Film FITNA namanya juga “FITNA” Kok sewot ?
Heboh tentang film fitna sebenarnya dinegeri asal film itu Belanda sudah terjadi beberapa bulan yang lalu, namun sekarang menjadi kontroversi sebab sudah diedarkan melalui media internet. Saya sendiri tidak tertarik menonton atau mendownload film itu, lha sudah tahu menimbulkan kontroversi ngapain saya tonton, lagi pula menyebarkan filmnya sama saja dengan turut menyebarkan fitnah.
Mungkin saja sang pembuat film hanya guyon, atau merasa bahwa minoritas muslim dinegaranya akan mengancam mayoritas sehingga harus membuat film semacam itu. Sudah lama saya mengikuti kasus ini melalui Radio Nederland Siaran Indonesia, anehnya waktu itu saya tidak tertarik untuk membahasnya melalui postingan. Saya pikir tidak berguna, kalau orang lain membuat film “fitna” ya kita buat jugalah film “bukan fitna”. Cuman siapa yang mau buat, apakah MUI ?. Kalau anda tidak percaya juga silahkan lihat ulasannya di SINI.
Jika kita sebagai muslim tersinggung, lalu berbuat anarkhis berarti tertawalah si pembuat film. Sebaiknya balaslah kelakar mereka dengan kelakar juga. Namun setahu saya Umat Islam tidak boleh menghina Tuhan Di Agama lain, jika ditilik lebih dalam ini artinya bahwa sebagai Muslim, kita diharapkan mengedepankan kesabaran, kesabaran menunjukkan bahwa kita adalah umat Tuhan yang betul-betul percaya kepadaNya. Tuhan bisa membela dirinya sendiri, kita hanya membantu meluruskan film itu jika memang menurut anggapan kita salah. Caranya silahkan anda buat postingan tentang apa-apa yang menurut anda keliru, jika anda politisi silahkan anda berkirim surat ke si Wilders atau PM Belanda, jika anda seorang pengusaha film buatlah film tandingan “bukan fitna”, jika hanya seorang rakyat biasa ya..berdoa sajalah agar sipembuat film diberi pahala kalau filmnya benar dan dimaafkan jika isi filmnya salah.
Jadi perkara ejek mengejek ini seperti anak kecil aje. Ingat waktu saya kecil, ada kawan sekelas yang mengganggu pacar kawan sekelas saya. Akhirnya sang pacar marah dan meninju si pengganggu, sehingga mereka babak belur sementara kawan-kawan yang lain malah mengompori. Namun ada juga seorang suami yang terpaksa membunuh seorang jalang pemerkosa karena merasa kehormatannya terinjak-injak. Tapi untuk hal yang satu ini sebaiknya kita bersikap bijak, mungkin Mr. Wilders mendapatkan keterangan tentang Islam dari sumber-sumber yang membenci Islam. Jadi sebaiknya kita harus menunjukkan kepada Mr. Wilders bahwa kami muslim tidak seperti yang tuan buat di film itu loh…!

Assalamualaikum ….
Terima kasih mas atas pencerahan kalimat-kalimat yang sangat bijak sekali. Justru memang film FITNA ini dibuat untuk memancing umat Muslim untuk reaksi terhadap film tersebut, reaksi spt apa: pembuat film dibunuh, demo anti barat dimana-mana, anti agama lain dimana-mana, sehingga dunia melihat film FITNA itu benar adanya karena reaksi yang tidak bijak dari kaum Muslim.
Justru kita harus tunjukkan bahwa di ISLAM itu ada cinta kasih terhadapap sesama manusia.
Bukan kah begitu?
Terima kasih,
Rudi
::dg.limpo
setuju
rudi
29 Maret, 2008 at 3:43 pm
[...] ada. Yang pasti, tentu ada pesan yang ingin disampaikan oleh si pembuat video itu. Seperti kata Daeng Limpo, mengapa kita harus [...]
Kata kata fitna « KU LETAK KAN KATA DISINI
30 Maret, 2008 at 1:03 am
“ Ya Allah dzat yang membolak-balikan hati , tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu, Ya Allah tampakanlah pada kami kebenaran sebagai kebenaran, dan anugerahkanlah pada kami untuk mengikutinya, serta tampakkan pada kami kebatilan itu sebagai kebatilan dan anugerahkan pada kami untuk menjauhinya. Ya Allah teguhkanlah kami sebagaimana kau teguhkan Musa as, ya Allah tolonglah kami sebagaimana Rasulullah dan para Sahabatnya kau tolong, Ya Allah berilah hidayah pada kami, keluarga kami, anak keturunan kami dan kepada seluruh Ummat Nabi Muhammad saw. Jadikanlah dakwah sebagai maksud hidup kami, dan matikanlah kami dalam dakwah, Ya Allah, lapangkanlah dada kami untuk menerima Islam, ” amien…amien…amien.”
::dg.limpo
A……..min semoga dengan doa ini, Tuhan memberi kesabaran kepada kaum muslimin diseluruh dunia.
Thanks Landy, sekuat-kuat iman adalah orang yang mampu menahan diri dari nafsu amarah. Mengapa kita tidak mencontoh Baginda Rasulullah, dengan kebaikan akhlaknya termasuk kepada musuh-musuhnya.
Landy
30 Maret, 2008 at 6:17 am
Haha.. benar.. Mereka hanya memancing2 kemarahan kita. Tetapi “don’t worry, cause every little thing gonna be alright”
Nice!
::dg.limpo
thanks, saya hanya ingin menggugah kesadaran saya sendiri, bahwa paling sulit melawan hawa amarah didalam hari daripada hanya memukul lawan.
Semakin kita tak dapat mengontrol diri, berarti semakin mudah kita diarahkan kemana saja.
DensS cessario
30 Maret, 2008 at 10:13 am
mohon maaf ada satu komentar lagi yang intinya menanyakan, “mengapa saya tidak membela Islam bukankah Islam sedang di fitnah”
maaf kepada komentator tersebut karena komen aslinya terhapus.
jawaban saya sbb:
saya rasa postingan saya ini adalah bentuk pembelaan. Jika anda masih penasaran silahkan koreksi.
–salam–
daeng limpo
30 Maret, 2008 at 10:36 am
fitna …..lg knp
mrk suksne bgt
D_system_Glavator
30 Maret, 2008 at 5:50 pm
Gw aja deh yang kebagian tugas nontonnya Daeng, hehehehe. Kalau downloadnya selesai (36 MB, total) nti coba dibikinin resensinya, biar orang ga interpretasiin sembarangan.
Setuju dengan maksud Daeng.. mari kita buat umat muslim cerdas-cerdas, ndak sekedar membebek sama berita hot dan emosi dirinya sendiri.
::dg.limpo
emosi sih emosi….tetapi dengan cara-cara yang patut.
hariadhi
30 Maret, 2008 at 9:42 pm
bagus aku dukung tuhhh. kalo bisa aku juga ikut membuat
:dg.limpo
buat..apaan neng?
tumin
30 Maret, 2008 at 10:57 pm
Ketika pemahaman tentang diri sendiri masih kurang, maka timbullah macam-macam interpretasi tentang orang lain. Film Fitna juga salah satunya. Karena si pembuat tidak mempunyai kemampuan untuk memahami dirinya dengan baik.
yohanesw
30 Maret, 2008 at 11:44 pm
Cape de ngeladeni yg begituan. Kenapa mereka tidak membuat film yg lebih bermutu dr pd fitna.
::dg.limpo
ini menjadi heboh…karena sikap reaktif yang berlebihan.
pr4s
31 Maret, 2008 at 12:48 am
[...] bagi Wilders. Memang menarik sekali film-nya sehingga menjadi topik di blogsphere seperti di sini, sini, sini, sini, dan sini. Banyak juga yang sengaja mengirim pertanyaan via YM saya, hanya karena [...]
Dari Film Fitna hingga Penggusuran Rawasari « berbagi cerita..
31 Maret, 2008 at 12:58 am
yang jadi masalah adalah FPI, malah koar koar suruh bunuh si Wilders
::dg.limpo
Udahlah….padamkan saja “api” didalam hati…….supaya doanya makbul. Anda yakin nggak pembalasan Tuhan lebih baik daripada pembalasan manusia, demikian juga hidayahNya.
rahmattz
31 Maret, 2008 at 2:32 am
alah…
yang penting yakin akan ALLAH,semuanya pasti akan selesai.masih banyak hal yang lebih penting dilakukan daripada nanggepin masalah kayak itu.islam is the best!!!
tika
31 Maret, 2008 at 7:52 am
[...] Film Fitna namanya juga “FITNA” kok sewot? [...]
Fitna, Soal Tidak Mengenal « Penganyam Kata
31 Maret, 2008 at 7:58 am
Propagana, pelecehan, penghujatan, pendiskreditan terhadap suatu agama bukanlah hal baru. Tidak saja terjadi di abad ini atau satu abad sebelumnya. Hal tersebut memang akan tetap terus terjadi…
::dg.limpo
sepanjang agama itu ada. Maka sepanjang itulah pelecehan terhadap agama terus terjadi.
DM
31 Maret, 2008 at 8:18 am
Yup sangat setuju bos, kalo memang umat islam terpancing, malah yang buat film fitna membenarkan Hipotesisnya bahwa umat islam anarkis. Jadi, tanggapin aja secara dewasa. Protes secara resmi melalui pemerintah dan organisasi islam tanpa ada kekerasan. Itu memang islam yang damai
::dg.limpo
betul…proteslah dengan cara-cara yang bijak
jhonrido
31 Maret, 2008 at 8:55 am
islam memang identik dengan Anarkis,
dengan mengatasnamakan agama….para ustad atau kyai menghasut para santrinya yg bego2 untuk membantai dan membunuh……….
::dg.limpo
demikiankah ?, ah rasanya kok subjektif.
bego..?, jadi anda orang pandai….? tapi kok komentarnya kayak preman ya…? atau hanya sok pintar
maaf cuman guyon
dodol
31 Maret, 2008 at 9:09 am
mungkin pandangan saya ini keterlaluab ya Daeng.
Film smacam itu lalu gambar kartun nabi hanya merupakan tester.
Jadi ibaratnya ada tindakan lain (bisa jadi tidak kasat mata, tapi terorganisir) yang mencoba menghancurkan akidah ummat Islam. Nah untuk tahu ummat sudah hancur atau mulai hancur atau belum kan mesti diujikan? Nah diujilah dengan aktivitas pembuatan film, kartun nabi dsb. Hingga kelak mereka tidak perlu menguji lagi. Saat Ummat Islam benar-benar dalam kehancuran atau saat Islam tegak kembali.
::dg.limpo
selamat datang Nori, siapa yang memelihara kebencian…berarti dia memelihara “api” didalam hatinya. Semoga saja tidak demikian, kalaupun demikian Insya Allah kehinaan akan kembali kepada yang menghina.
norie
31 Maret, 2008 at 10:32 am
@ landy+daeng limpu saya setuju
salam kenal ajah dari malang
boleh di link blognya om?
hmcahyo.wordpress.com
::dg.limpo
OK, mas Cahyo saya link
hmcahyo
31 Maret, 2008 at 11:47 am
sama pak, saya juga nggak ada donlot atau menontonnya. liat di televisi saya rasa udah cukup lah
::dg.limpo
gak ada manfaatnya, mending tidur
Freddy Hernawan
31 Maret, 2008 at 12:21 pm
adem ayem aja kenapa sih? dulu waktu Da Vinci Code nongol kayaknya semua umat non-nasrani kayaknya pada girang banget hahaha, seru juga kali ya klo ada film kayak gini (boleh girang ngga??
)
::dg.limpo
mau girang…boleh…andakan bukan muslim?, kalau kami muslim……sedih
Terima kasih atas kegirangan anda,semoga mendapat berkah …salam…
nophanyahya
31 Maret, 2008 at 1:07 pm
tenang, adem. belum nonton sih. paling isinya gitu doang.
::dg.limpo
ditonton juga untuk apa…..isinya paling kebencian
Rizki on benbego
31 Maret, 2008 at 1:57 pm
setuju banget sama sikapnya pak…
::dg.limpo
Thanks
kamal87
31 Maret, 2008 at 2:16 pm
“Mereka berupaya untuk memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci”
::dg.limpo
siapa yang memelihara sifat benci berarti memelihara iblis didalam hati
ramdani1428
31 Maret, 2008 at 2:19 pm
Banyak sekali Situs/para Blogger yang mengambil Judul/Tema tentang masalah ini, dari yang hanya sekedar memberikan informasi sampai mengupas tuntas. Namun tanpa kita sadari kita juga telah turut serta dalam menyebarluaskan film tersebut.
Kita jangan terlalu cepat emosi dan terpancing, serta saling menghina karena kita seorang yang beragama yang mengakui adanya Tuhan sedangkan si pembuat film [Geert Wilders] tersebut tidak mengakui adanya Tuhan [Atheis, red].
Jadi kenapa harus pusing-pusing kita kan beragama, saran saya seeh kalau Anda melihat film tersebut kasih tanda “FLAG” aja biar dihapus dari servernya.
addiehf
31 Maret, 2008 at 3:31 pm
Ah ikut mejeng aja…
Balisugar
31 Maret, 2008 at 5:46 pm
[...] 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 [...]
Fitna & April Mop « kangtutur.com
1 April, 2008 at 10:12 am
Hidup freedom of speech!
average-joko
1 April, 2008 at 11:49 am
hayatilah democracy, bukan idiocracy
average-joko
1 April, 2008 at 12:15 pm
Meski Islam difitnah dari sudut apapun juga, itu tidak akan menyurutkan keimanan saya, dan juga tidak akan mengurangi rasa hormat saya kepada saudara2 saya non Muslim lainnya. Karena saya tahu, bahwa saat ini, agama sudah menjadi produk politik.
Sebetulnya, isu agama yg dipolitisir tidak hanya terhadap Islam, terhadap agama2 lain juga sudah sering. Hanya, isu Islam jauh lebih “enak” buat mainan.
Adalah lebih baik bila kita mencoba untuk arif dengan tidak terpancing secara emosional. Sehingga, kerukunan kita dengan tetangga kita yang berbeda agama tidak ikut2an terganggu… Mempertahanklan persaudaraan antar sesama manusia, jauh lebih berharga, daripada melayani kerjaan manusia yg tidak beradap tersebut…
Semoga Allah, merahmati kita semua…
vizon
1 April, 2008 at 2:59 pm
Pertama, saya ikut prihatin atas adanya film fitna. Kiranya kejadian ini bukan yang pertama, namun udah berkali-kali.
Kalau kita mengkritisi ada apa dibalik pemikiran in??? Konflik value, belief mutlak/absolut dengan yang tentatif atau belum pasti. Mungkin juga begitu.
Lepas dari pesan yang mau disampaikan oleh si pembuat film ini, marilah kita semua mawas diri dengan mindset kita masing-masing.
Kalau saya boleh usul, saya menawarkan satu pertanyaan refektif. Mengapa setiap kejadian yang mengusik ‘end value’ kita biasanya menjadi marah, protes, tidak terima??? Jawabannya bisa macam-macam dan tergantung dari cara kita memprogram pikiran bawah sadar kita. Sangat jelas dari suat pandang beberapa komentar di atas. Ada yang menanggapi dengan kepala dingin, hangat, panas, bahkan meledak-ledak. Tentu ini semua tergantung dari kedalamn emosional kita. Saya yakin bahwa emosi-emosi kita ini juga hasil dari pemrograman pikiran bawah sadar kita.
Dus…. sebenarnya saya ingin mengatakan bahwa kalau kita memandang atau berpikir tentang suatu kejadian dengan energi negatif hasilnya juga akan negatif. Namun apabila kita memancarkan energi positif hasilnya juga akan positif. Inilah hukum ketertarikan makrokosmos.
Ada lima tips yang bisa saya usulkan agar dunia menjadi semakin damai dan indah.
1. Kita membuat dream bahwa dunia dalam proses menjadi damai.
2. Hakul yakin dengan apa yang kita impikan itu.
3. Ber-tasyakurlah terhadap hidup di dunia ini.
4. Berpasrah – bukan putus asa.
5. BERDOA kepada Tuhan YMK.
Mari kita ciptakan dunia dengan damai dalam cinta kasih.
zamsudin
2 April, 2008 at 10:08 am
pak permisi yaa
boleh ngelink in ke blog saya
mare
25 April, 2008 at 12:26 pm
Daeng Limpo:
saya liat anda seorang kritikus yang kreatif dengan sedikit mengedepankan rasa humoris anda. hehehe.
salam u anda
ivanbatara
25 April, 2008 at 4:49 pm
[...] gak ada maksud mengungkit-ungkit kisah yang sebenarnya udah agak tenggelam. Beberapa teman dan rekan blogger lainnya juga sudah banyak yang membahas mengenai kedangkalan film Geert Wilders ini, jadi [...]
Film “Fitna” Buatan Indonesia « Satori
2 Mei, 2008 at 6:45 pm