MENGAPA ANDA TANYAKAN TUHAN ITU ADA BERAPA…?
Siapa manusia yang bisa menghitung Tuhan?, lalu ada lagi pertanyaan Tuhan itu ada berapa..?. Saya merasa takjub dengan pertanyaan ini.
Postingan/pertanyaan komentator yang mengandung pertanyaan, “Siapa yang bisa menghitung Tuhan?” atau “Tuhan itu ada berapa…?”, menurut saya ada dua kemungkinan:
1. Penanya/admin tahu jumlah Tuhan, lalu kemudian bertanya untuk mengetes audiens/admin.
2. Penanya/admin memang tidak tahu jumlah Tuhan, dan ingin tahu dari audiens/admin.
Jika penanya/admin masuk dikategori 1, maka penanya/admin sebaiknya memaparkan jumlah Tuhan yang sebenarnya menurut pengetahuan dia.
Jika penanya/admin masuk kategori 2, maka jumlah Tuhan tergantung pemahaman audiens dan penanya bisa memilih salah satu jawaban atau tidak.
Mohon penjelasan baik dari yang pernah memuat postingan tersebut maupun komentator.
Jika saya mengatakan bahwa Tuhan saya dan Tuhan anda ?, apakah ini berarti Tuhan ada dua…?.
Karena saya tidak pernah melihat Tuhan dengan kasat mata, dan anda juga demikian. Apakah mungkin Tuhan yang kita maksud (walaupun dengan nama berbeda) adalah wujud yang sama ?

He 78 X..
Sepertinya tergantung agamanya pa Daeng !
Muhammad Rachmat
3 Mei, 2008 at 7:00 pm
saya sudah jelaskan setidaknya dua kali dalam komentar artikel yang anda sebut itu, dan saya agak malas menuliskannya lagi disini.
Jadi ini komentar saja, yang terakhir anda katakan itu menarik, gimana kalau contohnya dibuat lebih jelas:
Pacar saya dan pacar anda << disini bisa saja tanpa sepengetahuan kita, ternyata kita memacari perempuan yang sama.
Anjing peliharaan saya dan anjing peliharaan anda << mungkin saja kita memelihara anjing yang sama *maksa*
Tapi…
“Orang lain yang berbeda pacar”
atau
“Umat beragama lain yang berbeda Tuhan”
Tentu jadi kelihatan kan maksudnya apa?
Btw, sebenarnya… pssst… ini rahasia sebenarnya… sebenarnya yang saya paling ingin tanyakan itu justru pertanyaan nomor 5. Mungkin anda bisa bantu jelaskan?
Guh
3 Mei, 2008 at 7:03 pm
Wah, saya sih cuma nanya gimana caranya menghitung sehingga tahu Tuhan itu satu. Soalnya sampe sekarang saya nggak tahu.
danalingga
3 Mei, 2008 at 8:49 pm
KALO MAU BIKIN BLOG, JANGAN LUPA MASUK “Leoxa.com”
(Themenya Keren Abiss & Bisa Pake Adsense)
kang4roo
4 Mei, 2008 at 9:38 am
Guh, kan ada dalilnya …
tuhan itu menurut sangkaan para hambanya …
korelasinya,
bila semua menyangka tuhan itu sulit diatur ya begitu jadinya !
namun bila ada yg berpikir bahwa tuhan itu bisa dikendalikan dan manut kala dicocok idungnya, ya begitu juga nasibnya !
hayooo …
ada lowongan baru nech …
DICARI … penguasa baru untuk tuhan baru … !
wakkkakakakkaaa …
rajaiblis
4 Mei, 2008 at 10:36 am
@Muhammad Rachmat
Benarkah sobat….?
@Guh
Ok.
mengenai pertanyaan anda no.5 itu, memang Tuhan tidak bisa dimonopoli, tetapi apakah berpegang teguh dengan sesuatu yang diyakini itu berarti memonopoli Tuhan?
—thanks—
daeng limpo
4 Mei, 2008 at 2:29 pm
@danalingga
Thanks
@kang4roo
Meluncur………
@rajaiblis
saya pikir sebagian besar manusia sudah “menuhankan”anda
daeng limpo
4 Mei, 2008 at 2:32 pm
Cara menghitung tuhan adalah matilah segera,ga usah diperdebatkan karena menyangkut masalah keimanan .
amanjaelani
4 Mei, 2008 at 2:39 pm
Cara menghitung tuhan adalah dg bertemu dgNYA segera,ga usah diperdebatkan karena menyangkut masalah keimanan .
amanjaelani
4 Mei, 2008 at 2:42 pm
@amanjaelanai
saya pikir juga demikian.
–salam–
daeng limpo
4 Mei, 2008 at 2:45 pm
daeng …
rajaiblis gak minta koq …
mereka aja pada seneng hati dan sukarela “menuhankan” aNE
wakkkakakakakaa …
rajaiblis
4 Mei, 2008 at 8:09 pm
kayaknya ada yg salah kaprah Daeng..
1. kalo pertanyaannya : Tuhan ada berapa? jelas jawabnya 1
2. kalo pertanyaannya : Tuhans ada berapa? nhaa.. ini bisa jadi tuhannya 2,3 atau lebih… tapi kemungkinan besar sih : satus (satu ketambahan s) maksudnya hehehe
tontowi
6 Mei, 2008 at 3:15 pm
jawabnya ya dan tidak
tergantung kepada siapa pertanyaan itu di tanyakan, kepada sesamanya atau yang berbeda
tapi kalau yang dicari adalah berapa jumlah Tuhan, menurutku jumlahnya tak terbatas…
kita menemukan tuhan dalam bentuk 9 senti (puisi taufik ismail), dalam bentuk 7%-10 % b/v, dalam bentuk titel atau bahkan dalam bntuk lembaran kertas yang bisa ditukar dengan sandang, pangan, papan, atau dalam bentuk “surga dunia”
ah ngomong apa aku
maap daeng..sedikit meracau
lainsiji
8 Mei, 2008 at 5:59 pm
lah Tuhan yg satu saja belum ketemu ketemu, gimana mo nyari tuhan yg lainnya
Kucing
23 Mei, 2008 at 8:32 pm
Salam kenal, ini topik menarik
maka ketemu dulu dengan TUHAN yang sebenarnya baru terjawab semua pertanyaan di atas,
Mau tahu Tuhan sebenarnya, silahkan kunjungi
http://sufimuda.wordpress.com
sufimuda
3 Juni, 2008 at 9:50 am