h1

Sayalah Nabi Ahmadiyah Setelah Mirza Ghulam Ahmad

24 April, 2008

Saya mengalami pengalaman spritual yang cukup menegangkan. Awalnya ………”Daeng Limpo kamu harus memproklamasikan dirimu menjadi NABINYA jamaah Ahmadiyah”, demikianlah lamat-lamat suara dalam mimpi saya itu berkata. Suara itu berupa cahaya yang terang benderang, maka ketika terbangun saya segera sadar bahwa inilah wangsit yang saya tunggu-tunggu. Maka mulailah sejak itu saya mengoprek-oprek kitab-kitab suci dari agama-agama besar diseluruh dunia, untuk saya jadikan referensi sebagai “kitab Suci” karangan saya.
Tindakan yang pertama kali saya lakukan adalah mencari pengikut. Maka ketika malam Kamis legi, saya mengumpulkan tetangga, handai taulan dan kerabat, sahabat, lalu saya umumkan kepada publik Ahmadiyah dimana saya adalah salah satu jemaahnya. Awalnya pengikut saya sedikit saja hanya 10 orang itupun kebetulan mereka punya utang sama saya. Kemudian saya memakai sistem MLM dalam perekrutan dengan sedikit bonus SEMBAKO, akhirnya pengikut saya berkembang pesat menjadi 1 juta orang dalam waktu 10 tahun. Iuran anggotapun sudah banyak juga, akhirnya saya menemukan arti penting menjadi nabi “jadi-jadian” di agama AHMADIYAH, anak saya dari istri ke tiga kemudian saya angkat menjadi khalifah. Sedangkan perputaran modal dari para jemaah sebagian besar saya putar di pasar saham Bursa Efek. Karena semakin banyak saja pengikut saya, maka dibuatlah sebuah organisasi yang bernama JAMAAH AHMADIYAH-LIMPODIYAH yang saya daftarkan dengan sedikit “suap” disebuah Instansi, agar kedudukan saya semakin kuat. Tujuan organisasi ini adalah untuk mencari dana tambahan dan dukungan diluar negeri. Kemudian saya dihubungi salah seorang agen intelejen negeri “USIL” yang bersedia memberi dukungan dana termasuk operasional organisasi. Setelah merasa mantap, tak lupa saya umumkan lewat blog ini juga. Saya katakan bahwa, “saya adalah NABI yang meneruskan ajaran MIRZA GHULAM AHMAD, karena beliau sudah meninggal sebelum para dajjal sempat dihancurkan.” Demikianlah pernyataan saya, maka ramailah dunia beragama dikolong langit negeri ini, agama Ahmadiyah dan agama Islam meneror saya. Kemudian umat beragama lain “memanas-manasi” permasalahan ini, sementara pemerintah dalam posisi “wait and see”.
Karena Agama Ahmadiyah dan Islam merasa “dilecehkan” maka pengikut saya dikejar-kejar, sementara saya sedang berada di baghdad Irak menukarkan Dinar Iraq saya. Karena saya takut pengikut saya pada kabur, kebetulan saya punya sedikit ilmu pelet dan santet, maka saya menakut-nakuti para rekan-rekan saya yang menentang pernyataan saya agar tetap setia kepada saya, kalau wanita saya pelet untuk saya peristri dan kalau pria saya santet biar modar. Tak lama kemudian karena mau PEMILU, pemerintah akhirnya mengeluarkan keputusan bahwa JAMAAH AHMADIYAH-LIMPODIYAH boleh mengembangkan ajarannya di negeri ini. Saking gembiranya ………… akhirnya saya terbangun, dan kebetulan saya tertidur didepan Televisi yang sedang menyiarkan pengumuman pemerintah tentang Ahmadiyah.
Astagfirullah hal adzim untung guwe cuman mimpi, tapi kayaknya guwe demen bener ama mimpi guwe. Soalnya guwe kok bisa mimpi dalam mimpi. Aneh………….?

136 comments to “Sayalah Nabi Ahmadiyah Setelah Mirza Ghulam Ahmad”

  1. Wah…boleh tuh daeng, jadi kapan resminya jadi nabi ? :D


  2. hehehe…orang mabuk. belajar dulu tentang ahmadiyah dari orang ahmadiyahnya langsung pak. baru obyektif.


  3. @ressay
    betul pak..sama dengan mabuknya anda :D


  4. hahaha….lucu banget sih pak. itu cerita fiksi khan?


  5. Yah…betul pak, tapi bisa jadi nyata lho :D
    —salam—


  6. oh fiksi tho. nyata? wah bagus tuh. saya dukung. ayo jadi nabi-nabi baru…!!!!

    bahkan bila perlu jadi Tuhan-Tuhan baru yang setiap harinya mengatakan, “Kamu sesat…!! Kamu Kafir…!! Sayalah yang paling benar…!! Kalian semua berada dalam jurang neraka kelak…!!”

    hayo siapa yang mau menyusul jadi Tuhan-Tuhan gadungan?


  7. @ressay
    Jadi seandainya dalam Ahmadiyah ada yang memproklamirkan diri menjadi nabi penerus MGA, boleh juga ya pak?


  8. emang ada? siapa? ente bang?


  9. Mau komentar jadi ngeri


  10. @ressay
    kalau bukan saya, mungkin ada jemaah Ahmadiyah yang tercerahkan lalu menyatakan diri sebagai penerus MGA sebagai nabi? bagaimana sikap Anda?
    –salam–


  11. MGA sebagai Nabi? baru tau saya lae…!! Darimana taunya?


  12. cobalah lae baca postingan saya yang ditanggapi oleh orang Ahmadiyah di http://independen69.wordpress.com/2007/12/19/ahmadiyah-sesat-atau-terlihat-sesat/


  13. disitu angga (orang ahmadiyah) menyebut bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi.
    Yah…sekedar tukar pikiran kan boleh lae ?
    –salam—


  14. coba lae baca ini:
    http://www.studiislam.wordpress.com

    pingin diskusi ama orang ahmadiyahnya langsung, kunjung weblog itu lae.


  15. pertanyaan saya belum dijawab lae. Bagaimana jika didalam tubuh Ahmadiyah ada yang merasa “tercerahkan” dan mengaku sebagai nabi penerus MGA ?


  16. @ressay
    Bagaimana kalau keblogku aja lae diskusinya, biar mantaps :D


  17. Lae, pertanyaan ente sendiri salah lae, jadi mana mungkin pertanyaan salah dijawab?

    Emang MGA itu Nabi?

    Jadi kayak pertanyaan, “Apakah Tuhan yang katanya Maha Kuasa bisa menciptakan Tuhan lain sehingga nantinya ada Tuhan?”

    Itu pertanyaan salah. jadi gak harus dijawab, tetapi dikritisi.


  18. ya gpp, itung-itung naikkin trafic weblogmu lae.


  19. @ressay
    Mirza Ghulam Ahmad Lae itu singkatan :D
    ah.. lae ini nggak usah malulah? :D


  20. ok lae, maksudku, apakah Mirza Ghulam Ahmad itu Nabi lae?


  21. @ressay
    betul….Mirza Ghulam Ahmad apakah bener Nabi lae?


  22. ya di jawab donk lae.


  23. @ressay
    ah..lae ini, gak usah resah dan gelisahlah lae, kalau lae memang Ahmadiyah berilah penjelasan lae….. :D, ini kesempatan emas lae :D


  24. saya bukan ahmadiyah lae, lae bisa lihat sendiri diweblogku aku mencerminkan orang apa lae.

    khan ente yang nuduh MGA itu sebagai Nabi lae, seharusnya ente yang membuktikan donkz lae.


  25. @ressay
    sudah masuk belum lae ke link postingan saya…itulah pendapat “orang Ahmadiyah”. Jadi Silahkan lae baca komen-komennya disitu…dikatakan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi. Jadi saya bukan nuduh lae, itu ada kronologisnya gitu loh…ah..lae mungkin belum ke link yang saya berikan ?


  26. silakan lae juga baca link yang saya berikan di atas. atau ane ulangi lae.

    http://www.studiislam.wordpress.com

    kalau mau berdiskusi dengan orang ahmadiyah-nya langsung, ya silakan saja berdiskusi di sana.

    Hati-hati, bisa-bisa lae pindah ke mazhab Ahmadiyah lagi. :D

    peace lae.


  27. @ressay
    apa ada bedanya lae saya diskusi dengan orang Ahmadiyah langsung lewat blog saya atau harus lewat link itu diskusinya?, kok rasanya aneh?.
    peace juga lae
    –salam kompak selalu—


  28. lae, itukan Ahmadiyah Qadiyan. kalau link yang aku berikan itu Ahmadiyah Lahore yang mengklaim dirinya Gerakan Ahmadiyah Indonesia. Sedangkan Ahmadiyah Qadiyan itu Jemaat Ahmadiyah Indonesia yang difatwakan sesat dan kafir oleh MUI.

    kalau pun Ahmadiyah Qadiyan mengakui Nabi (didiskusi Anda), apakah definisi Nabi menurut Anda dan dia itu sama atau tidak? jangan-jangan beda lae.


  29. Duh, serem yah … semakin gak jelas :)


  30. Daeng Limpo, nabi yang hakiki itu’kan utusan Allah, jadi yang nyuruh ya Gusti Allah.

    Jadi kalau Sampeyan ngaku jadi Nabi sekarang padahal Sampeyan hanya mengada-ada, yang mestinya marah dan melaknat ya Gusti Allah sendiri. Ngga perlu dibela sama FUI dkk.

    Pertanyaannya, apakah MGA dilaknat? Apakah ajaranya musnah? Apakah pengikutnya kocar-kacir dan menanggalkan kepercayaannya ketika dipaksa meninggalkan kepercayaanya? Jawabannya TIDAK untuk semua itu.

    Lalu apasih pengakuan MGA? First, beliau mengaku menerima daulah Allah SWT, bahwa Isa Almasih Israeli sudah wafat, dan yang akan datang adalah orang yang mempunyai kualitas dan karakter seperti beliau (bukan reinkarnasi loh!). Dan wujud yang akan datang itu adalah MGA sendiri. Di dalam hadist shahih Bukhari, Nabi Muhammad saw menyebut Isa Almasih Akhir Zaman dengan gelar ‘Nabiullah’.

    Jadi kenabian beliau bukanlah hal yang perlu dibesar-besarkan, karena kenabiannya adalah suatu keniscayaan (given) saja dari perannya sebagai Isa Almasih Akhir Zaman.

    Seperti disebut dalam hadist juga, Isa Almasih Akhir Zaman akan mengikuti Syariat Islam. Jadi dia mengusung jenis ‘nabi ummati’. Istilah yang terakhir ini bukanlah sesuatu yang diada-adakan sekarang ini. Kita semua mahfum pada masa Nabi Musa dan setelahnya Allah mengutus nabi-nabi ummati yang mengikuti syariat Tauratnya Musa’kan.

    Semoga bisa membantu menjelaskan.

    Tentang Khataman Nabiyin bisa dibaca selengkapnya penjelasan Ahmadiyah tentang penafsirannya di http://www.alislam.org/holyprophet/Finality%20of%20Prophethood%20-%2020080423MN.pdf

    Selanjutnya terserah Anda. Allah telah menunjuk Utusannya. Sebagai pengejawantahan (implementasi) salah satu sendi Rukun Iman untuk mempercayai nabi-nabi Allah, akankah Sampeyan mengimani MGA atau tidak?

    Setidaknya menyelidiki kebenarannya, tanpa prasangka buruk. Lalu diujung penyelidikan, lakukanlah Shalat Istikharah minta petunjuknya, apakah benar MGA adalah utusan-Nya.

    Jazakumullah Wahsanul Jaza,
    Irenaeus Ahmad


  31. @ressay
    dalam diskusi itu saudara angga menyatakan bahwa
    “Dikalangan umum islam menyatakan bahwa setelah nabi Muhamad saw tidak ada lagi nabi, tapi kami ( Ahmadiyah Qadiani ) menyakini setelah nabi Muhammad saw ada lagi nabi tapi bukan nabi yang membawa syariat melainkan nabi Ummati atau nabi pengikut nabi Muhammad saw karena beliau ( Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as ) ini menyampaikan ajaran-ajaran nabi Muhmmad saw dengan berpedoman kepada Alquran Karim dan hadits-hadits nabi muhammad saw.”
    selengkapnya silahkan kelink http://independen69.wordpress.com/2007/12/19/ahmadiyah-sesat-atau-terlihat-sesat/#comment-1315
    artinya mereka mengakui ada nabi setelah Kanjeng Rasulullah Muhammad SAW.


  32. @ressay
    nah…lae kalau kemudian didalam Ahmadiyah sendiri muncul nabi sebagaimana definisi saudara angga diatas, apakah kaum Ahmadiyah mau menerima ? :D


  33. ya udah, selamat berjuang wahai nabi baru.


  34. Wah Rasul Danalingga mampir, thanks deh. Semoga sukses.


  35. besok saya berharap akan dibantu temen temen disini, dan para pejuang HAM, untuk melawan FPI dan HTI dan Ikhwanul Muslimin dan masyarakatt mayoritas,

    dan juga minta juga dibantu secara HAM, karena besok saya akan mengangkat diri saya menjadi rasul baru bernama : ajaran atmo glendem, yang meyakini Tuhan, dan meyakini juga semua agama,

    saya akan memakai nama ajaran Keresten BARU !!

    semoga mendapat dukungan !!
    dan minta dukungannya juga om !! :D

    moga moga gak diprotes nih…


  36. @rindu
    emangnya ada monster :D
    @atmo glendem
    wah…mosok nabi minta bantuan sama manusia biasa ? :D


  37. Daeng, Baiat aku dong. Jadikan aku pengikutmu. huheueue :mrgreen:

    atau besok2 saya mau ngaku jadi malaikat, atau juru slamet gitu dech. :D

    ——–
    Postingan bagus, Daeng. alih2 menggunakan dalil quran atau hadist untuk menjelaskan sesatan merekan. Memang lebih baik ‘merusak’ pola pikir pengikut dan pendukung ahmadiyyah, dengan pemikiran sperti yang bikin ini.


  38. @norie
    ogah…ah.., pengikutku gak boleh pakai anonim ntar dikira nabi palsu…wong pengikutnya blogger anonim semua. halah….namanya juga mimpi broer :D


  39. ngomong doank lu nyet….bacot lu gede…otak lu kagak ada…orang goblog abis…


  40. @monyet
    udah habis obatnya pak?


  41. @monyet
    cupu lu. dah anonim, kagak ada link lagi.
    mana tuh, logika busuk yang biasanya lu agung-agungkan itu. keluarin dong, jangan cuma nge-bacot.
    sono beli obat lu. ntar kumat lagi lu. wkakaka… :mrgreen:


  42. @Iraneus Ahmad
    inilah yang sangat saya sukai dari umat beragama, mengutuk…dan melaknat…Lha itukan cuman mimpi doang. Tetapi jika kemudian dikemudin hari ada anggota jemaah ahmadiyah yang ngaku seperti mimpi saya, gimana dunk sikap anda sebagai orang yang beragama Ahmadiyah.
    Truz …masalah laknat melaknat…apakah benar jika berkembang berarti ajaran itu tidak dilaknat? lha komunis aja di Cina berkembang dengan pesat….menurut anda komunis dilaknat Tuhan nggak ?.
    —salam hangat—


  43. @Iraneus Ahmad
    Mohon dijelaskan apa bedanya Ahmadiyah dengan ajarannya nabi MOSADDEQ ?


  44. wah asyik juga chatting antara daeng limpo dan ressay. silakan dilanjut, pamit dulu karena nggak mau mengganggu hehehe…


  45. robet kabur saya juga kaburrr….


  46. ya ..selamat. tap nabi kok ngaku2 waduh …waduh…bahaya sekali dunia ini lama kelamaan.


  47. @Robert Manurung
    emangnya gak…capek lae..gencatan senjata dulu dunk… :D
    @SyahrizalPulungan
    Jangan kabur pak….keluarkan satu ayat dulu


  48. @H4DYI
    gak juga ah…kan cuman ngaku-ngaku :D


  49. EDAN MENT ….E….CUMA MIMPI……KARENA SAYA PENASARAN MAKA KU BACA SAMPE TUNTAS ……E.E.E…..
    ORANG NGELINDUR DARIIII….TIDUR …..KLO JADI BENERAN
    SEPERTINYA LUMAYAN ……BISA-BISA BAGI SEMBAKO BERAS 1 KWINTAL JADI KAGAK MIKIRAN BERAS SELAMA 4 BULAN ……
    AJIB-AJIB-AJIB


  50. Halah, saya yakin 1000% kalau fenomena ini pun bakal hanya jadi “tren sesaat” saja, seperti polemik AAC, masalah kelaparan, dan UU-ITE.

    Salam,.


  51. @daenglimpo
    lae, masalahnya sekarang, Ahmadiyah yang mana yang dituntut pembubarannya oleh MUI. itu yang pertama. Karena pada kenyataannya Ahmadiyah terpecah menjadi dua lae. Lahore ama Qadiyan. Lahore mengatakan bahwa MGA bukan Nabi sedangkan Qadiyan mengatakan MGA itu Nabi (menurut definisi mereka).

    yang kedua, definisi Nabi menurut Qadian dan Nabi menurut mayoritas umat Islam itu berbeda. silakan baca dilink yang sudah saya kasih, di sana ada pembahasan mengenai itu.

    yang ketiga, mengenai keyakinan Qadiyan bahwa masih ada Nabi lagi selepas Nabi Muhammad, itu terkait dengan penafsirannya terhadap kalimat “khatamul Anbiya”. Mayoritas menafsirkan “khatamul Anbiya” dengan arti penutup para nabi. Sedangkan menurut Ahmadiyah, Khatamul Anbiya itu berarti Nabi yang termulia.


  52. saya baru dapat kabar dari jibril..

    “Tuhan mau pensiun!!” :mrgreen:


  53. Aduh pak ada-ada saja, kirain beneran jadi nabinya. Tapi?????bener bukan nabi khan


  54. jadi brainstrorm nabi yang sebenarnya, khan cuma nabi sesungguhnya yang dikabari jibril :D

    entah jibril pernah dateng juga ngga ke MGA, mungkin itu yang jadi mujizatnya, menjadi nabi tanpa didatangi jibril, hingga meragukan pengikutnya yang lain dan berkesimpulan ajaran tetap layak di taati tapi jangan aku dia jadi nabi, ngga ada buktinya, sedangkan umatnya yang lain tetap mengaku MGA nabi.

    KOk pada pengen banget sih jadi Rasul or minimum Nabi, bisa gitu ya , sedangkan kanjeng Rasulullah ngakunya malah menjadi manusia biasa, hanya hamba Allah yang diberi petunjuk dan dibimbing oleh Tuhan, beliau tidur, berbuka puasa dan menikah.


  55. he.

    tulisan anda menusuk sekali daeng. mempertanyakan keyakinan yang selama ini menjadi pledoi.

    anda bakat jadi intel daeng :)

    salam kenal


  56. wah orang ngelindur bisa jadi BOTD :)

    http://hmc.web.id


  57. Hahahaha Mas Daeng..guyonan sampeyan ini bisa saja…yang lucu lagi ada juga yang nanggapi serius..mungkin situasinya pas lagi panas ya..
    Buat bung Ressae…sekedar saran saja, semestinya sampeyan informasikan dari awal awal bahwa ada 2 versi ahmadiyah, dan itu bertolak belakang. Jadi nggak perlu harus ribut dulu. di beberapa blog anda sudah marah marah melulu. Lah orang orang awam mana tahu kalo ada 2 versi. Saya sendiri barusan tahu 1 jam yang lalu dan sekarang lagi baca situsnya ahmadiyah lahore. Kalo yang satunya belum nemu.


  58. ahmadiyah = kafir.
    ingat hadist shahih Rasulullah ttg 30 dajjal pendusta setelah beliau.
    musailamah al kadzdzab,…..
    smpe orang kafir yang punya blog ini.
    tobat sblm mati!
    sblm fitnah kubur (3 pertanyaan):
    1. man Rabbuka!
    2. ma Dinuka!
    3. man Nabiyyuka!


  59. inilah akibat dari jauhnya umat islam dari islam yang murni sesuai dengan apa yang Rasulullah Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam dan para sahabat beliau semua jalani sehingga menjadi masyarakat Madinah dan Makkah yang bertauhid dan disegani oleh bangsa adidaya semacam Romawi pada saat itu, bahkan sempat pernah kaum muslimin saat Rasulullah Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam masih hidup mengalahkan tanpa perang bangsa Romawi, padahal perang hampir berkecamuk. Namun karena atas Pertolongan dari Allah Subhanahu wa ta’ala saja, kaum muslim pada saat itu Menang tanpa perang!
    eee lha… jaman sekarang, maklum jika apa yang sudah dikabarkan oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam terbukti,
    munculnya Dajjal2 kecil pendusta!
    berani koar2 di tanah Indonesia ni, TEBAS batang leher loe! dasar dajjal kecil pendusta!
    kalau sekedar mimpi aneh ky gtu mah saya sering pisan.
    .
    .
    .
    TOBAT sblm TERLAMBAT!!!
    MATI diHUJAM PERSUALAN KUBUR, diROBEK mulut dustamu sampai ke tengkuk mu!
    penyesalan datang terlambat!
    .
    .
    .


  60. @asdasd
    hehehe… sampean lucu. :P mesti sampean ndak baca sampai tuntas.


  61. iya,
    saya setuju dengan anda daeng limpo

    kenapa si MOSSADEQ dilarang, dan gak dibantu habis habisan ma “para pembela HAM”???

    apakah karena cuman sekala lokal dan gak punya duit yah???

    kan essensinya sama saja, ahmadiyah dan MOSSADEQ???

    yah, biarlah para nabi baru itu muncul, mumpung banyak dana dari NGO mengalir deras

    (atmo glendem mode indonesia on)


  62. Ada lagi nih sosok orang Katro…! Pekok…!
    Kayaknya nih orang lagi mabuk…
    Jadi setengah sadar setengah WU…EDDAN…
    Apa jangan-jangan WU…….EDDAN beneran,…
    Kasihan… kasihan…
    Sampeyan Makan Apa toh lay….


  63. @doelsoehono
    dasar…sinchan nakal
    @essence
    sesaat yang membawa nikmat kaleeee…?
    @ressay
    kalau begitu saya juga bisa menfsirkan lae…bahwa tugas TUAN MIRZA GHULAM AHMAD BELUM TUNTAS..jadi boleh dong ada yang ngaku nabi lagi didalam Ahmadiyah….?
    –cool—
    @brainstorm
    wah..kalu Tuhan pensiun…nabi pada nganggur…?
    @fikriana
    wah….menurut anda sendiri…?
    @QWERTY
    pekerjaan sekarang susah pak…mendingan kerjaannya jadi nabi.
    @arifrahmanlubis
    pedang…kali…nusuk
    @heri mulyo cahyo
    Thanks MATT
    @Datyo
    biasa..orang mabok…ketemu orang teler ya hasilnya seperti ini :D
    @asdasd
    wah maaf pak..saya tidak pada kondisi fit untuk mengkafirkan orang lain. Dan saya juga paham kenapa bapak marah, mungkin Bapak belum makan kaleee….? :D
    @atmoglendem
    yup…jangan Ahmadiyah saja dunk, yang laen juga klenger nih… :D
    @Pa/’sar
    Yah…si Bapak, bukannya komen Bapak itu yang menunjukkan siapa Bapak yang sesungguhnya…kacian deh loe :D
    –salam pak….eling…eling—


  64. Lalu saya pun berandai-andai. Andaikan saya jadi dora emon, atau ninja hattori maka “Aku igin beini, aku ingin begitu “. Semua ada di kantong ajaib.. salam buat semua…


  65. Nabi sekarang jadi salah satu bagian lapangan kerja, masukin Jobsdb aja…hehehehehe… Jaman emang udah Edan…


  66. aku juga pernah mimi tapi bukan jadi nabi.. wekekekwkekwkekwke :)


  67. nabi apaan kk….. nabi yang canggih ya bisa ngeblog


  68. @saloka
    wah….boleh juga tuh :D
    @dennycharter
    udah pada ngantri nih
    @ngaong
    kalau itu mah semua laki-laki baligh udah ngalamin :D


  69. @zoel chaniago
    anda boleh percaya……boleh tidak, kenapa tidak ? nabi bisa ngeblog. kalau perlu nabi kita bisa bikin website sendiri gak perlu numpang di wordpress :D
    –salam—


  70. @daenglimpo
    Permasalahannya apa definisi Nabi disitu?

    Lalu, bagaimana dengan usaha generalisasi yagn telah Anda lakukan dalam menuduh Ahmadiyah meyakini MGA sebagai Nabi (walaupun saya yakin definisi Nabi menurut mereka dan Anda itu berbeda makanya terjadi kesalahpahaman).

    @Dayto
    Saya tidak marah, tetapi saya berusaha menyadarkan orang-orang yang awam terhadap sesuatu tetapi merasa dia paham betul terhadap sesuatu itu, tentunya dengan gaya mereka.

    Kalau orang yang merasa paham itu gayanya santun, maka akan ku balas santun juga. Kalau orang yang merasa paham itu gayanya kayak preman, aku pun bisa seperti itu.

    Untuk apa? Bukankah menggunakan bahasa yang mereka pahami itu lebih baik daripada harus menggunakan bahasa yang terlalu tinggi agar ingin dikesankan sebagai seorang intelek (telek=tai).

    Keyakinan saya dengan Ahmadiyah jelas berbeda. Tetapi ketidaksamaan ini tidak lantas saya manfaatkan untuk mendiskreditkan mereka yang notabene minoritas di negeri ini.

    Coba Anda cek di beberapa weblog wordpress, banyak yang menulis tentang Ahmadiyah seakan-akan mereka paham betul akan keyakinan Ahmadiyah. Tetapi setelah kita baca postingan mereka, ternyata tidak ada satupun dalil dari referensi Ahmadiyah yang mereka kutip. Kalau pun ada, itu pun saya yakin mereka tidak mendapatkannya secara langsung.

    Jadi saran saya kepada semua blogger secara umum dan kepada diri saya secara khusus, marilah kita budayakan berpikir ilmiah. Jangan hanya membeo ke ulama-ulama yang ada. Mereka bukan Tuhan, mereka manusia biasa yang bisa saja salah, bisa saja berbuat dosa.

    Saya kutipkan Aqidah Gerakan Ahmadiyah Indonesia:

    AQIDAH GERAKAN AHMADIYAH INDONESIA

    * 1. Percaya pada semua aqidah dan hukum-hukum yang tercantum di dalam Al-Qur’an dan Hadits. Dan percaya semua perkara agama yang telah disetujui oleh para Ulama Salaf dan Ahli Sunnah wal Jama’ah. Dan yakin bahwa Nabi Muhammad saw. adalah Nabi yang terakhir.

    * 2. Nabi Muhammad saw. adalah khatamun nabiyyin. Sesudah beliau tidak akan datang nabi lagi, baik nabi lama maupun nabi baru.

    * 3. Sesudah Nabi Muhammad saw. Malaikat Jibril tidak akan membawa wahyu nubuwwat kepada siapa pun.

    * 4. Apabila Malaikat Jibril membawa wahyu nubuwwat (wahyu risalat) satu kata saja kepada seseorang, maka akan bertentangan dengan ayat:”Walaakin rasuulullaahi wa khaataman-nabiyyiin” (Qur’an Suci 33:40), dan berarti membuka khatamun nubuwwat.

    * 5. Sesudah Nabi Muhammad saw. silsilah wahyu Nubuwwat telah tertutup, akan tetapi silsilah wahyu Walayat tetap terbuka, agar iman dan akhlaq umat tetap segar.

    * 6. Sesuai dengan sabda Rasulullah saw. bahwa di dalam umat ini tetap akan datang Auliya Allah, para Mujaddid, dan para Muhaddats, akan tetapi tidak akan datang nabi.

    * 7. Hazrat Mirza Ghulam Ahmad adalah Mujaddid abad 14 H. Dan menurut Hadits, mujaddid akan tetap ada. Dan kepercayaan kami bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad adalan bukan nabi, hanya berkedudukan sebagai mujaddid.

    * 8. Percaya kepada Hazrat Mirza Ghulam Ahmad adalah bukan bagian dari Rukun Islam dan Rukun Iman, maka dari itu orang yang tidak percaya kepada Hazrat Mirza Ghulam Ahmad tidak bisa disebut kafir

    * 9. Seorang muslim, apabila mengucapkan kalimah thayyibah, dia tidak boleh disebut kafir. Mungkin dia bisa salah, akan tetapi seseorang dengan sebab berbuat salah dan maksiat, tidak bisa disebut kafir

    * 10. Kami berpendapat bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad adalah sebagai pelayan dan misi Nabi Muhammad saw.

    POINT ke-2 mengingatkan saya ketika dahulu menyaksikan diskusi antara orang Islam (sunni) dengan orang Islam (Ahmadiyah).

    Dari Ahmadiyah itu ngomong, sebenarnya yang meyakini ada Nabi setelah Nabi Muhammad itu adalah orang Islam pada umumnya.

    Buktinya, Nabi Isa nanti hari kiamat akan datang lagi ke dunia dan akan shalat di belakang Imam Mahdi. Tuh khan, ada Nabi lagi setelah Nabi Isa.

    Inilah titik perbedaan awal antara Islam Ahmadiyah dan Islam pada umumnya.

    Ahmadiyah menganggap bahwa Nabi Isa itu sudah mati dan gak akan turun lagi. Sedangkan Islam pada umumnya berkeyakinan Nabi Isa akan turun lagi.


  71. saya kutipkan komentar yang masuk di weblog saya yang saya yakin beliau ini adalah seorang pengikut Ahmadiyah Qadiyan:
    ————————–

    Daeng Limpo, nabi yang hakiki itu’kan utusan Allah, jadi yang nyuruh ya Gusti Allah.

    Jadi kalau Sampeyan ngaku jadi Nabi sekarang padahal Sampeyan hanya mengada-ada, yang mestinya marah dan melaknat ya Gusti Allah sendiri. Ngga perlu dibela sama FUI dkk.

    Pertanyaannya, apakah MGA dilaknat? Apakah ajaranya musnah? Apakah pengikutnya kocar-kacir dan menanggalkan kepercayaannya ketika dipaksa meninggalkan kepercayaanya? Jawabannya TIDAK untuk semua itu.

    Lalu apasih pengakuan MGA? First, beliau mengaku menerima daulah Allah SWT, bahwa Isa Almasih Israeli sudah wafat, dan yang akan datang adalah orang yang mempunyai kualitas dan karakter seperti beliau (bukan reinkarnasi loh!). Dan wujud yang akan datang itu adalah MGA sendiri. Di dalam hadist shahih Bukhari, Nabi Muhammad saw menyebut Isa Almasih Akhir Zaman dengan gelar ‘Nabiullah’.

    Jadi kenabian beliau bukanlah hal yang perlu dibesar-besarkan, karena kenabiannya adalah suatu keniscayaan (given) saja dari perannya sebagai Isa Almasih Akhir Zaman.

    Seperti disebut dalam hadist juga, Isa Almasih Akhir Zaman akan mengikuti Syariat Islam. Jadi dia mengusung jenis ‘nabi ummati’. Istilah yang terakhir ini bukanlah sesuatu yang diada-adakan sekarang ini. Kita semua mahfum pada masa Nabi Musa dan setelahnya Allah mengutus nabi-nabi ummati yang mengikuti syariat Tauratnya Musa’kan.

    Semoga bisa membantu menjelaskan.

    Tentang Khataman Nabiyin bisa dibaca selengkapnya penjelasan Ahmadiyah tentang penafsirannya di http://www.alislam.org/holyprophet/Finality%20of%20Prophethood%20-%2020080423MN.pdf

    Selanjutnya terserah Anda. Allah telah menunjuk Utusannya. Sebagai pengejawantahan (implementasi) salah satu sendi Rukun Iman untuk mempercayai nabi-nabi Allah, akankah Sampeyan mengimani MGA atau tidak?

    Setidaknya menyelidiki kebenarannya, tanpa prasangka buruk. Lalu diujung penyelidikan, lakukanlah Shalat Istikharah minta petunjuknya, apakah benar MGA adalah utusan-Nya.

    Jazakumullah Wahsanul Jaza,
    Irenaeus Ahmad


  72. @ressay
    maaf, apakah ahmadiyah juga tidak mendefinisikan istilah nabi sesuai dengan kehendaknya ?.
    Kalau semua orang bisa mendefinisikan sesuatu sesuai kehendaknya, kira-kira apa yang akan terjadi…?
    saya tidak menggeneralisasi….dalam postingan link itukan saya sudah beberkan mengutip dari website LAHORE (menyatakan bahwa MIRZA GHULAM AHMAD bukan nabi hanya semacam wali), tetapi saudara angga yang mengaku sebagai Ahmadiyah Qadian mengatakan bahwa MIrza Ghulam Ahmad adalah nabi menurut “versi” mereka. Yup kalau sudah beda “versi” …. pisah ranjang kenapa..?
    —-salam—


  73. @ressay
    Lae yang lae kutip itu sudah berkomentar diblog ini (dipostingan ini) dan sudah saya tanggapi, tetapi beliau belum menaggapi balik.
    —salam—


  74. @ressay
    Coba lae lihat lagi isi komen yang lae copy itu, isinya apa…? beliau secara samar….berusaha menakuti saya dengan kalimat “dilaknati Allah”. Saya tidak marah lae….karena saya yakin Tuhan saya bukan tukang laknat, apalagi tukang siksa, DIA PENGASIH dan PENYAYANG. Entah kalau Tuhan sang komentator tersebut.
    —salam—


  75. gimana kalo proklamasi kenabian anda di luncurkan di acara empat mata? wkwkwkkw asli lucu..lucu.. empat jempol buat anda..!! sungguh pencerahan.. :)

    udah ah membacanya.. perut saya sakit nih..

    salam..
    (silahkan mampir di blog saya pak)


  76. @daenglimpo
    Secara garis besar saya tidak sependapat dengan kawan-kawan Ahmadiyah Qadiyan. Karena, definisi Nabi menurut saya dan mereka berbeda.

    Dan nampaknya kita sama.

    “Wahai Ali, kedudukanmu disisiku adalah sama seperti kedudukan Harun disisi Musa, namun tidak ada lagi Nabi sepeninggalku.”

    Tetapi yang muncul di masyarakat awam adalah yang difatwakan sesat oleh MUI itu semua Ahmadiyah, padahal ada Ahmadiyah Lahore yang mempercayai MGA bukan sebagai Nabi tetapi Pembaharu.

    Saya pernah membaca statement Din Syamsudin bahwa yang mengakui MGA sebagai Nabi itu Ahmadiyah Qadiyan dan yang mengakui MGA sebagai pembaharu itu Ahmadiyah Lahore.


  77. @ressay
    Maaf lae, saya bukannya mau menjustifikasi bahwa Ahmadiyah Qadiyan “salah”, terlepas dari itu saya hanya ingin tahu sikap kawan-kawan jemaah Ahmadiyah Qadi’an jika kemudian didalam Jamaah mereka muncul seseorang yang mengaku sebagai penerus “nabi” Mirza Ghulam Ahmad. Itu saja.
    –salam–


  78. kita patut merenungkan ini juga:

    http://turunkebumi.wordpress.com/2008/04/23/yang-sesat-dan-yang-ngamuk-dalam-kasus-ahmadiyah/


  79. ok, silakan kawan-kawan Ahmadiyah Qadiyan menjawabnya. Karena sebenarnya pertanyaan itu layaknya diajukan kepada Ahmadiyah Qadiyan, bukan ke “orang sesat” seperti saya.


  80. @ressay
    kalau tindakan anarkhis….Sepatutnya para “perusak” itu dihukum…saya tidak setuju pola-pola yang dipakai oleh Oragnisasi Garis keras…itu. Apapun itu semua bisa dilakukan lewat dialog…tanpa perlu merusak, memukul apalagi membunuh. Istilah saya…. ” kalau otak loe buntu jangan ngajak yang orang laen ke jalan yang buntu dong”
    —salam–


  81. Mimpi atau sensasi daeng?


  82. @ressay
    baru pertama kali ini saya menemukan sparring partner yang baik dalam berdiskusi, walaupun kami berdua sama-sama mabok :D
    –salam–


  83. @danummurik
    terserah pembacalah….ntar kalau saya jawab dikira “justifikasi” :D


  84. Selamat menjadi nabi baru pak. http://hermanussugianto.wordpress.com


  85. KOk pada pengen banget sih jadi Rasul or minimum Nabi, bisa gitu ya , sedangkan kanjeng Rasulullah ngakunya malah menjadi manusia biasa, hanya hamba Allah yang diberi petunjuk dan dibimbing oleh Tuhan, beliau tidur, berbuka puasa dan menikah.

    by QWERTY 25 April, 2008 at 6:12 am

    saya jadi pegen ikutan komentar nih,boleh kha??
    saya sudah berapa kali lihat situs “ahmadiyah”baik yang lahore maupun Qodiyan sesuai yang direkomendasi beberapa orang yang “nyuruh” klarifikasi ke situs ahmadiyah. Disitu saya baca sendiri kisah mengenai “nabi” Mirza, yach klo di bandingkan ama perjuangan wali songo sih endak ada apa-apanya memang (baca sendiri kisah perjuangan walisongo dan kerajaan demak dalam menentang portugis) tapi kenapa mereka justru gak dianggap “nabi” sebagaimana Ahmadiyah definisikan????
    Apa karena walisongo itu “Indonesia” sedangkan si Mirza itu orang “luar negeri” sehingga orang Indonesia ‘katrok’dengan title ‘luar negeri’????
    Semoga Tuhan membukakan hati mereka yang tersesat.


  86. Hahahaha seneng juga setelah tahu mas Daeng dan mas Ressay bisa mulai sedikit akur…Nggak kok kalian nggak mabuk cuma agak gendheng saja huahuahuahua..peace.
    Memang kalo diskusi pake bahasa yang santun bisa ketemu dan nyambung kan ?…sekarang kita tinggal nunggu dari rekan ahmadiyah…apakah benar yang dituduhkan seperti itu. Semoga saja kita mempunyai syahadat yang sama. Jadi nggak perlu sampe ribut lagi…


  87. @ressay
    Katanya sih pak kalau terlalu berlebihan itu tidak baik. Makan kalau terlalu berlebihan ntar bisa kayak aku, eh salah, maksudnya gak baik.

    Tapi Rasulullah pernah bersabda, “Kalau engkau dipuji atau dicaci oleh orang lain, hendaknya engkau berdoa ‘Ya Allah jadikanlah diri menjadi lebih baik dari apa yang mereka sangkakan atas diriku’.”

    @untuk yang nyinggung-nyinggung masalah Musailamah Al-Kadzab

    Bagi yang merasa menyinggung sejarah mengenai musailamah Al-Kadzhab, silakan cantumkan riwayat sejarahnya yang LENGKAP. Sepanjang yang saya ketahui, ada 3 Nabi palsu ketika zaman Nabi. Dan penyikapannya pun berbeda-beda.


  88. eh ya “nabi” daeng limpo
    kitab sucinya udah jadi belom???
    pengen bgt nih “ngebacanaya”


  89. @ressay
    Thanks Lae atas nasehatnya.


  90. Assalamu’alaikum Wr Wb,

    Saya Irenaeus Ahmad, seorang memang seorang Ahmadi. Maaf kalau tone kata-kata saya agak ‘menggurui’ di comment sebelumnya. Saya akan coba menggunakan istilah yang lebih bersahaja.

    Terlalu banyak fitnah dan kebohongan yang beredar sehingga esensi misi dan tujuan Ahmadiyah terkaburkan.

    Izinkan saya menjelaskan,
    Pendiri Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad, mengaku ditunjuk Allah menjadi Al Masih Yang Dijanjikan oleh Nabi Muhammad saw tentang masa depan Islam di Akhir Zaman. Mungkin orang bertanya, kan yang dijanjikan Al Masih Bani Israili yang sekarang masih di langit? Ahmad mengaku mendapat wahyu bahwa Isa Al Masih Israili sudah wafat dan dikubur di Kashmir, India (www.tombofjesus.com). Sebagai perbandingan, umat Yahudi percaya, sebelum datang Mesiasnya, Nabi Elias mesti datang dulu dari langit (dia juga dipercaya hilang karena naik ke langit). Tapi Nabi Isa bilang, yang datang sebagai perwujudan Nabi Elias adalah Yohanes Sang Pembaptis (Matius 11:13-14 , 17:12-13, Markus 9:13).

    Kembali lagi ke hadis-hadis tadi, Nabi Muhammad saw memanggil Al Masih di akhir zaman dengan gelar Nabiullah. Maka menurutnya gelar kenabiaan Ahmad adalah keniscayaan (given), bukan sesuatu yang dia minta atau aku-akui.

    Jadi pembesarbesaran masalah tentang kenabian Ahmad sebenarnya tidak pada tempatnya dan terlalu didramatisir. Nabi adalah utusan Allah, kalau ada orang mengaku Nabi tetapi bohong, adalah urusan Allah untuk menghukumnya. Urusan manusia adalah menyelidiki kebenarannya, lalu either mengimaninya kalau percaya dia benar, atau mengingkarinya kalau percaya dia bohong. But that is it, tidak boleh ada pemaksaan kehendak tentang keyakinan dan kebenaran.

    Di link ini ada e-books yang berisi jawaban atas berbagai keberatan dan tuduhan terhadap MGA dan Ahmadiyah, monggo di baca: http://www.alislam.org/library/books/review-of-white-paper.html

    So far, saya selalu memakai kata ‘mengaku’ atau ‘menurutnya’, which indicate saya tidak ingin memaksakan ide bahwa apa yang dikatakan Ahmad adalah pasti benar. Silahkan Anda sekalian menyelidiki, menilainya , dan mengambil sikap: mengimani atau mengingkari. Selain daripada itu, saya sarankan untuk minta petunjuk Allah SWT sebagai Sang Pengutus para nabi, lewat sholat istikharah misalnya, untuk menanyakan kepada-Nya apakah benar Ahmad adalah Al Masih yang dijanjikan. Who is better Judge than Allah SWT, right?

    Wassalam yang lemah,
    Irenaeus Ahmad


  91. Eh, Daeng! Kalo aku punya kata-kata mutiara bagus, boleh gak titip di kitab sucinya? Ya, di halaman-halaman terakhir juga gak pa-pa… :D


  92. Kitab sucinya kapan dilaunching nih…??
    dah ga sabar.


  93. peace lah…


  94. koq laper ya ?


  95. kepada sang nabi baru…
    hormat senjata…..grakkkkk!!!!!
    *senjata gue mana yaks?* :roll:


  96. Assalamu’alaikum Wr Wb,

    Saya Irenaeus Ahmad, seorang Ahmadi. Maaf kalau tone kata-kata saya agak ‘menggurui’ di comment sebelumnya. Saya akan coba menggunakan istilah yang lebih bersahaja.

    Terlalu banyak fitnah dan kebohongan yang beredar sehingga esensi misi dan tujuan Ahmadiyah terkaburkan.

    Izinkan saya menjelaskan,
    Pendiri Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad, mengaku ditunjuk Allah menjadi Al Masih Yang Dijanjikan oleh Nabi Muhammad saw tentang masa depan Islam di Akhir Zaman. Mungkin orang bertanya, kan yang dijanjikan Al Masih Bani Israili yang sekarang masih di langit? Ahmad mengaku mendapat wahyu bahwa Isa Al Masih Israili sudah wafat dan dikubur di Kashmir, India (www.tombofjesus.com). Sebagai perbandingan, umat Yahudi percaya, sebelum datang Mesiasnya, Nabi Elias mesti datang dulu dari langit (dia juga dipercaya hilang karena naik ke langit). Tapi Nabi Isa bilang, yang datang sebagai perwujudan Nabi Elias adalah Yohanes Sang Pembaptis (Matius 11:13-14 , 17:12-13, Markus 9:13).

    Kembali lagi ke hadis-hadis tadi, Nabi Muhammad saw memanggil Al Masih di akhir zaman dengan gelar Nabiullah. Maka menurutnya gelar kenabiaan Ahmad adalah keniscayaan (given), bukan sesuatu yang dia minta atau aku-akui.

    Jadi pembesarbesaran masalah tentang kenabian Ahmad sebenarnya tidak pada tempatnya dan terlalu didramatisir. Nabi adalah utusan Allah, kalau ada orang mengaku Nabi tetapi bohong, adalah urusan Allah untuk menghukumnya. Urusan manusia adalah menyelidiki kebenarannya, lalu either mengimaninya kalau percaya dia benar, atau mengingkarinya kalau percaya dia bohong. But that is it, tidak boleh ada pemaksaan kehendak tentang keyakinan dan kebenaran.

    Di link ini ada e-books yang berisi jawaban atas berbagai keberatan dan tuduhan terhadap MGA dan Ahmadiyah, monggo di baca: http://www.alislam.org/library/books/review-of-white-paper.html

    So far, saya selalu memakai kata ‘mengaku’ atau ‘menurutnya’, which indicate saya tidak ingin memaksakan ide bahwa apa yang dikatakan Ahmad adalah pasti benar. Silahkan Anda sekalian menyelidiki, menilainya , dan mengambil sikap: mengimani atau mengingkari. Selain daripada itu, saya sarankan untuk minta petunjuk Allah SWT sebagai Sang Pengutus para nabi, lewat sholat istikharah misalnya, untuk menanyakan kepada-Nya apakah benar Ahmad adalah Al Masih yang dijanjikan. Who is better Judge than Allah SWT, right?

    Wassalam yang lemah,
    Irenaeus Ahmad


  97. Ya udah….gak usah diributin, kalo kita baca lebih teliti lagi tulisan Bpk Daeng Limpo, beliau sendiri sudah mengakui kalau itu hanya mimpi. Setiap orang bebas mau mimpi apa aja koq!!! hehehehe…..Mungkin Bapak yang satu ini kecapekan, jadi mimpinya aneh2. Lain kali sebelum tidur berdoa dulu ya pak dan jangan terlalu kecapekan yg kerja….Selamat bermimpi lagi ya… :)


  98. halo pak Nabi,
    koq dalam mimpi jd mata keranjang gitu??
    hahahahaha


  99. pada ngomongin apaan seh

    maap td liat nabi lewat sini ngk..??


  100. Yang menarik, berapa iuran awalnya….dapet starter kit gak? :) Trus orientasi Ahmadiyah faksi Limpodiyah ini ke mana? Singapura or Singaparna? hehhehehe


  101. wah keren crita di mimpinya bisa sebegitu detil…
    selamat mimpi lain yang lebih detil n lebih indah ya daeng..

    Peace..


  102. gimana ya ? mau koment juga agak sedikit bingung . Harapannya , semoga kita mau terus menjalankan keyakinan yang kita punya dengan penuh toleransi dan kedamaian
    itu saja


  103. itulah jaman sekarang….ada2 aja nih aliran. kebanyakan orang pintar nih yang sudah bosan dengan agama….:((mending bangun negara Indonesia smpe majuuuu:))

    slm knl,


  104. Astaghfirullah….
    eling…cak…eling….,…istighfar….tawaduk…..
    Apa yang kita (manusia) tahu tentang “kebenaran”….
    apakah ada kebenaran dibalik hujatan dan fitnah (dengan berlindung di balik fiksi/mimpi)…
    Syukuri apa yang di depan anda (sarana IT)dsb, jari anda untuk mengetik, OTAK kita, dsb….
    darimana itu semua, siapa yg “Memberi” daya kekuatan pada anggota tubuh kita ??? …..
    Gunakanlah se-BAIK mungkin, karena semua itu akan ada pertanggung-jawaban kelak , …
    Pintu taubat masih terbuka selagi hayat masih dikandung badan….


  105. Jadi inget lelucon waktu SD. Waktu itu saya ditanya nabi yang ke 1001 siapa namanya???
    Temenku bilang, nabi yang ke 1001 ada NAA… BIkin bingung kan???? :D
    Mossadeq, MGA, atau siapa pun itu…. mungkin nabi yang ke 1002,1003, 1004, dst yang cuma bikin bingung doang!!! hehehehe

    http://qizinklaziva.wordpress.com/2007/10/27/nabi-nabi-palsu-yang-keblinger/


  106. jadi inget tebakan waktu SD dulu, siapa nabi yang ke 1001….????
    ternyata jawabannya adalah NAAA… BIngungkan???? hehehe :D
    Mussadeq, MGA, dan nabi2 lainnya mungkin itu yang dimaksud nabi 1002, 1003, 1004…. yang bikin bingung orang…. :D


  107. untuk daeng ressay :

    “Tapi Rasulullah pernah bersabda, “Kalau engkau dipuji atau dicaci oleh orang lain, hendaknya engkau berdoa ‘Ya Allah jadikanlah diri menjadi lebih baik dari apa yang mereka sangkakan atas diriku’.” ”

    doa ini bukan disabdakan Rasul. tapi ini adalah doa Sahabat Abu Bakar saat dirinya dipuji atau dihina orang lain.


  108. Saya langsung terbahak ketika membaca ternyata daeng cuman mimpi. tapi alur ceritanya meyakinkan sekali….

    Itu menggunakan daya imajinasi or terinspirasi oleh realita sebenarnya.??? hehe. pisslah

    Keselamatan atas kalian semua.


  109. salam kenal saya (newbie) untuk Daeng.
    Tulisan ini serupa menguncang iman, merobek logika.
    yah… berasa seperti davinci code (hanya dengan objek yang berbeda.)
    mampir2 dong ke blog saya.


  110. STRATEGI BUAT NAIKIN RATING BLOG!!!!!
    Hmmmmmm………. Bagus juga strateginya………

    Salut…………


  111. Mau jadi nabi kok gak ngajak-ngajak, Daeng..
    Kalo beneran udah jadi nabi, angkat saya jadi asisten ya, daeng..
    Eh, nabi punya asisten ga sih?? :mrgreen:


  112. capek dech…….kirain beneran, terlaaaallluuuuu…….


  113. Ikut komentar ya.

    Mas Daeng….. Memang sudah saatnya kita ’serius’ menanggapi fenomena Nabi Baru, Aliran Sesat ataupun Terorisme dan teman2nya (masalah2 klasik).

    Sekalian juga buat Mas Ressay(semoga baca), agar kita juga selalu menyisipkan sedikit ‘guidance’ dalam melempar pendapat dan melihat fenomena maupun kejadian.

    Saya berpendapat, walaupun untuk ‘masalah2 klasik’ itu dapat ditarik pendapat dan kesimpulan dari berbagai aspek, namun sudah selayaknya dikedepankan semangat …….
    ‘pencerdasan’ dan bukan ‘pembodohan’,
    ‘penjernihan’ dan bukan ‘pengkeruhan’,
    …… sehingga di akhir pendapat dan cerita itu, para pembaca lumayan ter-’inspirasi’ untuk mensikapi dengan lebih arif.

    Menurut kata2 dari ‘Sang Arif’, selayaknya kita mulai memikirkan dampak dari apa yang kita perbuat, lakukan…. apalagi dalam ‘era global’ ini media broadcasting mulai memanjakan pemirsa, penikmat dengan aneka konten, sehingga kalo kita lemparkan sesuatu, yang kita sendiri tak mampu mengukur sejauh mana dampaknya, selayaknya patut kita pertimbangkan.

    Ada kata2 bijak dari ‘Al-Murtadha AS’ (dengan sedikit alih bahasa, kira2…), Kebodohan dan Kemiskinan adalah musuh yang layak ‘dibunuh’. Tambahan dari saya mungkin juga (’Pembodohan’, ‘Pemiskinan’, ‘Pengeruhan suasana’), termasuk bagian dari hal2 itu.

    Jadi jika memang ‘fenomena2 klasik’ itu sengaja dibuat untuk hal2 di atas, selayaknya kita ‘bunuh’ saja dengan argumen dan pendapat yang ‘mentes’.

    Buat….. Mas Daeng, maaf bukan bermaksud menggurui, juga buat Mas Ressay……

    -Peace-


  114. kerennnn critanya,,,,,


  115. aduh pak mending ikutan audisi ketika cinta bertasbih aj deh drpd mimpi jadi nabi


  116. @Arifrahmanlubis
    Sepanjang yang saya ketahui itu hadits Rasulullah.

    @didieksw
    Terima kasih atas nasehatnya. Saya yang masih bau kencur ini masih perlu bimbingan dari orang-orang, yang katanya, sudah merasakan manis dan pahitnya kehidupan.


  117. jadi begini tho muasalnya nabi baru versi daeng.
    kli yg gini sih di ma’fu deh! :D


  118. NADIBAENG LIMPO
    asal jangan ngaku2 putra jesus aja za…….


  119. NABI DAENGiyah LIMPO
    saya terima kenabian anda
    Maka segeralah anda membuat sebuah kitab suci pegangan
    dengan judul nama “takkirokiro”
    jika anda benar
    dan dituduh berbohong
    sungguh saya siap mati “obong”


  120. Bah… rame kali blognya ini. Kog ada yang pada pake lae… lae itu? Emang batak kah? Janganlah pura2 batak kalian disitu.

    Aku cuma ingat PANCASILA aja. Ini kan negara Indonesia. Bukan negara Islam. Ahmadiyah kan mengakui hanya Satu Tuhan, Allah yang Esa. Ya bisalah dia hidup di Indonesia ini. Maaf kalau salah, aku cuma berpendapat sazza.

    Horas tu hita saluhutna :)


  121. Om om ahmadiyah
    riwayatkan dong kehidupan MGA dari lahir hingga wafatnya, di blog ini, mohon ijin om daeng, versi om-om pun tak apa, saya sudah pernah baca riwayat hidup 4 imam mahzab walaupun secara singkat, dan tergambar gimana tawadhunya dan tidak menganggap dirinya nabi secara amaliyah umat, jika pengakuan nabi secara wahyu memang telah terputus seperti yang di aku sebagian ahmadiyah, tapi saya blum tahu tentang MGA, membuat mahzab barukah atau ikut mahzab yang mana? atau gimana, tolong pencerahannya dong, saya bermimpi om-om ahmadiyah orang baik tapi saya blum bermimpi MGA orang baik, maapin mimpi saya ya, mungkin karena blum tau siapa MGA


  122. ikutan absen lae

    doeloe gw penganjur open mind & unleashed, saat ini saya rada berubah dikit. Para blogger (yg gw pandang orang2 pintar di republik ini) seharusnya lebih punya sikap “KEPEMIHAKAN”. Memihak siapa lagi kalo bukan ke rakyat kebanyakan??

    Gw percaya, kalian BISA punya kemampuan lebih untuk sedikit mengorbankan kepentingan/pandangan pribadi, partai/kelompok, aliran/agama sendiri.

    Simpelnya, gw berharap eloe2 sekalian pd turut aktip mengikis pihak2 minoritas, dg kedok apapun, yg merendahkan apalagi menghina pihak2 mayoritas yg ujung2nya bisa menimbulkan perpecahan dan kesengsaraan - in wider sense. Saatnya republik ini membangun buat orang2 kebanyakan

    Damai itu indah, I sure believe


  123. Ahmadiyah mo tinggal di Indonesia… it’s okey.
    Tapi tolong, janganlah mereka mengaku Islam. Ahmadiyah ya Ahmadiyah, suatu agama yg beda dg Islam.
    Saya cari2, belum ada itu situs ahmadiyah yg bisa diajak diskusi.
    Jadi, saya nimbrung di sini sajalah.

    Untuk penganut Ahmadiyah:
    Diberitakan bahwa Imam Mahdi tidak ingin dibai’at dan menolak dijadikan sebagai Al-Mahdiy, namun ia pun dijumpai para ulama di Ka’bah dan ia tetap menolak, dan akhirnya iapun dipaksa dan akhirnya menerima pembai’atan.

    Dari sini kita fahami dengan jelas bahwa Imam Mahdi tidak mengaku ngaku sebelum pembai’atannya tiba, dan tidak menghendaki jabatan sebagai pemimpin, demikian pula para Nabi dan Rasul, mereka tak mengaku2 atau menyatakan dirinya sebagai Rasul sebelum waktunya.

    Jadi kalau MGA itu mengaku2, tak usahlah dipercaya. Lagi pula, Imam Mahdi itu membunuh Dajjal. Tapi sampai mati, MGA itu tak kunjung membunuh Dajjal. Dan Dajjal yg sesungguhnya pun memang belumlah muncul.


  124. ini lah artikel yang sangat bagus, membubarkan ahmadiayah secara cerdas

    http://www.shareebook.wordpress.com
    e-book untuk semua blogoer


  125. mas mas dari pada ribut ribut mendingan baca penelitian pak amin jamaluddin,disitu jelas bukti2 yang di sampaikan.nabi kok telat


  126. bukti-