Ayo, ke Bank ?
Poster ini terpampang di depan beberapa bank, mungkin tujuannya memang untuk menarik minat masyarakat agar menaruh duitnya di Bank. Namun benarkah bank saat ini masih menggiurkan, setidaknya dari nilai bunganya?. Jika anda punya tabungan sebanyak 1 juta di bank bisa dipastikan dalam setahun anda akan dikenakan biaya administrasi minimal 24 ribu yang dipotong 2 ribu setiap bulan. , sementara bunganya hanya antara 80 ribu itupun masih dikenakan pph bunga. Artinya bahwa jika tabungan anda kurang dari satu juta maka ada kemungkinan akan mengalami pengurangan, bukannya bertambah.
Sebenarnya masyarakat saat ini memang sudah memasyarakat dengan Bank, namun disatu sisi mereka sebenarnya mengharapkan ada usaha yang dapat mereka kerjakan, jadi bukan mengharapkan bunga bank. Artinya bahwa masyarakat sebenarnya lebih menginginkan agar bank lebih mudah dalam mengucurkan kredit kepada masyarakat golongan kecil, bukan hanya kepada bisnis besar atau konglomerasi. Lha yang menabung masyarakat, tetapi duitnya habis bayar hutang BLBI?. Sementara masyarakat kecil yang bener-bener butuh modal usaha malah dipersulit dengan meminta jaminan segala macam. Padahal banyak juga para pengusaha besar yang jaminannya bodong alias nilai jaminannya dimark-up agar bisa mendapatkan kredit yang besar.
Jadi sebenarnya ajakan Ayo ke Bank ini, semoga bukan sekedar iklan mengumpulkan duit masyarakat untuk “dimainkan” oleh pengusaha papan atas, tetapi hendaknya ajakan ini bersifat menghimbau masyarakat agar tidak segan-segan berurusan dengan bank termasuk dalam urusan pengajuan kredit usaha kecil yang dibantu syarat-syaratnya oleh pemerintah, sehingga kelak para pengusaha kecil ini bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekelilingnya. Bukan berarti antipati dengan pengusaha besar, namun fakta tentang BLBI sudah menunjukkan bahwa Bank-Bank akhirnya hanya dijadikan SAPI PERAH oleh penguasa dan pengusaha besar.
