JANGAN MAU JADI RESPONDEN SURVEY POLITIK
Iklan satu putaran saja sangat murahan bagi saya. Coba saja anda bayangkan kalau anda yang menjadi respondennya, alangkah menyesalnya jika kemudian hasilnya hanya digunakan oleh kelompok atau pribadi tertentu untuk mengeruk uang ataupun jabatan.
Kasus iklan satu putaran menurut saya, tidak menghargai hak para responden (yang memilih dua putaran) yang tentu tidak ingin respon mereka dijadikan alat untuk mengeruk kepentingan pribadi atau golongan tertentu.
Jadi berhati-hatilah jika ada lembaga survey yang ingin menjadikan anda sebagai respondennya. Jangan-jangan anda hanya menjadi alat untuk memperkaya diri pribadi si pemilik lembaga survei tersebut.
Untuk itu dukung langkah menolak menjadi responden survei politik.
KOALISI JUMBO, FLU BABI, PEMBUNUHAN NASRUDDIN, dan MANOHARA PINOT (BERITA TERPANAS DI BULAN APRIL)
Judul diatas adalah berita-berita mengejutkan di bulan April 2009 ini, dimulai dari kisah “perceraian ” PD dan Partai Golkar, lalu muncul KOALISI JUMBO, kisah Manohara Pinot dan Pangeran Kelantan, lalu datang juga virus FLU BABI, dan yang betul-betul mengejutkan adalah pengungkapan pembunuh Direktur PRB oleh Kepolisian yang “menyeret” nama-nama Pengusaha Besar dan Pejabat Negara. Sungguh bulan April adalah bulan yang panas dibandingkan bulan-bulan sebelumnya di tahun 2009.
Menurut seorang yang saya anggap bijaksana, bahwa situasi akan lebih memanas jika suhu politik “dibiarkan” meningkat tanpa “cooling down” terlebih dahulu. Suhu politik yang memanas bisa membuat berita-berita “miring’ , yang membuat orang-orang ikut “miring”. Untuk itu masyarakat sebaiknya waspada dengan berita-berita yang beredar, karena bisa saja berita yang sebenarnya “di plintir” untuk tujuan politik tertentu. Sekali lagi untuk para politikus “cooling down” dulu, biarlah rakyat lebih tenang dalam menilai anda. Lebih baik konsentrasi mengurus kondisi masyarakat saat ini yang terancam wabah virus FLU BABI, belum lagi situasi ekonomi yang masih belum stabil.
Semoga bulan Mei 2009 adalah bulan yang memberi harapan dan berita yang lebih baik.
BERITA TERKAIT KASUS PEMBUNUHAN DIREKTUR PRB NASRUDDIN ZULKARNAIN
Benarkah Pemilu 2009 yang terjelek dalam sejarah….?
Pusing juga wak mappe melihat ulah segelintir politikus yang ribut dengan urusan suara, hari ini dia mendengar ada yang mengatakan bahwa pemilu kali ini adalah yang paling bobrok dalam sejarah. Wak mappe sampai bingung, benarkah….? kalau begitu pemilu dijaman orba dulu yang paling bagus…(demikian pikirnya).
Satu yang tidak dimiliki oleh para politikus kita adalah JIWA besar, jika dirinya atau jagoannya kalah maka mereka selalu mencari kambing black sebagai korban. Coba deh lihat di Amerika sono, yang kalah memberi selamat kepada yang menang.
Bagaimana bangsa ini bisa besar, kalau para calon pemimpinnya hanya ribut urusan partainya masing-masing, bagi-bagi kursi, bahkan sampai mengatakan bahwa pemilu kali ini terjelek dalam sejarah.
Wak mappe mencoba menelaah para tokoh yang muncul bak pahlawan kesiangan, lucu-lucu banget……..!!!
“Udahlah, kalau sudah kalah jangan bawa-bawa rakyatlah……….bung, kami sebagai rakyat sudah capek mendengar retorika politikmu….!” gumam wak mappe lalu ngeloyor pergi ke tempat tidurnya yang reot.
Resistensi terkadang perlu
Saya mengetik postingan ini, lebih karena rasa penasaran saya atas sebuah pendapat atau filosofi bahwa “yang menekan akan merasa ditekan jika tidak ada resistensi”. Saya kok merasa filosofi ini seakan-akan ingin membuat seorang yang lemah dan dalam keadaan tertekan menjadi seorang yang pasrah kepada keadaaan yang terjadi pada dirinya, bukan bangkit untuk melawan.
