SUSU FORMULA BAYI AMAN DIKONSUMSI KATANYA BPOM
2008 Februari 26
Setelah beberapa hari ini ramai diposting tentang Susu Formula Bayi tercemar Bakteri, kini giliran Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Husniah Rubiana Thamrin Akib unjuk upil gigi dengan memastikan semua produk susu formula dan makanan bayi yang saat ini beredar di pasaran tidak tercemar bakteri jahat dan aman dikonsumsi, seperti dirilis Antara News (26/2).
Wah benarkah demikian atau karena BPOM kebakaran fantat jenggot atas pemberitaan yang menyudutkannya, setelah rilis hasil penelitian dari seorang peneliti pada FKH IPB (Fakultas Kedokteran Hewan). Respons BPOM ini boleh dikatakan sangat lelet…ibarat komputer maka BPOM ini masih pentium I itupun yang rakitan bukan branded. Sementara masyarakat sudah menunggu berita dari BPOM, namun diharapkan penegasan BPOM ini bukan sekedar menyelamatkan diri muka, namun hendaknya juga menyelamatkan masyarakat terutama konsumen susu terbesar yaitu bapak-bapak anak-anak dan balita. Karena disanalah masa depan bangsa yang sebenarnya.
Kalau jadul, saat susu Nestle dikatakan berbasu syubhat, Menkopolkan Soedomo segera saja mengadfakan konferensi pers sambil minum susu Nestle. SEDAAAAAPPP. begitu katanya sambil berkumis susu di atas bibirnya.
Lha, kalau sekarang, berani nggak orang-orang BPOM (atau anaknya) melakukan hal yang serupa
ya…BPOM…kerja apa kerja ? telat melulu, udah telat nggak jelas lagi.
Waduh baru tau Daeng Limpo punya blog pembawa kabar…siiip !! aku gak punya bayi gak minum cucu
@djunaedird
saya rasa ada juga seh…cuman takutnya lebih gedhe gitu loh
@daniar
ade pepatah bilang begini :
kerja dapat 1000 rp kalau tidak kerja dapat 500 rupiah jadi kerja tak kerja dapatlah 1500 rupiah
@bali sugar
lha sukurlah teh…
Ane kok lebih cenderung lebih percaya dengan hasil penelitian IPB. karena ane masih yakin kalo lembaga universitas sekelas IPB tidak punya kepentingan atau tendensi apa-apa dalam masalah ini. Mereka hanya menyampaikan apa adanya berdasarkan penelitian ilmiyah dan dafat dipertanggungjawabkan. Kalo pun BPOM mengcounter, ane kira itu lebih sebagey reaksi atas ketidaknyamanan pengumuman hasil penelitian tersebut. Ketauan kagak punya responsibilty terhadap keamanan konsumen/publik…
jangan suka asal menuduh tanpa bukti.
apa yang disampaikan oleh peneliti ipb itu benar. memang sangat mungkin susu formula untuk tercemar oleh mikrobia semila e sakazakii. tapi tidak semudah itu juga untuk menyebabkan kerusakan sel saraf ataupun pada saluran pencernaan pada bayi, sebelum mikrobia itu mampu menghasilkan toksin dan dalam jumlah yang melebihi batas ambang minimial penyebab keracunan. Jadi, tenang saja, kita hidup di negara yang sudah ada lembaga berwenang untuk melakukan VERIFIKASI atas penelitian yang telah dilakukan oleh IPB (yang sebenarnya juga telah diketahui sebelumnya oleh BPOM,). Dalam hal ini, tidak diumumkannya oleh BPOM bukan berarti BPOm (pemerintah) tidak memihak pada konsumen, tapi memang perlu pembuktian yang tidak hanya dilakukan sekali, tetapi perlu berulangkali hingga memang benar bahwa si e sakazakii itu tidak mati pada saat dilakukan sterilisasi pada saat proses pengulahan susu formula untuk bayi.
bagusnya, IPB sebagai “si pembuat ulah” lebih terbuka lagi soal temuannya. paling tidak, nama susu yg diteliti dipublikasikan sehingga tidak menimbulkan keresahan. toh, IPB sebagai tempat berkumpulnya ilmuwan dan banyak orang hebat yg memang pakar di bidangnya sudah tentu tak punya tendensi apa2 kan dengan mempublikasikan ini.
dikatakan susu formula yg terkontaminasi merupakan produk lokal. padahal, dari beberapa berita yg beredar, kasus ini sudah terjadi sejak tahun 2002 lalu dan nama produknya sudah diekspose secara terbuka di media.
Gara-gara Sakazakii Sepitik Rusak Susu Sebelanga !
jangan hanya ngomong doang dong ipb, atau sudah banyak makan suap dari perusahaan susu barang kali maka penelitiannya tidak di publikasikan. tolong segera kabarkan susu formula yang aman untuk dikonsumsi, karena anak saya hampir jadi korban susu formula yang terkontaminasi.