Saya tiba dibandara CHANGI Singapore tepat pukul 16:00, sesuai janji dengan Anggoro kami bertemu di hotel Raffles. Saya jabat tangannya , dia tersenyum dan mempersilahkan saya duduk. Inilah orang yang selama ini menghebohkan Indonesia dengan kasus suap yang menggemparkan. Sebelum memulai wawancara, anggoro memesan minuman, dia menanyakan kepada saya mau minum apa…?, saya bilang saya minum air putih saja. Saat sesi wawancara dia menyuruh saya memulai beberapa pertanyaan :
SAYA : bagaimana perasaan bapak saat ini….?
ANGGORO : baik, di sini suasananya enak….
SAYA : apakah anda terus memantau perkembangan kasus suap yang melibatkan anda dan adik anda anggodo….?
ANGGORO : ya, saya mengikuti terus perkembangannya, dan terus terang saya sangat bersyukur…
SAYA : lho kok anda bersyukur….?
ANGGORO : soalnya saya berhasil mengadu domba aparat penegak hukum ……….sssssssst sini saya bisikin…
ANGGORO : (saya mulai mendekatkan telinga saya) sebenarnya gak ada yang menerima suap, karena saya tahu mereka nggak bisa terima suap maka saya buat skenario seakan-akan mereka menerima suap…….duitnya ya…kembali kepada saya lagi….
SAYA : wah berarti skenario anda berhasil dan uang anda juga kembali…..(kok bisa-bisanya ya….aparat kita dikibulin).
ANGGORO : yah..begitulah…, tetapi sebenarnya skenario saya berjalan karena kebetulan ada kasus yang lebih besar lagi yang juga sedang diskenariokan….dan skenario saya masuk dalam skenario besar itu….(bukan main macam film india saja)
Tiba-tiba badan saya kena tumpahan air minum yang dibawa oleh pramusaji, dan saya tersadar sedang tertidur di sofa didepan TV yang sedang menayangkan kisah reptil melawan reptil………..
Iklan satu putaran saja sangat murahan bagi saya. Coba saja anda bayangkan kalau anda yang menjadi respondennya, alangkah menyesalnya jika kemudian hasilnya hanya digunakan oleh kelompok atau pribadi tertentu untuk mengeruk uang ataupun jabatan.
Kasus iklan satu putaran menurut saya, tidak menghargai hak para responden (yang memilih dua putaran) yang tentu tidak ingin respon mereka dijadikan alat untuk mengeruk kepentingan pribadi atau golongan tertentu.
Jadi berhati-hatilah jika ada lembaga survey yang ingin menjadikan anda sebagai respondennya. Jangan-jangan anda hanya menjadi alat untuk memperkaya diri pribadi si pemilik lembaga survei tersebut.
Untuk itu dukung langkah menolak menjadi responden survei politik.
KOALISI JUMBO, FLU BABI, PEMBUNUHAN NASRUDDIN, dan MANOHARA PINOT (BERITA TERPANAS DI BULAN APRIL)
Judul diatas adalah berita-berita mengejutkan di bulan April 2009 ini, dimulai dari kisah “perceraian ” PD dan Partai Golkar, lalu muncul KOALISI JUMBO, kisah Manohara Pinot dan Pangeran Kelantan, lalu datang juga virus FLU BABI, dan yang betul-betul mengejutkan adalah pengungkapan pembunuh Direktur PRB oleh Kepolisian yang “menyeret” nama-nama Pengusaha Besar dan Pejabat Negara. Sungguh bulan April adalah bulan yang panas dibandingkan bulan-bulan sebelumnya di tahun 2009.
Menurut seorang yang saya anggap bijaksana, bahwa situasi akan lebih memanas jika suhu politik “dibiarkan” meningkat tanpa “cooling down” terlebih dahulu. Suhu politik yang memanas bisa membuat berita-berita “miring’ , yang membuat orang-orang ikut “miring”. Untuk itu masyarakat sebaiknya waspada dengan berita-berita yang beredar, karena bisa saja berita yang sebenarnya “di plintir” untuk tujuan politik tertentu. Sekali lagi untuk para politikus “cooling down” dulu, biarlah rakyat lebih tenang dalam menilai anda. Lebih baik konsentrasi mengurus kondisi masyarakat saat ini yang terancam wabah virus FLU BABI, belum lagi situasi ekonomi yang masih belum stabil.
Semoga bulan Mei 2009 adalah bulan yang memberi harapan dan berita yang lebih baik.
Pusing juga wak mappe melihat ulah segelintir politikus yang ribut dengan urusan suara, hari ini dia mendengar ada yang mengatakan bahwa pemilu kali ini adalah yang paling bobrok dalam sejarah. Wak mappe sampai bingung, benarkah….? kalau begitu pemilu dijaman orba dulu yang paling bagus…(demikian pikirnya).
Satu yang tidak dimiliki oleh para politikus kita adalah JIWA besar, jika dirinya atau jagoannya kalah maka mereka selalu mencari kambing black sebagai korban. Coba deh lihat di Amerika sono, yang kalah memberi selamat kepada yang menang.
Bagaimana bangsa ini bisa besar, kalau para calon pemimpinnya hanya ribut urusan partainya masing-masing, bagi-bagi kursi, bahkan sampai mengatakan bahwa pemilu kali ini terjelek dalam sejarah.
Wak mappe mencoba menelaah para tokoh yang muncul bak pahlawan kesiangan, lucu-lucu banget……..!!!
“Udahlah, kalau sudah kalah jangan bawa-bawa rakyatlah……….bung, kami sebagai rakyat sudah capek mendengar retorika politikmu….!” gumam wak mappe lalu ngeloyor pergi ke tempat tidurnya yang reot.