan ekonomi jangan lah menggunakan agama sebagai topeng. FPI itu apakah org2 di dalam itu pnya pekerja tetap atau tidak? jangan2 mereka masuk FPI sebagai sumber pendapatan dan koneksi…. soal Ahmadiyah dssini bukan forumnya tp bnyk coment soal ahmadioya yg di kaitkan dgn AKKBB, menurut saya sesat atau ga sebuah ajaran itu bukan keputusan manusia MUI pun ga bisa memutuskan… apakah kita sudah menjalankan Islam dengan benar tentu belum saya yakin itu kalau belum buat apa kita menghukum org lain yaa dasar dari ahmadiya memang sudah melenceng dari Islam karena sejarah ahmadiya itu erat berhubungan dengan sejarah kolonial Inggris di India… tp bukan berarti utk mengatasi mereka kita harus menggunakan kekerasan karena Islam tidak mengajarkan kekerasan kalau FPi tdk bisa mengahargai perbedaan knp Nabi Muhammad bisa mengharagai perbedaan wktu di Madina lihat saja nasrani, yahudi dan muslimhidup berdampingan,
::DG.LIMPO
andy
4 Juni, 2008 at 2:45 pm
FPI salah persepsi tentang makna hadits yang mengatakan bahwa “apabila kamu melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangan.”
Tangan disini maksudnya adalah orang yang mempunyai kekuasaan tuk merubahnya seperi pemerintah..
Salam kenal ya Mas…
::DG.LIMPO
adi22indah21
4 Juni, 2008 at 2:48 pm
Bismillaahirrahmaanirrahiim… Assalamualaikum saudara2ku. Saya setuju dengan beberapa komentar diatas yang mengatakan jangan terus memojokkan FPI. Saya menilai apa yang terjadi dengan FPI merupakan cobaan dalam suatu organisasi, ini tidak lebih dari opini public yang terlalu berlebihan sehingga menyudutkan FPI sendiri. Selama ini FPI bersikap brutal dengan mensweeping tempat2 maksiat yang ada di seputaran Jakarta, yang complaint siapa? Yang complaint itu mereka2 yang sering mengunjungi tempat2 tersebut. Tapi apakah kita masih ingat apa yang terucap di hati kita pas melihat berita disaat FPI melakukan sweeping, “alhamdulillah akhirnya ada yang berani untuk menghentikan perbuatan maksiat tersebut”. Dan tidak semua anggota FPI selalu mengambil sikap tanpa berpikir, tidak semua anggota FPI yang arogan. Saya pernah mengalami sendirinya, kebetulan saya bekerja di salah satu hotel yang memiliki Club, pada satu malam datang segerombolan FPI yang menyuruh management untuk menutup Club 3 hari kedepan karena Indonesia sedang dilanda musibah (kejadian setelah tsunami di Aceh). Disitu mereka bicara baik2 dan kitapun menanggapi dengan baik, dan akhirnya mereka pergi dengan baik2 juga.
Oleh sebab itu saudara2ku, mari kita kembali mencerna pokok permasalahan ini, jangan terlalu cepat mengambil sikap. Apakah ada yang menunggangi dibalik kejadian 1 Juni di Silang Monas? Kita lihat saja kerja dari aparat. Dan saya menyayangkan kenapa aparat tidak mengambil sikap di hari yang sama? Karena mereka sendiri sudah mengetahui akan terjadi kejadian seperti ini, seperti yang di katakan oleh Sekjen PDIP Pramono Anung, dia mengatakan bahwa Kabag Intelkam Mabes Polri Irjen Saleh Saaf menelepon dia 30 menit sebelum kejadian itu. Dan berpesan ke Sekjen PDIP untuk menkondisikan masanya, seperti kita ketahui pada tanggal yang sama PDIP mengadakan Gebyar Pancasila di Silang Monas. Sehingga sekarang muncul satu pertanyaan bagi saya dan mungkin saudara2 semuanya, Apakah kejadian ini sengaja dibiarkan oleh aparat supaya ada alasan untuk memojokkan FPI. Atau ada kepentingan politik dibalik semua ini, apakah ini disengaja untuk mengalihkan perhatian public karena sebelumnya bangsa ini dihebohkan dengan kenaikan BBM? Semuanya kembali ke kita…… Wahai saudara2ku sesama moslem mari kita satukan hati dan pikiran kita dalam menyikapi masalah ini. Amien.
::DG.LIMPO
Yandri
4 Juni, 2008 at 3:16 pm
kayaknya kagak ada urusan sama belanda, kita bicara di indonesia bung. yang pasti kalo ane sendirian di belanda trus mereka mo olok-olok/memerangi islam di depan ane sendirian, yang pasti ane pake hati (doa) dong, mana bisa ane pake tangan, ya gak berdaya lah (Ada tahapan di hadist tersebut)….. jangan sok sok pintar sejarah, di akhir kalimat saya bilang, Hanya Alloh yang tahu. tapi catat, saya pribadi sebagai orang islam akan selalu mengikuti ulil amri saya yaitu MUI dan ahmadiyah sudah dilarang sejak taon 80an.
mas adi22indah, pakai tangan artinya luas bisa fisik, kekuasaan, dan superior lainnya. bukan cuma pemerintah, anda pun bisa.
::DG.LIMPO
arema
4 Juni, 2008 at 3:20 pm
Ahmadis are True Muslims
A. Abdul Aziz, Sri Lanka
Asian Tribune, 4th May, 2008
Based on the Holy Quran and the tradition of the Holy Prophet (PBUH), no Government or individual has any right to declare whether a person is Muslim or not. Only Allah can judge it, according to the Holy Quran. It is a universally agreed upon principle that before determining whether an individual or a group belongs to a particular species, an all-encompassing and exclusive definition of such a species is made, which acts as a touch-stone. As long as such a definition exists, it becomes quite easy to decide whether or not any particular individual or group may be counted as a member of that species. In this context, it will be necessary to keep the following observations in view:
1. Can any definition of a Muslim be found in the Holy Quran, or by the Holy Prophet (PBUH) which definition may have been applied without any exception during the lifetime of the Holy Prophet (PBUH)? If there does exist such a definition then what is it?
2. Can it be considered legitimate for anyone to propose any definition, in any era, which is in disregard of such a definition which is found in the Holy Quran or by the Holy Prophet (PBUH), a definition that can be shown to have been applied in the lifetime of the Holy Prophet (PBUH)?
3. During the time of Hazrat Abu Bakr Sideeque (R.A.), when revolt against Islam was on, did he or the Companions of the Holy Prophet (PBUH) feel any need to modify the definition which had prevailed during the lifetime of the Holy Prophet (PBUH)?
4. Was there any instance during the lifetime of the Holy Prophet (PBUH) or during the period of the Rightly Guided Caliphate (Khilafat Rashida) of declaring any one to be a non-Muslim despite one’s affirmation of the kalima La Ilaha Illallahu Muhammadhur Rasoolullah, and further expressing one’s belief in the remaining Four Pillars of Islam i.e. daily prayer, Zakat, Fasting and Pilgrimage to Mecca, any such person was still declared to be non-Muslim?
5. If it were to be considered legitimate to declare someone to be outside the pale of Islam, notwithstanding one’s belief in the five Pillars of Islam, just because one’s interpretation of a few verses in the Holy Quran is unacceptable to some Muslim divines of certain sects; or if one is declared to be outside the pale of Islam for entertaining a belief which runs counter to Islam in the view of certain sects, then such explanations and identification of such beliefs will have to be made so as to incorporate these in the positive definition of a Muslim, i.e., the statement that if any sect believes in the five Pillars of Islam but, additionally, adheres to this set of identified beliefs, then he will be declared to be outside the pale of Islam.
The only acceptable and practical definition of a Muslim is one which may be definitively predicated upon the Holy Quran, one which is clearly established to have been narrated by the Holy Prophet (PBUH), and adherence to which definition is clearly established throughout the lifetime of the Holy Prophet (PBUH) and the period of the Rightly Guided Caliphs. Any attempt to define a Muslim which bypasses this paradigm will not be free of pitfalls and lacunae. In particular, all the definitions which were formulated in the era subsequent to the aforementioned period (when the continued fragmentation of Islam eventually resulted in seventy-three sects) deserve to be rejected because these mutually contradictory and cannot be simultaneously reconciled. Accepting any one such definition of a Muslim is impracticable because such a “Muslim” will be found to be non-Muslim on the basis of the rest of the definitions. There in no way out of this quagmire.
We must adopt a Constitutional definition which was precisely formulated by the Khatamul Ambiya Hazrat Muhammad (PBUH) and which constitutes a glorious charter for an Islamic country. In this context, I quote below, two sayings of the Holy Prophet (PBUH):
1. Hazrat Abu Hurairah relates that the Holy Prophet (PBUH) said :
‘Ask me question”, but (his companions) were diffident to ask. Meanwhile, a man came in and sat in front of the Holy Prophet (PBUH) and asked: ‘What is Islam?” The Holy Prophet (PBUH) replied: ‘Do not associate partners with Allah, offer prayer, pay Zakat and fast in Ramadhan’. The man replied: ‘You have spoken the truth’. (Muslim – Kithab ul Iman.)
2. The Holy Prophet (PBUH) said: ‘One who observes the same prayer as we do, faces the same direction (in prayer) as we do, and partakes from the animal slaughtered by us, then such a one is a Muslim concerning whom there is a covenant of Allah and His Messenger; so you must not seek to hoodwink Allah in the matter of this Covenant’. (Bukhari – Kitabus Salat, Baab – Fazl Istiqbal Il Qibla)
Our Spiritual Master Holy Prophet (PBUH), has done us all a tremendous favor by spelling out this definition in such comprehensive and unambiguous terms, and thereby laying the foundation of the international unification of the Islamic World. It is incumbent upon every Muslim Government to accord explicit recognition to this cohesive foundation in its respective Constitution. Failure to do so would perpetuate disunity among the followers of Islam and their trials and tribulations would continue unabated.
We, the Ahmadi Muslims follow all the teachings of Islam, as contained in the Holy Quran, the Sunnah (practice) and Ahadith (sayings) of the Holy Prophet Muhammad (PBUH).
We believe in the six articles of Faith, which are described in the Holy Quran, and summed up in the sayings of the Holy Prophet Muhammad (PBUH):
We, as Ahmadi Muslims, believe in the absolute Unity of Allah, believe in the Angels, believe in all Divine Books, revealed to various Prophets by Allah. However, the Holy Quran is the only one free from human alteration. It is the final, and the eternal guidance. We believe in all the Prophets that Allah raised for the guidance of humanity. Prophet Muhammad (PBUH) is the Leader and the Seal of all of them. He brought the final Law and he was the perfect human being. We believe in the Day of Judgment to be an indubitable fact. We believe in the Decree of Allah. Allah is the All-powerful, and we have firm faith in all His determinations.
We practice five pillars of Islam. (1) Bearing witness that there is none worthy of worship but Allah, and Muhammad is His Servant and His Messenger (Declaration of faith) (2) Observance of prayer (3) Paying Zakah (4) Fasting during Ramadhan (5) Pilgrimage of kabah, the house of Allah.
After describing our beliefs and our practice, let us see what distinguishes from the other Muslims. The Holy Prophet Muhammad (PBUH) had foretold the appearance of grand reformer (named Messiah and Imam Mahdi) in the latter days for the revival of Islam. We believe Hazrat Mirza Ghulam Ahmad of Qadian (peace be on him) to be this Promised Messiah and Mahdi. The Promised Messiah came according to the prophecies of Prophet Muhammad (PBUH), who had also instructed every Muslim to recognize the Messiah and partake of his blessings. Hazrat Mirza Ghulam Ahmad (1835 – 1908) followed and taught the exact same religion that was practiced by the Holy Prophet Muhammad(PBUH).
If this is so, then- What is the basic difference that distinguishes his followers from other Muslims? Is the difference confined to the acceptance of the Promised Messiah only, or does it go beyond that? The answers are:
Ahmadi Muslims are those who accepted the Promised Messiah as commanded by the Holy Prophet (PBUH).
In the 1880s Hazrat Mirza Ghulam Ahmad declared himself to be the Promised Messiah and the Mahdi under Divine commandment. For all Muslims, it is very important to understand his mission, as foretold by the Holy Prophet of Islam (PBUH).
Hazrat Mirza Ghulam Ahmad rendered an inestimable service not only to Islam but to humanity at large by his powerful refutations of incorrect doctrines. As a result of this, his followers have been and still are severely persecuted by ignorant Mullahs and their followers.
In March 23, 1889, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad, the Promised Messiah and Mahdi founded the Ahmadiyya Muslim Jamaat under Divine guidance. Its main objective is to re-establish the original purity and beauty of Islam. In the beginning he was all alone, lacking all worldly resources, and only a few responded to this call. His opponents who were strong and powerful raised an unprecedented storm of hostility.
In this moment of trial, Allah the Almighty stood by him with the Divine assurance: I shall cause thy message to reach the corners of the earth. Today, there is an organized and dynamic community with a population of tens of millions of Ahmadi Muslims living in more than 190 countries of the world including Sri Lanka. They are now led by his fifth successor (Caliph) Hazrat Mirza Masroor Ahmad.
It is certainly fortunate that through the Promised Messiah, peace be on him, the grand spiritual revolution of the latter days, as foretold by the Holy Prophet of Islam (PBUH) is gaining momentum throughout the nations of the world. This is a Divine mission which is bound to succeed and no power on earth will ever be able to block its onward march, Insha Allah (if Allah so wills).
LOVE FOR ALL; HATRED FOR NONE.
::DG.LIMPO
Irenaeus Ahmad
4 Juni, 2008 at 5:07 pm
SAYA KIRA APAPUN ALASANNYA APA YANG DILAKUKAN FPI TIDAK BENAR UNTUK UKURAN ORANG WARAS.
SAYA SETUJU BEBERAPA HAL YANG DIPERJUANGKAN (MESKIPUN TIDAK SEMUA), TAPI NGGAK PERNAH SETUJU CARANYA. KERAS TIDAK HARUS MAIN FISIK, SEDIKIT PAKAI OTAK KEKERASAN HATI AKAN JADI LEBIH MANIS.
KEKERASAN FISIK ITU HANYA BISA DILAKUKAN ORANG YANG MALAS BERPIKIR ATAU TIDAK CUKUP PANDAI MENGGUNAKAN PIKIRANNYA.
SARAN SAYA “BUBARKAN FPI”
KOMENG
4 Juni, 2008 at 5:14 pm
Munarman kabur tuh kayaknya..
Dipanggil ngga dateng..
Didatengi rumahnya katanya udah ngga ada…
http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/04/time/172415/idnews/950504/idkanal/10
Irenaeus Ahmad
4 Juni, 2008 at 5:36 pm
Munarman kabur tuh kayaknya..
Dipanggil ngga dateng..
Didatengi rumahnya katanya udah ngga ada…
Source:http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/04/time/172415/idnews/950504/idkanal/10
Irenaeus Ahmad
4 Juni, 2008 at 5:37 pm
sedih rasanya melihat masih banyak sekali orang yg merasa mencintai Tuhan dan agamanya tp sesungguhnya yang ada di dalam dirinya hanyalah kebencian dan emosi yang tdk terkontrol…
saya salut kepada pak Daeng untuk selalu mengutamakan dakwah..diskusi..terus menerus..walau rasanya sulit untuk mengubah orang2 radikal seperti itu..
saya pribadi mempunyai saran untuk FPI, lebih baik tenaganya untuk membantu sesama aja..membantu sodara kita di Porong sidoarjo misalnya..
urusan moral dan aklak biar Tuhan yg men-judge..
Tuhan jelas Maha Besar sperti yg biasa anda teriakkan..
klo anda perlu banyak orang untuk mentungi suatu kelompok, ngrusak cafe..maka Tuhan bisa aja musnahin seluruh Amerika misalnya cukup dengan bersabda(klo mau)..gak perlu bantuan kalian..
Percaya kan?
DG.LIMPO
martin
4 Juni, 2008 at 5:42 pm
@@@@@
Hi Daeng, dari tadi anda menyesalkan kekerasan oleh FPI, mari kita secara berimbang bahwa orang islam seperti FPI juga berhak melakukan tersebut atas nama agama (mudah mudahan tidak ada unsur ditungangi). Mereka bukan tidak menghargai perbedaan pendapat, Tapi FPI memang harus meyampaikan pendapatnya juga terhadap pihak lain.
Dalam perjuangan penegakan KEMUNGKARAN sudah jelas, kalau tidak bisa pakai hati, yach pakai kata-kata, kalau pake mulut juga gak mempan yach pakai TANGAN.
Mr. Daeng……..kalo kita lihat sejarah kenapa Nabi SAW menghunus pedang kepada orang2 Kafir waktu itu, karena si kafir sudah memerangi islam dan ummat Muhammad. Ingat ajaran Islam tidak ABU ABU…. saya setuju kalo mereka (Ahamdiyah + pendukung) yang sudah diingatkan (Sejak taon 1980??) tapi sampai sekarang tetap menggangu/menyesatkan ummat islam, memang sebaiknya sudah waktunya kita PAKE TANGAN…. Ya Alloh, hanya engkau yang maha mengetahui.
::DG.LIMPO
Jadi cuman itu yang anda ingat….?, coba anda baca sejarah baik-baik…jangan picik bung !. Saya tahu sejarah daripada anda, tetapi tidak saya temukan satupun perintah Rasulullah untuk memukuli orang. Kalau konteksnya di dalam perang untuk mempertahankan diri iya, tetapi ini kan masa damai. Sekarang saya tanya, kalau kebetulan anda tinggal di Belanda..apa yang akan anda lakukan, apa anda mau pukuli semua orang Belanda….?. Jadilah waras.
@@@@
ternyata si daeng gak fair…
NABI MUHAMMAD juga menyuruh memerangi bila ada yang mengaku nabi palsu…banyak referensi ayat dan hadist untuk hal itu…
untuk yang lain juga…belajar ngaji dulu,baru bicara atas nama islam…jangan2 ngaku islam tapi gak bisa ngaji…
DG.LIMPO
dodolgarut
4 Juni, 2008 at 6:17 pm
@all
Ini yang terjemahan bahasa Indonesia dari Profesor Ilmu Perbandingan Agama tentang Ahmadiyah. Insya Allah Tidak Bias:
Ahmadiyah: Selayang Pandang
22 April 2006 – Oleh : Louis J. Hammann Ph.D.
Alih bahasa : M. A. Suryawan
Pendahuluan
Ahmadiyah adalah, sebagaimana kita katakan, suatu sekte messiah dalam Islam. Untuk menghindari apa yang saya sebut sebagai “cold bath syndrome” saya akan buat kata pendahuluan dengan singkat. Pendahuluan seperti ini mungkin dapat menghindari keterkejutan dan kebingungan yang dapat mengantarkan kita kepada asingnya dunia Islam di abad sembilan belas.
Saya tidak memiliki gagasan berapa banyak di antara para pembaca yang pernah mendengar tentang Jemaat Islam Ahmadiyah. Kita akan lihat sedikit nanti mengenai seorang muslim yang shaleh, tinggal di Punjab, pada tahun 1889 mendakwakan diri bahwa ia adalah Mahdi dan al-Masih. Ini adalah titik perhatian utama, di mana kita kembali ke tahun 1876 ketika Mirza Ghulam Ahmad mendapatkan wahyu saat ia berusia 41 tahun. Saat yang dramatis itu, seseorang dengan kepribadian yang shaleh telah meraih suatu taraf kesadaran diri (self-realization). Sejak itu sampai waktu kewafatannya di tahun 1908, Hazrat Ahmad adalah seorang manusia yang dengan daya kenabian membawa pengikutnya kepada apa yang dapat dirasakan sebagai kebangkitan kembali Islam.
Ahmadiyah adalah gerakan pertablighan yang telah memiliki 10 juta pengikut mulai dari Indonesia dan Malaysia sampai ke Pakistan dan Afrika Tengah dan Afrika Barat serta Amerika. Saat ini, struktur organisasinya dipusatkan di Pakistan Tengah, di kota Rabwah. Pemimpin gerakan ini sekarang adalah yang ke empat setelah wafatnya Masih Mau’ud (Al-Masih yang Dijanjikan). Ia adalah Mirza Tahir Ahmad, salah satu cucu dari pendiri Ahmadiyah. Di awal tahun 1985, Huzur – panggilan sayang bagi Mirza Tahir Ahmad, pindah ke London sewaktu tekanan mulai mencapai puncaknya kepada Jemaat Ahmadiyah di Pakistan.
Landasan hukum bagi siasat pemerintah (untuk melakukan tekanan) yang pertama kalinya adalah dengan cara mengamandemen konstitusi yang diumumkan secara resmi tahun 1974, yaitu menyatakan orang-orang Ahmadi sebagai “non-Muslim”. Baru-baru ini di bulan April tahun 1984, pemerintah menetapkan suatu peraturan yang menyatakan bahwa kaum Ahmadi, di bawah ancaman hukuman, dilarang, secara langsung atau tidak langsung, untuk menyebut diri mereka sebagai muslim atau menyebut mesjid sebagai tempat ibadahnya atau menggunakan adzan sebagaimana kaum muslimin menggunakannya untuk tujuan panggilan sembahyang. Kaum Ahmadi tidak boleh menyebarkan: Dengan perkataan atau dengan menulis atau dengan mengatas-namakan agama mereka dengan maksud untuk mengajak orang lain (bergabung dengan Ahmadiyah). Mereka juga dilarang menggunakan istilah atau sebutan seperti yang dialamatkan kepada Nabi Muhammad atau ahlul bayt (keluarga)-nya untuk anggota masyarakat Ahmadi atau untuk orang lain.
John Esposito telah mempersiapkan sebuah buku berjudul Suara Kebangkitan Islam (Voices of Resurgent Islam). Buku ini dan buku-buku lainnya bermaksud memperlihatkan Islam sebagai suatu agama dengan energi baru dan sebagai suatu agama yang tidak lagi layak, jika itu pernah terjadi, memberi gambaran klise dari kekerasan yang tidak masuk akal dari perampok padang pasir. Sebagai pengganti dari penyederhanaan seperti itu, kita harus mencoba untuk mengerti bahwa Islam paling tidak memiliki fenomena kerumitan yang sama dengan agama Kristen. Agama yang berakar dalam Al-Qur’an dibungkus oleh penyederhanaan-penyederhanaan seperti itu adalah jelas tidak tepat. Tetapi bagaimana kita mengubah pola pikir kita sebagai pengamat, ilmuwan dan pengajar dalam konteks ini untuk mampu memahami keragaman pengalaman beragama yang mempersatukan komunitas manusia? Kita harus masuk ke dalam tradisi sejarah agama-agama, tapi kita juga harus membiasakan diri kita kepada kenyataan yang sekarang ada pada mereka.
Ahmadiyah adalah, jika ini motivasi kita, layak untuk dicermati. Melalui Ahmadiyah kita mungkin lebih dekat kepada Islam sebagai suatu fenomena sejarah dan sebagai kenyataan yang ada masa kini. Ahmadiyah memiliki keuntungan karena terdokumentasi dengan baik. Para pengikutnya berkeinginan dan mampu untuk menampilkan pergerakan ini sebagai suatu pengalaman pribadi dan sebagai suatu yang bersejarah. Mereka juga diyakinkan oleh perintah Al-Qur’an bahwa “tidak ada paksaan dalam beragama.” Dalam Ahmadiyah kita dapat menghargai keshalehan orang-orang Islam dan merasakan kelangsungan hidup dari Islam sebagai suatu kekuatan besar dalam dunia modern ini.
Pergerakan Ahmadiyah dalam Islam
Sebagaimana kita ketahui, pertengahan abad 19 masehi adalah masa bergaungnya keilmuan dan bergejolaknya kehidupan beragama. Ilmu pengetahuan alam dan sosial dimasak pada alat pembakar terdepan. Pada alat pembakar belakang, ketel dari tradisi agama-agama besar mulai mendidih.
Di samping perumpamaan tersebut, adanya transisi di abad 19 kepada keajaiban perubahan-perubahan dan kengerian akan abad 20 ditandai dengan pembaharuan-pembaharuan gerakan dan lahirnya kaum beragama di seluruh dunia. Bergeloranya pandangan-pandangan akan masa depan (apocalyptic visions) dan pemulihan kisah-kisah sejarah Kristen di dunia Barat telah dikenal dengan baik. Apa yang mungkin tidak diketahui dengan baik adalah kenyataan bahwa dunia Islam juga melihat gerakan-gerakan itu yang mana Al-Qur’an dan nubuatan-nubuatan tertulis (scriptural prophecies) lainnya membawa kepada pemenuhan nubuatan itu.
Keyakinan itu telah tersebar luas mendekati lintas sejarah karier kemanusiaan. Pendekatan ini, tentu saja telah diduga. Bagaimanapun juga seseorang mungkin membenarkan keyakinan itu bahwa suatu lintasan peristiwa sedang dibuat, apakah dengan analisis sejarah atau penafsiran pandangan-pandangan nubuatan, tidak terelakkan lagi.
Kita tidak dapat dan tidak perlu memutuskan dilema ini, apakah itu adalah suatu proses sejarah, campur-tangan Tuhan atau suatu kesepakatan rahasia dari dua penilaian yang membawa dunia kepada suatu kemelut. Rupanya, keyakinan yang tersebar luas dalam lingkaran tradisi keagamaan itu, dengan adanya zaman baru dari transformasi keilmuan, sosial dan politik juga disertai dengan penurunan nilai-nilai moral dan spiritual.
Dewa Molokh di zaman baru industri dan ilmu pengetahuan ini meminta manusia untuk mengorbankan hubungan-hubungan ketuhanan yang ada demi kesejahteraan dan kebangsaannya. Sebagaimana pandangan-pandangan yang membawa seorang manusia dalam masyarakat sekuler, desakan keagamaan di banyak bidang mencoba untuk bertahan. Hubungan perniagaan dan hubungan antarmanusia telah merebut tempat persekutuan (komuni) yang dilakukan dengan Tuhan. Tidak hanya dunia yang berubah namun perubahan adalah mengubah trend (kecenderungan), lamanya menggerakkan peradaban dan budaya yang tidak lagi dapat menahan tekanan peristiwa melebihi kemampuan adanya pilihan-pilihan perlindungan dan pemeliharaan keagamaan, tidak lagi dapat efektif. Sebagaimana zaman baru telah terbit, akankah cahaya tetap bersinar dalam dunia yang tak bertuhan yang telah mengorbankan kebaktian dan keshalehan kepada Tuhan untuk proses yang rasional dan kemajuan materi? Ada banyak yang tidak dapat memiliki kemungkinan itu.
Saya pikir, bagaimanapun juga, hal itu bukanlah suatu kecenderungan negatif yang menggerakkan Mirza Ghulam Ahmad kepada ramalannya. Adalah sama ragu-ragunya [bagi kita] bahwa Hazrat Ahmad hanya didorong oleh penilaian kritis dari peristiwa-peristiwa duniawi untuk menyatakan dirinya sebagai seorang Mahdi di zaman ini. Begitulah, ia bukan seorang pembicara terkenal tentang malapetaka karena adanya suatu tekanan perasaan (depresi), juga ia tidak mengkhayalkan arti wahyu seperti cara para wartawan (atau bahkan para sejarahwan) yang mencatat kecenderungan-kecenderungan yang ada sekarang di halaman-halaman opini pada surat kabar kita. Dari pandangannya dan darinya ia mendirikan pergerakan ini, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad menjawabnya berdasarkan wahyu. Ia adalah seorang yang sangat shaleh. Nubuatan serta ucapannya [tidak hanya] terlihat sebagai ungkapan jiwa yang bersentuhan dengan trend dan peristiwa-peristiwa masa kini, namun lebih kepada ungkapan jiwa dalam persekutuan (komuni) dengan Tuhan yang hidup.
Dalam cita rasa ilmiah, kita kelihatannya mencari suatu keadaan yang mendasari perilaku seseorang. Dan selama lebih dari 100 tahun terakhir, para sarjana mencari-cari akar psikologis dari pengalaman beragama. Namun ada juga klaim yang dibuat dalam lingkaran gerakan keagamaan tertentu yang mungkin membawa kepada tidak adanya prasangka.
Apa yang Hazrat Ahmad maksud mengenai dirinya dan apa yang dimaksud oleh para pengikutnya tentang dirinya adalah cukup jelas. Perkiraannya mengenai rendahnya tingkat keshalehan dan kepercayaan kaum muslimin sebagai suatu penilaian tidaklah sesederhana itu pada kondisi sekarang bagi seorang peneliti yang peka. Pendakwaannya sebagai seorang nabi di Akhir Zaman ini terlihat tidak hanya psikologi khusus saja. Ia lebih merasa atau mengetahui dalam lubuk-lubuk hatinya bahwa ia “mendapatkan kedekatan yang sempurna dengan Tuhan Yang Maha Perkasa.“ Tidak dapat disangkal adanya landasan wahyu dari pengetahuan atas dirinya sendiri ini. Keyakinan atas kebenaran wahyu selalu merupakan landasan kekuatan bagi Ahmadiyah dan pada kesempatan yang sama sikap permusuhan ditampilkan kepada gerakan ini oleh para mullah (kyai) Islam ortodoks.
Namun mungkin kita harus kembali pada permulaan gerakan Ahmadiyah dalam Islam agar mendapat beberapa sentuhan asli yang dinamis yang telah memberikan rangsangan khas selama 100 tahun terakhir ini bagi 10 juta orang yang berasal dari daerah Dar al Islam (Negara Islam).
Pendiri Ahmadiyah lahir di sebuah kota kecil di Punjab pada tahun 1835, di kota Qadian yang berjarak tidak lebih dari 30 atau 40 mil sebelah Timur kota Amritsar, di mana terletak kuil emas kaum Sikh yang pada pertengahan tahun 1984 menjadi pusat perhatian dunia. Di sana lahir Mirza Ghulam Ahmad, di sebuah daerah di mana tradisi-tradisi agama kuno dan baru hidup dalam kebersamaan yang rapuh. Saat kelahirannya, Andrew Jackson sedang menjadi Presiden Amerika Serikat. Joseph Smith dua tahun sebelum kelahirannya telah mendirikan Gereja Latter-day Saints. Louis Phillipe saat itu merupakan pemerintahan monarki dari Prancis. Dua tahun setelah kelahiran Ahmad, Victoria menjadi Ratu Inggris dalam usia 18 tahun. Chopin sedang mencapai kejayaan dalam kariernya. Dan hanya setahun sebelumnya, Friedrich Schleiermacher meninggal dunia.
Bagaimanapun, sampai umur 41 tahun (1876) Hazrat Ahmad mulai menerima banyak wahyu yang akan membawanya kepada keyakinan/kepastian bahwa di dalam pribadinya telah genap datangnya Mahdi. “Setelahnya,” sebagaimana kata Zafrullah Khan, “telah diwahyukan kepadanya bahwa ia juga adalah al-Masih yang Dijanjikan dan benar-benar seorang nabi yang datang seperti yang telah dikabarkan dalam agama-agama utama di dunia.” Ia adalah “Juara yang berasal dari Tuhan dengan jubah pakaian semua nabi-nabi.”
Sejak pendakwaannya sebagai Al-Masih yang Dijanjikan sampai kewafatannya pada tanggal 26 Mei 1908, aktivitas kenabiannya tidaklah surut. Ia memimpin Jemaat Ahmadiyah yang pengikutnya mencapai ribuan orang. Di tahun-tahun awal gerakan Ahmadiyah, ia sendiri senantiasa tampil memimpin dalam pertandingan (perdebatan) dengan para pemimpin agama dan para pendakwa juru selamat yang membangkitkan rasa kepercayaan dirinya dengan bijaksana. Para penentang dan lawan-lawannya mulai dari para pemimpin Arya Samaj (Hindu) sampai pendeta Kristen di India dan di Amerika Serikat. Melalui semua konflik pribadi yang diembannya sebagai pemenuhan pendakwaan kenabiannya, ia terus membawa perintah-perintah wahyu yang bertujuan untuk kemajuan Islam dalam zaman baru yang sedang tampil di depan.
Semua energi kemanusiaannya, sebagaimana dipercayai oleh para pengikutnya, difokuskan kepada satu sebab bahwa kebangkitan Islam ini merupakan genapnya pemenuhan ruhani dari semua agama-agama dunia. Namun ia bukanlah pembawa amanat yang netral. Peranannya adalah disengaja di bawah kesadaran akan rencana Tuhan. Tidak hanya memberitahukan terpenuhinya nubuatan [para nabi], namun lebih kepada takdirnya untuk mewujudkan proses sejarah ketuhanan. Di antara banyak pernyataan Hazrat Ahmad yang membuktikan kepastian akan peranannya adalah: “… adalah jelas bagiku berdasarkan wahyu Tuhan bahwa Al-Masih yang kedatangannya telah dijanjikan di antara orang Islam sejak awal, dan Mahdi yang kedatangannya telah ditetapkan Tuhan di saat merosotnya umat Islam dan tersebarnya kekeliruan, dan akan dibimbing secara langsung oleh Tuhan, dan mengajak orang turut ambil bagian dalam perjamuan sorgawi, dan kedatangannya telah dikabarkan oleh Nabi Suci s.a.w. seribu tiga ratus tahun yang lalu, adalah aku sendiri. Wahyu Tuhan mengenai hal ini telah diberikan kepadaku dengan sangat terang dan terus menerus sehingga tidak lagi tersisa ruang bagi keraguan. Wahyu itu penuh dengan genapnya nubuatan-nubuatan agung yang benderang seterang siangnya hari. Seringnya [wahyu] dan jumlahnya serta kekuatan yang menakjubkan memaksa aku untuk mengakui bahwa itu terdiri dari perkataan-perkataan yang berasal dari Tuhan Yang Esa tanpa sekutu bagi-Nya, Sang Pemilik Kalam Al-Qur’an. Agar mendapatkan ridha Allah, aku dengan ini memberitahu kamu semua pentingnya kenyataan bahwa Tuhan Yang Maha Perkasa, diawal abad ke-14 ini, memilih aku yang berasal dari-Nya bagi kebangkitan dan pendukung kebenaran ajaran Islam.”
Penulis telah diberitahu bahwa ia adalah Pembaharu (Mujaddid) zaman ini dan ketinggian ruhaninya memiliki kesamaan dengan ketinggian ruhani Yesus, putra Maria, dan keduanya saling berhubungan satu dengan lainnya serta memiliki kemiripan satu dengan lainnya.
Dan akhirnya: “Pertanyaan yang tersisa siapakah Imam Zaman ini haruslah, berdasarkan Perintah Ilahi, ditaati oleh seluruh kaum Islam, shaleh, penerima wahyu dan kasyaf. Tidak ada keraguan padaku untuk mengakui bahwa akulah Imam Zaman ini.”
Bagaimanapun juga, ia sangat saksama dalam melukiskan misinya: “Tapi aku adalah seorang rasul dan seorang nabi tanpa syari’at baru dalam beberapa hal Tuhan mewahyukan padaku apa yang tersembunyi, dan karena kelemahlembutan yang telah dilimpahkan kepadaku karena ketaatanku kepada Nabi Muhammad s.a.w., dan karena mendapatkan namanya.”
Ia berkali-kali tetap bertahan dengan pendapatnya bahwa Meterai Kenabian [khaatamul-anbiya’] tetap terpelihara. Ia adalah bagi Muhammad (Nabi pembawa syari’at yang memiliki Kitab) sebagaimana Yesus bagi Musa (yang memiliki hukum kuno, Messias telah datang tidak untuk membatalkan, tetapi hanya menggenapkan). Ini adalah penting, kemudian untuk menghargai ketulusan Ahmadiyah adalah dengan mencatat apa yang Ahmad tidak dakwakan. Musuh-musuhnya, bagaimanapun juga biasanya tidak berkeinginan menjadi sangat diskriminatif. Menurut mereka, pendakwaannya membahayakan pandangan yang ada mengenai akhir dari kenabian Muhammad. Hal itu mungkin terlihat sangat baik, namun pendakwaan Ahmad hanya untuk menjadi penafsir pesan Al-Qur’an yang terilhami dan pembawa pesan lahirnya kembali serta pembaharuan atas satu agama yang hakiki: “Bagi umat manusia tidak ada kitab lain kecuali Al-Qur’an, dan bagi bani Adam, tidak ada Utusan [Rasul] dan perantara lain kecuali Muhammad, yang terpilih s.a.w.” Ahmad adalah seorang nabi, bukan nabi [pembawa syari’at], Al-Qur’an [tidak ada Qur’an lain], Kitab [tidak ada kitab suci lain], [juga] bukan sebuah buku di antara banyak [buku], Islam agama asli yang dipulihkan oleh sokongan Ahmad.
Masih banyaknya kaum muslimin yang merasa gusar dan terhina, alasannya tidak diragukan lagi karena adanya kekolotan yang wajar atas keimanan, dan nampaknya akibat dari hal tersebut adalah keinginan untuk menyalah-artikan nubuatan-nubuatan-nya yang penuh dengan retorika. Pada kaum Kristen juga ditemukan alasan-alasan [yang serupa] untuk diserang. Paradoks besar orang Kristen dirasakan ada di Punjab sama halnya [paradoks] itu ada pada berbagai peristiwa lain yang bahkan lebih dari kesuburan tanah: pengharapan datangnya Yesus kedua kalinya menambah suburnya penyebaran agama Kristen, sementara kenyataan adanya kemungkinan kembalinya [Yesus] terancam dengan berkurangnya semangat yang membara akan keyakinan itu. Rupanya, sesuatu dirasakan lebih penting dengan menunggu datangnya seorang tamu daripada berbicara dengan tamu yang sekali datang ke ruang tamu Anda. Demikianlah dengan Hazrat Ahmad. Namun kita mungkin mengerti kritikannya, dengan adanya cara pendakwaan yang rumit.
Tidak hanya dia akui bahwa ia memiliki “kesamaan yang khas dengan Yesus“ namun pada sisi negatifnya, ia telah diutus “…bahwa aku akan melumpuhkan doktrin salib. Untuk itulah aku telah diutus,” ia melanjutkan, “untuk memecahkan salib dan membunuh babi.”
“Syirik“-nya kaum Kristen membawa mereka kepada suatu penafsiran yang aneh mengenai penyaliban. Anggapan terhadap eksekusi [penyaliban] Yesus telah diartikan sebagai suatu pengorbanan dirinya-sendiri untuk penebusan – Sebenarnya Tuhan membayar dirinya sendiri bagi suatu penebusan agar ciptaannya memikat dengan [memiliki] kerajaan-kerajaan dan kekuatan-kekuatan atas dunia ini. Bagi kebanyakan orang Islam gagasan itu mungkin tidak dapat dipahami; bagi orang Ahmadi gagasan itu menjadi benar-benar suatu laknat. Sebagai pengganti dari khayalan keagamaan itu, Ahmad menawarkan suatu skenario yang kelihatannya lebih – kemungkinan lebih, karena di sana buktinya dirasakan dapat diuji untuk suatu alternatif.
Di negeri Kashmir, dengan ibu kota Srinagar, sebuah kuburan telah ditemukan, melindungi jenazah dari seorang nabi kuno yang dikenal sebagai Yus Asaf. Ketika anggapan atas legenda ini bertemu dengan nubuatan Alkitab dan dengan membaca Injil-Injil secara teliti, kisah tradisional pasca penyaliban berubah secara radikal. Untuk memenuhi nubuatan bahwa Messias harus mengajarkan “domba Israil yang hilang,” Yesus pulih dari luka parah akibat penyaliban, pergi berpindah tempat ke arah Timur kepada domba-domba Afghan yang tersesat dan kepada suku-suku di deretan sebelah Utara India-Pakistan di mana tinggal suku-suku pengembara (nomad) yang sampai dengan hari ini budaya, agama dan sifat khas ras-nya terbuat dari bangsa Semit asli merupakan sebab yang dapat diterima seluruhnya. Di sana “Yus Asaf” menikah, melanjutkan pekerjaan kenabiannya, menjadi orang tua dan wafat dalam usia 120 tahun.
Keturunannya sampai generasi ke-65 masih tinggal di daerah sekitar makamnya. Dengan demikian Hazrat Ahmad telah “melumpuhkan doktrin salib” dan selanjutnya lebih memperbaiki pekerjaan Islam tradisional mengenai Yesus putra Maria. Kenyataan-kenyataan dan argumentasi-argumentasi yang disusun oleh Ahmad dalam bukunya Al-Masih di India, menjadi dan merupakan kisah terhindarnya Yesus dari kematian di atas salib serta perjalanannya ke India.
Kata-kata pembukaannya dalam buku itu layak dicatat sebagai petunjuk atas motivasi serta pernyataannya: “Aku menulis buku ini dengan maksud untuk menjauhkan pandangan-pandangan yang keliru dan berbahaya tentang kehidupan awal dan kehidupan akhir Nabi Isa a.s. – yang sudah ada di kebanyakan golongan Islam dan Kristen – dengan mengemukakan fakta-fakta yang benar, kesaksian-kesaksian sejarah yang meyakinkan dan yang telah terbukti, serta naskah-naskah kuno umat non-Muslim lainnya. Yakni, pandangan-pandangan yang dampak-dampak mengerikannya itu tidak hanya menghambat serta menghancurkan konsep Tauhid Ilahi, melainkan pengaruhnya yang sangat buruk dan beracun sedang tampak menggerogoti keadaan akhlak umat Islam di negeri ini.”
Jadi, pesan dari Pendiri Ahmadiyah menjadikan suatu perubahan serius dari ajaran Gereja sama halnya dengan suatu perbaikan atas pengertian Yesus bagi kaum ortodoks Islam.
Masih ada tantangan lain yang diajukan oleh Ahmad dan pengikutnya kepada pandangan ortodoks. Masih Mau’ud melarang jihad terhadap pemerintah Inggris. Beberapa menuduhnya memiliki motif untuk kepentingannya sendiri, meskipun perintah yang ada berlawanan dengan jihad dalam kasus tertentu memperlihatkan sikap pengecut secara umum dan kurangnya gairah terhadap Islam. Seperti biasanya suatu kasus, bagaimanapun juga, motif-motif yang sebenarnya berbeda dan didasarkan atas wahyu ketimbang perhitungan-perhitungan politis. Hazrat Ahmad menjelaskan larangan terhadap jihad dengan cara sebagai berikut: “Singkatnya, di zaman Rasulullah s.a.w., landasan jihad Islam adalah, bahwa kemurkaan Tuhan telah bangkit kepada kaum yang zalim. Akan tetapi hidup di bawah pemerintahan yang baik/ramah, seperti pemerintahan ratu kita, adalah bukan jihad namanya untuk membuat rencana pemberontakan terhadapnya, melainkan suatu gagasan biadab yang lahir dari suatu kebodohan.”
Ia selanjutnya menyatakan, dalam nuansa bahasa yang didorong oleh misinya: “Jihad zaman ini adalah berjuang untuk meninggikan kalimat Islam, untuk menyanggah keberatan-keberatan pihak lawan, untuk mempropagandakan keistimewaan-keistimewaan ajaran Islam, dan untuk menyatakan kebenaran Rasulullah s.a.w. di seluruh dunia. Ini adalah jihad sampai Tuhan Yang Maha Besar mendatangkan suasana lain di dunia ini. Semangat jihad dengan senjata kemudian dapat dialihkan menjadi “Jihad Akbar“ atau berjuang melawan hawa nafsu, menuju kepada disiplin ruhani yang akan memungkinkan masyarakat meraih ridha Tuhan, bangkitnya kembali Islam.”
Baiklah, mari kita teruskan. Namun tidak ada waktu yang cukup bagi kita dalam suatu karangan singkat, bahkan untuk suatu pengenalan saja. Kemungkinan motif dan kekuatan gerakan Ahmadiyah dalam Islam dapat dipahami dari satu pernyataan akhir Masih Mau’ud. Sehubungan dengan janji setia dari para pengikutnya, ia berkata:
“Hendaknya diketahui oleh semua orang yang berhati tulus yang telah mengambil janji Ba’iat bahwa tujuan dari perjanjian ini adalah dinginnya kecintaan kepada dunia dan dalam hati sanubari harus tumbuh kecintaan kepada Tuhan dan Rasulullah, dan jiwa dijauhkan dari dunia ini sehingga tidak timbul keraguan untuk perjalanan selanjutnya.”
Al-Qur’an menyatakan, “Tidak ada paksaan dalam agama.” Siapa saja yang secara sukarela mengambil perjanjian dengan nabinya Nabi [s.a.w.], Islam tetap menjadi agama yang masa depannya dapat dicapai. Masih sanggahannya Hazrat Ahmad, “Ini bukanlah suatu ungkapan baru.” Mahdi tidak menganggap untuk mengganti kedudukan mulia setiap nabi, misinya adalah hanya mengembalikan keimanan sejati dan kemurnian serta pengertian hakiki tentang Tuhan yang mana telah, sedang dan akan menjadi agama yaitu Islam.
Apa pun yang muncul di luar pergerakan ini, di dalam Jemaat Ahmadiyah para pengikutnya dapat menyatakan dengan kesadaran penuh mengenai diri mereka dan pendirinya.
Satu kalimat terakhir, untuk menghilangkan dugaan mengenai nama Gerakan ini adalah suatu penghormatan kepada egotism Masih Mau’ud. Kenapa gerakan ini asalnya dinamakan Gerakan Ahmadiyah dalam Islam? Perkataan Masih Mau’ud:
“Nama yang tepat untuk Gerakan ini dan yang mana kami lebih menyukai menyebut bagi diri kami adalah muslim sekte Ahmadiyah. Kami telah memilih nama ini karena Rasulullah s.a.w. memiliki dua nama. Muhammad dan Ahmad; Muhammad adalah nama sifat keagungan, dan Ahmad adalah nama sifat keindahannya…Tuhan telah mengatur kehidupan Rasulullah s.a.w., kehidupannya di Mekkah sebagai manifestasi dari nama Ahmad dan umat Islam telah diajarkan kesabaran dan ketabahan. Kehidupannya di Medinah sebagai manifestasi dari nama Muhammad, dan Tuhan dalam kebijaksanaan-Nya menetapkan untuk menghukum musuh-musuhnya. Namun ada suatu nubuatan bahwa nama Ahmad akan dimanifestasikan kembali di Akhir Zaman dan orang itu akan muncul dengan menyandang kualitas keindahan sebagai karakter Ahmad dan semua peperangan akan berakhir. Untuk alasan inilah telah dipertimbangkan dengan baik bahwa nama untuk sekte ini sebaiknya Ahmadiyah, sehingga tiap orang yang mendengar nama ini menyadari bahwa sekte ini telah datang untuk menyebar kedamaian serta keamanan dan tidak akan berhubungan dengan perang dan perkelahian.”
Adalah benar-benar ironis bahwa suatu Gerakan yang menganjurkan perdamaian di antara kaum beragama dan, tentu saja, adalah arti dari nama agama Islam, harus dihilangkan kebebasannya dalam beribadah dan kepercayaannya serta misinya di negara asalnya dan di berbagai tempat lainnya dalam dunia Islam. Adalah juga sejarah yang mengenaskan bahwa ajaran perdamaian ini harus dipisahkan dari Islam itu sendiri.
Louis J. Hammann
Gettysburg College
sumber : http://www.alislam.org/indonesia/ahmadiyyat.html
Dipublikasikan oleh : http://www.ahmadiyya.or.id
Louis J. Hammann Ph.D.
Profesor Ilmu Perbandingan Agama Gettysburg College
Diterbitkan oleh: The Ahmadiyya Movement in Islam Inc.
2141 Leroy Place, N. W. Washington DC 20008
Brosur ini terdiri dari apa yang disampaikan oleh Profesor Louis J. Hammann pada Konferensi Tahunan American Academy of Religions yang diselenggarakan di Canton Upper State New York dan pada seminar di Universitas Pennsylvania, Philadelphia.
Profesor Hammann adalah seorang cendekiawan terkemuka dalam ilmu perbandingan agama; saat ini ia adalah seorang pengajar ilmu agama di Gettysburg College. Ia mendapatkan gelar sarjana dari Universitas Yale, Pennsylvania State dan Temple. Ia adalah seorang anggota perkumpulan Kristen (yang anti peperangan dan persumpahan), kolega dari Friend’s Meeting di Gettysburg College. Ia juga bergabung dengan United Church of Christ (Persekutuan Gereja Kristus).
Dalam mencari informasi mengenai Ahmadiyah, pada tahun 1983 ia datang ke markas pusat internasional Jemaat Islam Ahmadiyah di Qadian dan Rabwah. Ia telah mempelajari dengan saksama mengenai Ahmadiyah dan pendirinya Hazrat Mirza Ghulam Ahmad.
Ia telah mempelajari dengan mendalam dan menjelaskan pertanyaan-pertanyaan rumit dengan cara yang sangat gamblang. Hal itu menunjukkan bahwa Tuhan telah memberikan ia kemampuan yang baik untuk menjelaskan apa yang dipelajarinya. Itu adalah pekerjaan yang paling mengesankan yang pernah ditulis dengan sikap netral, jujur dan adil oleh seseorang yang meneliti Ahmadiyah.
Syekh Mubarak Ahmad, Amir dan Rais-ut-Tabligh, Amerika Serikat Washington, DC
10 Juli 1985
Ahmadiyah: Selayang Pandang
Oleh: Louis J. Hammann Ph.D.
Profesor Ilmu Perbandingan Agama Gettysburg College
15 Mei 1985
Diterbitkan oleh: The Ahmadiyya Movement in Islam Inc.
2141 Leroy Place, N. W. Washington DC 20008
Irenaeus Ahmad
4 Juni, 2008 at 6:22 pm
@all
Ini terjemahan bahasa Indonesia dari Profesor Ilmu Perbandingan Agama tentang Ahmadiyah. Insya Allah Tidak Bias:
Ahmadiyah: Selayang Pandang
22 April 2006 – Oleh : Louis J. Hammann Ph.D.
Alih bahasa : M. A. Suryawan
Pendahuluan
Ahmadiyah adalah, sebagaimana kita katakan, suatu sekte messiah dalam Islam. Untuk menghindari apa yang saya sebut sebagai “cold bath syndrome” saya akan buat kata pendahuluan dengan singkat. Pendahuluan seperti ini mungkin dapat menghindari keterkejutan dan kebingungan yang dapat mengantarkan kita kepada asingnya dunia Islam di abad sembilan belas.
Saya tidak memiliki gagasan berapa banyak di antara para pembaca yang pernah mendengar tentang Jemaat Islam Ahmadiyah. Kita akan lihat sedikit nanti mengenai seorang muslim yang shaleh, tinggal di Punjab, pada tahun 1889 mendakwakan diri bahwa ia adalah Mahdi dan al-Masih. Ini adalah titik perhatian utama, di mana kita kembali ke tahun 1876 ketika Mirza Ghulam Ahmad mendapatkan wahyu saat ia berusia 41 tahun. Saat yang dramatis itu, seseorang dengan kepribadian yang shaleh telah meraih suatu taraf kesadaran diri (self-realization). Sejak itu sampai waktu kewafatannya di tahun 1908, Hazrat Ahmad adalah seorang manusia yang dengan daya kenabian membawa pengikutnya kepada apa yang dapat dirasakan sebagai kebangkitan kembali Islam.
Ahmadiyah adalah gerakan pertablighan yang telah memiliki 10 juta pengikut mulai dari Indonesia dan Malaysia sampai ke Pakistan dan Afrika Tengah dan Afrika Barat serta Amerika. Saat ini, struktur organisasinya dipusatkan di Pakistan Tengah, di kota Rabwah. Pemimpin gerakan ini sekarang adalah yang ke empat setelah wafatnya Masih Mau’ud (Al-Masih yang Dijanjikan). Ia adalah Mirza Tahir Ahmad, salah satu cucu dari pendiri Ahmadiyah. Di awal tahun 1985, Huzur – panggilan sayang bagi Mirza Tahir Ahmad, pindah ke London sewaktu tekanan mulai mencapai puncaknya kepada Jemaat Ahmadiyah di Pakistan.
Landasan hukum bagi siasat pemerintah (untuk melakukan tekanan) yang pertama kalinya adalah dengan cara mengamandemen konstitusi yang diumumkan secara resmi tahun 1974, yaitu menyatakan orang-orang Ahmadi sebagai “non-Muslim”. Baru-baru ini di bulan April tahun 1984, pemerintah menetapkan suatu peraturan yang menyatakan bahwa kaum Ahmadi, di bawah ancaman hukuman, dilarang, secara langsung atau tidak langsung, untuk menyebut diri mereka sebagai muslim atau menyebut mesjid sebagai tempat ibadahnya atau menggunakan adzan sebagaimana kaum muslimin menggunakannya untuk tujuan panggilan sembahyang. Kaum Ahmadi tidak boleh menyebarkan: Dengan perkataan atau dengan menulis atau dengan mengatas-namakan agama mereka dengan maksud untuk mengajak orang lain (bergabung dengan Ahmadiyah). Mereka juga dilarang menggunakan istilah atau sebutan seperti yang dialamatkan kepada Nabi Muhammad atau ahlul bayt (keluarga)-nya untuk anggota masyarakat Ahmadi atau untuk orang lain.
John Esposito telah mempersiapkan sebuah buku berjudul Suara Kebangkitan Islam (Voices of Resurgent Islam). Buku ini dan buku-buku lainnya bermaksud memperlihatkan Islam sebagai suatu agama dengan energi baru dan sebagai suatu agama yang tidak lagi layak, jika itu pernah terjadi, memberi gambaran klise dari kekerasan yang tidak masuk akal dari perampok padang pasir. Sebagai pengganti dari penyederhanaan seperti itu, kita harus mencoba untuk mengerti bahwa Islam paling tidak memiliki fenomena kerumitan yang sama dengan agama Kristen. Agama yang berakar dalam Al-Qur’an dibungkus oleh penyederhanaan-penyederhanaan seperti itu adalah jelas tidak tepat. Tetapi bagaimana kita mengubah pola pikir kita sebagai pengamat, ilmuwan dan pengajar dalam konteks ini untuk mampu memahami keragaman pengalaman beragama yang mempersatukan komunitas manusia? Kita harus masuk ke dalam tradisi sejarah agama-agama, tapi kita juga harus membiasakan diri kita kepada kenyataan yang sekarang ada pada mereka.
Ahmadiyah adalah, jika ini motivasi kita, layak untuk dicermati. Melalui Ahmadiyah kita mungkin lebih dekat kepada Islam sebagai suatu fenomena sejarah dan sebagai kenyataan yang ada masa kini. Ahmadiyah memiliki keuntungan karena terdokumentasi dengan baik. Para pengikutnya berkeinginan dan mampu untuk menampilkan pergerakan ini sebagai suatu pengalaman pribadi dan sebagai suatu yang bersejarah. Mereka juga diyakinkan oleh perintah Al-Qur’an bahwa “tidak ada paksaan dalam beragama.” Dalam Ahmadiyah kita dapat menghargai keshalehan orang-orang Islam dan merasakan kelangsungan hidup dari Islam sebagai suatu kekuatan besar dalam dunia modern ini.
Pergerakan Ahmadiyah dalam Islam
Sebagaimana kita ketahui, pertengahan abad 19 masehi adalah masa bergaungnya keilmuan dan bergejolaknya kehidupan beragama. Ilmu pengetahuan alam dan sosial dimasak pada alat pembakar terdepan. Pada alat pembakar belakang, ketel dari tradisi agama-agama besar mulai mendidih.
Di samping perumpamaan tersebut, adanya transisi di abad 19 kepada keajaiban perubahan-perubahan dan kengerian akan abad 20 ditandai dengan pembaharuan-pembaharuan gerakan dan lahirnya kaum beragama di seluruh dunia. Bergeloranya pandangan-pandangan akan masa depan (apocalyptic visions) dan pemulihan kisah-kisah sejarah Kristen di dunia Barat telah dikenal dengan baik. Apa yang mungkin tidak diketahui dengan baik adalah kenyataan bahwa dunia Islam juga melihat gerakan-gerakan itu yang mana Al-Qur’an dan nubuatan-nubuatan tertulis (scriptural prophecies) lainnya membawa kepada pemenuhan nubuatan itu.
Keyakinan itu telah tersebar luas mendekati lintas sejarah karier kemanusiaan. Pendekatan ini, tentu saja telah diduga. Bagaimanapun juga seseorang mungkin membenarkan keyakinan itu bahwa suatu lintasan peristiwa sedang dibuat, apakah dengan analisis sejarah atau penafsiran pandangan-pandangan nubuatan, tidak terelakkan lagi.
Kita tidak dapat dan tidak perlu memutuskan dilema ini, apakah itu adalah suatu proses sejarah, campur-tangan Tuhan atau suatu kesepakatan rahasia dari dua penilaian yang membawa dunia kepada suatu kemelut. Rupanya, keyakinan yang tersebar luas dalam lingkaran tradisi keagamaan itu, dengan adanya zaman baru dari transformasi keilmuan, sosial dan politik juga disertai dengan penurunan nilai-nilai moral dan spiritual.
Dewa Molokh di zaman baru industri dan ilmu pengetahuan ini meminta manusia untuk mengorbankan hubungan-hubungan ketuhanan yang ada demi kesejahteraan dan kebangsaannya. Sebagaimana pandangan-pandangan yang membawa seorang manusia dalam masyarakat sekuler, desakan keagamaan di banyak bidang mencoba untuk bertahan. Hubungan perniagaan dan hubungan antarmanusia telah merebut tempat persekutuan (komuni) yang dilakukan dengan Tuhan. Tidak hanya dunia yang berubah namun perubahan adalah mengubah trend (kecenderungan), lamanya menggerakkan peradaban dan budaya yang tidak lagi dapat menahan tekanan peristiwa melebihi kemampuan adanya pilihan-pilihan perlindungan dan pemeliharaan keagamaan, tidak lagi dapat efektif. Sebagaimana zaman baru telah terbit, akankah cahaya tetap bersinar dalam dunia yang tak bertuhan yang telah mengorbankan kebaktian dan keshalehan kepada Tuhan untuk proses yang rasional dan kemajuan materi? Ada banyak yang tidak dapat memiliki kemungkinan itu.
Saya pikir, bagaimanapun juga, hal itu bukanlah suatu kecenderungan negatif yang menggerakkan Mirza Ghulam Ahmad kepada ramalannya. Adalah sama ragu-ragunya [bagi kita] bahwa Hazrat Ahmad hanya didorong oleh penilaian kritis dari peristiwa-peristiwa duniawi untuk menyatakan dirinya sebagai seorang Mahdi di zaman ini. Begitulah, ia bukan seorang pembicara terkenal tentang malapetaka karena adanya suatu tekanan perasaan (depresi), juga ia tidak mengkhayalkan arti wahyu seperti cara para wartawan (atau bahkan para sejarahwan) yang mencatat kecenderungan-kecenderungan yang ada sekarang di halaman-halaman opini pada surat kabar kita. Dari pandangannya dan darinya ia mendirikan pergerakan ini, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad menjawabnya berdasarkan wahyu. Ia adalah seorang yang sangat shaleh. Nubuatan serta ucapannya [tidak hanya] terlihat sebagai ungkapan jiwa yang bersentuhan dengan trend dan peristiwa-peristiwa masa kini, namun lebih kepada ungkapan jiwa dalam persekutuan (komuni) dengan Tuhan yang hidup.
Dalam cita rasa ilmiah, kita kelihatannya mencari suatu keadaan yang mendasari perilaku seseorang. Dan selama lebih dari 100 tahun terakhir, para sarjana mencari-cari akar psikologis dari pengalaman beragama. Namun ada juga klaim yang dibuat dalam lingkaran gerakan keagamaan tertentu yang mungkin membawa kepada tidak adanya prasangka.
Apa yang Hazrat Ahmad maksud mengenai dirinya dan apa yang dimaksud oleh para pengikutnya tentang dirinya adalah cukup jelas. Perkiraannya mengenai rendahnya tingkat keshalehan dan kepercayaan kaum muslimin sebagai suatu penilaian tidaklah sesederhana itu pada kondisi sekarang bagi seorang peneliti yang peka. Pendakwaannya sebagai seorang nabi di Akhir Zaman ini terlihat tidak hanya psikologi khusus saja. Ia lebih merasa atau mengetahui dalam lubuk-lubuk hatinya bahwa ia “mendapatkan kedekatan yang sempurna dengan Tuhan Yang Maha Perkasa.“ Tidak dapat disangkal adanya landasan wahyu dari pengetahuan atas dirinya sendiri ini. Keyakinan atas kebenaran wahyu selalu merupakan landasan kekuatan bagi Ahmadiyah dan pada kesempatan yang sama sikap permusuhan ditampilkan kepada gerakan ini oleh para mullah (kyai) Islam ortodoks.
Namun mungkin kita harus kembali pada permulaan gerakan Ahmadiyah dalam Islam agar mendapat beberapa sentuhan asli yang dinamis yang telah memberikan rangsangan khas selama 100 tahun terakhir ini bagi 10 juta orang yang berasal dari daerah Dar al Islam (Negara Islam).
Pendiri Ahmadiyah lahir di sebuah kota kecil di Punjab pada tahun 1835, di kota Qadian yang berjarak tidak lebih dari 30 atau 40 mil sebelah Timur kota Amritsar, di mana terletak kuil emas kaum Sikh yang pada pertengahan tahun 1984 menjadi pusat perhatian dunia. Di sana lahir Mirza Ghulam Ahmad, di sebuah daerah di mana tradisi-tradisi agama kuno dan baru hidup dalam kebersamaan yang rapuh. Saat kelahirannya, Andrew Jackson sedang menjadi Presiden Amerika Serikat. Joseph Smith dua tahun sebelum kelahirannya telah mendirikan Gereja Latter-day Saints. Louis Phillipe saat itu merupakan pemerintahan monarki dari Prancis. Dua tahun setelah kelahiran Ahmad, Victoria menjadi Ratu Inggris dalam usia 18 tahun. Chopin sedang mencapai kejayaan dalam kariernya. Dan hanya setahun sebelumnya, Friedrich Schleiermacher meninggal dunia.
Bagaimanapun, sampai umur 41 tahun (1876) Hazrat Ahmad mulai menerima banyak wahyu yang akan membawanya kepada keyakinan/kepastian bahwa di dalam pribadinya telah genap datangnya Mahdi. “Setelahnya,” sebagaimana kata Zafrullah Khan, “telah diwahyukan kepadanya bahwa ia juga adalah al-Masih yang Dijanjikan dan benar-benar seorang nabi yang datang seperti yang telah dikabarkan dalam agama-agama utama di dunia.” Ia adalah “Juara yang berasal dari Tuhan dengan jubah pakaian semua nabi-nabi.”
Sejak pendakwaannya sebagai Al-Masih yang Dijanjikan sampai kewafatannya pada tanggal 26 Mei 1908, aktivitas kenabiannya tidaklah surut. Ia memimpin Jemaat Ahmadiyah yang pengikutnya mencapai ribuan orang. Di tahun-tahun awal gerakan Ahmadiyah, ia sendiri senantiasa tampil memimpin dalam pertandingan (perdebatan) dengan para pemimpin agama dan para pendakwa juru selamat yang membangkitkan rasa kepercayaan dirinya dengan bijaksana. Para penentang dan lawan-lawannya mulai dari para pemimpin Arya Samaj (Hindu) sampai pendeta Kristen di India dan di Amerika Serikat. Melalui semua konflik pribadi yang diembannya sebagai pemenuhan pendakwaan kenabiannya, ia terus membawa perintah-perintah wahyu yang bertujuan untuk kemajuan Islam dalam zaman baru yang sedang tampil di depan.
Semua energi kemanusiaannya, sebagaimana dipercayai oleh para pengikutnya, difokuskan kepada satu sebab bahwa kebangkitan Islam ini merupakan genapnya pemenuhan ruhani dari semua agama-agama dunia. Namun ia bukanlah pembawa amanat yang netral. Peranannya adalah disengaja di bawah kesadaran akan rencana Tuhan. Tidak hanya memberitahukan terpenuhinya nubuatan [para nabi], namun lebih kepada takdirnya untuk mewujudkan proses sejarah ketuhanan. Di antara banyak pernyataan Hazrat Ahmad yang membuktikan kepastian akan peranannya adalah: “… adalah jelas bagiku berdasarkan wahyu Tuhan bahwa Al-Masih yang kedatangannya telah dijanjikan di antara orang Islam sejak awal, dan Mahdi yang kedatangannya telah ditetapkan Tuhan di saat merosotnya umat Islam dan tersebarnya kekeliruan, dan akan dibimbing secara langsung oleh Tuhan, dan mengajak orang turut ambil bagian dalam perjamuan sorgawi, dan kedatangannya telah dikabarkan oleh Nabi Suci s.a.w. seribu tiga ratus tahun yang lalu, adalah aku sendiri. Wahyu Tuhan mengenai hal ini telah diberikan kepadaku dengan sangat terang dan terus menerus sehingga tidak lagi tersisa ruang bagi keraguan. Wahyu itu penuh dengan genapnya nubuatan-nubuatan agung yang benderang seterang siangnya hari. Seringnya [wahyu] dan jumlahnya serta kekuatan yang menakjubkan memaksa aku untuk mengakui bahwa itu terdiri dari perkataan-perkataan yang berasal dari Tuhan Yang Esa tanpa sekutu bagi-Nya, Sang Pemilik Kalam Al-Qur’an. Agar mendapatkan ridha Allah, aku dengan ini memberitahu kamu semua pentingnya kenyataan bahwa Tuhan Yang Maha Perkasa, diawal abad ke-14 ini, memilih aku yang berasal dari-Nya bagi kebangkitan dan pendukung kebenaran ajaran Islam.”
Penulis telah diberitahu bahwa ia adalah Pembaharu (Mujaddid) zaman ini dan ketinggian ruhaninya memiliki kesamaan dengan ketinggian ruhani Yesus, putra Maria, dan keduanya saling berhubungan satu dengan lainnya serta memiliki kemiripan satu dengan lainnya.
Dan akhirnya: “Pertanyaan yang tersisa siapakah Imam Zaman ini haruslah, berdasarkan Perintah Ilahi, ditaati oleh seluruh kaum Islam, shaleh, penerima wahyu dan kasyaf. Tidak ada keraguan padaku untuk mengakui bahwa akulah Imam Zaman ini.”
Bagaimanapun juga, ia sangat saksama dalam melukiskan misinya: “Tapi aku adalah seorang rasul dan seorang nabi tanpa syari’at baru dalam beberapa hal Tuhan mewahyukan padaku apa yang tersembunyi, dan karena kelemahlembutan yang telah dilimpahkan kepadaku karena ketaatanku kepada Nabi Muhammad s.a.w., dan karena mendapatkan namanya.”
Ia berkali-kali tetap bertahan dengan pendapatnya bahwa Meterai Kenabian [khaatamul-anbiya’] tetap terpelihara. Ia adalah bagi Muhammad (Nabi pembawa syari’at yang memiliki Kitab) sebagaimana Yesus bagi Musa (yang memiliki hukum kuno, Messias telah datang tidak untuk membatalkan, tetapi hanya menggenapkan). Ini adalah penting, kemudian untuk menghargai ketulusan Ahmadiyah adalah dengan mencatat apa yang Ahmad tidak dakwakan. Musuh-musuhnya, bagaimanapun juga biasanya tidak berkeinginan menjadi sangat diskriminatif. Menurut mereka, pendakwaannya membahayakan pandangan yang ada mengenai akhir dari kenabian Muhammad. Hal itu mungkin terlihat sangat baik, namun pendakwaan Ahmad hanya untuk menjadi penafsir pesan Al-Qur’an yang terilhami dan pembawa pesan lahirnya kembali serta pembaharuan atas satu agama yang hakiki: “Bagi umat manusia tidak ada kitab lain kecuali Al-Qur’an, dan bagi bani Adam, tidak ada Utusan [Rasul] dan perantara lain kecuali Muhammad, yang terpilih s.a.w.” Ahmad adalah seorang nabi, bukan nabi [pembawa syari’at], Al-Qur’an [tidak ada Qur’an lain], Kitab [tidak ada kitab suci lain], [juga] bukan sebuah buku di antara banyak [buku], Islam agama asli yang dipulihkan oleh sokongan Ahmad.
Masih banyaknya kaum muslimin yang merasa gusar dan terhina, alasannya tidak diragukan lagi karena adanya kekolotan yang wajar atas keimanan, dan nampaknya akibat dari hal tersebut adalah keinginan untuk menyalah-artikan nubuatan-nubuatan-nya yang penuh dengan retorika. Pada kaum Kristen juga ditemukan alasan-alasan [yang serupa] untuk diserang. Paradoks besar orang Kristen dirasakan ada di Punjab sama halnya [paradoks] itu ada pada berbagai peristiwa lain yang bahkan lebih dari kesuburan tanah: pengharapan datangnya Yesus kedua kalinya menambah suburnya penyebaran agama Kristen, sementara kenyataan adanya kemungkinan kembalinya [Yesus] terancam dengan berkurangnya semangat yang membara akan keyakinan itu. Rupanya, sesuatu dirasakan lebih penting dengan menunggu datangnya seorang tamu daripada berbicara dengan tamu yang sekali datang ke ruang tamu Anda. Demikianlah dengan Hazrat Ahmad. Namun kita mungkin mengerti kritikannya, dengan adanya cara pendakwaan yang rumit.
Tidak hanya dia akui bahwa ia memiliki “kesamaan yang khas dengan Yesus“ namun pada sisi negatifnya, ia telah diutus “…bahwa aku akan melumpuhkan doktrin salib. Untuk itulah aku telah diutus,” ia melanjutkan, “untuk memecahkan salib dan membunuh babi.”
“Syirik“-nya kaum Kristen membawa mereka kepada suatu penafsiran yang aneh mengenai penyaliban. Anggapan terhadap eksekusi [penyaliban] Yesus telah diartikan sebagai suatu pengorbanan dirinya-sendiri untuk penebusan – Sebenarnya Tuhan membayar dirinya sendiri bagi suatu penebusan agar ciptaannya memikat dengan [memiliki] kerajaan-kerajaan dan kekuatan-kekuatan atas dunia ini. Bagi kebanyakan orang Islam gagasan itu mungkin tidak dapat dipahami; bagi orang Ahmadi gagasan itu menjadi benar-benar suatu laknat. Sebagai pengganti dari khayalan keagamaan itu, Ahmad menawarkan suatu skenario yang kelihatannya lebih – kemungkinan lebih, karena di sana buktinya dirasakan dapat diuji untuk suatu alternatif.
Di negeri Kashmir, dengan ibu kota Srinagar, sebuah kuburan telah ditemukan, melindungi jenazah dari seorang nabi kuno yang dikenal sebagai Yus Asaf. Ketika anggapan atas legenda ini bertemu dengan nubuatan Alkitab dan dengan membaca Injil-Injil secara teliti, kisah tradisional pasca penyaliban berubah secara radikal. Untuk memenuhi nubuatan bahwa Messias harus mengajarkan “domba Israil yang hilang,” Yesus pulih dari luka parah akibat penyaliban, pergi berpindah tempat ke arah Timur kepada domba-domba Afghan yang tersesat dan kepada suku-suku di deretan sebelah Utara India-Pakistan di mana tinggal suku-suku pengembara (nomad) yang sampai dengan hari ini budaya, agama dan sifat khas ras-nya terbuat dari bangsa Semit asli merupakan sebab yang dapat diterima seluruhnya. Di sana “Yus Asaf” menikah, melanjutkan pekerjaan kenabiannya, menjadi orang tua dan wafat dalam usia 120 tahun.
Keturunannya sampai generasi ke-65 masih tinggal di daerah sekitar makamnya. Dengan demikian Hazrat Ahmad telah “melumpuhkan doktrin salib” dan selanjutnya lebih memperbaiki pekerjaan Islam tradisional mengenai Yesus putra Maria. Kenyataan-kenyataan dan argumentasi-argumentasi yang disusun oleh Ahmad dalam bukunya Al-Masih di India, menjadi dan merupakan kisah terhindarnya Yesus dari kematian di atas salib serta perjalanannya ke India.
Kata-kata pembukaannya dalam buku itu layak dicatat sebagai petunjuk atas motivasi serta pernyataannya: “Aku menulis buku ini dengan maksud untuk menjauhkan pandangan-pandangan yang keliru dan berbahaya tentang kehidupan awal dan kehidupan akhir Nabi Isa a.s. – yang sudah ada di kebanyakan golongan Islam dan Kristen – dengan mengemukakan fakta-fakta yang benar, kesaksian-kesaksian sejarah yang meyakinkan dan yang telah terbukti, serta naskah-naskah kuno umat non-Muslim lainnya. Yakni, pandangan-pandangan yang dampak-dampak mengerikannya itu tidak hanya menghambat serta menghancurkan konsep Tauhid Ilahi, melainkan pengaruhnya yang sangat buruk dan beracun sedang tampak menggerogoti keadaan akhlak umat Islam di negeri ini.”
Jadi, pesan dari Pendiri Ahmadiyah menjadikan suatu perubahan serius dari ajaran Gereja sama halnya dengan suatu perbaikan atas pengertian Yesus bagi kaum ortodoks Islam.
Masih ada tantangan lain yang diajukan oleh Ahmad dan pengikutnya kepada pandangan ortodoks. Masih Mau’ud melarang jihad terhadap pemerintah Inggris. Beberapa menuduhnya memiliki motif untuk kepentingannya sendiri, meskipun perintah yang ada berlawanan dengan jihad dalam kasus tertentu memperlihatkan sikap pengecut secara umum dan kurangnya gairah terhadap Islam. Seperti biasanya suatu kasus, bagaimanapun juga, motif-motif yang sebenarnya berbeda dan didasarkan atas wahyu ketimbang perhitungan-perhitungan politis. Hazrat Ahmad menjelaskan larangan terhadap jihad dengan cara sebagai berikut: “Singkatnya, di zaman Rasulullah s.a.w., landasan jihad Islam adalah, bahwa kemurkaan Tuhan telah bangkit kepada kaum yang zalim. Akan tetapi hidup di bawah pemerintahan yang baik/ramah, seperti pemerintahan ratu kita, adalah bukan jihad namanya untuk membuat rencana pemberontakan terhadapnya, melainkan suatu gagasan biadab yang lahir dari suatu kebodohan.”
Ia selanjutnya menyatakan, dalam nuansa bahasa yang didorong oleh misinya: “Jihad zaman ini adalah berjuang untuk meninggikan kalimat Islam, untuk menyanggah keberatan-keberatan pihak lawan, untuk mempropagandakan keistimewaan-keistimewaan ajaran Islam, dan untuk menyatakan kebenaran Rasulullah s.a.w. di seluruh dunia. Ini adalah jihad sampai Tuhan Yang Maha Besar mendatangkan suasana lain di dunia ini. Semangat jihad dengan senjata kemudian dapat dialihkan menjadi “Jihad Akbar“ atau berjuang melawan hawa nafsu, menuju kepada disiplin ruhani yang akan memungkinkan masyarakat meraih ridha Tuhan, bangkitnya kembali Islam.”
Baiklah, mari kita teruskan. Namun tidak ada waktu yang cukup bagi kita dalam suatu karangan singkat, bahkan untuk suatu pengenalan saja. Kemungkinan motif dan kekuatan gerakan Ahmadiyah dalam Islam dapat dipahami dari satu pernyataan akhir Masih Mau’ud. Sehubungan dengan janji setia dari para pengikutnya, ia berkata:
“Hendaknya diketahui oleh semua orang yang berhati tulus yang telah mengambil janji Ba’iat bahwa tujuan dari perjanjian ini adalah dinginnya kecintaan kepada dunia dan dalam hati sanubari harus tumbuh kecintaan kepada Tuhan dan Rasulullah, dan jiwa dijauhkan dari dunia ini sehingga tidak timbul keraguan untuk perjalanan selanjutnya.”
Al-Qur’an menyatakan, “Tidak ada paksaan dalam agama.” Siapa saja yang secara sukarela mengambil perjanjian dengan nabinya Nabi [s.a.w.], Islam tetap menjadi agama yang masa depannya dapat dicapai. Masih sanggahannya Hazrat Ahmad, “Ini bukanlah suatu ungkapan baru.” Mahdi tidak menganggap untuk mengganti kedudukan mulia setiap nabi, misinya adalah hanya mengembalikan keimanan sejati dan kemurnian serta pengertian hakiki tentang Tuhan yang mana telah, sedang dan akan menjadi agama yaitu Islam.
Apa pun yang muncul di luar pergerakan ini, di dalam Jemaat Ahmadiyah para pengikutnya dapat menyatakan dengan kesadaran penuh mengenai diri mereka dan pendirinya.
Satu kalimat terakhir, untuk menghilangkan dugaan mengenai nama Gerakan ini adalah suatu penghormatan kepada egotism Masih Mau’ud. Kenapa gerakan ini asalnya dinamakan Gerakan Ahmadiyah dalam Islam? Perkataan Masih Mau’ud:
“Nama yang tepat untuk Gerakan ini dan yang mana kami lebih menyukai menyebut bagi diri kami adalah muslim sekte Ahmadiyah. Kami telah memilih nama ini karena Rasulullah s.a.w. memiliki dua nama. Muhammad dan Ahmad; Muhammad adalah nama sifat keagungan, dan Ahmad adalah nama sifat keindahannya…Tuhan telah mengatur kehidupan Rasulullah s.a.w., kehidupannya di Mekkah sebagai manifestasi dari nama Ahmad dan umat Islam telah diajarkan kesabaran dan ketabahan. Kehidupannya di Medinah sebagai manifestasi dari nama Muhammad, dan Tuhan dalam kebijaksanaan-Nya menetapkan untuk menghukum musuh-musuhnya. Namun ada suatu nubuatan bahwa nama Ahmad akan dimanifestasikan kembali di Akhir Zaman dan orang itu akan muncul dengan menyandang kualitas keindahan sebagai karakter Ahmad dan semua peperangan akan berakhir. Untuk alasan inilah telah dipertimbangkan dengan baik bahwa nama untuk sekte ini sebaiknya Ahmadiyah, sehingga tiap orang yang mendengar nama ini menyadari bahwa sekte ini telah datang untuk menyebar kedamaian serta keamanan dan tidak akan berhubungan dengan perang dan perkelahian.”
Adalah benar-benar ironis bahwa suatu Gerakan yang menganjurkan perdamaian di antara kaum beragama dan, tentu saja, adalah arti dari nama agama Islam, harus dihilangkan kebebasannya dalam beribadah dan kepercayaannya serta misinya di negara asalnya dan di berbagai tempat lainnya dalam dunia Islam. Adalah juga sejarah yang mengenaskan bahwa ajaran perdamaian ini harus dipisahkan dari Islam itu sendiri.
Louis J. Hammann
Gettysburg College
sumber : http://www.alislam.org/indonesia/ahmadiyyat.html
Dipublikasikan oleh : http://www.ahmadiyya.or.id
Louis J. Hammann Ph.D.
Profesor Ilmu Perbandingan Agama Gettysburg College
Diterbitkan oleh: The Ahmadiyya Movement in Islam Inc.
2141 Leroy Place, N. W. Washington DC 20008
Brosur ini terdiri dari apa yang disampaikan oleh Profesor Louis J. Hammann pada Konferensi Tahunan American Academy of Religions yang diselenggarakan di Canton Upper State New York dan pada seminar di Universitas Pennsylvania, Philadelphia.
Profesor Hammann adalah seorang cendekiawan terkemuka dalam ilmu perbandingan agama; saat ini ia adalah seorang pengajar ilmu agama di Gettysburg College. Ia mendapatkan gelar sarjana dari Universitas Yale, Pennsylvania State dan Temple. Ia adalah seorang anggota perkumpulan Kristen (yang anti peperangan dan persumpahan), kolega dari Friend’s Meeting di Gettysburg College. Ia juga bergabung dengan United Church of Christ (Persekutuan Gereja Kristus).
Dalam mencari informasi mengenai Ahmadiyah, pada tahun 1983 ia datang ke markas pusat internasional Jemaat Islam Ahmadiyah di Qadian dan Rabwah. Ia telah mempelajari dengan saksama mengenai Ahmadiyah dan pendirinya Hazrat Mirza Ghulam Ahmad.
Ia telah mempelajari dengan mendalam dan menjelaskan pertanyaan-pertanyaan rumit dengan cara yang sangat gamblang. Hal itu menunjukkan bahwa Tuhan telah memberikan ia kemampuan yang baik untuk menjelaskan apa yang dipelajarinya. Itu adalah pekerjaan yang paling mengesankan yang pernah ditulis dengan sikap netral, jujur dan adil oleh seseorang yang meneliti Ahmadiyah.
Syekh Mubarak Ahmad, Amir dan Rais-ut-Tabligh, Amerika Serikat Washington, DC
10 Juli 1985
Ahmadiyah: Selayang Pandang
Oleh: Louis J. Hammann Ph.D.
Profesor Ilmu Perbandingan Agama Gettysburg College
15 Mei 1985
Diterbitkan oleh: The Ahmadiyya Movement in Islam Inc.
2141 Leroy Place, N. W. Washington DC 20008
Irenaeus Ahmad
4 Juni, 2008 at 6:24 pm
@all
Ini terjemahan bahasa Indonesia dari Profesor Ilmu Perbandingan Agama tentang Ahmadiyah. Insya Allah Tidak Bias:
Ahmadiyah: Selayang Pandang
22 April 2006 – Oleh : Louis J. Hammann Ph.D.
Alih bahasa : M. A. Suryawan
Pendahuluan
Ahmadiyah adalah, sebagaimana kita katakan, suatu sekte messiah dalam Islam. Untuk menghindari apa yang saya sebut sebagai “cold bath syndrome” saya akan buat kata pendahuluan dengan singkat. Pendahuluan seperti ini mungkin dapat menghindari keterkejutan dan kebingungan yang dapat mengantarkan kita kepada asingnya dunia Islam di abad sembilan belas.
Saya tidak memiliki gagasan berapa banyak di antara para pembaca yang pernah mendengar tentang Jemaat Islam Ahmadiyah. Kita akan lihat sedikit nanti mengenai seorang muslim yang shaleh, tinggal di Punjab, pada tahun 1889 mendakwakan diri bahwa ia adalah Mahdi dan al-Masih. Ini adalah titik perhatian utama, di mana kita kembali ke tahun 1876 ketika Mirza Ghulam Ahmad mendapatkan wahyu saat ia berusia 41 tahun. Saat yang dramatis itu, seseorang dengan kepribadian yang shaleh telah meraih suatu taraf kesadaran diri (self-realization). Sejak itu sampai waktu kewafatannya di tahun 1908, Hazrat Ahmad adalah seorang manusia yang dengan daya kenabian membawa pengikutnya kepada apa yang dapat dirasakan sebagai kebangkitan kembali Islam.
Ahmadiyah adalah gerakan pertablighan yang telah memiliki 10 juta pengikut mulai dari Indonesia dan Malaysia sampai ke Pakistan dan Afrika Tengah dan Afrika Barat serta Amerika. Saat ini, struktur organisasinya dipusatkan di Pakistan Tengah, di kota Rabwah. Pemimpin gerakan ini sekarang adalah yang ke empat setelah wafatnya Masih Mau’ud (Al-Masih yang Dijanjikan). Ia adalah Mirza Tahir Ahmad, salah satu cucu dari pendiri Ahmadiyah. Di awal tahun 1985, Huzur – panggilan sayang bagi Mirza Tahir Ahmad, pindah ke London sewaktu tekanan mulai mencapai puncaknya kepada Jemaat Ahmadiyah di Pakistan.
Landasan hukum bagi siasat pemerintah (untuk melakukan tekanan) yang pertama kalinya adalah dengan cara mengamandemen konstitusi yang diumumkan secara resmi tahun 1974, yaitu menyatakan orang-orang Ahmadi sebagai “non-Muslim”. Baru-baru ini di bulan April tahun 1984, pemerintah menetapkan suatu peraturan yang menyatakan bahwa kaum Ahmadi, di bawah ancaman hukuman, dilarang, secara langsung atau tidak langsung, untuk menyebut diri mereka sebagai muslim atau menyebut mesjid sebagai tempat ibadahnya atau menggunakan adzan sebagaimana kaum muslimin menggunakannya untuk tujuan panggilan sembahyang. Kaum Ahmadi tidak boleh menyebarkan: Dengan perkataan atau dengan menulis atau dengan mengatas-namakan agama mereka dengan maksud untuk mengajak orang lain (bergabung dengan Ahmadiyah). Mereka juga dilarang menggunakan istilah atau sebutan seperti yang dialamatkan kepada Nabi Muhammad atau ahlul bayt (keluarga)-nya untuk anggota masyarakat Ahmadi atau untuk orang lain.
John Esposito telah mempersiapkan sebuah buku berjudul Suara Kebangkitan Islam (Voices of Resurgent Islam). Buku ini dan buku-buku lainnya bermaksud memperlihatkan Islam sebagai suatu agama dengan energi baru dan sebagai suatu agama yang tidak lagi layak, jika itu pernah terjadi, memberi gambaran klise dari kekerasan yang tidak masuk akal dari perampok padang pasir. Sebagai pengganti dari penyederhanaan seperti itu, kita harus mencoba untuk mengerti bahwa Islam paling tidak memiliki fenomena kerumitan yang sama dengan agama Kristen. Agama yang berakar dalam Al-Qur’an dibungkus oleh penyederhanaan-penyederhanaan seperti itu adalah jelas tidak tepat. Tetapi bagaimana kita mengubah pola pikir kita sebagai pengamat, ilmuwan dan pengajar dalam konteks ini untuk mampu memahami keragaman pengalaman beragama yang mempersatukan komunitas manusia? Kita harus masuk ke dalam tradisi sejarah agama-agama, tapi kita juga harus membiasakan diri kita kepada kenyataan yang sekarang ada pada mereka.
Ahmadiyah adalah, jika ini motivasi kita, layak untuk dicermati. Melalui Ahmadiyah kita mungkin lebih dekat kepada Islam sebagai suatu fenomena sejarah dan sebagai kenyataan yang ada masa kini. Ahmadiyah memiliki keuntungan karena terdokumentasi dengan baik. Para pengikutnya berkeinginan dan mampu untuk menampilkan pergerakan ini sebagai suatu pengalaman pribadi dan sebagai suatu yang bersejarah. Mereka juga diyakinkan oleh perintah Al-Qur’an bahwa “tidak ada paksaan dalam beragama.” Dalam Ahmadiyah kita dapat menghargai keshalehan orang-orang Islam dan merasakan kelangsungan hidup dari Islam sebagai suatu kekuatan besar dalam dunia modern ini.
Pergerakan Ahmadiyah dalam Islam
Sebagaimana kita ketahui, pertengahan abad 19 masehi adalah masa bergaungnya keilmuan dan bergejolaknya kehidupan beragama. Ilmu pengetahuan alam dan sosial dimasak pada alat pembakar terdepan. Pada alat pembakar belakang, ketel dari tradisi agama-agama besar mulai mendidih.
Di samping perumpamaan tersebut, adanya transisi di abad 19 kepada keajaiban perubahan-perubahan dan kengerian akan abad 20 ditandai dengan pembaharuan-pembaharuan gerakan dan lahirnya kaum beragama di seluruh dunia. Bergeloranya pandangan-pandangan akan masa depan (apocalyptic visions) dan pemulihan kisah-kisah sejarah Kristen di dunia Barat telah dikenal dengan baik. Apa yang mungkin tidak diketahui dengan baik adalah kenyataan bahwa dunia Islam juga melihat gerakan-gerakan itu yang mana Al-Qur’an dan nubuatan-nubuatan tertulis (scriptural prophecies) lainnya membawa kepada pemenuhan nubuatan itu.
Keyakinan itu telah tersebar luas mendekati lintas sejarah karier kemanusiaan. Pendekatan ini, tentu saja telah diduga. Bagaimanapun juga seseorang mungkin membenarkan keyakinan itu bahwa suatu lintasan peristiwa sedang dibuat, apakah dengan analisis sejarah atau penafsiran pandangan-pandangan nubuatan, tidak terelakkan lagi.
Kita tidak dapat dan tidak perlu memutuskan dilema ini, apakah itu adalah suatu proses sejarah, campur-tangan Tuhan atau suatu kesepakatan rahasia dari dua penilaian yang membawa dunia kepada suatu kemelut. Rupanya, keyakinan yang tersebar luas dalam lingkaran tradisi keagamaan itu, dengan adanya zaman baru dari transformasi keilmuan, sosial dan politik juga disertai dengan penurunan nilai-nilai moral dan spiritual.
Dewa Molokh di zaman baru industri dan ilmu pengetahuan ini meminta manusia untuk mengorbankan hubungan-hubungan ketuhanan yang ada demi kesejahteraan dan kebangsaannya. Sebagaimana pandangan-pandangan yang membawa seorang manusia dalam masyarakat sekuler, desakan keagamaan di banyak bidang mencoba untuk bertahan. Hubungan perniagaan dan hubungan antarmanusia telah merebut tempat persekutuan (komuni) yang dilakukan dengan Tuhan. Tidak hanya dunia yang berubah namun perubahan adalah mengubah trend (kecenderungan), lamanya menggerakkan peradaban dan budaya yang tidak lagi dapat menahan tekanan peristiwa melebihi kemampuan adanya pilihan-pilihan perlindungan dan pemeliharaan keagamaan, tidak lagi dapat efektif. Sebagaimana zaman baru telah terbit, akankah cahaya tetap bersinar dalam dunia yang tak bertuhan yang telah mengorbankan kebaktian dan keshalehan kepada Tuhan untuk proses yang rasional dan kemajuan materi? Ada banyak yang tidak dapat memiliki kemungkinan itu.
Saya pikir, bagaimanapun juga, hal itu bukanlah suatu kecenderungan negatif yang menggerakkan Mirza Ghulam Ahmad kepada ramalannya. Adalah sama ragu-ragunya [bagi kita] bahwa Hazrat Ahmad hanya didorong oleh penilaian kritis dari peristiwa-peristiwa duniawi untuk menyatakan dirinya sebagai seorang Mahdi di zaman ini. Begitulah, ia bukan seorang pembicara terkenal tentang malapetaka karena adanya suatu tekanan perasaan (depresi), juga ia tidak mengkhayalkan arti wahyu seperti cara para wartawan (atau bahkan para sejarahwan) yang mencatat kecenderungan-kecenderungan yang ada sekarang di halaman-halaman opini pada surat kabar kita. Dari pandangannya dan darinya ia mendirikan pergerakan ini, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad menjawabnya berdasarkan wahyu. Ia adalah seorang yang sangat shaleh. Nubuatan serta ucapannya [tidak hanya] terlihat sebagai ungkapan jiwa yang bersentuhan dengan trend dan peristiwa-peristiwa masa kini, namun lebih kepada ungkapan jiwa dalam persekutuan (komuni) dengan Tuhan yang hidup.
Dalam cita rasa ilmiah, kita kelihatannya mencari suatu keadaan yang mendasari perilaku seseorang. Dan selama lebih dari 100 tahun terakhir, para sarjana mencari-cari akar psikologis dari pengalaman beragama. Namun ada juga klaim yang dibuat dalam lingkaran gerakan keagamaan tertentu yang mungkin membawa kepada tidak adanya prasangka.
Apa yang Hazrat Ahmad maksud mengenai dirinya dan apa yang dimaksud oleh para pengikutnya tentang dirinya adalah cukup jelas. Perkiraannya mengenai rendahnya tingkat keshalehan dan kepercayaan kaum muslimin sebagai suatu penilaian tidaklah sesederhana itu pada kondisi sekarang bagi seorang peneliti yang peka. Pendakwaannya sebagai seorang nabi di Akhir Zaman ini terlihat tidak hanya psikologi khusus saja. Ia lebih merasa atau mengetahui dalam lubuk-lubuk hatinya bahwa ia “mendapatkan kedekatan yang sempurna dengan Tuhan Yang Maha Perkasa.“ Tidak dapat disangkal adanya landasan wahyu dari pengetahuan atas dirinya sendiri ini. Keyakinan atas kebenaran wahyu selalu merupakan landasan kekuatan bagi Ahmadiyah dan pada kesempatan yang sama sikap permusuhan ditampilkan kepada gerakan ini oleh para mullah (kyai) Islam ortodoks.
Namun mungkin kita harus kembali pada permulaan gerakan Ahmadiyah dalam Islam agar mendapat beberapa sentuhan asli yang dinamis yang telah memberikan rangsangan khas selama 100 tahun terakhir ini bagi 10 juta orang yang berasal dari daerah Dar al Islam (Negara Islam).
Pendiri Ahmadiyah lahir di sebuah kota kecil di Punjab pada tahun 1835, di kota Qadian yang berjarak tidak lebih dari 30 atau 40 mil sebelah Timur kota Amritsar, di mana terletak kuil emas kaum Sikh yang pada pertengahan tahun 1984 menjadi pusat perhatian dunia. Di sana lahir Mirza Ghulam Ahmad, di sebuah daerah di mana tradisi-tradisi agama kuno dan baru hidup dalam kebersamaan yang rapuh. Saat kelahirannya, Andrew Jackson sedang menjadi Presiden Amerika Serikat. Joseph Smith dua tahun sebelum kelahirannya telah mendirikan Gereja Latter-day Saints. Louis Phillipe saat itu merupakan pemerintahan monarki dari Prancis. Dua tahun setelah kelahiran Ahmad, Victoria menjadi Ratu Inggris dalam usia 18 tahun. Chopin sedang mencapai kejayaan dalam kariernya. Dan hanya setahun sebelumnya, Friedrich Schleiermacher meninggal dunia.
Bagaimanapun, sampai umur 41 tahun (1876) Hazrat Ahmad mulai menerima banyak wahyu yang akan membawanya kepada keyakinan/kepastian bahwa di dalam pribadinya telah genap datangnya Mahdi. “Setelahnya,” sebagaimana kata Zafrullah Khan, “telah diwahyukan kepadanya bahwa ia juga adalah al-Masih yang Dijanjikan dan benar-benar seorang nabi yang datang seperti yang telah dikabarkan dalam agama-agama utama di dunia.” Ia adalah “Juara yang berasal dari Tuhan dengan jubah pakaian semua nabi-nabi.”
Sejak pendakwaannya sebagai Al-Masih yang Dijanjikan sampai kewafatannya pada tanggal 26 Mei 1908, aktivitas kenabiannya tidaklah surut. Ia memimpin Jemaat Ahmadiyah yang pengikutnya mencapai ribuan orang. Di tahun-tahun awal gerakan Ahmadiyah, ia sendiri senantiasa tampil memimpin dalam pertandingan (perdebatan) dengan para pemimpin agama dan para pendakwa juru selamat yang membangkitkan rasa kepercayaan dirinya dengan bijaksana. Para penentang dan lawan-lawannya mulai dari para pemimpin Arya Samaj (Hindu) sampai pendeta Kristen di India dan di Amerika Serikat. Melalui semua konflik pribadi yang diembannya sebagai pemenuhan pendakwaan kenabiannya, ia terus membawa perintah-perintah wahyu yang bertujuan untuk kemajuan Islam dalam zaman baru yang sedang tampil di depan.
Semua energi kemanusiaannya, sebagaimana dipercayai oleh para pengikutnya, difokuskan kepada satu sebab bahwa kebangkitan Islam ini merupakan genapnya pemenuhan ruhani dari semua agama-agama dunia. Namun ia bukanlah pembawa amanat yang netral. Peranannya adalah disengaja di bawah kesadaran akan rencana Tuhan. Tidak hanya memberitahukan terpenuhinya nubuatan [para nabi], namun lebih kepada takdirnya untuk mewujudkan proses sejarah ketuhanan. Di antara banyak pernyataan Hazrat Ahmad yang membuktikan kepastian akan peranannya adalah: “… adalah jelas bagiku berdasarkan wahyu Tuhan bahwa Al-Masih yang kedatangannya telah dijanjikan di antara orang Islam sejak awal, dan Mahdi yang kedatangannya telah ditetapkan Tuhan di saat merosotnya umat Islam dan tersebarnya kekeliruan, dan akan dibimbing secara langsung oleh Tuhan, dan mengajak orang turut ambil bagian dalam perjamuan sorgawi, dan kedatangannya telah dikabarkan oleh Nabi Suci s.a.w. seribu tiga ratus tahun yang lalu, adalah aku sendiri. Wahyu Tuhan mengenai hal ini telah diberikan kepadaku dengan sangat terang dan terus menerus sehingga tidak lagi tersisa ruang bagi keraguan. Wahyu itu penuh dengan genapnya nubuatan-nubuatan agung yang benderang seterang siangnya hari. Seringnya [wahyu] dan jumlahnya serta kekuatan yang menakjubkan memaksa aku untuk mengakui bahwa itu terdiri dari perkataan-perkataan yang berasal dari Tuhan Yang Esa tanpa sekutu bagi-Nya, Sang Pemilik Kalam Al-Qur’an. Agar mendapatkan ridha Allah, aku dengan ini memberitahu kamu semua pentingnya kenyataan bahwa Tuhan Yang Maha Perkasa, diawal abad ke-14 ini, memilih aku yang berasal dari-Nya bagi kebangkitan dan pendukung kebenaran ajaran Islam.”
Penulis telah diberitahu bahwa ia adalah Pembaharu (Mujaddid) zaman ini dan ketinggian ruhaninya memiliki kesamaan dengan ketinggian ruhani Yesus, putra Maria, dan keduanya saling berhubungan satu dengan lainnya serta memiliki kemiripan satu dengan lainnya.
Dan akhirnya: “Pertanyaan yang tersisa siapakah Imam Zaman ini haruslah, berdasarkan Perintah Ilahi, ditaati oleh seluruh kaum Islam, shaleh, penerima wahyu dan kasyaf. Tidak ada keraguan padaku untuk mengakui bahwa akulah Imam Zaman ini.”
Bagaimanapun juga, ia sangat saksama dalam melukiskan misinya: “Tapi aku adalah seorang rasul dan seorang nabi tanpa syari’at baru dalam beberapa hal Tuhan mewahyukan padaku apa yang tersembunyi, dan karena kelemahlembutan yang telah dilimpahkan kepadaku karena ketaatanku kepada Nabi Muhammad s.a.w., dan karena mendapatkan namanya.”
Ia berkali-kali tetap bertahan dengan pendapatnya bahwa Meterai Kenabian [khaatamul-anbiya’] tetap terpelihara. Ia adalah bagi Muhammad (Nabi pembawa syari’at yang memiliki Kitab) sebagaimana Yesus bagi Musa (yang memiliki hukum kuno, Messias telah datang tidak untuk membatalkan, tetapi hanya menggenapkan). Ini adalah penting, kemudian untuk menghargai ketulusan Ahmadiyah adalah dengan mencatat apa yang Ahmad tidak dakwakan. Musuh-musuhnya, bagaimanapun juga biasanya tidak berkeinginan menjadi sangat diskriminatif. Menurut mereka, pendakwaannya membahayakan pandangan yang ada mengenai akhir dari kenabian Muhammad. Hal itu mungkin terlihat sangat baik, namun pendakwaan Ahmad hanya untuk menjadi penafsir pesan Al-Qur’an yang terilhami dan pembawa pesan lahirnya kembali serta pembaharuan atas satu agama yang hakiki: “Bagi umat manusia tidak ada kitab lain kecuali Al-Qur’an, dan bagi bani Adam, tidak ada Utusan [Rasul] dan perantara lain kecuali Muhammad, yang terpilih s.a.w.” Ahmad adalah seorang nabi, bukan nabi [pembawa syari’at], Al-Qur’an [tidak ada Qur’an lain], Kitab [tidak ada kitab suci lain], [juga] bukan sebuah buku di antara banyak [buku], Islam agama asli yang dipulihkan oleh sokongan Ahmad.
Masih banyaknya kaum muslimin yang merasa gusar dan terhina, alasannya tidak diragukan lagi karena adanya kekolotan yang wajar atas keimanan, dan nampaknya akibat dari hal tersebut adalah keinginan untuk menyalah-artikan nubuatan-nubuatan-nya yang penuh dengan retorika. Pada kaum Kristen juga ditemukan alasan-alasan [yang serupa] untuk diserang. Paradoks besar orang Kristen dirasakan ada di Punjab sama halnya [paradoks] itu ada pada berbagai peristiwa lain yang bahkan lebih dari kesuburan tanah: pengharapan datangnya Yesus kedua kalinya menambah suburnya penyebaran agama Kristen, sementara kenyataan adanya kemungkinan kembalinya [Yesus] terancam dengan berkurangnya semangat yang membara akan keyakinan itu. Rupanya, sesuatu dirasakan lebih penting dengan menunggu datangnya seorang tamu daripada berbicara dengan tamu yang sekali datang ke ruang tamu Anda. Demikianlah dengan Hazrat Ahmad. Namun kita mungkin mengerti kritikannya, dengan adanya cara pendakwaan yang rumit.
Tidak hanya dia akui bahwa ia memiliki “kesamaan yang khas dengan Yesus“ namun pada sisi negatifnya, ia telah diutus “…bahwa aku akan melumpuhkan doktrin salib. Untuk itulah aku telah diutus,” ia melanjutkan, “untuk memecahkan salib dan membunuh babi.”
“Syirik“-nya kaum Kristen membawa mereka kepada suatu penafsiran yang aneh mengenai penyaliban. Anggapan terhadap eksekusi [penyaliban] Yesus telah diartikan sebagai suatu pengorbanan dirinya-sendiri untuk penebusan – Sebenarnya Tuhan membayar dirinya sendiri bagi suatu penebusan agar ciptaannya memikat dengan [memiliki] kerajaan-kerajaan dan kekuatan-kekuatan atas dunia ini. Bagi kebanyakan orang Islam gagasan itu mungkin tidak dapat dipahami; bagi orang Ahmadi gagasan itu menjadi benar-benar suatu laknat. Sebagai pengganti dari khayalan keagamaan itu, Ahmad menawarkan suatu skenario yang kelihatannya lebih – kemungkinan lebih, karena di sana buktinya dirasakan dapat diuji untuk suatu alternatif.
Di negeri Kashmir, dengan ibu kota Srinagar, sebuah kuburan telah ditemukan, melindungi jenazah dari seorang nabi kuno yang dikenal sebagai Yus Asaf. Ketika anggapan atas legenda ini bertemu dengan nubuatan Alkitab dan dengan membaca Injil-Injil secara teliti, kisah tradisional pasca penyaliban berubah secara radikal. Untuk memenuhi nubuatan bahwa Messias harus mengajarkan “domba Israil yang hilang,” Yesus pulih dari luka parah akibat penyaliban, pergi berpindah tempat ke arah Timur kepada domba-domba Afghan yang tersesat dan kepada suku-suku di deretan sebelah Utara India-Pakistan di mana tinggal suku-suku pengembara (nomad) yang sampai dengan hari ini budaya, agama dan sifat khas ras-nya terbuat dari bangsa Semit asli merupakan sebab yang dapat diterima seluruhnya. Di sana “Yus Asaf” menikah, melanjutkan pekerjaan kenabiannya, menjadi orang tua dan wafat dalam usia 120 tahun.
Keturunannya sampai generasi ke-65 masih tinggal di daerah sekitar makamnya. Dengan demikian Hazrat Ahmad telah “melumpuhkan doktrin salib” dan selanjutnya lebih memperbaiki pekerjaan Islam tradisional mengenai Yesus putra Maria. Kenyataan-kenyataan dan argumentasi-argumentasi yang disusun oleh Ahmad dalam bukunya Al-Masih di India, menjadi dan merupakan kisah terhindarnya Yesus dari kematian di atas salib serta perjalanannya ke India.
Kata-kata pembukaannya dalam buku itu layak dicatat sebagai petunjuk atas motivasi serta pernyataannya: “Aku menulis buku ini dengan maksud untuk menjauhkan pandangan-pandangan yang keliru dan berbahaya tentang kehidupan awal dan kehidupan akhir Nabi Isa a.s. – yang sudah ada di kebanyakan golongan Islam dan Kristen – dengan mengemukakan fakta-fakta yang benar, kesaksian-kesaksian sejarah yang meyakinkan dan yang telah terbukti, serta naskah-naskah kuno umat non-Muslim lainnya. Yakni, pandangan-pandangan yang dampak-dampak mengerikannya itu tidak hanya menghambat serta menghancurkan konsep Tauhid Ilahi, melainkan pengaruhnya yang sangat buruk dan beracun sedang tampak menggerogoti keadaan akhlak umat Islam di negeri ini.”
Jadi, pesan dari Pendiri Ahmadiyah menjadikan suatu perubahan serius dari ajaran Gereja sama halnya dengan suatu perbaikan atas pengertian Yesus bagi kaum ortodoks Islam.
Masih ada tantangan lain yang diajukan oleh Ahmad dan pengikutnya kepada pandangan ortodoks. Masih Mau’ud melarang jihad terhadap pemerintah Inggris. Beberapa menuduhnya memiliki motif untuk kepentingannya sendiri, meskipun perintah yang ada berlawanan dengan jihad dalam kasus tertentu memperlihatkan sikap pengecut secara umum dan kurangnya gairah terhadap Islam. Seperti biasanya suatu kasus, bagaimanapun juga, motif-motif yang sebenarnya berbeda dan didasarkan atas wahyu ketimbang perhitungan-perhitungan politis. Hazrat Ahmad menjelaskan larangan terhadap jihad dengan cara sebagai berikut: “Singkatnya, di zaman Rasulullah s.a.w., landasan jihad Islam adalah, bahwa kemurkaan Tuhan telah bangkit kepada kaum yang zalim. Akan tetapi hidup di bawah pemerintahan yang baik/ramah, seperti pemerintahan ratu kita, adalah bukan jihad namanya untuk membuat rencana pemberontakan terhadapnya, melainkan suatu gagasan biadab yang lahir dari suatu kebodohan.”
Ia selanjutnya menyatakan, dalam nuansa bahasa yang didorong oleh misinya: “Jihad zaman ini adalah berjuang untuk meninggikan kalimat Islam, untuk menyanggah keberatan-keberatan pihak lawan, untuk mempropagandakan keistimewaan-keistimewaan ajaran Islam, dan untuk menyatakan kebenaran Rasulullah s.a.w. di seluruh dunia. Ini adalah jihad sampai Tuhan Yang Maha Besar mendatangkan suasana lain di dunia ini. Semangat jihad dengan senjata kemudian dapat dialihkan menjadi “Jihad Akbar“ atau berjuang melawan hawa nafsu, menuju kepada disiplin ruhani yang akan memungkinkan masyarakat meraih ridha Tuhan, bangkitnya kembali Islam.”
Baiklah, mari kita teruskan. Namun tidak ada waktu yang cukup bagi kita dalam suatu karangan singkat, bahkan untuk suatu pengenalan saja. Kemungkinan motif dan kekuatan gerakan Ahmadiyah dalam Islam dapat dipahami dari satu pernyataan akhir Masih Mau’ud. Sehubungan dengan janji setia dari para pengikutnya, ia berkata:
“Hendaknya diketahui oleh semua orang yang berhati tulus yang telah mengambil janji Ba’iat bahwa tujuan dari perjanjian ini adalah dinginnya kecintaan kepada dunia dan dalam hati sanubari harus tumbuh kecintaan kepada Tuhan dan Rasulullah, dan jiwa dijauhkan dari dunia ini sehingga tidak timbul keraguan untuk perjalanan selanjutnya.”
Al-Qur’an menyatakan, “Tidak ada paksaan dalam agama.” Siapa saja yang secara sukarela mengambil perjanjian dengan nabinya Nabi [s.a.w.], Islam tetap menjadi agama yang masa depannya dapat dicapai. Masih sanggahannya Hazrat Ahmad, “Ini bukanlah suatu ungkapan baru.” Mahdi tidak menganggap untuk mengganti kedudukan mulia setiap nabi, misinya adalah hanya mengembalikan keimanan sejati dan kemurnian serta pengertian hakiki tentang Tuhan yang mana telah, sedang dan akan menjadi agama yaitu Islam.
Apa pun yang muncul di luar pergerakan ini, di dalam Jemaat Ahmadiyah para pengikutnya dapat menyatakan dengan kesadaran penuh mengenai diri mereka dan pendirinya.
Satu kalimat terakhir, untuk menghilangkan dugaan mengenai nama Gerakan ini adalah suatu penghormatan kepada egotism Masih Mau’ud. Kenapa gerakan ini asalnya dinamakan Gerakan Ahmadiyah dalam Islam? Perkataan Masih Mau’ud:
“Nama yang tepat untuk Gerakan ini dan yang mana kami lebih menyukai menyebut bagi diri kami adalah muslim sekte Ahmadiyah. Kami telah memilih nama ini karena Rasulullah s.a.w. memiliki dua nama. Muhammad dan Ahmad; Muhammad adalah nama sifat keagungan, dan Ahmad adalah nama sifat keindahannya…Tuhan telah mengatur kehidupan Rasulullah s.a.w., kehidupannya di Mekkah sebagai manifestasi dari nama Ahmad dan umat Islam telah diajarkan kesabaran dan ketabahan. Kehidupannya di Medinah sebagai manifestasi dari nama Muhammad, dan Tuhan dalam kebijaksanaan-Nya menetapkan untuk menghukum musuh-musuhnya. Namun ada suatu nubuatan bahwa nama Ahmad akan dimanifestasikan kembali di Akhir Zaman dan orang itu akan muncul dengan menyandang kualitas keindahan sebagai karakter Ahmad dan semua peperangan akan berakhir. Untuk alasan inilah telah dipertimbangkan dengan baik bahwa nama untuk sekte ini sebaiknya Ahmadiyah, sehingga tiap orang yang mendengar nama ini menyadari bahwa sekte ini telah datang untuk menyebar kedamaian serta keamanan dan tidak akan berhubungan dengan perang dan perkelahian.”
Adalah benar-benar ironis bahwa suatu Gerakan yang menganjurkan perdamaian di antara kaum beragama dan, tentu saja, adalah arti dari nama agama Islam, harus dihilangkan kebebasannya dalam beribadah dan kepercayaannya serta misinya di negara asalnya dan di berbagai tempat lainnya dalam dunia Islam. Adalah juga sejarah yang mengenaskan bahwa ajaran perdamaian ini harus dipisahkan dari Islam itu sendiri.
Louis J. Hammann
Gettysburg College
sumber : http://www.alislam.org/indonesia/ahmadiyyat.html
Dipublikasikan oleh : http://www.ahmadiyya.or.id
Louis J. Hammann Ph.D.
Profesor Ilmu Perbandingan Agama Gettysburg College
Diterbitkan oleh: The Ahmadiyya Movement in Islam Inc.
2141 Leroy Place, N. W. Washington DC 20008
Brosur ini terdiri dari apa yang disampaikan oleh Profesor Louis J. Hammann pada Konferensi Tahunan American Academy of Religions yang diselenggarakan di Canton Upper State New York dan pada seminar di Universitas Pennsylvania, Philadelphia.
Profesor Hammann adalah seorang cendekiawan terkemuka dalam ilmu perbandingan agama; saat ini ia adalah seorang pengajar ilmu agama di Gettysburg College. Ia mendapatkan gelar sarjana dari Universitas Yale, Pennsylvania State dan Temple. Ia adalah seorang anggota perkumpulan Kristen (yang anti peperangan dan persumpahan), kolega dari Friend’s Meeting di Gettysburg College. Ia juga bergabung dengan United Church of Christ (Persekutuan Gereja Kristus).
Dalam mencari informasi mengenai Ahmadiyah, pada tahun 1983 ia datang ke markas pusat internasional Jemaat Islam Ahmadiyah di Qadian dan Rabwah. Ia telah mempelajari dengan saksama mengenai Ahmadiyah dan pendirinya Hazrat Mirza Ghulam Ahmad.
Ia telah mempelajari dengan mendalam dan menjelaskan pertanyaan-pertanyaan rumit dengan cara yang sangat gamblang. Hal itu menunjukkan bahwa Tuhan telah memberikan ia kemampuan yang baik untuk menjelaskan apa yang dipelajarinya. Itu adalah pekerjaan yang paling mengesankan yang pernah ditulis dengan sikap netral, jujur dan adil oleh seseorang yang meneliti Ahmadiyah.
Syekh Mubarak Ahmad, Amir dan Rais-ut-Tabligh, Amerika Serikat Washington, DC
10 Juli 1985
Ahmadiyah: Selayang Pandang
Oleh: Louis J. Hammann Ph.D.
Profesor Ilmu Perbandingan Agama Gettysburg College
15 Mei 1985
Diterbitkan oleh: The Ahmadiyya Movement in Islam Inc.
2141 Leroy Place, N. W. Washington DC 20008
Irenaeus Ahmad
4 Juni, 2008 at 6:25 pm
[...] karenanya, perbincangan yang ada di sini, di sana, dan di situ akan lebih klop bila kita telah mengetahui sejarah asal muasal “kelompok” [...]
Ya, Habib… « Mas Kopdang
4 Juni, 2008 at 6:30 pm
Sangat disesalkan kejadian kekerasan spt dimonas kmrin, tapi klo kita mau melihat lebih jauh marilah kita introspeksi diri apa yg sudah kita perbuat untuk negara ini, kita hanya bisa menghujat setelah terjadi suatu kesalahan spt yg telah dilakukan FPI padahal siapa FPI? menurutku FPI-lah yang telah bersedia meluangkan waktu dan tenaganya untuk mau menjaga negara kita ini dari kerusakan moral. klo bukan FPI siapa lagi? aparat negarakah? yg sekarang punya notabene asal ada uang semua bisa diatur. mau jadi apa negara ini klo semua dilegalkan? klo kita lihat aktivitas FPI biasanya dilakukan setelah tidak adanya ketegasan dari aparat keamanan, setelah aparat keamanan tidak berani bertindaklah FPI merelakan diri untuk menjaga negara ini dari kerusakan moral TANPA DIBAYAR… bagaimana dg anda?
DG.LIMPO
Bayu Wardana
4 Juni, 2008 at 6:39 pm
Latar Belakang Berdirinya Jemaat Ahmadiyah
Tokoh yang dijanjikan di dalam Alquran
“Huwallazii arsala rasulahuu bilhudaa wa diinilhaqqi, liyuzh-hirahuu alad-diini kullihi walaw karihal-musyrikuwn”
Dialah [Allah] yang mengirimkan Rasul-Nya dengan petunjuk dan dengan agama yang benar supaya Dia menyebabkannya menang atas semua agama, betapapun orang-orang musyrik tidak akan menyukai (As-Shaf:10).
Ayat ini mengisyaratkan pada kemenangan Islam atas seluruh agama lainnya. Dan kemenangan tsb. dipakukan dibawah bendera Tauhid. Sebab Tauhid lah yang dapat mempersatukan seluruh umat manusia. Dan Tauhid itu sendiri merupakan ruh Islam. Kesempurnaan Syariat Islam telah terjadi di masa dan di tangan Rasulullah saw. 14 abad yang silam. Namun kesempurnaan penyebaran Syariat Islam, seperti yang diisyaratkan oleh Allah Ta’ala dan Rasulullah saw., adalah pada masa dan di tangan tokoh yang dijanjikan sebagai Masih Mau’ud dan Imam Mahdi
“Huwallazii ba’atsa fil-ummiyyina rasulanm-minhum yatluw alaiihim aayaatihii wayuzakkiihim wayu’allimuhumul-kitaaba wal-hikmah, wain kaanuw min-qoblu lafii dholalinm-mubiin. Wa’aakhoriina minhum lammaa yalhaqquw bihim wahuwal-aziizul hakiim”
Dialah [Allah] yang telah mengutus di tengah-tengah bangsa yang buta huruf seorang rasul dari antara mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka Tanda-tanda-Nya, mensucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah, walaupun sebelumnya mereka berada dalam kesesatan yang nyata. Dan Dia akan membangkitkannya di tengah-tengah suatu golongan lain dari antara mereka, yang belum pernah bergabung dengan mereka. Dan, Dia-lah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. (Al-Jumu’ah:3-4).
Ayat ini mengisyaratkan pada kebangkitan rohaniah Rasulullah saw. (the second spiritual advent) dalam wujud seseorang yang menyatu sepenuhnya dengan beliau dan merupakan cerminan rohaniah atau bayangan kamil Rasulullah saw., namun belum pernah tergabung dalam para pengikut semasa beliau hidup. Isyarat di dalam ayat ini dan di dalam hadis Nabi saw. yang termasyhur tertuju kepada pengutusan Rasulullah saw. sendiri untuk kedua kali dalam wujud Masih Mau’ud di akhir zaman.
Prolog
Jemaat Ahmadiyah adalah suatu gerakan dalam Islam yang didirikan oleh Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as. pada tahun 1889, atas perintah Allah Ta’ala. Ahmadiyah bukanlah suatu agama. Agamanya adalah ISLAM. Jemaat Ahmadiyah menjunjung tinggi Kalimah Syahadat “Laa ilaha Illallah, Muhammadur-rasulullah”. Jemaat Ahmadiyah bersaksi bahwasanya tiada tuhan melainkan Allah dan Muhammad itu adalah rasul Allah.
Jemaat Ahmadiyah menjunjung tinggi kitab suci Al-Quran sebagai Kitab Syariat terakhir yang paling sempurna, hingga kiamat.
Jemaat Ahmadiyah menjunjung tinggi Sayyidina Muhammad Mustafa Rasulullah shallallahu alaihi wa’aalihi wassallam sebagai Khataman-nabiyyiyn yang merupakan penghulu dari sekalian nabi dan nabi yang paling mulia. Beliau adalah nabi pembawa syariat terakhir. Penutup pintu kenabian tasyri’i. Tidak ada lagi nabi pembawa syariat baru sesudah Rasulullah saw..
Nama Ahmadiyah berasal dari nama sifat Rasulullah saw. — Ahmad (yang terpuji). Yakni yang menggambarkan suatu keindahan/kelembutan. Zaman sekarang ini adalah zaman penyebar-luasan amanat yang diemban Rasulullah saw. dan merupakan zaman penyiaran sanjungan pujian terhadap Allah Ta’ala. Era penampakkan sifat Ahmadiyah Rasulullah saw.. (Da’watul Amir, M.Bashiruddin Mahmud Ahmad, edisi terj.Bhs.Indonesia, 1989,h.2)
Tujuan Jemaat Ahmadiyah adalah Yuhyiddiyna wayuqiymus-syariah. Menghidupkan kembali agama Islam, dan menegakkan kembali Syariat Qur’aniah.
Dalam arti yang lebih mendalam adalah untuk menghimbau ummat manusia kepada Allah Ta’ala dengan memperkenalkan mereka sosok sejati Rasulullah saw., dan menciptakan perdamaian serta persatuan antar berbagai kalangan manusia. Ahmadiyah berusaha menghapuskan segala kendala yang timbul karena perbedaan ras dan warna kulit sehingga umat manusia dapat bersatu dan mengupayakan perdamaian semesta.
Kami beriman bahwa Allah itu Mahaesa dan tidak mempunyai sekutu dalam zat-Nya maupun dalam sifat-sifat-Nya, dan tidak dilahirkan maupun melahirkan. Dia bebas dari segala jenis kekurangan dan kelemahan dan sempurna di dalam segala sifat-Nya. Dia mengabulkan doa-doa para hamba-Nya dan membantu mereka dalam memenuhi segala keperluan mereka. Nikmat-nikmat-Nya, baik secara materi ataupun rohani, tidak terbatas, dan tidak hanya dilimpahkan kepada suatu bangsa atau kaum tertentu. Jemaat Ahmadiyah menganggap sebagai kewajibannya untuk mengimbau umat manusia menerima Tauhid Ilahi, sebab, penerimaan Tauhid Ilahi dapat mewujudkan perdamaian dan persatuan diantara umat manusia.
Kami percaya bahwa semua agama besar pada awalnya mempunyai landasan kebenaran dan masih mengandung banyak nilai keindahan. Kami menolak dan menyangkal sikap yang menyatakan bahwa tidak ada agama selain agamanya sendiri yang mengandung suatu kebenaran atau nilai keindahan. Kendatipun demikian, kami menganggap sebagai kewajiban kami untuk mengumandangkan bahwasanya Islam mengandung tuntunan Samawi dengan bentuknya yang utuh dan sempurna guna membimbing umat manusia mencapai hubungan kedekatan dengan Allah Ta’ala.
Kami menjunjung tinggi kebebasan suara hati lebih dari segala kemerdekaan dan sebagai hak-hidup setiap makhluk manusia. Kami memandang tidak ada dosa yang begitu keji seperti tindakan paksa atau kekerasan dalam urusan agama. Kami memandang haram untuk berperang atau memerangi pemerintah atau bangsa yang memberi kemerdekaan penuh kepada penyuaraan kata hati dan agama orang-orang yang menghuni wilayah-wilayahnya. Kami memandang orang-orang Islam yang mensahkan perang disebabkan perbedaan dalam urusan agama adalah sebagai kesalahan besar dalam memegang akidah yang sama-sekali tidak sesuai dengan jiwa agama Islam yang hakiki ini.
Kami menganggap sebagai kewajiban agama yang pokok untuk mentaati sepenuhnya undang-undang dan peraturan pemerintah tempat kami bernaung. Kami memandang pemberontakan dan pembangkangan terhadap pemerintah yang berkuasa sebagai sesuatu yang sama-sekali tidak dibenarkan dan bertentangan dengan ajaran Islam. Kami memegang prinsip ini dengan seteguh-teguhnya dimana pun kami berada.
Kami percaya bahwa janji Tuhan yang diberikan-Nya kepada umat manusia melalui semua agama besar mengenai turunnya seorang nabi di akhir zaman telah menjadi kenyataan di dalam diri Hz.Mirza Ghulam Ahmad as., pendiri Jemaat Ahmadiyah. Beliau adalah Almasih yang ditunggu-tunggu oleh umat Kristen; Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam; dan Krishna yang dinanti-nantikan oleh umat Hindu. (Dikutip dari: Akidah Dan Tujuan Jemaat Ahmadiyah; Suvenir Peringatan Seabad Gerhana Bulan & Gerhana Matahari 1894-1994, Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 1994, h.46-47).
Latar Belakang Keluarga Hz.Mirza Ghulam Ahmad
Hz.Mirza Ghulam Ahmad berasal dari suatu rumpun keluarga yang merupakan pendatang dari Samarqand, sebuah kota di Asia Tengah. Nenek-moyang beliau hijrah dari Samarqand menuju Punjab, India pada awal abad keenambelas, di masa kekuasaan Emperor Babar dari Dinasti Moghul. Mereka memohon untuk dapat berkhidmat kepada dinasti tsb. dan mendapat kepercayaan di kawasan Punjab. [Lihat karangan-karangan Lepel H. Griffin: The Punjab chiefs (Lahore,1865),h.380-381; The Panjab chiefs (edisi baru, Lahore,1890),vol.2,h.49-50; Chiefs and families in the Panjab..., dikoreksi dan direvisi oleh W.L.Conran dan H.D.Craik (Lahore,1910),vol.2,h.40-41. Tentang silsilah keturunan keluarga tsb. lihat: Revised pedigree tables of the families mentioned in Griffin's "Punjab chiefs" and Massy's "Chiefs and families of note in the Punjab" (Lahore,1899),h.76. Sumber:Prophecy Continuous, Yohanan Friedmann, University of California Press, 1989,h.2]
Beliau adalah keturunan dari Haji Barlas, yang merupakan paman Amir Timur. Timur berasal dari suku Barlas yang terkenal dan yang menguasai kawasan Kish selama 200 tahun. Kawasan ini pada zaman dahulu dikenal dengan nama Sogdiana, yangmana ibukotanya adalah Samarkand. Mereka adalah suku yang berakar dari Persia. Kata Samarkand itu sendiri berasal dari Bhs.Farsi. Barlas juga demikian, artinya: pemuda gagah berani dari kalangan terhormat. Mirza Hadi Beg memimpin hijrah dari Samarkand tsb. menuju Punjab, India, dengan membawa rombongan sekitar 200 orang. Mereka membangun sebuah perkampungan yang tidak begitu jauh dari sungai Bias, dan menamakannya Islampur. Emperor Babar memberikan kepada beliau kawasan yang mencakup ratusan perkampungan. Dan beliau ditunjuk sebagai Qazi disana. Sehingga kampung kediaman beliau itu dikenal dengan nama Islampur Qazi. Akhirnya nama ini tinggal Qazi dan lebih dikenal dengan sebutan Qadi yang kemudian menjadi Qadian. (Lihat: Life of Ahmad, A.R.Dard, Tabshir Publication, 1948,vol.1,h.7-8)
Kelahiran & Pendidikan Awal
Hz.Mirza Ghulam Ahmad dilahirkan kembar di Qadian pada tahun 1835. Saudara kembar beliau (perempuan) wafat beberapa hari setelah lahir. (Lihat: Life of Ahmad, A.R.Dard, Tabshir Publication, 1948,vol.1,h.27)
Semenjak kecil beliau tidak pernah belajar di sekolah/madrasah ataupun suatu institusi pendidikan formal. Pada usia sekitar 7 tahun (sekitar thn.1841) beliau dididik oleh seorang guru privat yang bernama Fazl Ilahi. Ia seorang penduduk Qadian dan penganut mazhab Hanafiah. Ia mengajarkan Al-Quran dan beberapa dasar buku pelajaran bahasa Farsi. Pada usia 10 tahun Hz.Mirza Ghulam Ahmad dididik oleh guru privat bernama Fazl Muhammad. Ia berasal dari Feroze-wala, Gujran-wala, dan dari kelompok Ahli-Hadis. Ia mengajarkan dasar-dasar tata-bahasa Arab. Dan pada usia 17 atau 18 tahun beliau dididik oleh seorang guru Shiah, bernama Gul Ali Shah. Guru ini mengajarkan lebih lanjut tata-bahasa Arab dan juga mantik/logika. Selain itu ayah beliau adalah seorang tabib yang mahir, maka beliau pun memperoleh pendidikan dalam bidang ilmu ketabiban ini. Dan beliau mempunyai kecenderungan banyak menelaah buku-buku. Terutama dari perpustakaan keluarga yang masih terpelihara sejak turun-temurun. (Lihat: Sirrul-Khilafa, Mirza Ghulam Ahmad, Amritsar,1894,h.7; Life ofAhmad, A.R.Dard, Tabshir Publication, 1948,vol.1,h.29; Prophecy Continuous, Yohanan Friedmann, University of California Press, 1989,h.3)
Zaman Pergolakan & Perubahan Dunia
Banyak perubahan dan pergolakan sosio-politik dunia pada masa-masa itu. Imperialisme Barat menampakkan warnanya. Inggris Raya sedang jaya-jayanya hampir di seluruh belahan bumi ini. Namun sejauh yang berkaitan dengan masalah agama Kerajaan Inggris memberikan jaminan kebebasan beragama, khususnya dalam toleransi beragama. Yaitu dengan disahkannya rancangan undang-undang Emansipasi Katolik (Catholic Emancipation Bill) pada tahun 1829, yangmana dasarnya adalah penghapusan diskriminasi dalam perkara-perkara sipil dan kesama-rataan dalam hak-hak politis.
Banyak hal yang merubah pola pikir dan cara hidup dunia. Rancangan pembuatan terusan Suez sudah mulai dijajaki semenjak tahun 1833. Dan Terusan Suez itu selesai dibuat pada tahun 1865. Mesin cetak plat baja sudah ditemukan pada akhir abad ke-18. Dan mesin cetak praktis yang menggunakan tenaga uap pertama kali diproduksi dan digunakan pada tahun 1814. Kenderaan-kenderaan atau alat-alat transportasi praktis yang menggunakan tenaga uap dirancang pada tahun 1802, dan pada tahun 1824 sudah banyak yang beredar dengan sukses. Daimler menemukan internal-combustion-motor pada tahun 1885 yang menggunakan minyak/petroleum spirit. Kapal uap pertama mulai menjelajahi jarak antara Liverpool dan Glasgow pada tahun 1815. Jaringan kereta-api pun mulai dibuka di Inggris pada tahun 1825. Electric telegraphy mulai digunakan pada tahun 1820 sebagai sarana komunikasi antar berbagai tempat di seluruh dunia. Mesin elektro-magnetik mulai digunakan pada tahun 1832. Pada tahun 1846 telah ditemukan sistim anaesthetik. Dan sistim antiseptik dalam perawatan luka mulai diakui pada tahun 1867. Penelitian Pasteur tentang teori kuman pada penyakit-penyakit infeksi dimulai pada tahun 1850. Dan malaria serta tuberculosis ditemukan pada tahun 1880. Penggunaan listrik secara komersial untuk sarana penerangan telah dimulai pada tahun 1879. Dan telephone ditemukan pada tahun 1876. Demikian pula X-ray ditemukan pada tahun 1895. Ringkasnya banyak sekali penemuan-penemuan baru yang mengubah pola pikir dan pola hidup manusia. (Life of Ahmad, A.R.Dard, Tabshir Publication, 1948,vol.1,h.20-24)
Kebangkitan Kristen
Selain itu di bidang keagamaan, missi-missi Kristen mulai bergerak dengan gencarnya di seluruh dunia semenjak tahun 1804, khususnya ketika British & Foreign Bible Society terbentuk. (Life of Ahmad, A.R.Dard, Tabshir Publication, 1948,vol.1,h.20-24)
Bahkan kurun waktu antara tahun 1815 hingga 1914 telah ditetapkan oleh kelompok Kristen sebagai The Great Century of World Evangelization (Abad Agung Penginjilan Dunia). Dan anak-benua India merupakan sebuah sasaran yang dijadikan sebagai proyek besar bagi gerakan penginjilan/kristenisasi itu. Dan jutaan orang masuk ke dalam agama Kristen melalui gerakan-gerakan missionaris Kristen disana. Misalnya: missi-missi Kristen dari Inggris antara lain Methodists masuk ke India pada tahun 1819; Scottish Presbyterians masuk pada tahun 1823. Sedangkan missi-missi Kristen dari Amerika antara lain: Congregationalist (American Board) masuk ke India pada tahun 1810; Presbyterians pada tahun 1834; Baptists pada tahun 1836; Lutherans pada tahun 1840; dan Methodists pada tahun 1856. Kemudian German Gossner Mission masuk pada tahun 1839. Dan Scandinavian Lutherans pada tahun 1867. Dan uniknya Ratu Victoria memproklamirkan kebebasan beragama serta sikap tidak memihak Kerajaan Inggris Raya pada suatu agama, di India pada tahun 1858. (Lihat: World Christian Encyclopedia, David B.Barrett, Oxford,1982,p.23-30)
Kebangkitan Gerakan Neo-Hindu
Bersamaan dengan itu di anak-benua India pun bermunculan kelompok-kelompok Neo-Hindu yang gencar menghadapi perkembangan zaman. Diantaranya yang paling militan dan agressif adalah sekte Arya Samaj(Aryan Society) yang didirikan pertama kali pada tahun 1875 di Bombay oleh Swami Dayananda Saraswati (1824-1883). Ini adalah suatu gerakan yang ingin mengembalikan kemurnian agama Hindu dan menampilkannya sebagai suatu kebanggaan nasional India. Swami Dayananda Saraswati ini mulai mengembangkan ajaran Neo-Hindu-nya sejak tahun 1865. Alirannya banyak menentang pemahaman-pemahaman Hindu Brahma yang ortodox. Selain itu mereka melancarkan serangan besar-besaran terhadap Kristen maupun Islam. Swami Dayananda Saraswati yang digelari “Hindu Luther” oleh penentangnya, juga menulis sebuah ‘Bible’ Arya Samaj yang bernama Satyarth Prakash, yang berisikan penafsiran/terapan-terapan ayat Veda yang menggambarkan sikap Hindu terhadap agama-agama lainnya dan terhadap permasalahan-permasalahan sosial kontemporer. Sekte ini berkembang menjamur di India dengan cepat, khususnya di wilayah Punjab. (Lihat:The Raj, India & the British 1600-1947, C.A.Bayly, National Potrait Gallery Publications, London,1990,p.305-306; Life of Ahmad, A.R.Dard, Tabshir Publication, 1948,vol.1,h.61; Arya Dharm: Hindu consciousness in 19th century Punjab, Kenneth W.Jones, Univercity of California Press, Berkeley and Los Angeles, 1976; Prophecy Continuous, Yohanan Friedmann, University of California Press, 1989,foot note p.4)
Buku Barahiin Ahmadiyyah
Kondisi Islam pada saat itu benar-benar menyedihkan. Di satu sisi gerakan Kristenisasi sedang gencar-gencarnya berjalan di India dan menarik ratusan ribu orang masuk ke dalam agama Kristen dan di sisi lain serangan-serangan pihak Hindu terhadap Islam, Al-Quran dan terhadap wujud suci Nabi Muhammad Mustafa saw..
Kondisi inilah yang banyak mewarnai kehidupan awal daripada Hz.Mirza Ghulam Ahmad as.. Beliau banyak menelaah literatur-literatur yang berkaitan dengan agama-agama tersebut. Beliau secara personal banyak terlibat dalam upaya-upaya untuk membela Islam dari serangan-serangan di kedua arah tsb.. Disamping itu beliau sendiri mengalami perkembangan rohaniah.
Sejak tahun 1872 Hz.Mirza Ghulam Ahmad as. sudah giat membela Islam membalas serangan-serangan dari kelompok Kristen dan kelompok Hindu khususnya Arya Samaj dan Brahmu Samaj. Beliau banyak menulis artikel-artikel berkenaan dengan itu di berbagai media massa. Antara lain jurnal Manshur Muhammadi yang terbit dari Bangalore, Maysore, India Selatan, setiap 10 hari sekali. Kemudian pada beberapa surat-kabar yang terbit dari Amritsar a.l: Wakil; Safir Hind; Widya Prakash; dan Riaz Hind. Demikian pula pada Brother Hind (Lahore), Aftab Punjab (Lahore), Wazir Hind (Sialkot), Nur Afshan (Ludhiana) dan Isyaatus-Sunnah (Batala). Begitu juga pada Akhbar-e-Aam (Lahore). (Lihat: Ahmadiyyat, The Renaissance of Islam, Muhammad Zafrullah Khan, Tabshir Publications, London,1978,h.16; Life of Ahmad, A.R.Dard, Tabshir Publication, 1948,vol.1,h.63)
Melihat serangan terhadap Islam semakin menjadi-jadi, dan tidak ada upaya berarti yang dilakukan oleh pemuka-pemuka Islam, maka berdasarkan bimbingan dari Allah Ta’ala, Hz.Mirza Ghulam Ahmad as. mulai menulis buku Barahiin Ahmadiyya. Jilid 1 dan 2 diterbitkan pada tahun 1880; jilid 3 terbit pada tahun 1882; dan jilid 4 pada tahun 1884. Intinya beliau memaparkan bukti-bukti keunggulan dan hidupnya agama Islam serta ketinggian/kemuliaan Kitab Suci Al-Quran dan Rasulullah saw. sebagai perbandingan dengan agama Hindu, Kristen dan agama-agama lainnya.
Pada jilid pertama beliau lebih memfokuskan pada balasan serangan terhadap ajaran Arya Samaj yang menghina Rasulullah saw., Nabi Isa as., dan Nabi Musa as. serta yang menuduh kitab-kitab suci para nabi tsb. adalah palsu. Disamping itu beliau menyerang akidah Arya Samaj yang menyatakan bahwa ruh tidak diciptakan oleh Tuhan, melainkan telah ada dengan sendirinya sejak awal-permulaan. (Barahiin Ahmadiyyah, Rohani Khazain vol.1,h.72; Life of Ahmad, A.R.Dard, Tabshir Publication, 1948,vol.1,h.70)
Jilid kedua masih berkenaan dengan akidah-akidah Arya Samaj. Kemudian mengenai kedudukan dan perlunya wahyu. Mengenai keunggulan Kitab Suci Al-Quran atas kitab-kitab agama lainnya. Dan juga beliau menekankan kaidah dasar pembuktian kebenaran suatu agama yang harus berdasarkan pada kitab suci yang diakui oleh agama itu sendiri. Pada jilid ketiga beliau merinci keindahan dan kemuliaan Al-Quran. Beliau menjawab serangan-serangan yang ditujukan kepada Al-Quran. Dan beliau menyatakan bahwa beliau menerima wahyu-wahyu dari Allah Ta’ala dan beliau bersedia untuk membuktikan kebenarannya. Pada jilid keempat beliau membahas tentang bentuk asli bahasa umat manusia; tentang kedudukan mukjizat dan pentingnya nubuatan-nubuatan/ khabar-ghaib seorang nabi berkenaan masa mendatang. Beliau memaparkan konsep-konsep agama Budha, Kristen dan Hindu Arya Samaj tentang Tuhan, dan membuktikan keunggulan ajaran Islam. Dan kitab-kitab Yahudi pun beliau paparkan sebagai perbandingan dengan Al-Quran. (Life of Ahmad, A.R.Dard, Tabshir Publication, 1948,vol.1,h.70-76)
Salah satu aspek yang sangat beliau tekankan dan beliau tampilkan sebagai bukti tetap hidupnya agama Islam hingga hari Kiamat adalah adanya hubungan komunikasi yang hidup antara Tuhan dengan hamba-hamba-Nya. Beliau paparkan sendiri pengalaman-pengalaman rohaniah beliau dalam bentuk wahyu, ilham, rukya-rukya, maupun kasyaf.
Reaksi & Dukungan Ummat Bagi Barahiin Ahmadiyyah
Sebelumnya, Hz.Mirza Ghulam Ahmad tidak begitu dikenal. Dan beliau berjuang sendirian. Namun setelah penerbitan buku Barahiin Ahmadiyyah, keadaan menjadi berubah dan beliau mulai dikenal dan tampil secara terbuka. Barahiin Ahmadiyyah mendapat sambutan yang sangat besar dari kalangan umat Islam. Buku ini telah menimbulkan suatu kejutan dan gejolak revolusi besar bagi pihak-pihak non-Islam maupun bagi kalangan Islam sendiri. Para pemuka Islam yang tadinya telah kehilangan nyali, seolah-olah mendapatkan seorang pembela Islam yang ulung sehingga mereka serentak berdiri di belakang beliau mendukung, dalam menghadapi serangan-serangan pihak non-Islam. Berikut ini beberapa kutipan sambutan dan dukungan tokoh-tokoh Islam India pada masa itu.
Mlv.Muhammad Hussein Batalvi, seorang tokoh terkemuka dari kelompok Ahli Hadis di India, banyak memberikan sanjungan terhadap buku Barahiin Ahmadiyyah maupun terhadap penulisnya. Beliau ini adalah seorang tokoh yang sangat mendukung perjuangan Hz.Mirza Ghulam Ahmad a.s. pada mulanya, namun pada akhirnya beliau berubah menjadi penentang keras beliau as.. Di dalam salah satu risalahnya, Mlv.Muhammad Hussein Batalvi menuliskan kesaksian beliau tentang buku Barahin Ahmadiyah:
“Menurut pendapat saya — pada zaman sekarang dan sesuai kondisi yang berlaku — buku ini adalah sedemikian rupa, yangmana sampai saat ini di dalam Islam tidak ada bandingannya yang telah ditulis, dan tidak pula ada khabar di masa mendatang…. Penulisnya pun — dalam hal memberikan bantuan kepada Islam dari segi harta, jiwa, tulisan maupun lisan — sangat teguh dan kukuh pada langkah-langkahnya. Sehingga sangat sedikit ditemukan contoh yang seperti beliau, walau dari kalangan umat Islam terdahulu sekali pun…” (Risalah Isyaatus-Sunnah jld.7, no.6-11; Swanah Fazl Umar, Jld.I, hal.20)
Kemudian berikut ini ulasan dari seorang tokoh sufi terkenal di India yang berasal dari Ludhiana. Yaitu Hz.Sufi Ahmad Jaan r.a.. Banyak murid maupun pengikut beliau yang menjadi tokoh-tokoh pemuka agama Islam saat itu. Sang sufi ini menuliskan ulasan tentang buku Barahiin Ahmadiyyah di dalam sebuah selebaran beliau yang berjudul Isytihar Wajibul Izhar:
“Di zaman abad ke empatbelas telah berkecamuk sebuah tofan kebobrokan di dalam setiap agama. Seperti yang dikatakan orang: orang-orang kafir baru banyak bermunculan, dan orang-orang Islam baru pun banyak bermunculan. Tidak diragukan lagi, diperlukan sebuah buku dan seorang mujaddid seperti Barahiinn Ahmadiyah serta penulisnya Maulana Mirza Ghulam Ahmad Sahib. [Yaitu] yang dengan berbagai cara siap untuk membuktikan da’wah Islam atas para penentang. Beliau bukanlah berasal dari kalangan ulama maupun cendekiawan umum. Melainkan secara khusus [datang] untuk tugas ini sebagai utusan dari Allah; penerima ilham dan yang bercakap-cakap dengan Allah…. Sang penulis adalah mujaddid, mujtahid, muhaddats bagi abad-keempat belas ini, dan merupakan seorang yang kamil dari kalangan umat ini. Hadis Nabawi ini pun mendukung beliau: ‘Ulama ummati kalanbiyaa Bani Israil’… Wahai para penelaah! Dengan niat yang benar serta dengan semangat kebenaran yang sempurna saya menyampaikan hal ini, bahwa tidak diragukan lagi bahwasanya Mirza Sahib adalah mujaddid era ini. [Beliau merupakan] ‘pedoman’ bagi para pencari jalan [kebenaran]; matahari bagi orang-orang yang berhati batu; penunjuk jalan bagi orang-orang yang sesat; pedang nyata bagi para pengingkar Islam; hujjah sempurna bagi para pendengki. Yakinilah bahwa tidak akan datang lagi masa yang seperti ini. Ketahuilah, bahwa masa ujian telah tiba. Dan Hujjah Ilahi telah tegak. Dan bagaikan matahari jagat raya, telah diutus seorang Haadi Kamil (pemberi petunjuk yang sempurna), supaya ia menganugerahkan nur kepada orang-orang yang benar dan mengeluarkan [mereka] dari kegelapan dan kesesatan. Serta akan menghujjat para pendusta”. (Swanah Fazl Umar, jld.I, hal.21-22)
Reaksi Pendukung & Permintaan Untuk Menerima Baiat
Banyak dari kalangan umat Islam yang berkeinginan untuk menjadi murid beliau dan meminta agar beliau mau menerima bai’at mereka.
Pada bulan Maret 1882 pertama kali Hz.Mirza Ghulam Ahmad memperoleh perintah dari Allah Ta’ala bahwasanya beliau dijadikan Ma’mur Minallah (Utusan Allah). Dari itu juga beliau menyatakan diri sebagai Mujaddid. Wahyu ini beliau terbitkan di dalam Barahiin Ahmadiyyah jilid I edisi pertama pada cat.kaki pd.cat.kaki hal.238. (Adapun bunyi wahyu tsb. adalah: “Qul inny umirtu wa’anaa awwalul-mu’miniyn — [Katakanlah, aku telah diutus/diperintahkan, dan akulah yang pertama beriman]“. (Lihat: Tazkirah, Bhs.Urdu, Al-Syirkatul Islamiyah, Rabwah, 1969,h.44; Rohani Khazain jld.1,h.265)
Semenjak awal tahun 1883 sudah banyak orang yang mengutarakan keinginan mereka untuk bai’at di tangan beliau. Namun beliau belum dapat menerimanya sebab belum ada petunjuk dari Allah Ta’ala.
Akhirnya setelah ada petunjuk dari Allah Ta’ala pada bulan Februari atau Maret 1888, maka pada akhir tahun 1888 beliau menyebarkan selebaran undangan untuk bai’at, yang beliau tujukan kepada para pencahari kebenaran.
Dan pengambilan bai’at yang pertama berlangsung di Ludhiana pada tanggal 23 Maret 1889. Pada bai’at pertama ini sebanyak 40 orang menyatakan ikrar bai’at mereka di tangan Hz.Mirza Ghulam Ahmad. Inilah yang dinyatakan sebagai peletakan fondasi pertama dari Jemaat Ahmadiyah (Life of Ahmad, A.R.Dard, Tabshir Publication, 1948,vol.1,h.139-140, 151-159)
Reaksi & Penentangan Dari Pihak Non-Islam
Sebaliknya, Barahiin Ahmadiyyah telah membangkitkan reaksi keras dari kalangan non-Islam, terutama Hindu Arya Samaj, yang kemudian diikuti oleh kelompok Kristen. Hz.Mirza Ghulam Ahmad mulai menghadapi mereka langsung dengan mengadakan perdebatan-perdebatan.
Yang pertama berlangsung adalah perdebatan beliau dengan seorang guru dan anggota Arya Samaj, Lala Murli Dhar, pada bulan Maret 1886 di Hosyiarpur. Dhar menyerang pendapat Islam berkenaan dengan mukjizat Syaqqul-Qamar, sedangkan Hz.Mirza Ghulam Ahmad mengecam akidah Arya Samaj yang menyatakan bahwa ruh tidak diciptakan oleh Tuhan melainkan telah ada dari sejak awal. (Lihat: Surmah Chasm Arya & Rohani Khazain jld.2,h.49-308; Arya Dharm: Hindu consciousness in 19th century Punjab, Kenneth W.Jones, Univercity of California Press, Berkeley and Los Angeles, 1976; Prophecy Continuous, Yohanan Friedmann, University of California Press, 1989,p.4-5)
Kemudian pada tahun 1886 itu juga Pandit Lekh Ram dari Arya Samaj menyerang Hz.Mirza Ghulam Ahmad. Ia menerbitkan buku dan selebaran-selebaran yang mencaci maki Rasulullah saw. dan Islam serta menghina diri Hz.Mirza Ghulam Ahmad as.. Terjadi polemik keras antara keduanya. Pandit Lekh Ram mengalami kematian yang tragis dan misterius pada tahun 1897 setelah adanya nubuatan-nubuatan dari Hz.Mirza Ghulam Ahmad.
Penda’waan Hz.Mirza Ghulam Ahmad & Gelombang Penentangan
Pada akhir tahun 1890 Hz.Mirza Ghulam Ahmad menerima wahyu yang menyatakan bahwa Nabi Isa as. telah wafat dan Almasih yang dijanjikan kedatangannya di akhir zaman itu beliau lah orangnya. (Yakni: “Masih Ibnu Maryam Rasulullah faot hocuka he, aor uske rangg me ho kar wa’dah ke muwafiq tu aya he — [Masih ibnu Maryam rasul Allah, telah wafat. Sesuai dengan janji, engkau datang dengan menyandang warnanya.” (Lihat: Tazkirah, Bhs.Urdu, Al-Syirkatul Islamiyah, Rabwah, 1969,h,183; Izalah Auham, Mirza Ghulam Ahmad,jld.2,h.561-562; Rohani Khazain, Add.Nazir Ishaat, London, jld.3,h.402)
Dan pada awal tahun 1891 beliau menda’wakan diri beliau sebagai Almasih yang dijanjikan atau Masih Mau’ud, dan juga sebagai Imam Mahdi. (Da’watul Amir, Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad, terj.Bhs.Indonesia, Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 1989, hal.xii)
Semenjak itu gelombang penentengan semakin marak. Yakni dari kalangan umat Islam sendiri dan juga dari kalangan Kristen. Semenjak itu banyak terjadi perdebatan-perdebatan seputar hidup matinya Nabi Isa. Beberapa perdebatan penting antaranya adalah sbb..
Dari kalangan umat Islam yang menentang justru bekas sahabat beliau yang memberikan dukungan sepenuhnya terhadap karya beliau Barahiin Ahmadiyyah, yaitu Muhammad Hussein Batalwi, seorang tokoh Ahli Hadis terkemuka di India pada masa itu. Sebab Muhammad Hussein Batalwi berakidah bahwasanya Nabi Isa as. masih hidup di langit dan akan turun ke bumi. Perdebatan ini berlangsung di Ludhiana pada bulan Juli 1891.
Kemudian masih mengenai Nabi Isa, berlangsung perdebatan di Delhi pada bulan Oktober 1891 antara Hz.Mirza Ghulam Ahmad as. dengan Muhammad Nazir Hussein dan Abu Muhammad Abdul Haq.
Dari kalangan Kristen yang tampil adalah Henry Martin Clark, seorang tokoh Kristen yang mendirikan missi kesehatan dari Church Missionary Society di Amritsar pada tahun 1892. Pada bulan April 1893 Hz.Mirza Ghulam Ahmad as. menerima tantangannya untuk mengadakan perdebatan. Perdebatan itu sendiri berlangsung selama 15 hari pada bulan Mei 1893. Dalam perdebatan tsb. Clark dibantu oleh Abdullah Atham, seorang tokoh Kristen yang berasal dari Islam. Inti perdebatan adalah tentang ketuhanan Jesus.
Pada tahun 1891 Hz.Mirza Ghulam Ahmad menulis buku Izalah Auham dimana beliau memaparkan sebanyak 30 dalil Al-Quran berkenaan dengan telah wafatnya Nabi Isa as..
Pada tahun 1898 diperoleh informasi bahwasanya kuburuan Nabi Isa ada di Srinagar, Kashmir, India. Hz.Mirza Ghulam Ahmad mengirimkan expedisi untuk menyelidiki hal itu. Dan pada tahun 1899 beliau menulis buku Masih Hindustan Me (Almasih di India). Di dalam buku ini beliau memaparkan kesaksian-kesaksian Bible bahwa Nabi Isa itu tidak mati di tiang salib, melainkan selamat dari kematian di tiang salib yang terkutuk itu. Dan dari bukti-bukti sejarah Hz.Mirza Ghulam Ahmad memaparkan bahwasanya setelah peristiwa penyaliban itu Nabi Isa pergi mencari domba-domba Bani Israil yang hilang ke kawasan Asia tengah. Mulai dari Syiria, Iraq, Iran, Afghanistan, sampai ke India. Dan akhirnya wafat dan dikebumikan di Srinagar, Kashmir, India.
Pada tahun 1901 Hz.Mirza Ghulam Ahmad memperjelas penda’waan beliau sebagai nabi zilli (bayangan) dan ummati (selaku umat Nabi Muahammad saw.) yang merupakan berkat mengikuti dan mematuhi sepenuhnya Syariat dan Sunnah Rasulullah saw.. (Lihat: Da’watul Amir, Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad, terj.Bhs.Indonesia, Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 1989, hal.xiii)
Karya-karya Tulis Hz.Mirza Ghulam Ahmad
Disamping beliau menghadapi polemik-polemik tsb. dengan berbagai kalangan tokoh agama, Hz.Mirza Ghulam Ahmad as. sangat giat menulis buku-buku. Tercatat sebanyak 88 judul buku yang beliau tulis di dalam beberapa bahasa, antara lain Bhs.Urdu, Arab, dan Farsi. Kumpulan karya tulis beliau ini kini diterbitkan dalam satu set dengan nama Rohani Khazain yang terdiri dari 23 volume.
Media-media Massa Yg Diterbitkan Oleh Hz.Mirza Ghulam Ahmad
Selain itu Hz.Mirza Ghulam Ahmad as. di masa hidup beliau juga menerbitkan media-media massa untuk menyebar-luaskan misi pertablighan Islam. Mingguan Al-Hakam (Urdu) mulai terbit sejak tahun 1897. Kemudian Al-Badr mulai terbit sejak tahun 1902, juga dalam Bhs.Urdu. Sedangkan The Review of Religions dalam Bhs.Inggris mulai terbit pada tahun 1902.
Gerakan Al-Wasiyyat & Kewafatan
Pada tahun 1905, berdasarkan petunjuk Allah Ta’ala, Hz.Mirza Ghulam Ahmad mencanangkan suatu gerakan yang dinamakan Al-Wasiyyat. Yakni suatu gerakan pengorbanan harta dalam bentuk wasiyat, untuk memajukan dan menyebar-luaskan Islam ke seluruh dunia. Beliau membentuk sebuah badan utama yang dinamakan Sadr Anjuman. Yaitu yang akan mengelola segala permasalahan sekular missi tsb.. Dan beliau mewasiatkan tentang akan adanya silsilah khilafat yang akan menggantikan beliau dan akan memimpin missi tsb..
Dan Hz.Mirza Ghulam Ahmad as. wafat di Lahore pada tanggal 26 Mei 1908. Jenazah beliau dibawa ke Qadian dan dikebumikan disana.
Silsilah Khilafat & Perkembangan Ahmadiyah Di Seluruh Dunia
Setelah Hz.Mirza Ghulam Ahmad as. wafat, beliau digantikan oleh Khalifatul Masih I, yaitu Hz.Mlv.Hafiz Hakim Nuruddin ra.. Pertablighan Islam dan pengembangan missi Ahmadiyah ke Eropa sudah dimulai pada masa beliau ini.
Khalifatul Masih I wafat pada tahun 1914 dan digantikan oleh Khalifatul Masih II, yaitu Hz.Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad ra.. Pertablighan Islam dan pengembangan missi Ahmadiyah ke seluruh dunia lebih terorganisir. Pengorganisiran itu beliau wujudkan pada tahun 1935 dalam bentuk suatu gerakan yang dikenal dengan nama Tahrik Jadid (Gerakan Baru). Di dalam gerakan ini beliau menghimpun dana sukarela dari para anggota dan mengumpulkan tenaga-tenaga sukarela yang mewakafkan diri mereka untuk pengembangan Islam ke seluruh dunia. Pada masa Khalifatul Masih II ini Jemaat Ahmadiyah telah berkembang di Asia, Eropa, Afrika dan Amerika.
Setelah memimpin selama lebih-kurang 50 tahun, Khalifatul Masih II wafat pada tahun 1965 dan digantikan oleh Khalifatul Masih III, yaitu Hz.Mirza Nasir Ahmad. Beliau wafat pada tahun 1982 dan digantikan oleh Hz.Mirza Tahir Ahmad sebagai Khalifatul Masih IV yang memimpin Jemaat Ahmadiyah di seluruh dunia pada saat sekarang ini.
Kini Jemaat Ahmadiyah telah tersebar di lebih dari 140 negara di dunia. Program-program penyebaran Islam ke seluruh dunia dan pengkhidmatan kepada umat manusia dalam bentuk penghimbauan kepada Allah Ta’ala (Da’wah Ilallah), dijadikan sebagai prioritas utama. Misalnya pengiriman muballigh-muballigh ke manca-negara; penerjemahan Al-Quran dan tafsirnya ke dalam berbagai bahasa (target:100 bahasa dunia). Pembangunan mesjid-mesjid dan sarana-sarana lainnya. Pengembangan literatur-literatur yang menyinggung berbagai aspek. Pengembangan sarana dakwah Islam melalui satelit dalam program MTA (Muslim Television Ahmadiyya) dsb..
Ahmadiyah Di Indonesia
Missi Jemaat Ahmadiyah pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1925. Latar-belakangnya adalah sikap keingin-tahuan beberapa pemuda Indonesia yang berasal dari pesantren/madrasah Thawalib, Padang Panjang, Sumatra Barat.
Thawalib yang beraliran modern, berbeda dengan institusi-institusi Islam ortodox pada masa itu. Misalnya, para santrinya tidak hanya mendalami Bhs.Arab maupun Arab Melayu tetapi juga sudah diperkenankan membaca tulisan Latin.
Beberapa santrinya membaca di dalam sebuah surat-kabar tentang orang Inggris yang masuk Islam di London melalui seorang da’i Islam berasal dari India, Khwaja Kamaluddin. Hal ini sangat menarik perhatian mereka. Dan inilah yang mendorong beberapa santri tsb. untuk mencari tokoh itu. Zaini Dahlan, Abu Bakar Ayyub, dan Ahmad Nuruddin adalah tiga orang santri Thawalib yang berangkat untuk tujuan tsb.. Mereka sampai di Lahore (masa itu masih India, kini masuk wilayah Pakistan) pada tahun 1923.
Dari Lahore mereka lebih dalam masuk ke Qadian dan berdialog dengan pimpinan Jemaat Ahmadiyah pada saat itu, Khalifatul Masih II ra.. Dan akhirnya mereka bai’at dan belajar di Qadian mendalami Ahmadiyah.
Atas permohonan mereka kepada Khalifatul Masih II, maka dikirimlah utusan pertama Jemaat Ahmadiyah ke Indonesia pada tahun 1925. Yaitu Hz.Mlv.Rahmat Ali ra..
Pertama-tama beliau masuk dari Aceh ke Tapaktuan. Tahun 1926 beliau menuju Padang. Dan tahun 1929 Jemaat Ahmadiyah sudah berdiri di Padang. Pada tahun 1930 beliau menuju Batavia/Jakarta, dan tahun 1932 Jemaat Ahmadiyah telah berdiri di Batavia/Jakarta. Mulai dari itu banyak jemaat/cabang-cabangnya berdiri di Jawa Barat dan kawasan-kawasan lainnya. Saat ini Jemaat Ahmadiyah Indonesia dengan 181 jemaat-lokalnya (cabang) telah berdiri di seluruh provinsi di Indonesia.
Pusat Jemaat Ahmadiyah Indonesia sejak tahun 1935 berada di Jakarta. Dan pada tahun 1987 pindah ke Parung, Bogor.
Penyusun: MI & Ir.Syarif Ahmad Lubis MSc
Irenaeus Ahmad
4 Juni, 2008 at 6:53 pm
tuk irenaeus
sampeyan kayaknya lebih pinter dari MUI
sepertinya cocok menggantikan ketua MUI yang sekarang
kalau perlu sampeyan saya calonkan juga jadi nabi pengganti si mirza ghulam…
deden
4 Juni, 2008 at 7:16 pm
@deden
Not sure kalau komen Anda menyindir atau apa
If seriously though,
Yang jelas saya hanya sebutir pasir di hamparan padang sahara… mendahaga kucuran air Cinta dan Rahmat Ilahi
Allah sendiri mengatakan orang yang mengaku utusan-Nya tapi ternyata hanya mengaku-aku maka:…
Jawabannya baca aja sendiri yah di QS69:44-46
Wassalam,
Irenaeus Ahmad
Irenaeus Ahmad
4 Juni, 2008 at 7:29 pm
@irenaeus
.quote.
Penda’waan Hz.Mirza Ghulam Ahmad & Gelombang Penentangan
Pada akhir tahun 1890 Hz.Mirza Ghulam Ahmad menerima wahyu yang menyatakan bahwa Nabi Isa as. telah wafat dan Almasih yang dijanjikan kedatangannya di akhir zaman itu beliau lah orangnya. (Yakni: “Masih Ibnu Maryam Rasulullah faot hocuka he, aor uske rangg me ho kar wa’dah ke muwafiq tu aya he — [Masih ibnu Maryam rasul Allah, telah wafat. Sesuai dengan janji, engkau datang dengan menyandang warnanya.” (Lihat: Tazkirah, Bhs.Urdu, Al-Syirkatul Islamiyah, Rabwah, 1969,h,183; Izalah Auham, Mirza Ghulam Ahmad,jld.2,h.561-562; Rohani Khazain, Add.Nazir Ishaat, London, jld.3,h.402)
.unquote.
menurut saya tidak ada wahyu yang di sampaikan kepada umat manusia lagi semenjak meninggalnya Nabi Muhammad SAW
terlebih bila wahyu itu melalui mirza ghulam.
jadinya gak ada bedanya mirza sama lia eden atau musadek. merasa sama-sama dapat wahyu.
jin bisa menyerupai apa aja. dan bisa saja seakan-akan memberikan wahyu ke manusia dengan wujud seakan-akan malaikat.
manusia bodoh saja yang bisa terpedaya jin.
yang ada mirza adalah penjelmaan dajjal
itu pendapat saya.mo beda silahkan.
kata si dur wahid (gak pake gus)…gitu aja kok repot
deden
4 Juni, 2008 at 8:43 pm
@deden
Memang itu terserah masing-masing sih..
Anda mau membatasi Kehendak Allah SWT untuk berbicara dengan manusia-manusia pilihan-Nya (Al-Mutakallim), itu memang terserah Anda..
Tapi apakah Allah akan berhenti melakukannya hanya karena Anda atau umat manusia sedunia menginginkannya begitu?? (another rhetoric question
)
Wassalam,
Irenaeus Ahmad
Irenaeus Ahmad
4 Juni, 2008 at 9:00 pm
In addition, wahyu tentang kewafatan Nabi Isa as adalah untuk mengkoreksi paham orang-orang Muslim pada umunya bahwa beliau as. masih hidup di langit.
Tapi Hz. Ahmad as. meyakinkan orang tidak dengan hanya wahyu itu saja, tapi beliau juga menulis buku yang memberikan bukti-bukti dari Quran, Hadist, Kitab-Kitab sejarah, dsb. untuk membuktikan Kebenaran klaim beliau.
Silahkan dibaca selengkapnya buku tersebut di: http://www.alislam.org/library/books/jesus-in-india/preface.html
Wassalam,
Irenaeus Ahmad
Irenaeus Ahmad
4 Juni, 2008 at 9:08 pm
kalau tidak setuju dengan anarkisme FPI jadilah HPI (Hamba Penolong Islam). Ambillah cara menyeru agama Allah dengan hikmah dan pelajaran yang baik.
http://arifrahmanlubis.wordpress.com/2008/06/04/menyikapi-bentrok-fpi-akkbb
::DG.LIMPO
arifrahmanlubis
4 Juni, 2008 at 9:12 pm
berantem lah kalian di jawa ……kami mau pisah dari indonesia…………mau bikin negara sendiri …….tapi apa mungkin ya?????………..kata kawan lagi nih ……..indonesia akan menjadi 17 bagian………. tanda – tanda untuk itu dah mulai kelihatan koq……… lha punya pemerintah di jawa gak besus…………….. gak tegas………tapai kalau indonesai jadi 17 bagian aku koq malah senang……paling tidak ada 17 presiden nya…….
::DG.LIMPO
imbalo
4 Juni, 2008 at 9:30 pm
Dunia ini diciptakan Allah berbangsa bangsa, ber-suku2, ber-puak2 dan berbagai keyakinan agama dan kepercayaan. Itu adalah ujian Allah thd kita, apakah kita bijak menghadapi perbedaan tsb ? Bagaimana kalau kita terlahir dari keluarga bukan muslim apakah kita ikut muslim ? Bagaimana kalau lahir dlm keluarga muslim apakah kita ikut agama lain? Pasti umumnya tidak!! Hendaknya kita sebagai muslim tau hal itu. Islam tidak mengajarkan kekerasan secara tidak bermartabat dalam kondisi yg bukan perang. Wass
MAMAN
4 Juni, 2008 at 10:01 pm
Dunia ini diciptakan Allah berbangsa bangsa, ber-suku2, ber-puak2 dan berbagai keyakinan agama dan kepercayaan. Itu adalah ujian Allah thd kita, apakah kita bijak menghadapi perbedaan tsb ? Bagaimana kalau kita terlahir dari keluarga bukan muslim apakah kita ikut muslim ? PASTI SULIT SEKALI mengubah keyakina orang lain yg diyakini sejak lahir atau kanak2. Akan sia2. Bagaimana kalau lahir dlm keluarga muslim apakah kita ikut agama lain? Pasti umumnya tidak!! Hendaknya kita sebagai muslim tau hal itu. Islam tidak mengajarkan kekerasan secara tidak bermartabat dalam kondisi yg bukan perang. Wass
::DG.LIMPO
MAMAN
4 Juni, 2008 at 10:03 pm
Jaman Rasulullah dulu, gak ada yg namanya bakar2an, gontok2an dengan sesama muslim… dengan umat lain pun kita tetap menghormati kepercayaannya, selama dia tidak mengancam jiwa dan raga muslimin yaitu dalam masa perang. Lagipula Indonesia tidaklah 100% muslim, dan bukan negara islam. Bukan pula dalam kondisi perang, lalu atas dasar apa segilintir orang yang menamakan diri mereka islam menghalalkan darah saudaranya????
::DG.LIMPO
rhakateza
4 Juni, 2008 at 10:39 pm
FPI tidak bisa disalahkan 100%. Inilah akibat pemerintahan yang sekuler. Ahmadiyah adalah ajaran sesat jika mereka masih menyatakan dirinya Islam, bayangkan mereka punya nabi sendiri yang lebih diagungkan dari Rasulullah SAW!!! Jika tetap mau mempercayai nabi yang mereka panggil Ghulam itu, ya musti buat agama baru, sebutin aja agama kalian agama Ahmadiyah, BUKAN ISLAM. Yang membela ‘kebebasan beragama’ itu setan, kebebasan gimana kalo udah merusak kepercayaan agama Islam, aqidah orang Islam yang sebenarnya. FPI brutal?Menurut saya tidak, karena udah memang saatnya ada tindakan seperti itu, lha Ahmadiyah terang-terangan SESAT kok tidak dibubarkan. Kejadian Monas memang di luar dugaan, ya namanya juga emosi yang tdk terbendung: AHMADIYAH HARUSNYA SEJAK DULU ENYAH DARI INDONESIA DENGAN NABI PALSUNYA!!! Gonto-gontokan dengan sesama muslim? Yang mendukung “kebebasan beragama” dengan Ahmadiyah itu bukan muslim, bro! Itulah kalo negara sekuler… Pikirannya dangkal kali! Kalo kita liat FPI meluluhlantakkan tempat-tempat mesum maksiat saya sangat setuju, lha kalo ‘baik-baik’ udah tidak mempan lagi, lha pemerintahnya sekuler… urusan agama pisah dari urusan hegara pisah dari urusan kemasyarakatan… Kebebasan beragama… Melawak…. Kebebasan yang mereka katakan ‘bebas merusak aqidah orang Islam’, ENYAH KAU AHMADIYAH… GO TO HELL…
DG.LIMPO
Edi Tarjo
5 Juni, 2008 at 12:59 am
jangan hanya melihat daripada yang tampak saja, namun hendaklah kita pahami dan kita fikirkan apa maksud yang ada didalamnya dan dasar dari perbuatannya.
perbaiki aqidah lebih dulu adalah yang utama, dengan aqidah yang baik akan ada pemahaman akan islam yang baik pula beserta seluruh aturan2nya.
DG.LIMPO
dyia_kya
5 Juni, 2008 at 1:15 am
FPI sebaiknya diBUBARKAN segera itu cepat lebih baik karena FPI mengandung kekerasan dan sudah jadi pembunuh orang tidak bersalah. Banyak korban berdarah dan malah sampai babak belur.
kARENA KEADAAN KEKERASAN DAN PERBUATAN FBI, itu membuat rakyat non muslim mendukung rakyat berhak menyerukan ” BUBARKAN FPI ( front Pembela Muslim) SEKARANG JUGA”
Bubarkan FPI agar tidak terjadi dan tidak terulang kembali. Bubarkan FPI segera sebelum masa mendatang ada korban berjatuhan bertambah. Non Muslim ingin keselamatan dan ketertiban bangsa Indonesia tidak terganggu oleh perbuatan FPI tidak benar dan merusak reputasi nama Bangsa Indonesia. Dari semua teman non muslim. Bubarkan FPI segera
DG.LIMPO
daniya
5 Juni, 2008 at 1:22 am
FPI salah….Karena menggunakan kekerasan dalam menyadarkan umat…
AKKBB lebih menyesatkan dengan membela Ahmadiyah…
Salam kenal dari padhepokananime
DG.LIMPO
padhepokananime
5 Juni, 2008 at 1:31 am
Banyak teman2 saya non muslim terutama kaum kristen dan non muslim lainnya benar-benar kasihan sama korban pemukulan dari FPI. Banyak sekali korban babak belur akibat kekerasan. itu perasaan kasihan yang dikeluarkan oleh non muslim dan ingin minta agar FPI segera dibubarkan segera agar tidak terjadi kekerasan berikutnya di masa mendatang.
“BUBARKAN FPI SEGERA” .Itu saran terbaik agar tidak mengganggu ketertiban dan keamanan bangsa Indonesia. Selain itu, perbuatan FPI itu merusak reputasi islamnya sendiri karena FPI juga sama muslim.
Ingat, bubarkan FPI segera itu terbaik..
daniya
5 Juni, 2008 at 1:31 am
FPI adalah nama (fronts pemberontok Islam)
Jadi FPI itu bukan “Fronts Pembelah Islam ”
Karena tindakan mereka selalu anarkis dalam segalah hal, yang sekarang terdengar nama mereka: laskar setan kafir menunggang agama islam mereka ini adalah preman-preman kelaparan., penganggur jalanan mereka bergabung dengan FPI karena isi perut yang sedang kelaparan dan manusia-manusia berotak tumbul inilah mereka dipergunakan untuk membela islam.
Mr.Nunusaku
5 Juni, 2008 at 5:43 am
Harus dipahami benar apa makna “Pembela Islam”. Pembela berarti berjuang untuk membela, berarti bukan menyerang. Persoalan yang dihadapi FPI adalah pemahaman bahwa jika ada orang lain yang berbeda dengan mereka maka itu dipandang sebagai orang yang sedang menyerang. Tidak mereka sadari bahwa berbeda tidak sama dengan menyerang. Sangat banyak orang yang berbeda di dunia ini, berbeda bangsa/suku/ras, berbeda pekerjaan/profesi sampai cengan berbeda agama/keyakinan. Oleh sebab itu saya sarankan agar FPI benar-benar menjadi “pembela”, membela umat Islam dengan mendorong mereka menjadi orang yang memahami dengan benar ajaran Islam. FPI bisa membela umat Islam dari “serbuan” kebobrokan moral dengan cara membina iman umat Islam. Pembelaan secara fisik hanya dilakukan – itupun jika benar-benar terpaksa – jika ada serangan fisik dari pihak luar. Oleh sebab itu sebaiknya FPI dipimpin oleh orang yang benar-benar Islam (saya kira tidak semua habib memahami Islam dengan baik dan benar). Rekruitment anggota juga harus benar-benar selektif. Orang yang berani mati belum tentu seorang Islam yang benar.
Pencinta damai
5 Juni, 2008 at 7:51 am
Aduuh FPI ku mengapa sampai terpeleset begitu, sungguh lho keberanianmu sangat dibutuhkan dalam situasi pemerintahan yg spt ini.
Barangkali ilmu agamaku tidak seberapa bila dibandingkan pimpinan FPI, tapi bukankah Islam mengajarkan “Kembali ke Al-Quran bila ada perbedaan pendapat”, knp pakai kekerasan ?.
Pengertian Islam sesat adalah ajaran yang tidak sesuai dengan Al-Quran dan Haditz.
Memukuli pengikut Islam yang dianggap sesat, jelas tidak sesuai dengan Al-Quran dan Haditz,……sesat juga dong, ha ha ha.
Minum darah org2 Islam sesat adalah halal,………dalil dari mana tuh ?
Suparto
5 Juni, 2008 at 7:54 am
@irenaeus
.quote.
@deden
Memang itu terserah masing-masing sih..
Anda mau membatasi Kehendak Allah SWT untuk berbicara dengan manusia-manusia pilihan-Nya (Al-Mutakallim), itu memang terserah Anda..
Tapi apakah Allah akan berhenti melakukannya hanya karena Anda atau umat manusia sedunia menginginkannya begitu?? (another rhetoric question
)
.unquote.
.quote.
In addition, wahyu tentang kewafatan Nabi Isa as adalah untuk mengkoreksi paham orang-orang Muslim pada umunya bahwa beliau as. masih hidup di langit.
Tapi Hz. Ahmad as. meyakinkan orang tidak dengan hanya wahyu itu saja, tapi beliau juga menulis buku yang memberikan bukti-bukti dari Quran, Hadist, Kitab-Kitab sejarah, dsb. untuk membuktikan Kebenaran klaim beliau.
Silahkan dibaca selengkapnya buku tersebut di: http://www.alislam.org/library/books/jesus-in-india/preface.html
.unquote.
———————–
tadi malem saya baru dapet wahyu nih dari dari melalui malaikat jibril……
saya di suruh jadi imam mahdi……
kebetulan lowongan jadi imam mahdi lagi kosong…..
pak mirza dah meninggal……
saya di beri nama imam mahdi junior
pada waktu menerima wahyu tersebut, saya di bisiki (jadi inget pak wahid)sama malaikat jibril bahwa wahyu ke pak mirza ternyata belum selesai.malaikat Jibril lupa menyampaikan,katanya malaikat jibril waktu itu dia sibuk banget diskusi sama pak mirza jadi kecapean trus ketiduran.sampai pak mirza meninggal, lupa di sampaikan.padahal sangat penting untuk umat manusia.
wahyunya nabi nabi isa kuburannya bukan di india, tapi di parung bogor.
hehehe…becanda….key,sekarang serius….
orang yang rajin beribadah dan istiqomah pasti berbeda tingkat kemesraan hubungan antara manusia dengan tuhannya. tapi hanya antara dia dan tuhannya. bukan wahyu untuk umat manusia. untuk dirinya sendiri iya. dalam islam gak ada yang perlu di sempurnakan lagi. dah sempurna kok. tenang aja. gak usah repot-repot menyempurnakan.
mas daeng, jangan di delete ya…ini diskusi..bukan perang-perangan…
::DG.LIMPO
deden
5 Juni, 2008 at 8:01 am
Setuju dengan pandangan Pencinta damai. Marilah belajar memahami arti hidup bersama dengan beragam perbedaan yang ada. Memang kadang kala dengan dalih perbedaan seseorang bisa menyerang orang lain. Tapi itu kan hanya dilakukan oleh orang-orang yang belum dewasa, belum bisa berfikir dengan jernih dan matang. Sebagai sebuah organisasi yang mengaku berbasis agama maka tidak sepantasnya FPI bersikap tidak dewasa seperti itu. Jika FPI belum mampu mendewasakan diri maka sebaiknya mereka memikir ulang kehadiran mereka di Indonesia ini. Jujur saya katakan para pemimpin FPI yang sekarang masih belum siap untuk bertemu dengan orang lain yang berbeda dengan mereka, akibatnya apa yang mereka lakukan masih harus diperbaiki terus.
::DG.Limpo
Kasih sayang
5 Juni, 2008 at 8:08 am
Cobalah untuk memandang dari sudut pandang FPI ( kl pny nyali lhoooo )
biar semua berita gak sepihak…..
mari mencoba fair dalam menyikapi masalah
————————————–
Jakarta (arrahmah) – Minggu, 1 Juni 2008 massa Hizbut Tahrir Indonesia berkumpul bersama ormas islam lainnya melakukan aksi menolak kenaikan BBM di Jakarta menuju Istana negara. silahkan buka website resmi HTI . Di antaranya adalah : Perwakilan Serikat Kerja PLN, HTI, FPI, dsb.
Demo ini sudah mendapatkan ijin dari aparat kepolisian setempat dengan pengawalan yang rapih dan ketat. Dengan kata lain demo ini adalah kegiatan yg resmi dan legal berdasarkan UU yang berlaku di republik ini. Pada saat ayng bersamaan muncullah kelompok yang menamakan dirinya Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan berkeyakinan (AKK-BB) yang nota bene adalah pro Ahmadyah.
Seperti yang dilansir dalam siaran TV mengenai kegiatan AKK-BB ini sebelumnya tidak diperkenankan oleh Kepolisian terkait untuk melakukan aksi di wilayah Monas, Karena akan berbenturan dengan pihak yang tidak mendukung acara mereka. dengan kata lain, kegiatan AKK-BB ini tidak mendapat ijin untuk melakukan kegiatan diwilayah Monas.
Melihat gelagat negatif ini, Pihak FPI mengisntruksikan beberapa personilnya untuk mengetahui apa yg dilakukan oleh AKK-BB ini diwilayah aksi demonstrasi HTI. Ternyata mereka melakukan orasi yg menjelekan salah satu Ormas Peserta Demo dengan mengatakan ” Laskar Setan” dan sebagainya. Mendengar hal itu, personil FPI segera melaporkan kepada Laskar FPI mengenai temuan orasi tsb.
Beberapa laskar FPI segera meminta klasrifikasi kepada pihak AKK-BB mengenai hal ini. Pihak AKK-BB berusaha mengelak dan menjawab dengan sikap yg arogan sehingga membuat Laskar FPI kesal. Arogansi AKK-BB ini semakin menjadi dengan mengeluarkan sepucuk senjata Api dan menembakkan ke Udara 1 kali. Mendengar letusan ini, Laskar FPI mencegah perbuatan tsb tapi ditanggapi dengan tembakan ke udara hingga 4 kali.
Melihat aksi yg arogan dan sok Jagoan, Laskar FPI makin kesal dan langsung melakukan pemukulan terhadap provokator. Tidak ada pihak anak-anak dan wanita yang menjadi sasaran amarah pihak FPI. Hanya oknum yang sok Jagoan dan Arogan yang telah mengejek dan menghina kafir kepada laskar FPI yang menjadi sasaran empuk di kerumunan massa aksi Demonstrasi BBM ini. Beruntung tidak semua elemen massa demo ini ikut memukuli pihak AKK-BB.
Diduga, AKK-BB adalah kelompok bersenjata yg sengaja disusupkan didalam kegiatan demo BBM minggu 1 Juni 2008 di Monas dengan menyertakan anak kecil dan wanita dengan itikad menjatuhkan opini BBM menjadi opini pembubaran FPI dengan melakukan provokasi sebutan Laskar Kafir dan tembakan senjata api.
Kondisi terakhir pihak FPI menjadi obyek makian masyarakat bahkan intimidasi oleh Nahdlatul ulama dan elemen2 nya sehingga Fitnah perjuangan semakin terbukti kebenarannya bahwa Dakwah di Jalan Allah SWT akan ditebus oleh fitnah, intimidasi, makian negatif opini oleh kafirun dan munafikun bahkan kelompok orang yg mengatas namakan ahli ilmu dan ibadah seperti NU dan elemen2nya. Wallahu A’lam Bisshowab.
Hasbiallahu wa ni’mal wakil, Ni’malmaula wa ni’mannashiir.
Cukuplah Allah Sebagai Pelindung dan Penolong Mujahid Dakwah.
—————————————–
::DG.LIMPO
eko
5 Juni, 2008 at 8:48 am
tambahan lagi
Hidayatullah.com– Korlap aksi Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), Saidiman, cuma bisa mengumpat kesal. Pasalnya, Apel Akbar pembelaan terhadap Ahmadiyah yang dirancangnya sejak tengah bulan Mei lalu diobarak-abrik massa yang diduga dari Front Pembela Islam tepat di bawah tugu Monas, Ahad, (1/6), kemarin.
Rencana Saidiman berantakan, 15 orangnya luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. Sekitar seratusan massa Ahmadiyah yang sengaja didatangkan dari Cirebon dengan dua Bus AC antar provinsi pun terpaksa balik kanan. Sedang puluhan sisanya, yang terdiri dari aktivis dan seniman liberal, seperti Wahid Institute, ICRP, JAI, dsb, mengungsi di Galeri Nasional, di seberang Stasiun Gambir, sekitar setengah kilo meter dari lokasi bentrok.
Entah karena kesal atau sengaja, ia mengeluarkan kata-kata tidak pantas yang bisa memancing emosi umat Islam.
“Dasar binatang-binatang. Islam anjing, orang Islam anjing,” ketus aktivis Komunitas Utan Kayu ini kesal.
Namun sejak mengetahui dirinya berasa disamping wartawan hidayatullah.com, Saidiman buru-buru pergi dan masuk ke mobil bersama teman-temannya menuju Polda Metro Jaya, untuk melaporkan insiden yang dialaminya.
Sementara di tempat evakuasi, nampak juru bicara JAI, Mubarik Ahmad, bersama rekan-rekannya tampak sibuk mengulas bentrokan yang baru saja terjadi. Sesekali, cercaan keluar dari mulut mereka.
Kepada hidayatullah.com, Mubarik mengatakan, sebenarnya dia sudah memperkirakan akan terjadinya insiden tersebut. Tapi dia mengaku enggan untuk membatalakan rencana aksinya. “Sudah terlanjur. Nggak mungkin mundur dong,” ucap pria berbadan besar penuh berewok ini.
Saat insiden terjadi, Mubarik baru saja memarkir sepeda motor trail warna kuning merek Hyosung B 6438 IB miliknya di bahu jalan, seberang digelarnya aksi AKKBB.
Melihat massa yang diduga FPI yang datang tiba-tiba dari arah pintu barat Monas, dia hanya tertegun. Kamera yang terkalung di lehernya tidak dijepret barang sekali pun. Sementara massa AKK-BB berhamburan, sebagiannya jadi bulan-bulanan FPI.
Salah seorang dari massa AKK-BB menyalamatkan diri ala aktor film laga, dengan melompat bergelantung di jendela mobil patroli polisi yang melaju untuk membubarkan bentrokan. Sementara massa FPI tetap mencecar dan menombak-nombak pria tadi dengan bambu.
Di seberang, Mubarik masih tertegun. Kemudian kembali ke sepeda motornya untuk meninggalkan lokasi. Ketika hidayatullah.com menghampiri dan menanyakan hendak kemana dirinya, Mubarik hanya melengos. Sepeda motornya dipacu.
eko
5 Juni, 2008 at 8:52 am
bangke la kau daeng..
::DG.LIMPO
ff
5 Juni, 2008 at 9:07 am
Hikmah peristiwa ini mungkin akan makin memfilter ‘islam sejati’ dengan golongan ‘munafik’
Yes to FPI, no to NATO (no action talk only).
Saya lagi dengerin nasyid ‘Belajar dari Ibrahim’-nya Snada nih, ada yg suka juga gak?^^
sering kita merasa takwa
tanpa sadar terjebak rasa
dengan sengaja mencuri-curi
diam-diam ingkar hati
pada Allah mengaku cinta
namun pada kenyataannya
pada harta pada dunia
tunduk seraya menghamba..
::DG.LIMPO
dhana
5 Juni, 2008 at 9:10 am
silahkan buka :
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0806/02/sh01.html
kutipan beritanya:
”Ini negara ini mandul, seperti kampung tak bertuan. Negara dikendalikan oleh preman berjubah,” kata Safi’i ketika dihubungi SH melalui telepon selulernya di Padang, Sumatera Barat, Senin (2/6) pagi. Aksi yang dilakukan oleh lintas agama, Minggu, tidak melanggar aturan dan berniat memperingati kelahiran Pancasila. Safi’i juga menilai, negeri ini selayaknya tidak dikendalikan Habib Rizieq, warga negara Arab.
Keberadaannya di sini, sebenarnya hanya bertujuan untuk mendapatkan kedudukan, memperluas agama sesuai dengan keinginannya dan materi. ”Habib itu orang Arab, tujuannya untuk mencari kedudukan dan materi. Maka dari itu, apa kita semua akan diatur orang seperti itu,” ungkapnya.
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
apa pantas seorang mantan ketua PP muhammadiyah yang bagi sebagian orang menyebut guru bangsa berkata seperti itu. beliau ikut serta dalam demo AK-KBB.
apa perkataannya bukan rasis.
::DG.LIMPO
eko
5 Juni, 2008 at 9:22 am
@deden
Kirain panjang lebar nulis respons mau bicara serius ternyata cuman ‘bercanda’, hehehe….
Asal jangan serius yah
, kasian ajah saya sama sampeyan… Seperti janji Allah, yang ngaku-ngaku datang dari Dia tapi ternyata berbohong akan di:….. (TEMUKAN JAWABANNYA DI QS69:44-46) Ngga tegak ngomongnya…
Komen dikit soal Hz. Ahmad, Lia Eden dan Mushadeq.
Yang membedakan Hz. Ahmad as. dengan keduanya adalah beliau mengaku sebagai NABI UMMATI yang taklid dan patuh sepenuhnya kepada Rasullulah saw. Karenanya tidak ada niatnya menafikan Syariat Islam, Quran dan Sunnah.
Justru sebaliknya, tujuan beliau sebagaimana Nubuwat Rasullulah saw sendiri adalah untuk menegakkan kembali Syariat Islam dengan cara yang terorganisir tapi dengan semangat perdamaian dan penuh kasih sayang.
Wassalam,
Irenaeus Ahmad
Irenaeus Ahmad
5 Juni, 2008 at 9:39 am
Syafi’i nampaknya lupa, bahwa Tuanku Imam Bonjol sendiri
adalah keturunan Arab yang juga bermarga SHAHAB,
satu marga dengan Rizieq Shahab. Begitu juga dengan
Sultan Syarif Kasim II dari Kerajaan Siak.
::DG.LIMPO
dinda
5 Juni, 2008 at 9:40 am
[...] a) Daeng limpo Si Pembawa Kabar dengan post berjudul “Beberapa saran untuk FPI (Front Pembela Islam)“. [...]
Kasus kekerasan FPI di mata anak Ilmu Komputer -- Blog League
5 Juni, 2008 at 9:55 am
@ireneaus
——————————
@deden
Kirain panjang lebar nulis respons mau bicara serius ternyata cuman ‘bercanda’, hehehe….
Asal jangan serius yah
, kasian ajah saya sama sampeyan… Seperti janji Allah, yang ngaku-ngaku datang dari Dia tapi ternyata berbohong akan di:….. (TEMUKAN JAWABANNYA DI QS69:44-46) Ngga tegak ngomongnya…
Komen dikit soal Hz. Ahmad, Lia Eden dan Mushadeq.
Yang membedakan Hz. Ahmad as. dengan keduanya adalah beliau mengaku sebagai NABI UMMATI yang taklid dan patuh sepenuhnya kepada Rasullulah saw. Karenanya tidak ada niatnya menafikan Syariat Islam, Quran dan Sunnah.
Justru sebaliknya, tujuan beliau sebagaimana Nubuwat Rasullulah saw sendiri adalah untuk menegakkan kembali Syariat Islam dengan cara yang terorganisir tapi dengan semangat perdamaian dan penuh kasih sayang.
Wassalam,
Irenaeus Ahmad
——————-
gak papa kok…Aqidah kita kan beda.
jadi gak ngefek…Nabi kita kan beda, secara pribadi saya hanya mengakui NABI dan RASUL terakhir yaitu Nabi Muhammad SAW.
dalam ISLAM dah jelas. gak ada NABI lagi setelah Nabi Muhammad SAW. dan tidak mengakui bila ada Nabi lagi.
gak peduli itu nabi junior, nabi ummati, nabi senior, nabi apapun itu dan dalam nama apapun biarpun mengaku tetap ber alquran sama atau ALLAH yang sama.
—————————-
.quote.
Yang membedakan Hz. Ahmad as. dengan keduanya adalah beliau mengaku sebagai NABI UMMATI yang taklid dan patuh sepenuhnya kepada Rasullulah saw. Karenanya tidak ada niatnya menafikan Syariat Islam, Quran dan Sunnah.
—————————-
.unquote.
jadi Nabi ada levelnya yaa….kayak pangkat aja.
ada senior supervisor ada junior supervisor.
ato specialist supervior.
akhirnya ada nabi spesialis ummati.
spesialis umat ahmadiyah.kalo gitu jangan ngaku islam donk.
agama ahmadiyah ato apalah namanya. saya yakin gak akan di ributkan sama siapapun. termasuk orang islam.
saran aja lho….tinggal ganti nama and masalah selesai.
deden
5 Juni, 2008 at 9:56 am
daeng. panjang-panjang kali komentarnya.
capek aku bacanya.
* blog anda terbukti jadi sarana jualan ide yang efektif
::DG.LIMPO
arifrahmanlubis
5 Juni, 2008 at 10:37 am
wahh jumlah yang fantastis bagi kepolisian neh di tahun krn bisa menanngkap kaum militan FPI dalam jumlah yg banyak tp saya bingung kemana munarman disaat hari senin dia begitu lantang berbicara tp saat penangkapan dia menghilang seperti di telan bumi seprti banci kaleng, munarman yg begitu gagah berbicara pada media dgn kata’ silakan tangap saya Munarman ,SH dan seolah-olah menantang polisi.. wah munarman bukan lah seorang pemimpin yg baik baik krn lari dari kenyataan dan mengorbankan ank buahnya….. saya salut dgn saudara Riziq shihab yg begitu kooperatif dalam proses hukum (maaf saya tdk menyebut kata Habib) karena menurut saya tidak pantas seorang yg menggunakan kekerasan atas nama agama itu disebut habib. mungkin mksd FPI itu baik tp harus dilakukan secara dialog, klo ada perbedaan itu sevuah hal yg wajar dalam kehidupan dan itu wrna-warni dunia. dan soal moral atau apapun itu bukantugas FPi moral dan dosa serta pahala itu Allah yang menentukan, kita belum tentu bermoral, dan ingat jgn bodohin org utk di manfaatkan demi kepentingan tertentu, kekerasan FPI seperti penyerangan Bilyar dan tempat hiburan itu ga oantas, tp saya heran knp FPi tidak pernah menyerang daerah Mangga besar, hayam wuruk yg jarak dari markas mereka sekitr 5km pdhl daerah ini adaal pusat hiburan dan juga pusat sex, apa karena sudah ada transaksi sebelumnya tp saya tidk bisa menjawab yg bisa menjawab org FPi sendiri.
DG.LIMPO
andy
5 Juni, 2008 at 10:40 am
@ireneaus
kita udahan aja yee diskusinya….
kasian yang laen cape bacanya…:)
::DG.LIMPO
deden
5 Juni, 2008 at 10:43 am
@ mas daeng
bener mas…kerja dengan niat ibadah…biar di makan nya enak..heheheh…
keasikan internetan kerjaan jadi gak beres2…:)
deden
5 Juni, 2008 at 11:09 am
FPI kafir. para anjing yang berkedok agama.
tempat orang tersisihkan dalam masyarakat.
panglimanya itu gak punya strategi perang. kalau jadi tentara mungkin setara pangkat prajurit dua. lebih rendah dari kopral.
FPI komunis. bicara soal agama tapi anti agama.
FPI ngrepoti negara. lebih baik bubarkan saja.
FPI tempat para preman kampung. atao lebih jelasnya FPI = ” Front Preman Indonesia”
maaf untuk para preman
tapi lebih baik jadi preman yang malak orang dari pada preman yang bisanya nylahkan orang, bicara agama islam tapi ndak mengamalkan islam. meraka adalah kafir.
FPI dilaknat ALLAH.
Habib Riziq.
lebih baik bubarkan FPI tanpa syarat dan dia dkk ditahan di Nusakambangan.
FPI Banci. beraninya maen kroyok.
FPI BANCI.
FPI BANCI.
FPI BANCI.
FPI musuh seluruh rakyat Indonesia yang menjunjung tinggi Pancasila.
::DG.LIMPO
DESTA
5 Juni, 2008 at 11:13 am
FPI ANJING…!!!
FPI BANCI…!!!
FPI KAFIR …….!!!
DG.LIMPO
DESTA
5 Juni, 2008 at 11:15 am
wahai ,dimana dikau berada munarman? sebelumnya dengan gagah anda berkoar-koar akan pasang badan mempertanggungjawabkan perbuatan anda dan laskar-laskar FPI, dimana sifat kesatria seorang yang mengaku-ngaku seorang panglima?. kalau memang kesatria nongol dong ke polda metro jaya. jangan cuma memberikan tantangan penuh keberanian kepada kepolisian yang nyata-nyata terbukti kosong. kasihan saya melihat si rizieq sepupu jauh osama bin laden itu letoy digiring aparat. dari dagelan yang terjadi beberapa hari ini saya berkesimpulan bahwa, anda dan si rizieq beserta begundal-begundal FPI lainnya berani kalau jumlahnya banyak, kalau yang dihadapi wanita dan anak-anak, atau orang-orang yang tidak melawan, karena intinya anda dan sirizieq cuma type” ayam sayur” yang cuma bisa sok menantang dan sok kesatria membela bawahan
::DG.LIMPO
rudi
5 Juni, 2008 at 11:23 am
af1 ya buat yg punya blog, koq.. merasa?..
af1, lagu itu bukan buat anda, tapi semua orang termasuk saya. anda itu salah paham
sekali lagi af1
~jadi aneh, padahal tadinya saya gak mikir apa2 *shock*
::DG.LIMPO
dhana
5 Juni, 2008 at 12:21 pm
Karena semuanya sudah ditangani aparat penegak hukum…maka saya tutup kolom komentar di artikel ini. Jika ada kesalahan atau OOT dan kekhilafan dalam menjawab komentar anda disini, saya pribadi mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Saran-saran anda, maupun kritikan silahkan ke halaman Buku Tamu.
Terima kasih
DG.LIMPO
daeng limpo
5 Juni, 2008 at 12:52 pm
saya hanya bisa berdoa supaya mereka semua (FPI) disadarkan oleh Tuhan..
1 hal2 yg perlu digarisbawahi : jangan bawa2 nama agama lain, negara lain, ras lain dalam hal ini.. seolah2 antara sesama muslim diadu domba..
kita bisa lihat di beberapa belahan dunia memang sesama muslim saling cekcok..
pemicunya adalah orang2 radikal di dlm agama itu sendiri..
di negara lain, yg terdapat banyak agama, malah rukun2 tuh, dan dpt hidup berdampingan dengan damai..
saran untuk FPI :
jangan berpikiran dangkal..
berperang melawan kejahatan itu harus..
tp jangan artikan perang berarti mengangkat senjata/pentungan..
semoga kebencian dihapuskan dari hati kalian..
amin
diananda
5 Juni, 2008 at 12:52 pm
af1 tambahan lagi: ntar salah lagi *hiiy.. :p*
itu lagu buat intropeksi kita semua. gak nyangka aja anda tiba2 jadi tersinggung..
yasudlah.. mari kita bernetral2 aja, itu lebih menguntungkan^^. Biarin aja di pojok sana ada warung yg jual majalah porno ato di pojok satunya ada rumah bordil. Udah berdialog koq, tapi gimana yaa mereka tetap buka. Ya udahlah, yg penting toh kita shalat, nyari makan buat anak istri dgn halal dan alhamdulillah hasilnya lebih dari cukup, anak2 bisa dibeliin ini-itu, mudah2an mereka gak jalan2 ke pojok2 ‘berbahaya’ itu. masa bodo amat dgn anak muslim lain yg terjebak ke sana, itu kan karena mereka yg bodoh.
sesama muslim itu bersodara, sakit mereka sakitku juga? ah itu kan sekedar kata mutiara..
dan di pojok sana, iblis2 pun tertawa..
menertawakan umat yg seperti buih di lautan, berjuta tapi tak bermakna..
::DG.LIMPO
dhana
5 Juni, 2008 at 12:55 pm
@deden
Saya mah ikut ajah kalo kamu udah ‘nyerah’…
Masak saya mau maksain pendapat, kayak MUI, FUI, FPI, dkk. ituh… Ngga lay yaw…
Soal istilah Nabi Ummati…
Siapa bilang itu istilah baru??? Udah lupa yah sama sejarah nabi-nabi???
Contoh: Nabi Musa itu Nabi Syar’i untuk Bani Israil, lalu nabi-nabi setelahnya adalah Nabi-Nabi Ummati yang mengikuti Syariah Nabi Musa, dan mereka tetap menerima wahyu kan, walau bukan wahyu syar’i/hukum,
Soal pilihan Ahmadiyah menjadi agama baru…
Kenapa sih harus ada pilihan itu???
Kami meyakini Islam adalah Agama Terakhir, Al-Quran adalah Kitab Suci terakhir (Tadzkirah bukan KS kami). Hz. Ahmad as. adalah NABI Isa Almasih Yang Dinubuwatkan oleh Nabi Muhammad saw. yang akan meneruskan ajaran Rasullulah saw. dan membangkitkan kembali kejayaan Islam. Selesai.
Wassalam,
Irenaeus Ahmad
Irenaeus Ahmad
5 Juni, 2008 at 1:13 pm
Sulit mengharapkan fpi seperti NU dan Mumahammdyah.Karena FPI itu berhaluan garis keras.
oktara
5 Juni, 2008 at 1:21 pm
aku suka FPI tapi..
cape deh baca dari atas ke bawah blog ini.
Selamat berjuang menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, semoga Allah memberikan kesabaran bagi habib rizieq dan teman teman FPI. Ireanus ahmad, rudi imron dan unyil kayanya dari JIL tuh, soalnya bahasa mereka pinter banget.
daeng ente bukan seorang muslim?
::DG.LIMPO
bagaskara
5 Juni, 2008 at 1:45 pm
Ada orang yang jadi provokator untuk memecah belah islam….
Yang penting Umat ISLAM tetap BERSATU,…
aulia89
5 Juni, 2008 at 1:49 pm
@daeng & @bagaskara
Daeng, udah dua kali ajah saya disalahsangkai orang
Pertama Anda yang mengira saya perempuan (IA lelaki tulen loh bow…)
Sekarang Bagas bilang saya orang JIL lagih, hehehe…
@bagaskara
Saya sekarang Muslim Ahmadi bung… Dulu Kristen Katolik, lalu menjadi Muslim Sunni, lalu baru Muslim Ahmadi (walau menurut kami, kami juga Ahlul Sunnah Waljamaah sih…)
Saya sekarang tetap menyandangkan nama Irenaeus, nama baptis saya dulu, untuk mengingatkan saya terus tentang siapa saya dulu…
Wassalam,
Irenaeus Ahmad
Irenaeus Ahmad
5 Juni, 2008 at 2:05 pm
FPI terus berjuang
Tapi tolong bertindak yang benar.
Kejahatan harus dihancurkan.
Tapi tolong berfikir yang jernih
Buat orang2 non muslim, lu jangan ikut komentar.
Ini bukan urusan lu.
Urus sendiri diri kalian
adi
5 Juni, 2008 at 3:15 pm
tuk irenaeus
@@@@@@@@@@
Saya sekarang Muslim Ahmadi bung… Dulu Kristen Katolik, lalu menjadi Muslim Sunni, lalu baru Muslim Ahmadi (walau menurut kami, kami juga Ahlul Sunnah Waljamaah sih…
@@@@@@@@@@
kalo dulu sunni, trus sekarang ahmadiyah, ntar apa lagi yaaa…..hebatnya masih ngerasa ahlul sunnah waljamaah….
hebat rek……
mo ngasih tau aja, islam itu ada syiah,wahabi,islam liberal,dan lain-lain………coba aja satu-satu…
manusia yang aneh…:(
sunni = ahlul sunnah waljamaah
keliatan deh anehnya….:)
joni
5 Juni, 2008 at 3:24 pm
Maaf Daeng apakah anda seorang Muslim ? Kalau Bukan saya maklum atas tulisan anda. tetapi jika anda seorang muslim saya juga maklum, Mengapa FPI sering “terlihat”
bertindak anarkis ? seperti yang sering kita lihat di Televisi televisi di Indonesia yang penduduknya mayoritas muslim “katanya….”, tapi kita tidak tahukan mengapa mereka (FPI) bertidak seperti itu ? saya yakin mereka tentunya tidak gegabah bertidak seperti itu, saya yakin pula mereka terprovokasi oleh tidakan seterunya . dan kita hanya tahu tayangan di media yang membuat orang yang melihatnya miris. karena tayangan yang menarik pemirsa tv pasti yang seru kan ? nah inilah membuat opini jutaan pemirsa tv di Indonesia bahwa FPI itu brutal, sadis. karena kita hanya tahu tayangan kekerasannya saja… awalnya kita tidak pernah tahu. maka hanya punya satu saran tambahan bang Daeng, buat atau ajak pemilik stasiun TV, Radio atau Wartawan yang muslim untuk ikut membangun opini yang Positif. Jaya!!! FPI…… aku dipendukungmu.
Sastro Jowo
5 Juni, 2008 at 3:26 pm
tuk ireanus : maaf kalau diriku salah, sebab bahasa dan cara anda mirip dengan JIL. Tapi banyak loh orang cerdas yang mengaku muslim juga ternyata aktivis JIL…
tuk daeng: muslim dalam artianku adalah orang islam yang hanya mengakui Allah (manunggaling Kawula Gusti) tidak memilki anak, dan mengakui Baginda Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul penutup dan nabi yang ummi, tidak ada Rasul dan Nabi sesudah Baginda Nabi.
Bener2 cape loh baca koment dari atas sampai bawah ini. Semoga yang membaca dilimpahkan kesabaran oleh Allah Zat Yang Maha Mulia dan Maha Tinggi.
bagaskara
5 Juni, 2008 at 3:35 pm
yang jualan kan termasuk saya ini. yang ngasi komen dan ngiklanin tulisan.
makasih daeng
arifrahmanlubis
5 Juni, 2008 at 4:49 pm
[...] a) Daeng limpo Si Pembawa Kabar dengan post berjudul “Beberapa saran untuk FPI (Front Pembela Islam)“. [...]
Fenomena FPI di seputar blog-blog yang ada di WordPress.com « Wim Permana
5 Juni, 2008 at 4:51 pm
bertobat… bertobat … sadaaarlah semua, jangan saling menghakimi, jangan saling membenci… bertobat..bertobat semuaaa… saling bertolong-tolonglah kalian, saling mengasihi lah kalian, saling memaafkanlah kalian…. musuh kita : 1). Syaiton, 2)hawa nafsu 3)kemiskinan, 4) korupsi…
lina
5 Juni, 2008 at 4:57 pm
@jhoni
Peng-Islam-an saya dari Kristen dilakukan seorang Ulama Hanafi dari Turki ketika saya berlibur di tempat Kakek saya yang keturunan Yunani, waktu itu saya berumur 27 tahun. Sesudah kembali ke Indonesia, selang +/- 5 bulan kemudian, saya bermimpi bertemu seseorang yang mengajak saya sholat di suatu mesjid, saya ikuti untuk bersholat bersama dia. Setelah bangun, saya tidak ingat lagi persis rupa orang itu, tapi saya ingat betul detail mesjid yang saya kunjungi itu.
Suatu waktu, setelah kembali dari arisan keluarga, saya terpaksa melewati jalan tikus agar tidak terjebak macet. Alangkah kagetnya saya, ketika melihat mesjid yang persis sama dengan yang saya lihat dalam mimpi itu. Saya memberanikan diri memasukinya. Lalu berbicara dengan penjaga masjid. Waktu itu sekitar setengah jam sebelum waktu Ashar. Saya pikir saya habiskan saja waktu berbicara dengan si penjaga masjid untuk nanti sholat Ashar di mesjid itu.
Singkat cerita, dari obrolan kami itu, saya tahu bahwa mesjid itu adalah mesjid kaum Muslim Ahmadi. Saat itu saya yakin mimpi itu tidak muncul tanpa sebab..
Sejak itu dimulai diskusi panjang sampai tengah malam selama berbulan-bulan sambil saya terus membaca buku-buku tentang Ahmadiyah.
Delapan bulan kemudian saya memutuskan untuk mengimani Imam Zaman saya, Hz. Mirza Ghulam Ahmad as.
Baiat itu terjadi 11 tahun yang lalu.
So, proses ‘menjadi’ yang saya alami tidaklah singkat, dan tentu sangat menguras energi badan dan pikiran…
Kalau menurut Anda itu aneh, itu terserah Anda…
Tapi paling tidak saya mengalami proses ‘mencari’ KEBENARAN.. bukan take for granted apapun yang orang tua saya yakini tanpa peduli apakah keyakinan mereka itu benar atau tidak.
@jhoni
BAGAIMANA DENGAN ANDA???
Wassalam,
Irenaeus Ahmad
Irenaeus Ahmad
5 Juni, 2008 at 5:19 pm
Bubarkan FPI segera… Sampaikan pesan ini ke seluruh rakyat Indonesia. FPI itu sebenarnya terkenal perusak persahabatan antar agama dan sudah melakukan kekerasan dan pemukulan. Emosi rakyat sudah memuncak dan ingin FPI dibubarkan segera. FPI tidak bisa dipercaya jika FPI punya tujuan membela islam tapi ternyata tujuannya cuma merusak reputasi islamnya sendiri krn FPI juga muslim. kami non muslim tak suka melihat perbuatan FPi dan FPi sangat kurang ajar sudah membunuh korban rakyat tak bersalah sampai babak belur dan hampir bisa mati.
Sampaikan pesan ini ke rakyat semua kristen dan non muslim lainnya untuk ikut mendukung pembubaran FPI agar perdamaian dan keamanan Bangsa Indonesia tidak akaan terganggu. Tingkatkan persahabatan manusia bersama.
” kasihilah manusia sama seperti mengasihi musuh sama seperti mengasihi dirimu sendiri” kita harus hidup dalam perdamaian. Saran terbaik ” BUBARKAN FPI SEGERA DEMI KESELAMATAN DAN KEAMANAN BANGSA INDONESIA”.
jika Anda muslim, tolong jangan sampai terprovokasi oleh hasutan FPI utk memancing pemberontakan. itu saran semua kaum kristen. FPI memang brengsek dan sudah tidak dapat dipercaya lagi.
‘BUBARKAN FRONT PEMBELA ISLAM SEGERA”
daniya
5 Juni, 2008 at 5:47 pm
Mari kita berteriak “BAKAR FPI , BUBARKAN FPI DAN SINGKIRKAN FPI KELUAR DARI INDONESIA”
Mari kita berterik….. berteriak….
“BAKAR FPI , BUBARKAN FPI DAN SINGKIRKAN FPI KELUAR DARI INDONESIA”
MARI KITA BERTERIAK LAGI ” SORRY, KAMI UDAH TAK PERCAYA LAGI FUNGSI DAN TUJUAN FPI “. Musnahkan FPI segera. jangan pernah dukung FPI kembali…FPI memang brengsek..
yang merasa kasihan korban kekerasan dan pemukulan adalah kristen dan kaum non muslin lainnya untuk korban kekerasan. Kasihan mereka. Perhatikan luka-luka yang ada pada tubuh mereka dan perhatikan perbuatan dan kekejaman yang dilakukan FPI di TV berita. Jika Anda RAKYAT INDONESIA, mari kita berteriak ” “BAKAR FPI , BUBARKAN FPI DAN SINGKIRKAN FPI KELUAR DARI INDONESIA”
Terimakasih… tolong kita berseru dan berteriak. Teriakan kita pasti akan sampai ke Presiden dan MPR untuk membubarkan FPI segera.
daniya
5 Juni, 2008 at 6:08 pm
aku orang nasrani yang sekarang nganut Islam Hikmah dari peristiwa monas. Selamatkan Islam Wahai saudaraku!!!
Johanes
5 Juni, 2008 at 6:16 pm
yang komen bubarkan FPI itu Demi Alloh dia Setan yang Nyata!!!
Johanes
5 Juni, 2008 at 6:18 pm
Assalamualaikum,
Kekerasan yang selama ini dimunculkan oleh FPI, salah satu akibat dari pembiaran yang dilakukan oleh pemerintah. Pemerintah tidak tegas menindak kekerasan yang terjadi dan dilakukan oleh ormas atau kelompok tertentu. Jika pemerintah tegas, saya rasa kejadian kekerasan yang dilakukan oleh FPI tidak akan berulang. Sekarang ini khan justru yang ada mereka sering diberi ruang untuk bertindak brutal tanpa ada pencegahan dan proses hukum kepada mereka. Marilah kita bersama2 membangun negeri ini dan membuat suasana damai dan tentram. Munculkan lagi semangat gotong royong dan kebhinekaan. Tumbuhkan kembali jiwa dan semangat nasionalisme kita dan kecintaan kita terhadap bangsa dan negara ini.
sony
5 Juni, 2008 at 6:30 pm
setelah membaca begitu komentar saya rasanya tertinggal dan mungkin akan sama saja dengan yang memberi komentar pada blog anda. dan saya setuju akan usul anda sebab nanti FPI akan dapat memecah belah peratuan dan kesatuan bangsa indonesia yang lagi sakit malah bertambah sakit alias KOMA, dan yang perlu di garisbawahi adalah komentar media massa yang membesar-besarkan kejadian 1 juni, saya rasa bapak juga harus memberi solusi yang tepat karena di sadari atau tidak maka nama FPI pun akan semakin mencuat dan tak akan dapat bubar dengan damai.
dedik81
5 Juni, 2008 at 6:46 pm
@Sastro Jowo
Betul!! Media terlihat berat sebelah, terlalu menyudutkan FPI kalo menurut saya, kebanyakan yang di tampilkan Media (walaupun tidak semua media) hanya kejelekan2 nya FPI saja.
Yudha Wahana Akbar
5 Juni, 2008 at 6:54 pm
saya tidak setuju klo FPI di bubarkan….
kalian bukan orang islam… jadi tidak tahu apa itu islam… akkbb memalukan… dalam ajaran nabi muhammad, hamba allah boleh ber’jihad kalau agama islam di lecehkan… akkbb telah memalukan nama islam di mata dunia… kenapa FPI yang disalah’kan… buka mata kalian… maju terus FPI sampai titik darah penghabisan…akkbb tai kapitalisme… allahu akbar…allahu akbar…allahu akbar
hamba allah
5 Juni, 2008 at 7:00 pm
Saya jadi curiga FPI SEBENARNYA ADALAH KOMUNIS YANG BERJUBAH ISLAM yang dibiayai oleh komunis DALAM ATAU LUAR NEGERI atau kelompok anti ISLAM atau Israel untuk mengadu domba atau menghancurkan ISLAM coba lihat tingkahnya persis cara2 yang dipakai atau digunakan oleh PKI.ISLAM INDONESIA 95% dari jumlah penduduk ISLAM tidak bersalah jadi tidak perlu pembelaan . Ayo kawan2 kita renungkan FPI itu komunis atau ISLAM mau membantu atau mengadu domba dan menghancurkan ISLAM sekali ISLAM tetap ISLAM hidup ISLAM
Subranta
5 Juni, 2008 at 7:04 pm
kATA ORANG JIL KEJADIAN MONAS ADALAH REKAYASA
bismillahi rahman ni rahim.
izinkan saya menyampaikan keterangan mengenai kejadian monas.
saya mendapatkan tulisan ini dari thread yg terdapat pada website kaskus.
mohon maaf jika tidak berkenan.
Untuk menyakinkan tulisan ini, saya perlu memperkenalkan diri dulu,nama Saya adalah Nong Darol Mahmada, saya salah seorang aktivis Jaringan Islam Liberal dan saya aktif di JIL sejak berdirinya JIL. Dalam kesempatan sekarang izinkan saya memberikan kesaksian kepada kawan-kawan sebangsa dan setanah air melalui milis ini kejadian sebenarnya dibalik kejadian yang terjadi di Monas pada tanggal 1 Juni yang lalu.
Perlu kawan-kawan ketahui bersama bahwa aksi ini merupakan aksi yang telah di skenariokan oleh pihak pemerintah untuk mengalihkan isu BBM yang sedang marak ditengah masyarakat. Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Beryakinan (AKK BB) hanya dijadikan kedok saja untuk mencegah agar ajaran Ahmadiyah tidak dibubarkan. Setelah presiden SBY menaikan harga BBM, kalangan kontributor JIL Goenawan Mohammad, Hamid Basyaib, Rizal Mallarangeng, Denny JA, Nasaruddin Umar melakukan pertemuan secara diam-diam di kediaman SBY di Cikeas, Bogor. Hal ini mereka bisa akses langsung kedalam berkat orang dalam yaitu Andi Malarangeng yang notabene kakak kandung dari Rizal Mallarangeng.
Dalam pertemuan ini membahas isu yang berkembang di tengah masyarakat mengenai aksi demo-demo yang dilakukan adek-adek mahasiswa. Lalu SBY selaku presiden dan kepala pemerintah meminta kalangan JIL mengalihkan isu yang sedang berkembang di masyarakat dengan isu lain. Rizal M, yang merupakan pemuda JIL yang cerdas memberikan usul bagaimana isu kenaikan BBM yang sekarang ini diupayakan diganti dengan isu membubarkan Front Pembela Islam (FPI) dengan mengangkat isu pembubaran ajaran Ahmadiyah. Karena selama ini JIL selalu mendapatkan perlakuan keras dari FPI.
Lalu setelah mendapatkan ‘restu’ dari presiden Goenawan Mohammad, Hamid Basyaib dan Rizal Mallarangeng datang ke markas JIL di Jl. Utan Kayu No. 68 H Utan Kayu. Di Kedai Tempo mereka membahas bagaimana membuat skenario agar anggota FPI bisa melakukan tindakan anarkis dan perusakan yang membuat masyarakat tidak simpati lagi dengan FPI. Lalu setelah melakukan diskusi selama 3 jam, ketiga kontributor JIL itu akhirnya berhasil membuat skenario yang bagus, dengan memanfaatkan momentum kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Juni, mereka akan membuat semacam aksi simpatik (damai) dalam kebebasan beragama dan
berkeyakinan. Aksi ini dilakukan di Monas, yang mana para peserta yang hadir sudah disetting sedemikian rupa agar anggota FPI turut datang dan membubarkan asyik tersebut. Mereka sangat paham betul, bahwa massa FPI sangat mudah sekali untuk dipancing agar melakukan kekerasan dan pengerusakan.
Setelah membuat skenario tersebut lalu Goenawan Mohammad, menghubungi SBY melalui ponselnya, setelah mendengar penjelasan dari Goenawan Mohammad secara terperinci, akhirnya presiden menyetujui aksi tersebut dan akan mentrasferkan dananya sebesar 10 miliard rupiah untuk melancarkan aksi tersebut.
Malam sebelum kejadian, beberapa pentolan JIL berkumpul di markas JIL, termasuk saya sendiri. Waktu itu yang hadir sangat ramai sekali dan sedang membahas persiapan untuk aksi besok pagi. Dari beberapa kawan-kawan yang diberikan tugas juga sudah selesai menjalankan tugasnya seperti mengundang kalangan pers media cetak dan media elektronik untuk hadir di acara tersebut. Orang-orang Ahmadiyah pun bersedia mengerahkan beberapa massanya untuk menghadiri aksi damai besok. Begitu juga dengan FPI, sudah dikontak melalui SMS membuat isu kalau besok jamaah Ahmadiyah, akan menggelar aksi damai di silang damai. Saya tidak tahu bagaimana persiapan dari FPI untuk merespon isue tersebut, tetapi nyatanya besok pagi ketika aksi damai itu sedang berlangsung dengan membawa nama AKKBB FPI datang dengan belasan truk dan ratusan anggotanya melakukan pemukulan kepada anggota aksi tersebut. Yang akhirnya terjadi aksi kekerasan tersebut. Hal ini yang diketahui dikalangan anggota FPI adalah aksi tersebut adalah aksi yang dilakukan umat Ahmadiyah sehingga secara kasar dan memaksa membubarkan aksi tersebut. Dari pemaparan dalam tulisan saya disini harus kawan-kawan milis ketahui bahwa,
1. Bahwa aksi kekerasan yang terjadi di Monas itu merupakan suatu skenario yang dilakukan pemerintah dan pihak JIL untuk mengalihkan isu BBM.
2. Aksi yang terjadi di Monas itu, JIL ingin FPI dibubarkan karena selama ini FPI merupakan yang menjadi sandungan kalau JIL melakukan aksi.
3. Dari jamaah Ahmadiyah dengan aksi ini, diharapkan mendapatkan simpati dari masyarakat Indonesia agar organisasi ini tidak jadi dibubarkan.
4. Kalangan petinggi JIL telah sekian kalinya, mendapatkan keuntungan untuk memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada.
Demikian tulisan ini saya buat dengan sebenarnya, karena hal ini yang membuat saya selalu merasa bersalah dan berdosa telah bersama-sama dengan kawan-kawan JIL melakukan pemutaran balikan fakta. Saya harap kawan-kawan setanah air dan sebangsa mau menyebarkan email kekawan-kawan sekalian. Terima kasih.
Salam
Nong Darol Mahmada
nong@isai.or. id
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080604033625AA1sM4u
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=893851
Abdullah
5 Juni, 2008 at 7:07 pm
@Sastro Jowo & @Yudha Wahana Akbar
Pendek juga rupanya ingetan kalian yah…
Sejak warga Ahmadi digerebeg oleh FUI, FPI, dkk. di Parung, sama saja ceritanya yang kami alami: menjelek-jelekkan dan fitnah ajah isinya itu berita…
Jadi…
Secara duniawi, wajar-wajar saja tuh… Sebagian besar pers dunia menganut filosofi “Bad News is Good News”. Jadi jangan ke-GR-an deh kalo cuman FPI yang digituin :-p
Secara ukhrawi, itu bentuk balasan Allah SWT. pada kebiadaban dan kesesatan mereka selama ini. What else can I say? Hanya Allah Taala yang tau akankah mereka bertobat kembali ke jalan yang lurus atau tidak… Kalau tidak juga tobat, tunggu saja Balasan-Nya yang lebih dashyat dari ini.
Wassalam,
Irenaeus Ahmad
Irenaeus Ahmad
5 Juni, 2008 at 7:08 pm
@Sastro Jowo & @Yudha Wahana Akbar
Pendek juga rupanya ingetan kalian yah…
Sejak warga Ahmadi digerebeg oleh FUI, FPI, dkk. di Parung, sama saja ceritanya yang kami alami: menjelek-jelekkan dan fitnah ajah isinya itu berita…
Jadi…
Secara duniawi, wajar-wajar saja tuh… Sebagian besar pers dunia menganut filosofi “Bad News is Good News”. Jadi jangan ke-GR-an deh kalo cuman FPI yang digituin :-p
Secara ukhrawi, itu bentuk balasan Allah SWT. pada kebiadaban dan kesesatan mereka selama ini. What else can I say? Hanya Allah Taala yang tau akankah mereka bertobat kembali ke jalan yang lurus atau tidak… Kalau tidak juga tobat, tunggu saja Balasan-Nya yang lebih dashyat dari ini.
Wassalam,
Irenaeus Ahmad
Irenaeus Ahmad
5 Juni, 2008 at 7:10 pm
@irenaues ahmad
Tapi yang anda salahkan tetap FPI bkn nya AKKBB yang mendukung Ahmadiyah exist?? … oooh iya saya lupa anda penganut aliran yang sudah dinyatakan Aliran SESAT oleh MUI sejak tahun 1980 itu kan? pantass saja anda merespon komentar saya negatif …
Yudha Wahana Akbar
5 Juni, 2008 at 7:30 pm
NKRI adalah harga mati!!! KAMI BARISAN PANCASILA SEJATI anti anarkhi!!!! Pertahankan NKRI dr org2 yg meng atas namakan agama dlm stiap perbuatannya… Anda hidup di Indonesia jd tlg hormati bangsa ini Jgn bw nama agama dlm perbuatan anda!!! Lebih baik anda hidup dinegara yg sesuai dgn jln pikiran anda….GO AWAY from INDONESIA!!!! disini bkn hanya anda yg hidup dan mencari nafkah….HERDEKA!!!!
Ibnu
5 Juni, 2008 at 7:46 pm
Bismillahirahmanirahim
Salam kenal. Moga Persahabatan kita abadi
http://www.iselsariandi.wordpress.com
::DG.LIMPO
iselantang
5 Juni, 2008 at 8:51 pm
Hal yang vebar-benar membeingungkan ketika kita semua sibuk berusaha menjatuhkan dan membubarkan suatu organisasi hanya karena berbeda pendapat dan cara berpikir dalam bertindak.
kenapa semua harus sibuk memikirkan pembubaran FPI dementara ahmadiyah yang jelas-jelas menghina dan melakukan destruksi dasar-dsar aqidah islam. berbeda jika ahmadiyah membuat agama sendiri maka pada konsep itu berlaku “agamamu adalah agamamu dan agamaku adalah agamaku” sedangkan dalam sejarah yang dicontohkan rasul dan para sahabat kita diwajibkan untuk menjaga hubungan baik dan melindungi hak agama lain dan diharamkan mengganggu. Akan tetapi,apabila ada nabi palsu yang berusaha merusak dasar islam dan berusaha mangacak-acak dasar agama islam, maka itu wajib diperangi dan dipenggal lehernya. Lalu kenapa ahmadiyah harus menjadi benalu dalam agama islam memang gak bisa hidup yah kalau gak numpang keren di agama orang.
Andi
5 Juni, 2008 at 11:08 pm
Agama dan Keyakinan seperti pohon2 yang berdiri berdampingan. Setiap pohon yang tumbuh memiliki banyak cabang dan ranting, tapi sampai ke ujung daunnya memiliki esensi yang sama. Hanya benalu-lah yang menempel ke sebatang pohon tapi memiliki esensi yang berbeda. Menghisap dan merusak pohon tersebut bahkan menjalar ke pohon yang lain. Wahai para benalu, berhentilah melilit kami, jadilah diri sendiri, jadilah pohon seperti kami. Marilah kita berdiri berdampingan dalam damai. Kami akan akui anda dalam perbedaan, karena anda bukan kami.
nur asadullah
5 Juni, 2008 at 11:57 pm
Daeng, aku ingin komentar lagi. Tapi janganlah Daeng melarang-larang untuk tidak mengupas Ahmadiyah. Karena banyak argumen menyatakan FPI bertindak karena Ahmadiyah tidak dilarang/dibubarkan.
Suatu realita bahwa Ahmadiyah telah menjadi suatu keyakinan hidup bagi ratusan ribu atau mungkin melampaui satu juta rakyat Indonesia. Sebagai suatu keyakinan hidup, pasti akan dipertahankan meski resikonya nyawa. Ini sama saja dengan penganut keyakinan lainnya, seperti Islam “mainstream”, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, Yahudi, dll. Para penganutnya tentu akan mempertahankan keyakinannya sampai nafas terakhir.
Pelarangan atau pembubaran bukanlah satu-satunya solusi, atau tidaklah memadai sebagai solusi. Karena pelarangan/pembubaran sifatnya hanya formalitas atau legalitas belaka. Siapa bisa menjamin setelah, katakan pelarangan/pembubaran itu dilakukan, lalu Ahmadiyah lenyap?? Rasanya sulit karena keyakinan itu sifatnya abstrak. Dia ada di hati dan pikiran. Siapa yang bisa mengontrol dan melarang hati serta pikiran untuk berkeyakinan??
Pilihan yang masuk akal agar Ahmadiyah dapat dipastikan/terjamin lenyap dari bumi Indonesia adalah dengan cara membantai semua para penganutnya, semuanya tak terkecuali. Tapi mosok sih demikian? Yang bener aja! Pikiran seperti ini tentu lebih sesat dari pada binatang! Lebih ‘Hitler’ daripada Hitler!
Hal yang serupa juga terhadap FPI. Siapa bisa menjamin jika FPI dibubarkan lalu lenyap juga spirit/ruh FPI? Sudah pasti tidak! Gampang saja kok, kalau FPI bubar, ya bikin lagi dengan nama lain, atau dengan cara lain, banyak cara untuk itu.
Kupikir isu/tantangannya adalah 1. FPI punya hak untuk berekspresi, tak perlu dibubarkan. 2. Saudara-saudara kita yang Ahmadiyah punya hak untuk berkeyakinan, tak perlu dibunuh.
Yang perlu ‘dibubarkan’ dan ‘dibunuh’ adalah pemukulan, pembakaran, penghujatan, pelecehan, dll kekerasan.
Wahai semua, hadapilah realita! Temukan cara yang elegan, bukannya dengan cara melarang-larang saja membabi buta. Atau main pukul dan bakar seperti banyak terjadi di berbagai tempat terhadap saudara-saudara kita yang Ahmadiyah. Cara-cara seperti itu sudah kedaluarsa alias tak populer lagi.
Wahai semua, berpikir dan bertindaklah yang inovatif dan elegan!
::DG.LIMPO
Gunawan, G
6 Juni, 2008 at 12:21 am
jika kamu melihat kemaksiatan cegahlah dengan lisan jika tidak mampu cegah dengan perbuatan jika tidak mampu lagi ccegahlah dengan hatimu, itulah selemah-lemahnya iman.Allahu Akbar…………….FPI maju terusssssssssssssssssssssss
pecundang
6 Juni, 2008 at 1:50 am
tidak ada toleransi bagi mereka yang menodai agamaku (islam)….Allahu Akbar!!!!!!!!!!!!!!!!!!
bercermin pada akar permasalahan jangan lihat reaksi dari msalah itu…
pecundang
6 Juni, 2008 at 2:02 am
Dear Rakyat Muslim dan non Muslim
dengarkan suara dan serukan ” Bubarkan FPI segera” dan JANGAN DENGARKAN ANGGOTA FPI. Anggota FPi berusaha menipu rakyat semua agar berbalik ke FPI dengan di balik tujuan tidak jelas.
Pendapat anggota FPI sangat menipu… Hati-hati sama anggota FPI… Dengarkan saja seruan rakyat dan korban pemukulan dan kekerasan yang dilakukan FPI.. itu fakta.
kami kaum kristen dan non muslim lainnya ingin FPI segera dibubarkan… Ingat, BUBARKAN FPI agar keamanan dan perdamaian rakyat Indonesia tidak akan terganggu..
SAmpaikan seruan dan dukungan ” BUBARKAN FPI SEGERA DAN JANGAN DENGARKAN KATA-KATA ANGGOTA FPI MANIS BAGAI BUAH MANIS BERULAT” ke rakyat seluruh Idonesia. Selamatkan rakyat Indonesia segera dan bubarkan FPI segera. itu seruan kalangan kristen untuk korban pemukulan dan kekerasan oleh FPI.
Mari kita bersatu dan berteriak berteriak ” BUBARKAN FPI ” agar suara rakyat sampai ke telinga Presiden SBY-JK. Bersatu tetap teguh untuk membubarkan FPI segera.
Terimakasih.
Ingat, hati-hati terhadap kata-kata anggota FPI… Dengarkan fakta di TV berita,,, itu kenyataan.
daniya
6 Juni, 2008 at 2:30 am
fotografer
FOTOGRAFER PROFESIONAL
6 Juni, 2008 at 3:48 am
waw.. luar biasa keingintahuan orang2 disekitar kta tentang FPI.. sy sangat setuju daeng, segera saja ambil tindakan.. BBM dan beberapa isu terkait kebusukan penguasa masih terus bergulir, jangan sampai kasus kecil seperti ini manjadi fokus yang tidak penting..
fauzansigma
6 Juni, 2008 at 4:10 am
tuk ireneaus
islam sih bagi saya bukan untuk coba2..plin-plan
kasian aja sampeyan ketemunya sama ahmadiyah..
keislaman saya bukan untuk saya bicarakan kemana-mana.
yang pasti udah 1400tahun nenek moyang keluarga saya udah mendapat cahaya islam.bukannya bangga,malah tanggung jawabnya besar untuk menjaga islam agar tidak ternodai dari paham2 yang aneh-aneh.
maklum, dah tradisi 1400 tahun
ada dua perkataan yang saya ingat sekali dari dari buyut saya, waktu itu beliau sekitar tahun 80an pernah bilang, suatu saat abdurrahman wahid akan menjadi pengikut yahudi dan akan memecah belah islam.
ternyata terbukti.
dan satu lagi perkataan beliau, abdurrahman wahid itu ibarat imam yang kentut.
terbukti kan.
joni
6 Juni, 2008 at 6:55 am
hmmmm…, daeng blog anda ramai sekali tuh, salut loh buat anda.
TUK IREANEUS: maaf kalau diriku salah, sebab bahasa dan cara anda mirip dengan JIL. Tapi banyak loh orang cerdas yang mengaku muslim juga ternyata aktivis JIL… hmmm, apakah anda orang JIL?
TUK DANIYA : jangan mengadu domba antar umat beragama, lakum dinukum wa liyadin : “UNTUKMU AGAMAMU DAN UNTUKKU AGAMAKU”. Ucapanmu tuh bisa dipakai sebagai penghasut yang memecah kerukunan umat beragama. Jika anda tidak senang dengan FPI tunjukkanlah jati diri anda dan tangtanglah satu saja lawan satu saja anggota FPI, atau bunuhlah semua anggota termasuk ketua FPI. Tapi pertanyaannya apakah anda mampu sebab menurutku anda hanya seorang provokator yang pengecut dan pecundang …cape decchh…
Oh iya apakah para komentator anti FPI ini ada yang mengetahui kehidupan sehari2 habib rizieq dan anggota FPI lain? JIka belum tahu coba dech lihat kehidupan mereka sehari-hari baru kasih komentar disini
bagaskara
6 Juni, 2008 at 7:55 am
@Joni
Pak Abdurrahman Wahid itu memang bak imam yg kentut (Batal deh sholat nya dan harus wudhu lagi).
@bagaskara
betul sekali, kebanyakan orang yg mengutuk FPI atau minta FPI bubar karena insiden monas kemarin itu yaa orang2 yg memandang FPI sebelah mata dari sisi kekerasan nya saja (inilah korban media yg berat sebelah).
Yudha Wahana Akbar
6 Juni, 2008 at 9:11 am
@ yudha
abdurahman wahid itu batal jadi imam dan membatalkan yang mengikutinya.
@ yang lain
yang mo beda pendapat…..monggo…..
joni
6 Juni, 2008 at 9:45 am
@semua pendukung kekerasan dan penganiayaan
Kok ya, dari dulu selalu mencari ayat-ayat pembenaran untuk tindak kekerasan dan penganiayaan. Alasannya macem2, melihat akar permasalahan lah, diprovokasi lah, menegakkan kebenaran lah, menghindari distorsi agama lah, kalo gitu balik aja lagi ke jaman batu, jaman hukum rimba yang kuat yang menang. Untuk apalagi beragama kalau image yang ditampilkan seperti dari jaman jahiliyah.
Apa ga merasa aneh kalo seorang pelaku kekerasan dan penganiayaan bisa berbalik dianggap jadi korban dan pihak yang pantas mendapat simpati?? Aturan darimana itu ya? dari hongkong ???
CY
6 Juni, 2008 at 10:05 am
mas cy
zaman sekarang tidak berbeda dengan 1400 tahun yang lalu.hukum islam(bagi penganutnya) gak berubah.tetep sama.
kita aja yang sekarang GR dengan merasa menjadi orang modern, demokratis, atau apa sajalah
jadi menganggap tindakan orang islam memberantas nabi palsu dianggap tindakan picik atau kuno dan tidak sesuai dengan hukum islam.
yang diagungkan adalah kebebasan beragama.
kebebasan beda agama adalah benar dan di jamin dalam islam, tapi tidak dalam kebebasan mengaku mengaku nabi.
hukum tetap hukum. kalau gak setuju jangan mengaku islam. jangan mengaku nabi dalam islam.
sekalian buat agama baru dan jangan membawa ALQURAN.
di jamin gak bakalan di gebuki.
apa ada dalam sejarah umat hindu atau budha atau kristiani di permasalahkan oleh umat islam tentang kepercayaan mereka.
joni
6 Juni, 2008 at 10:37 am
gue dapet imel,menarik juga…
sorry ya kalo kepanjangan
pikirin sendiri aja dech
=====================================================
Quote: “Bacalah, dengarlah, tontonlah. Tapi gunakan nalar dan akal sehat
> Anda: Jangan percaya 100% pada media massa. Simak baik-baik, jangan telan
> mentah-mentah apa yang tersaji. Kupaslah, kunyahlah, saringlah, dan
> cermatilah dengan bijak apa yang mereka tuliskan, uarkan, siarkan, dan
> tayangkan”
>
> [Khong] Strategi Pengalihan Isu BBM : FPI vs AKKBB
>
> Posted by: “Khongmediacare” khongmediacare@yahoo.co.uk
> khongmediacare
>
> Wed Jun 4, 2008 8:13 am (PDT)
>
> Ada yang aneh.. kenapa orang dipukul malah dengan tenangnya
> sambil jalan
> meninggalkan tempat itu dan tidak ada yang berani membalas pukulan ? ada
> yang lihat tayangan di tv dengan akal sehat ?
>
> Khong
>
> http://www.kaskus.us/showthread.php?t=893851
>
> Untuk menyakinkan tulisan ini, saya perlu memperkenalkan diri dulu, nama
> Saya adalah Nong Darol Mahmada, saya salah seorang aktivis Jaringan Islam
> Liberal dan saya aktif di JIL sejak berdirinya JIL.
>
> Dalam kesempatan sekarang izinkan saya memberikan kesaksian kepada
> kawan-kawan sebangsa dan setanah air melalui milis ini kejadian
sebenarnya
> dibalik kejadian yang terjadi di Monas pada tanggal 1 Juni yang lalu.
>
> Perlu kawan-kawan ketahui bersama bahwa aksi ini merupakan aksi yang
telah
> di skenariokan oleh pihak pemerintah untuk mengalihkan isu BBM yang
sedang
> marak ditengah masyarakat. Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama
dan
> Beryakinan (AKK BB) hanya dijadikan kedok saja untuk mencegah agar ajaran
> Ahmadiyah tidak dibubarkan.
>
> Setelah presiden SBY menaikan harga BBM, kalangan kontributor JIL
Goenawan
> Mohammad, Hamid Basyaib, Rizal Mallarangeng, Denny JA, Nasaruddin Umar
> melakukan pertemuan secara diam-diam di kediaman SBY di Cikeas, Bogor.
Hal
> ini mereka bisa akses langsung kedalam berkat orang dalam yaitu Andi
> Malarangeng yang notabene kakak kandung dari Rizal Mallarangeng.
>
> Dalam pertemuan ini membahas isu yang berkembang di tengah masyarakat
> mengenai aksi demo-demo yang dilakukan adek-adek mahasiswa. Lalu SBY
> selaku
> presiden dan kepala pemerintah meminta kalangan JIL mengalihkan isu yang
> sedang berkembang di masyarakat dengan isu lain. Rizal M, yang merupakan
> pemuda JIL yang cerdas memberikan usul bagaimana isu kenaikan BBM yang
> sekarang ini diupayakan diganti dengan isu membubarkan Front Pembela
Islam
> (FPI) dengan mengangkat isu pembubaran ajaran Ahmadiyah. Karena selama
ini
> JIL selalu mendapatkan perlakuan keras dari FPI.
>
> Lalu setelah mendapatkan ‘restu’ dari presiden Goenawan Mohammad, Hamid
> Basyaib dan Rizal Mallarangeng datang ke markas JIL di Jl. Utan Kayu No.
> 68
> H Utan Kayu. Di Kedai Tempo mereka membahas bagaimana membuat skenario
> agar
> anggota FPI bisa melakukan tindakan anarkis dan perusakan yang membuat
> masyarakat tidak simpati lagi dengan FPI. Lalu setelah melakukan diskusi
> selama 3 jam, ketiga kontributor JIL itu akhirnya berhasil membuat
> skenario
> yang bagus, dengan memanfaatkan momentum kelahiran Pancasila pada tanggal
> 1
> Juni, mereka akan membuat semacam aksi simpatik (damai) dalam kebebasan
> beragama dan berkeyakinan. Aksi ini dilakukan di Monas, yang mana para
> peserta yang hadir sudah disetting sedemikian rupa agar anggota FPI turut
> datang dan membubarkan asyik tersebut. Mereka sangat paham betul, bahwa
> massa FPI sangat mudah sekali untuk dipancing agar melakukan kekerasan
dan
> pengerusakan.
>
> Setelah membuat skenario tersebut lalu Goenawan Mohammad, menghubungi SBY
> melalui ponselnya, setelah mendengar penjelasan dari Goenawan Mohammad
> secara terperinci, akhirnya presiden menyetujui aksi tersebut dan akan
> mentrasferkan dananya sebesar 10 miliard rupiah untuk melancarkan aksi
> tersebut.
>
> Malam sebelum kejadian, beberapa pentolan JIL berkumpul di markas JIL,
> termasuk saya sendiri. Waktu itu yang hadir sangat ramai sekali dan
sedang
> membahas persiapan untuk aksi besok pagi. Dari beberapa kawan-kawan yang
> diberikan tugas juga sudah selesai menjalankan tugasnya seperti
mengundang
> kalangan pers media cetak dan media elektronik untuk hadir di acara
> tersebut. Orang-orang Ahmadiyah pun bersedia mengerahkan beberapa
massanya
> untuk menghadiri aksi damai besok. Begitu juga dengan FPI, sudah dikontak
> melalui SMS membuat isu kalau besok jamaah Ahmadiyah, akan menggelar aksi
> damai di silang damai.
>
> Saya tidak tahu bagaimana persiapan dari FPI untuk merespon isue
tersebut,
> tetapi nyatanya besok pagi ketika aksi damai itu sedang berlangsung
dengan
> membawa nama AKKBB FPI datang dengan belasan truk dan ratusan anggotanya
> melakukan pemukulan kepada anggota aksi tersebut. Yang akhirnya terjadi
> aksi
> kekerasan tersebut. Hal ini yang diketahui dikalangan anggota FPI adalah
> aksi tersebut adalah aksi yang dilakukan umat Ahmadiyah sehingga secara
> kasar dan memaksa membubarkan aksi tersebut.
>
> Dari pemaparan dalam tulisan saya disini harus kawan-kawan milis ketahui
> bahwa,
>
> 1. Bahwa aksi kekerasan yang terjadi di Monas itu merupakan suatu
skenario
> yang dilakukan pemerintah dan pihak JIL untuk mengalihkan isu BBM.
>
> 2. Aksi yang terjadi di Monas itu, JIL ingin FPI dibubarkan karena selama
> ini FPI merupakan yang menjadi sandungan kalau JIL melakukan aksi.
>
> 3. Dari jamaah Ahmadiyah dengan aksi ini, diharapkan mendapatkan simpati
> dari masyarakat Indonesia agar organisasi ini tidak jadi dibubarkan.
>
> 4. Kalangan petinggi JIL telah sekian kalinya, mendapatkan keuntungan
> untuk
> memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada.
>
> Demikian tulisan ini saya buat dengan sebenarnya, karena hal ini yang
> membuat saya selalu merasa bersalah dan berdosa telah bersama-sama dengan
> kawan-kawan JIL melakukan pemutaran balikan fakta. Saya harap kawan-kawan
> setanah air dan sebangsa mau menyebarkan email kekawan-kawan sekalian.
> Terima kasih.
>
> Salam
>
> Nong Darol Mahmada
>
> nong@isai.or.id
gungun
6 Juni, 2008 at 10:52 am
Saya cuma ingin mengatakan, pernahkah anda sekalian menyaksikan film berjudul GANDHI? Jika pernah, jadikanlah itu suatu tontonan bagi anak-anak bangsa negeri ini. Perjuangan Gandhi adalah perjuangan tanpa kekerasan (AHIMSA)dalam berusaha menaklukkan penjajahan di negerinya.
Cobalah untuk menonton, cobalah untuk membaca buku-buku tentang beliau, cobalah untuk memahami makna perjuangan Mahatma Gandhi, beliau seorang Hindu, namun toh beliau tetap memiliki toleransi yang besar pada agama lainnya. Pernahkah terpikir, bahwa saat pembentukan India(sebelum akhirnya pecah menjadi India dan Pakistan), ia berusaha merangkul umat Islam India dengan merelakan negeri India yang notabene penduduk Hindunya mayoritas untuk dipimpin kawan seperjuangannya yang muslim, semua dilakukan agar bangsa India tidak terpecah(meskipun akhirnya kita tahu India tetap pecah juga).
Panutan seperti belaiulah yang kini tak pernah ada, yang ada hanyalah panutan orang-orang yang selalu memaksakan kehendaknya dengan menggunakan jalan kekerasan. Jadi, cobalah kita semua merenung sejenak, mendamaikan hati dan pikiran kita.
Terima kasih.
OM SHANTI SHANTI SHANTI OM ( semoga damai selalu )
Mahendra
6 Juni, 2008 at 11:02 am
terlambat gabung, ga’ apa-apa kan? dari tadi pengen koment, tapi keasyikan baca, sampe abis deh,
beda pendapat itu sah-sah aja, tapi jangan menghujat itu sama aja memperlihatkan kekerdilan kita
buat FPI maju terus tegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar,perangi kemaksiatan, Tegakkan Agama Allah, terus berdo’a semoga Rabb yang Maha benar menunjukkan kebenarannya kepada kita semua. karena hanya Dialah pemilik kebenaran Hakiki
by anti
nthie
6 Juni, 2008 at 11:16 am
Masih banyak jalan untuk lebih arif dan bijaksana dalam melihat setiap permasalahan, apalagi dari sisi ISLAM.. Kita Ummat Nabi Muhammad SAW diberi satu tuntunan yang tidak akan salah oleh Allah SWT yaitu Al-Quran dan itu untuk semua Ummat Manusia tidak hanya untuk satu golongan, FPI mungkin bisa sebagai filter yang keras untuk organisasi seperti Ahmadiyah itu syah saja asal bisa dipertanggunjawabkan Islam punya hukum yang Valid untuk Dunia dan Akhirat tetapi kita ada Payung Hukum Negara yang kadang kita anggap tidak sebagai Hukum karena ulah Oknum yang mempermainkannya karena itu Produk Manusia, sehingga akhirnya AHMADIYAH bisa ditelikung sana-sini agar tetap bisa eksis. Untuk anggota FPI walau anda merasa harus keras… pakailah pemikiran keras yang terarah agar yang BENGKOK (TIDAK LURUS) bisa dluruskan dengan baik dan bisa dipakai sehingga bermanfaat bagi kehidupan.
Kalau kita Keras Tidak terarah akhirnya tambah BENGKOK (TIDAK LURUS) dan ahirnya orang gampang membuat chaos suasana… dan yang rugi kan FPI juga.. Cobalah Konsolidasi kedalam lagi agar FPI bisa diterima…. dan bisa membawa dakwah islam dengan jalan yang baik dan yang harus diingat jangat ikut tercebur dalam situasi Politik Praktis… Ummat Islam tidak butuh Kiai atau Ulama yang ikut Politik Praktis tapi perlu yang bisa mengurusi Ummat dan memperhatikn Ummat agar ISLAM tetap Solid dan dapat biacara kebenaran dengan Lugas….
faris2006
6 Juni, 2008 at 11:17 am
semua unsur kejadian di monas adalag kedudukan politik, sosail dan yg pasti dan paling utama adalah Ekonomi. jd apa pun di lakukan dari berkedok agama, dan kebebasan, menurut saya silakan kita berkeyakiann dan beragama silakan kita berbeda tp coba saling menghargai, saya org yg suka perbedaan dan tidak anti agama, tp jgn anarki… klo anarki apa bedanya dengan anjing2 yg ga bisa berpikir.. kita manuisa pnya akal dan pikiran. klo di tunggangi itu jelas sekali semua pnya kepentingan, bicara pluralisme silakan asal tidak menodai esensi agama lain dan juga menghancukan kelompok lain. peace n love for freedom but not anarchy
andy
6 Juni, 2008 at 12:43 pm
FPI menurut watashiwa menjadi kambing hitam oleh pemerintah dalam mengalihkan masalah yang lebih besar yang dihadapi rakyat Indonesia yaitu kenaikan BBM.
Dalam hal ini media massa memang menjadi aktor utama dalam hal ini. Betapa tidak berita tentang FPI selalu dikaitkan dengan kekerasan padahal ketika melakukan aksinya FPI selalu mengikuti prosedur polisi.
Terus kenapa polisi dalam hal ini membiarkan 2 kelompok yang berbeda pemikiran dan prinsip bisa bertemu di dalam tempat yang menjadi simbol negara yaitu di Monas.
Padahal sebelum aksinya FPI sudah meminta izin ke polisi, aneh? Sepertinya ini politik manajemen konflik untuk menutupi kaenaikan BBM.
Salam kenal dari padhepokananime
padhepokananime
6 Juni, 2008 at 1:08 pm
sptnya konsep kebebasan beragama itu apa sih?
bingung nih…
bebas berbeda agama atau bebas menafsirkan agama?
help meeee….
daniel
6 Juni, 2008 at 1:09 pm
sbtulnya konsep kebebasan beragama itu apa sih?
bingung nih…
bebas berbeda agama atau bebas menafsirkan agama?
help meeee….
daniel
6 Juni, 2008 at 1:09 pm
Intinya emosi ya daeng
daengfattah
6 Juni, 2008 at 2:11 pm
FPI telah melakukan yang terbaik buat islam. mereka adalah pejuang.. AKKBB lah inti dari semua permasalahan ini.
Negara ini memang mengakui kebebasan beragama, tapi bukanlah bebas dalam artian yang absolut. jika AKKBB melakukan pembelaan terhadap Ahmadiyah wajar saja karena AKKBB dan Ahmadiyah sama-sama kafir. FPI itu pejuang…. penolakan terhadap keberadaan FPI sama saja dengan membiarkan kemunafikan di Indonesia. Maju Terus FPI..keroyok aja mereka itu rame-rame.. AKKBB, AHmadiyah itu kafir dan DARAHNYA Halal untuk ditumpahkan ALLAHUAKBAR…!!!!!
Rentha Supa
6 Juni, 2008 at 3:51 pm
Allahu Akbar……………
sedikit pun kami tak gentar anda memaksa kami layani
pecundang
6 Juni, 2008 at 3:53 pm
@atas: susah deh ngomong ama kambing!
iwank
6 Juni, 2008 at 3:58 pm
@atas gw: susah deh ngomong ama kambing!
iwank
6 Juni, 2008 at 4:00 pm
Menyimak berita tentang berita pembubaran FPI, umat kristern n yahudi berhasil mengadu domba dgn cara yg sangat rapi, terstruktur , bersih , dgn konsep pruralitas, kebinekaan, pancasila , NKRI, sampai rapinya para umat islam dlm hal ini para nadhiyin , ulama2 NU banser, terbawa arus , malah tunduk pada perintah para pendeta kristen,.n yahudi. Malah kemarin saya lihat di TV nas, bagaimana seorang pendeta kristen tertawa terbahak2 menertawakan para banser yg pgn menbubarkan FPI., begitu tololnya umat islam di perlakukan seperti itu , siapa yg tolol, para banser or pendeta?. Saya bodoh karena ga bisa membela islam agama saya, FPI bodoh karena melakukan kekerasan, MUI bodoh karena ga punya kekuatan tuk menekan pemerintah dlm hal ahmaddiah, yg lebih…lebih…lebih…lebih… bodoh/stupid lagi yg para banser, garda bangsa, yg pgn membubarkan FPI, waktu ulama di poso , di jatim, di ambon dibantai, reaksinya tidak sedasyat ini, reaksi yg terlalu berlebih di perlihatkan oleh para ulama NU, trus media jadi ajang memojokan umat islam , jadi CORONG KRISTEN N YAHUDI ga berimbang bgt, walaupun orang2 di media banyak yg muslim tp dia sangat ketakutan akan kebangkitan partai islam, contoh reporter tv7 waktu memberitakan kemenangan partai PKS di jabar, dia berkata, begitu membahayakan kebangkitan partai PKS kalo di biarkan.
andrian
6 Juni, 2008 at 7:05 pm
bodoh ama kambing ngomong………………..ama orang kek
pecundang
6 Juni, 2008 at 7:44 pm
islam bukan kekerasan negara punya aturan ikuti aturan yang berlaku jangan mau main hakim sendiri jangan merasa benar kalo salah di mata Allah SWT.
leny
6 Juni, 2008 at 7:47 pm
lebih baik singkirkan FPI keluar dari Indonesia.. kami sudah tidak lagi percaya FPI… FPI sudah kurang ajar dan memecah belah Indonesia… suruh FPI dan ketua FPI keluar dari Indonesia.. FPI mengganggu ketenangan kebebasan beragama di seluruh Indonesia. FPI dibesarkan oleh ajaran sesat dan hidup kekerasan. FPI itu lebih baik segera dibubarkan.
HIDUP DAMAI DAN SAHABAT ANTAR AGAMA DENGAN CARA MENGHORMATI ADALAH TUJUAN BANGSA INDONESIA.
DAMAI ITU INDAH… FPI lebih baik keluar dari Indonesia… usir saja FPI…
daniya
6 Juni, 2008 at 8:41 pm
Dengarkan seruan rakyat ” Bubarkan FPI, BAKAR FPI, DAN SINGKIRKAN FPI KELUAR DARI INDONESIA”..
Selamatkan Indonesia dari penyusup FPI dan hati-hati terhadap kata-kata manis FPI bagai buah manis berulat.
Jagalah perdamaian antar agama dan hormati pemeluk agama. Jangan sampai terpengaruh dan tertipu oleh FPI.
Terimakasih.
daniya
6 Juni, 2008 at 9:46 pm
BiLa disimak dan dihayati puisi Sang Jendral NaGa BoNaR, “BaNGKiT”. Maka FPI mestinya MaLU, terlihat ketakjujurannya dia salahkan AMERIKA menyerang IRAK tapi tak berani menyatakan bahwa RaJa ARAB SAUDI konconya AMERIKA, lha wong ARAB SAUDI yang menyediakan tanahnya untuk pangkalan tentara AMRIK. Koq bisa ya Habib diam atau karena itu tanah leluhurnya. Kasihan anak bangsa dibodohi terus. Coba teliti data aktivitas FPI, pasti tak ada arahnya. Memang paling mudah mengumpulkan masa dengan sentimen agama. Jadi menurut saya hanya satu kata “MEMALUKAN”
BuaNaCaKTi
6 Juni, 2008 at 10:46 pm
ISLAM adalah kelompok mayoritas di negeri ini, tapi koq takut dengan semua kelompok minoritas. Hanya satu jawabnya “kualitas”. Jadi kalau ISLAM dapat dipecahbelah oleh anasir apapun dari manapun hanya satu karena para ulamanya tak pernah bersatu lihat negeri asalnya IRAK dihajar oleh AMRIK, Arab Saudi diam, Raja Faisal (yang berani melakukan embargo minyak terhadap AMRIK) dibunuh oleh keponakannya. TKI dilecehkan ; lihat IRAN tenang tapi sepuluh tahun lagi IRAN akan jadi Singa GuRuN yang disegani.
BuaNaCaKTi
6 Juni, 2008 at 10:59 pm
Untuk menyakinkan tulisan ini, saya perlu memperkenalkan diri dulu, nama Saya adalah Nong Darol Mahmada, saya salah seorang aktivis Jaringan Islam Liberal dan saya aktif di JIL sejak berdirinya JIL.
Dalam kesempatan sekarang izinkan saya memberikan kesaksian kepada kawan-kawan sebangsa dan setanah air melalui milis ini kejadian sebenarnya dibalik kejadian yang terjadi di Monas pada tanggal 1 Juni yang lalu.
Perlu kawan-kawan ketahui bersama bahwa aksi ini merupakan aksi yang telah di skenariokan oleh pihak pemerintah untuk mengalihkan isu BBM yang sedang marak ditengah masyarakat. Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Beryakinan (AKK BB) hanya dijadikan kedok saja untuk mencegah agar ajaran Ahmadiyah tidak dibubarkan.
Setelah presiden SBY menaikan harga BBM, kalangan kontributor JIL Goenawan Mohammad, Hamid Basyaib, Rizal Mallarangeng, Denny JA, Nasaruddin Umar melakukan pertemuan secara diam-diam di kediaman SBY di Cikeas, Bogor. Hal ini mereka bisa akses langsung kedalam berkat orang dalam yaitu Andi Malarangeng yang notabene kakak kandung dari Rizal Mallarangeng.
Dalam pertemuan ini membahas isu yang berkembang di tengah masyarakat mengenai aksi demo-demo yang dilakukan adek-adek mahasiswa. Lalu SBY selaku presiden dan kepala pemerintah meminta kalangan JIL mengalihkan isu yang sedang berkembang di masyarakat dengan isu lain. Rizal M, yang merupakan pemuda JIL yang cerdas memberikan usul bagaimana isu kenaikan BBM yang sekarang ini diupayakan diganti dengan isu membubarkan Front Pembela Islam (FPI) dengan mengangkat isu pembubaran ajaran Ahmadiyah. Karena selama ini JIL selalu mendapatkan perlakuan keras dari FPI.
Lalu setelah mendapatkan ‘restu’ dari presiden Goenawan Mohammad, Hamid Basyaib dan Rizal Mallarangeng datang ke markas JIL di Jl. Utan Kayu No. 68 H Utan Kayu. Di Kedai Tempo mereka membahas bagaimana membuat skenario agar anggota FPI bisa melakukan tindakan anarkis dan perusakan yang membuat masyarakat tidak simpati lagi dengan FPI. Lalu setelah melakukan diskusi selama 3 jam, ketiga kontributor JIL itu akhirnya berhasil membuat skenario yang bagus, dengan memanfaatkan momentum kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Juni, mereka akan membuat semacam aksi simpatik (damai) dalam kebebasan beragama dan berkeyakinan. Aksi ini dilakukan di Monas, yang mana para peserta yang hadir sudah disetting sedemikian rupa agar anggota FPI turut datang dan membubarkan asyik tersebut. Mereka sangat paham betul, bahwa massa FPI sangat mudah sekali untuk dipancing agar melakukan kekerasan dan pengerusakan.
Setelah membuat skenario tersebut lalu Goenawan Mohammad, menghubungi SBY melalui ponselnya, setelah mendengar penjelasan dari Goenawan Mohammad secara terperinci, akhirnya presiden menyetujui aksi tersebut dan akan mentransferkan dananya sebesar 10 miliar rupiah untuk melancarkan aksi tersebut.
Malam sebelum kejadian, beberapa pentolan JIL berkumpul di markas JIL, termasuk saya sendiri. Waktu itu yang hadir sangat ramai sekali dan sedang membahas persiapan untuk aksi besok pagi. Dari beberapa kawan-kawan yang diberikan tugas juga sudah selesai menjalankan tugasnya seperti mengundang kalangan pers media cetak dan media elektronik untuk hadir di acara tersebut. Orang-orang Ahmadiyah pun bersedia mengerahkan beberapa massanya untuk menghadiri aksi damai besok. Begitu juga dengan FPI, sudah dikontak melalui SMS membuat isu kalau besok jamaah Ahmadiyah, akan menggelar aksi damai di silang damai.
Saya tidak tahu bagaimana persiapan dari FPI untuk merespon isue tersebut, tetapi nyatanya besok pagi ketika aksi damai itu sedang berlangsung dengan membawa nama AKKBB FPI datang dengan belasan truk dan ratusan anggotanya melakukan pemukulan kepada anggota aksi tersebut. Yang akhirnya terjadi aksi kekerasan tersebut. Hal ini yang diketahui dikalangan anggota FPI adalah aksi tersebut adalah aksi yang dilakukan umat Ahmadiyah sehingga secara kasar dan memaksa membubarkan aksi tersebut.
Dari pemaparan dalam tulisan saya di sini harus kawan-kawan milis ketahui bahwa,
1. Bahwa aksi kekerasan yang terjadi di Monas itu merupakan suatu skenario yang dilakukan pemerintah dan pihak JIL untuk mengalihkan isu BBM.
2. Aksi yang terjadi di Monas itu, JIL ingin FPI dibubarkan karena selama ini FPI merupakan yang menjadi sandungan kalau JIL melakukan aksi.
3. Dari jamaah Ahmadiyah dengan aksi ini, diharapkan mendapatkan simpati dari masyarakat Indonesia agar organisasi ini tidak jadi dibubarkan.
4. Kalangan petinggi JIL telah sekian kalinya, mendapatkan keuntungan untuk memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada.
Demikian tulisan ini saya buat dengan sebenarnya, karena hal ini yang membuat saya selalu merasa bersalah dan berdosa telah bersama-sama dengan kawan-kawan JIL melakukan pemutaran balikan fakta. Saya harap kawan-kawan setanah air dan sebangsa mau menyebarkan email kekawan-kawan sekalian. Terima kasih.
Salam
Nong Darol Mahmada
nong@isai.or. id
___________________________________________________________________________________
artikel ini diperoleh dari postingan seseorang yang mengaku sebagai di bawah ini:
robi sugara
Home:
Jalan Pemuda No 32, Rt 01/06
Sawangan Baru, Depok 16511-Jawa Barat
ph 0815-8062741
addiehf
6 Juni, 2008 at 11:48 pm
Lucu juga FPI. mereka mengaku membela keyakinannya(Tuhannya) berati tuhannya lemah dong sampai harus dibela sama manusia?? ahmadiya sesat atau tidak kan bisa dibuktikan dengan seleksi alam. kalau Tuhan tidak berkehandak Ahmadiya musnah koq manusia-manusia bodoh mau berkehendak.. berati FPI ITU MURTAD memanggap diri lebih tinggi dr Tuhannya
cintaperbedaan
8 Juni, 2008 at 3:51 am
[...] terkait : daeng limpo’s blog Ustad Ja’far Umar [...]
FPI, should we banned them? « celoteh imiL
8 Juni, 2008 at 9:01 am
FPI ITU KERAS, KARENA SUBTANSI UTAMANYA BUKAN SOAL AHMADIAH TETAPI SEBENARNYA CUMA MASALAH KESEMPATAN KERJA YG TERBATAS, shg anggauta FPI sebagian BESAR adalah kelompok pengangguran. Akibatnya kecemburuan sosial yg diaduk dg aqidah Islam secara salah, anti sosial dan anti masyarakat mapan. COBA MEREKA DAPAT KESEMPATAN KERJA TETAP, pasti tidak sempat yg melakukan hal2 radikal spt itu. Dari mana dana mereka. Tau sendiri deh
HIDUP ISLAM yg damai, agama damai.Wass
MAMAN
8 Juni, 2008 at 10:15 am
BiLa selalu mencari kambing hitam itu tanda-tanda orang tak mampu. Teriakan “ALLAHUAKBAR…!!!!!” tetapi melakukan perbuatan hina. Kristen-lah, Yahudi-lah, pendeta-lah yang jadi tudingan, mencerminkan kekalapan kelompok yang frustasi. Selalu tak mau melihat dirinya sendiri. Coba lihat DenMas Soegeng dengan kondisinya yang kekurangan tapi mampu merubah segelintir manusia cacat tanpa kaki menjadi berkaki kayu hasil karyanya. ConToHLah sikap DeNMas Soegeng tanpa kekerasan sedikitpun tapi dia mampu memberikan bekal kpd segelintir manusia untuk berguna minimal untuk dirinya sendiri. Koq FPI kerjanya merusak. Hanya satu jawabnya untuk FPI, semoga Tuhan Allah swt memberikan azab kepada manusia-manusia yang selalu menggunakan NamaNya untuk melakukan perbuatan nista. Amien.
WoNG GeNDHENG
8 Juni, 2008 at 11:57 am
untuk mas bagaskara dan mas joni tetap aja waluapiun kehidupa habib riziq dan anngotamFPI lainnya seputih salju tetap aja mereka tidak boleh memaksakan kehendak.. memang benar aturan agama harus diikuti tetapi memang boleh diajarkan memukul orang seenaknya??? pembalasan kan dari Tuhan bukan dari manusia.. coba kalau anak istrimu yang dipukul masih bisa membela Fpi
cintaperbedaan
8 Juni, 2008 at 11:59 pm
Assalamu’alaikum,
Saya keluar kota dari Jumat-Minggu. Ngga dapat layanan Internet, jadi ngga reply-reply nih.
@WoNG GeNDHENG
Salut untuk Anda, walau ngaku gendeng (gila), tapi pikiran Anda waras sekali!!!
@Semua yang ngomentari negatif komentar saya setelah hari Kamis (5/6/2008)
Maap-maap kate nih. Komentar Anda ngga ada yang substantif dan objectif. Malah cenderung subjektif, i.e. menyerang / memuji individu/kelompok. Thanks to other friends, mereka menyadari itu dan memberi komentar yang selayaknya dan bagus-bagus.
@bagaskara & jhoni
Soal disuruh melihat kehidupan sehari-hari Ridziq/FPI. Anda sendiri udah melihat belum kehidupan sehari-hari Kaum Ahmadi?? Bagaimana mereka sholat, mengaji, bersedekah, hidup bermasyarakat dengan sesama Ahmadi dan warga lainnya, dll. Udah belum?? Jangan ngajarin orang sesuatu yang Anda sendiri belum atau tidak mau ngerjainnya sendiri dong.
Wassalam yang lemah,
Irenaeus Ahmad
Irenaeus Ahmad
9 Juni, 2008 at 10:35 am
biar ja nyesal di duni tapi insyaallah tidak di akhirat…
dunia ini cuma sementara ko..
ff
9 Juni, 2008 at 12:25 pm